Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

GAMBARAN FUNGSI INTELEKTUAL LANJUT USIA DI KOTA PEKALONGAN Amirudin, Zaenal; Widowati, Indar; Supriyo, Supriyo; Sumarni, Sumarni; Nofianto, Norma
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v5i2.12294

Abstract

Latar Belakang : Bertambahnya umur harapan hidup, berdampak pada meningkatnya masalah kesehatan pada lanjut usia. Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah kesehatan seiring berjalannya usia.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi kognitiif yang tinggal di komunitas.Metode : Desain deskriptif analitik digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 60 peserta di ambil dengan cara purposive sampling, setelah menyetujui kesediaan sebagai responden. Instrumen Kuesioner Status Mental Portabel Pendek (SPMSQ) dari Pfeiffer (1975), digunakan untuk mengumpulkan data lanjut usiaHasil: Hasil penenlitian meliputi:  1) Karakteristik: jenis kelamin responden: perempuan, sebanyak 391 orang (65%), laki-laki 21 orang (35%); usia responden: 60-69 tahun sebanyak 45 orang (75%), 70-79 tahun sebanyak 12 orang (20%),  ≥ 80 tahun sebanyak 3 orang (5%); pendidikan responden: SD 9 orang (15%), SMP 17 orang (28,33%), SMA 29 orang (48,33%), PT 5 orang (8,33%); 2) Sebagian besar responden mengalami kerusakan intelektual ringan, sebanyak 45 orang (75%).Simpulan : Penurunan fungsi kognitif pada lansia yang tinggal di komunitas beragam dari  ringan sampai berat. Perawat komunitas diharapkan dapat memberikan intervensi berupa deteksi dini fungsi kognitif pada lansia. Kata Kunci : Lanjut usia, fungsi kognitif
PENERAPAN MANAJEMEN DIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI MELALUI PENDAMPINGAN ANGGOTA KELUARGA Widayati, Esti Dwi; Wiyati, Ruthy; DS, Dina Indrati; Prasetyo, Herry; Amirudin, Zaenal; Nofianto, Norma
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12875

Abstract

Latar Belakang : Manajemen diri merupakan dasar untuk dapat mengendalikan hipertensi dan mencegah terjadinya komplikasi. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendampingan anggota keluarga dalam melaksanakan manajemen diri pada penderita hipertensi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan one group pre-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian ini akan mengukur sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan one group intervensi dengan desain time series. Perlakuan yang diberikan adalah pendampingan oleh anggota keluarga kepada penderita hipertensi untuk melakukan manajemen diri yang dilakukan selama satu bulan.Metode : Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang telah dimodifikasi yaitu Hypertension self-management Behavior Questionnaire (HSMBQ) dan data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan sebelum pendampingan anggota keluarga dan sesudah pendampingan anggota keluarga pada penderita hipertensi untuk melakukan manajemen diri.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan indeks massa tubuh responden dalam kategori normal, obesitas level I & II, responden memiliki riwayat merokok, konsumsi alkohol dan ada yang mengalami komplikasi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Ranks terdapat 2 responden yang mengalami penurunan skor dari pre test ke post test dengan rata-rata dan terdapat 28 orang yang mengalami peningkatan hasil pre test ke post test dengan rata-rata 25,98. Hasil Asymp Sig (2-tailed) menunjukkan nilai 0,00 atau < 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendampingan anggota keluarga terhadap manajemen diri pada penderita hipertensi.Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendampingan anggota keluarga terhadap self management pada penderita hipertensi. Kata Kunci : manajemen diri, hipertensi, pendampingan, keluarga
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PARTISIPASI SEBAGAI PESERTA JKN BPJS KESEHATAN DI KELURAHAN KURIPAN YOSOREJO KOTA PEKALONGAN Moh Projo Angkasa; Zaenal Amirudin; Taadi Taadi; Supriyo Supriyo; Prasko Prasko
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): NOVEMBER 2021 - APRIL 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i1.7896

Abstract

Latar Belakang : BPJS Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Jaminan kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar atau iurannya dibayar oleh pemerintah. BPJS Kesehatan mulai dioperasionalkan  pada tanggal 1 Januari 2014, semua penduduk Indonesia wajib menjadi peserta jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS termasuk orang asing yang telah bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia dan telah membayar iuran (Kemenkes RI, 2013).Tujuan : Pengabdian masyarakat bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi pemerintah maupun  masyarakat dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam keikutsertaan kepersetaan BPJSMetode Pengabdian : Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada peserta pelatihan dan  dilakukan monitoring evaluasi.Hasil : ada peningkatkan pengetahuan peserta  tentang tujuan dan manfaat program BPJS Kesehatan dan ada peningkatan ketrampilan dalam pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan secara online pada masyarakat.Saran : Perlunya kegiatan survey dan pendataan jumlah peserta BPJS Kesehatan pada wilayah  yang telah di lakukan pendampingan, sehingga dapat di ketahui keberhasilan dari pengabdian.  Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Partisipasi Kepesertaan, BPJS Kesehatan
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN IBU BALITA DALAM PEMBUATAN PUDING LABU KUNING PLUS EXTRAC TEMULAWAK, PENILAIAN NAFSU MAKAN DAN BERAT BADAN ANAK BALITA DI KELURAHAN BENDAN KREGON KOTA PEKALONGAN Mardi Hartono; Supriyo Supriyo; Moh. Projo Angkasa; Zaenal Amirudin; Petrus Nugroho Djoko Santoso
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023 - APRIL 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i1.10793

Abstract

Latar Belakang : Nafsu makan yang kurang baik dapat menjadikan masalah yang penting pada anak terkait dengan proses pertumbuhan dan prkembangan anak. berbagai penelitian ilmiah sudah banyak yang membuktikan bahwa pengobatan tradisional banyak digunakan salah satunya adalah tanaman rimpang temulawak (Curcuma Xanthorrhiza). Kandungan minyak astiri pada temulawak memiliki efek koleretik yang dapat memperlancar sekresi empedu untuk mengemulsikan lemak sehingga serta dapat mempercepat penyerapan lemak di usus dan secara tidak langsung dapat mempercepat pengosongan lambung serta pencernaan.Tujuan : Pengabdian masyarakat bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, khususnya kesehatan Ibu dan Anak dalam membantu mengatasi permasalahan pertumbuhan dan perkembangan pada anak balita.Metode Pengabdian : Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada lansia yang nantinya hasilnya dapat diimplementasi kepada Ibu Balita untuk dapat menjaga dan meperbaiki nafsu makan anak yang bermanfaat terhadap Tumbuh Kembang Anak balita.Hasil Pengabdian : Tercapainya kemampuan Ibu Balita dalam menilai Nafsu Makan pada anak, dan dapat membuat makanan tambahan pada anak yang dapat meningkatkan nafsu makan pada anak balita dengan membuat puding labu kuning plus extrac temulawak.Simpulan : Kegiatan Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Bendan Kregon dapat terlaksana, dan setelah Peserta di Evaluasi, Ibu Balita dapat memahami cara membuat Puding Plus extrac temulawak dan dapat mempraktekan cara menilai nafsu makan pada anakKata Kunci : Puding Labu Kuning, Extrac Temulawak, dan Nafsu Makan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN GANGGUAN JIWA Zaenal Amirudin; Indar Widowati; Petrus Nugroho Djoko Santoso; Yuniske Penyami; Sudirman Sudirman
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): MEI 2024 - OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i2.11474

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi gangguan jiwa di masyarakat semakin tahun semakin meningkat. Pertolongan masalah kesehatan mental sejak awal yang terjadi di masyarakat banyak dilakukan bukan oleh tenaga kesehatan jiwa profesional. Kader kesehatan jiwa merupakan perpanjangan tangan dari pelayanan kesehatan yang memiliki peran penting dalam penanganannya, sebab keberadaannya lebih dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengoptimalkan tingkat pengetahuan mereka.Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan dan mengoptimalisasi pengetahuan keluarga dan kader kesehatan jiwa tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan psikiatri di masyarakat pada ODGJ.Metode: Metode Program ini diberikan kepada 10 orang anggota keluarga yang memiliki ODGJ dan 30 Orang Kader Kesehatan Jiwa, Kegiatan yang dilakukan selama 1 bulan meliputi 3 (Tiga) tahap yaitu tahap persiapan dimulai dengan melakukan pengukuran tingkat pengetahuan sebelum diberikan pelatihan, tahap pertolongan pertama pada kegawatdaruaratan psikiatri , yang terakhir tahap evaluasi pengukuran pengetahuan setelah diberikan pelatihan.Hasil Kegiatan: Hasil dari gambaran yang terjadi peningkatan pengetahuan pada 20 orang dari tingkat pengetahuan sangat baik, 8 orang cukup baik, dan 2 orang kurang.Kesimpulan: Kesimpulan melalui kegiatan yang terjadi optimalisasi peningkatan tingkat pertolongan pertama pada kegawatdaruratan psikiatri, Kegiatan ini direkomendasikan untuk program berkelanjutan bagi keluarga maupun kader kesehatan jiwa di masyarakat.
Terapi Komplementer : Terapi Tertawa dan Masase Kaki Untuk Menurunkan Kecemasan pada Pasien Hipertensi Esti Dwi Widayanti; Widyo Subagyo; Aris Fitriani; Zaenal Amirudin; Lis Triasari
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i1.12379

Abstract

Latar Belakang : Salah satu faktor yang menentukan derajat kesehatan masyarakat selama ini lebih kepada pelayanan kesehatan, padahal meningkatnya derajat kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku. Program Kemenkes salah satu untuk PTM antara lain dilaksanakan promosi kesehatan dengan program PATUH bagi yang sudah menyandang PTM agar mereka rajin kontrol dan minum obat. Salah satu terapi pendamping dengan meminimalkan untuk konsumsi obat antara lain terapi komplementer, salah satunya terapi tertawa dan masase kaki yang dapat menurunkan kecemasan pada penderita hipertensi.Tujuan : Keluarga dan penderita hipertensi dapat mempraktekan kombinasi terapi tertawa dan terapi masase kaki sehingga tercapai penurunan kecemasan dan kestabilan tekanan darah.Metode : Kegiatan pengabdian ini melakukan pendampingan terapi tertawa dan masase kaki, yang sebelumnya dilakukan pemberian materi dan contoh langsung serta mempraktekkan terapi kombinasi terapi tertawa dan masase kaki dengan kesepakatan di buat jadwal bersama dalam kehidupan sehari-hari yang akan tertanam dalam perilaku sehari-hari.Hasil : Tim telah melakukan terapi di dalam keluarga maupun berkelompok , dan penderita melangikuti terapi sampai selesai, respon penderita setelah dilakukan terapi mengatakan pusing nya berkurang, monitor evaluasi dengan kunjungan tidak terduga untuk monitor keluarga dalam menerapkan terapi belum dilaksanakan.Simpulan : Kombinasi terap tertawa dan masase kaki bagi penderita hipertensi dilakukan dengan kontinue dan rutin serta frekuensi yang tepat dapat menurunkan tekanan darah dan mendekati stabil, serta perasaan klien mejadi lebih fres dan perasaan legaKeyword : Terapi Komplementer, Terapi tertawa, Masase Kaki, Hipertensi
LITERASI PSIKOEDUKASI KESEHATAN MENTAL DI MAN 1 KOTA PEKALONGAN Indar Widowati; Zaenal Amirudin; Norma Nofianto; Yuniske Penyami
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i2.13039

Abstract

Permasalahan kesehatan mental di kalangan remaja, khususnya siswa sekolah menengah, semakin mengkhawatirkan di tengah tekanan akademik, sosial, dan perkembangan teknologi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental melalui psikoedukasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekalongan. Peserta sebanyak 30, terdiri atas perwaklan kelas X dan XI, guru BK dan Guru wali. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi berbasis masalah. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 55% menjadi 85%, artinya peningkatan signifikansi pemahaman siswa terhadap konsep kesehatan mental, identifikasi stres, serta strategi coping yang sehat. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar kesehatan mental di lingkungan sekolah.