Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Ratio Kombinasi Maltodekstrin, Karagenan dan Whey Terhadap Karakteristik Mikroenkapsulan Pewarna Alami Daun Jati (Tectona Grandis L. F.) Wahyu Purnomo; Lia Umi Khasanah; Baskara Katri Anandito
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2420.135 KB)

Abstract

Antosianin merupakan zat warna yang bersifat polar bertanggung jawab untuk kebanyakan warna merah, biru, dan ungu. Dengan mikroenkapsulasi antosianin dapat terlindungi dari pengaruh lingkungan yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ratio kombinasi bahan penyalut terbaik dalam spray drying. Ekstrak daun jati dimikroenkapsulasi dengan penyalut maltodekstrin, karagenan, dan whey dengan proporsi total padatan ekstrak terhadap penyalut dengan rasio 3:10. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor (ratio kombinasi penyalut maltodekstrin, kappa-karagenan dan whey) dengan 3 taraf yaitu (2:1:0, 2:0:1, dan 1:1:1). Variable respon yang diukur adalah randemen, kadar total antosianin, penangkapan radikal bebas, dan kualitas warna (L*a*b,oHue), kadar air, kelarutan dalam air, sisa pelarut (etanol) dan mikrostruktur. Hasil penelitian menunjukkan ratio kombinasi penyalut terbaik ditinjau dari nilai kadar antioksidan, kualitas warna L dan b, kadar air, serta mikrostruktur adalah mikroenkapsulan dengan ratio kombinasi penyalut maltodekstrin, karagenan, dan whey (MKW). ditinjau dari kadar antosianin, dan kelarutan dalam air adalah mikroenkapsulan dengan penyalut maltodekstrin dan whey (MW). Dan ditinjau dari randemen dan oHue adalah mikroenkapsulan dengan penyalut maltodekstrin dengan karagenan (MK). Mikroenkapsulan yang dihasilkan diharapkan dapat diaplikasikan dalam bahan pangan sebagai pewarna makanan alami dalam bentuk sediaan bubuk.
Pendampingan Produksi UMKM Kerupuk Kulit Sapi Hendrawan di Karanganyar Guna Meningkatkan Produktivitas Hapsari, Rahma Bayunita; Syahputri, Gusti Ananda; Maghfira, Lativa Lisya; Fertiasari, Rini; Nuary, Rizky Brisha; Anandito, R. Baskara Katri
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i2.577

Abstract

Kerupuk kulit sapi adalah salah satu makanan olahan berbahan baku kulit sapi. Seiring meningkatnya permintaan konsumen, banyak UMKM kerupuk kulit sapi yang bermunculan di Kabupaten Karanganyar. Salah satunya adalah UMKM kerupuk kulit sapi Hendrawan yang berada di Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penjualan produk kerupuk kulit sapinya sudah tersebar di Soloraya. Namun, UMKM tersebut masih mengalami kendala saat proses pengeringan dan pengemasan serta nomor izin P-IRT yang telah kedaluwarsa. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Prodi D3 Teknologi Hasil Pertanian UNS berupa pendampingan UMKM Kerupuk Kulit Sapi Hendrawan guna meningkatkan produktivitas dan kepercayaan konsumen. Agenda tersebut dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Juli 2024. Metode pengabdian berupa pendampingan proses produksi, perpanjangan nomor izin P-IRT, dan pemberian fasilitas alat produksi berupa oven pengering dan sealer plastic. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar. Produksi kerupuk kulit sapi meningkat dan pembaharuan label kemasan dengan nomor izin P-IRT yang baru.
Pengembangan Pengolahan Mocaf Di Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri Abdi, Yenny Febriana Ramadhan; Anandito, R. Baskara Katri; Rochmah, Alfi Nur; Nuary, Rizky Brisha; Afiah, Rahmania Nur
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.529

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah pengembangan teknologi pengolahan komoditas ubi kayu menjadi mocaf sebagai salah satu produk unggulan Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan partipatif, dimana para petani secara langsung terlibat dalam sosialisasi maupun penyuluhan. Tim pengabdian UNS telah bersepakat dengan mitra untuk menyelenggarakan program sebagai berikut;1) Sosialisasi tentang apa tentang mocaf, proses pembuatan dan potensinya; 2) Training dan pelatihan mitra tentang pengolahan ubi kayu menjadi mocaf; 3) Pelatihan tentang kewirausahaan. Hasil Kegiatan menunjukkan bahwa petani sebagai objek sangat tertarik dan berminat dalam pengembangan pengolahan mocaf. Hal ini tercermin dari keaktifan dalam berdiskusi maupun dalam melaksanakan pelatihan. Komoditas ubi kayu di Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, sangat potensi dikembangkan dan diolah menjadi mocaf sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani
Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna, Pendampingan Produksi, dan Digitalisasi Pemasaran Permen Lunak Jahe pada UMKM Sami Tresna, Karanganyar Hapsari, Rahma Bayunita; Syahputri, Gusti Ananda; Fertiasari, Rini; Nuary, Rizky Brisha; Anandito, R. Baskara Katri
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1055

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Agricultural Product Design (APD) Program Diploma Tiga Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing UMKM Sami Tresna di Karanganyar. Selama ini, UMKM yang berlokasi di Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, ini memproduksi permen lunak jahe secara manual, sehingga menghadapi kendala dalam menjaga konsistensi kualitas produk serta pemasaran. Melalui kegiatan ini, tim memperkenalkan teknologi berupa alat pengaduk permen semi otomatis yang dirancang untuk mempercepat proses pengolahan sekaligus meningkatkan kualitas produk akhir. Selain itu, dilakukan pendampingan teknis dalam pembuatan chewy ginger candy yang meliputi perbaikan formulasi, penyusunan SOP (Standard Operating Procedure), pengembangan desain kemasan, serta fasilitasi pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pelatihan strategi pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar secara online. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi, efisiensi waktu, serta kesiapan UMKM dalam menghadapi tuntutan pasar modern melalui penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi. Pendekatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pemberdayaan UMKM yang berorientasi pada inovasi dan keberlanjutan.
PENGARUH PERENDAMAN DALAM EKSTRAK TEH HIJAU TERHADAP UMUR SIMPAN TELUR ASIN Khasanah, Lia Umi; Anandito, R. Baskara Katri; Saputro, Bayu Aji
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.903 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13640

Abstract

Telur merupakan salah satu produk hewani yang digunakan sebagai bahan pangan sumber protein, lemakdan vitamin yang dibutuhkan tubuh manusia untuk pertumbuhan. Telur dapat mudah rusak dan busuk. Olehkarena itu perlu penanganan yang cermat. Untuk memperkecil kerusakan pada telur perlu dilakukan suatu caraagar telur tersebut dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama yaitu dengan cara pengawetan. Pengawetantelur yang paling mudah dan umum dilakukan masyarakat adalah dengan pengasinan atau pembuatan telur asin.Selain dengan cara pengasinan ada juga salah satu cara untuk mengawetkan telur yaitu dengan pengasinan dandilakukan perendaman dalam ekstrak teh hijau. Dengan cara ini maka telur akan semakin awet dan memilikidaya simpan yang lebih lama jika dibandingkan dengan cara pengasinan saja. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh perendaman terhadap sifat sensoris telur asin, mengetahui indikator kerusakan,mengetahui kinetika kemunduran mutu dan untuk mengetahui umur simpan telur asin. Pada penelitian inidilakukan 3 variasi perlakuan pendahuluan yaitu perendaman ekstrak teh 0 hari, 3 hari dan 5 hari. Sedangkansuhu penyimpanan yang digunakan suhu 300C, 400C dan 500C. Untuk menentukan umur simpan telur asindilakukan dengan pendekatan metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT), kemudian dilakukan juga analisasensori untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen. Uji sensori ini meliputi parameter rasa, tekstur, aromadan warna telur asin. Data yang diperoleh dari hasil penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan metodeANOVA. Jika ada beda nyata maka dilanjutkan uji beda nyata dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT)pada taraf signifikansi α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman ekstrak tehhijau tidak berpengaruh terhadap sifat sensori telur asin. Indikator kerusakan telur asin terdapat pada parameteraroma. Telur asin dengan perendaman ekstrak teh hijau selama 5 hari memiliki umur simpan yang paling lamabila dibandingkan telur asin yang dibuat dengan perendaman ekstrak teh hijau selama 3 hari dan biladibandingkan dengan telur asin yang direndam ekstrak teh hijau selama 0 hari. Sedangkan suhu penyimpanantelur asin yang baik adalah suhu 4ºC dengan umur simpan 29 hari.
KARAKTERISTIK BROWNIS COKELAT KUKUS BERBAHAN DASAR PATI GARUT DENGAN SUBTITUSI PARSIAL TEPUNG JEWAWUT Muhammad, Dimas Rahadian Aji; Sasti, Tabita Gita; Siswanti, Siswanti; Anandito, R. Baskara Katri
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 12, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.54 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v12i1.36184

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sensoris, fisik, dan gizi brownies cokelat kukus berbahan dasar pati garut dengan subtitusi tepung jewawut (25%, 50%, 75%). Produk yang mempumyai nilai tertinggi dalam uji kesukaan konsumen adalah brownis cokelat kukus yang dibuat dari pati garut dan tepung jewawut dengan perbandingan 50:50. Oleh karena itu, sampel ini selanjutnya dipilih untuk digunakan dalam penelitian tahap selanjutnya. Sampel brownis cokela terpilih mempunyai kadar air 28,2%, kadar abu 1,8%, kadar protein 8,7%, kadar lemak 21,6%, kadar karbohidrat 77,1%, dan serat pangan 3,1%. Brownis cokelat kukus dengan subtitusi 50% tepung jewawut memberikan kontribusi sebesar 10% dari total kebutuhan sehari serat pangan golongan anak usia 5-6 tahun, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai makanan sumber serat bagi kelompok konsumen anak-anak pada rentang usia tersebut.
PENGARUH GLISEROL TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM BERBAHAN DASAR TEPUNG JALI (Coix lacryma-jobi L.) Anandito, R. Baskara Katri; Nurhartadi, ed; Bukhori, Akhmad
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.383 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13534

Abstract

Jali (Coix lacryma-jobi L.), merupakan sejenis tumbuhan biji-bijian (serealia) tropika dari suku padipadian (Poaceae). Kandungan pati jali cukup tinggi, sehingga memiliki potensi untuk dijadikan bahan bakupembuatan edible film. Edible film tepung jali ini menggunakan gliserol sebagai plasticizer. Tujuan penelitian iniyaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan gliserol terhadap karakteristik fisik dan mekanik edible filmtepung jali serta mengetahui konsentrasi penambahan gliserol pada edible film tepung jali yang menunjukkankarakteristik fisik dan mekanik edible film terbaik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan gliserolmeningkatkan kelarutan dan ketebalan edible film, tetapi menurunkan permeabilitas terhadap uap air (WVP).Penambahan gliserol pada awalnya meningkatkan pemanjangan dan kuat regang putus dari edible film. Ketikakondisi jenuh, pemanjangan dan kuat regang putus kemudian turun. Edible film dengan karakteristik fisik danmekanik terbaik terdapat pada penambahan gliserol dengan konsentrasi 20% yang ditunjukkan denganpermeabilitas uap air (WVP) sebesar 0,687 gr.mm/jam.m2 dan pemanjangan (elongation) film 41,022%.
PENGGUNAAN DAGING DAN TULANG IKAN BANDENG (Chanos chanos) PADA STIK IKAN SEBAGAI MAKANAN RINGAN BERKALSIUM DAN BERPROTEIN TINGGI Fitri, Amiza; Anandito, R. Baskara Katri; Siswanti, Siswanti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.681 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v9i2.17468

Abstract

Milkfish (Chanos Chanos) was favored by many people and become one of the featured Fisheriescommodity. Processed fish product is very limited, especially, in the food industry as snack. Utilization of fishless than optimal because most only use meat and the bones is a waste. Bones milkfish is rich of mineral,especially calcium. Utilization of meat and bone fish is to optimize the utilization of fish on snack to improve thenutritional value. The experimental design use a complete randomized design (CRD) with one factors, namelythe use of three types of raw material milkfish include: meat milkfish, waste bones and whole milkfish. Step ofthis study were divided into two stages, the first stage is the stage of making a snack of fish sticks with differentbase materials, while the second step was to determine the chemical characteristics and the parameters werethe content of calcium, protein, fat, water, ash, carbohydrate and hedonic test. The whole part of milkfish, fishmeat, bones and head of milkfish was used as raw material on making sticks which was given effect onsuccessively increasing the content of protein and calcium. The chemical characteristic of the fish meat stickwas 23.89% of moisture content; 1.15% of ash content; 20.86% of fat content; 13.08% of protein content;61.030% of carbohydrates content; and 0.02% of calcium content. A fish bone stick in a row of 3.90%; 3.60%;24.18%; 8.99%; 59.16%; and 0.038%. A whole fish stick by 2.81%; 2.12%; 24.81%; 9.43%; 61.11%; and0.1923%. Due to the result of sensory evaluation on sticks hedonic scale of the whole fish sticks product werethe most preferred by panelist.
KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN SENSORI COOKIES BERBAHAN DASAR TEPUNG KOMPOSIT UWI (Dioscorea alata), KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) DAN TEPUNG TERIGU Imawan, Moh Luthfi; Anandito, R. Baskara Katri; Siswanti, Siswanti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 12, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.034 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v12i1.24072

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formula tepung komposit uwi, koro pedang dan tepung terigu terhadap karakteristik fisik, kimia, sensori cookies dan menentukan formula cookies tepung komposit uwi, koro pedang dan tepung terigu yang terbaik serta menentukan % AKG serat pangan dan kalori cookies berbahan baku tepung komposit uwi, koro pedang dan tepung terigu dari dua formulasi terbaik.. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu variasi tepung komposit uwi dan koro pedang dengan tepung terigu. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik adalah 20% tepung komposit (uwi dan koro pedang) dan 80% tepung terigu. Semakin banyak penambahan tepung komposit (uwi dan koro pedang) yang digunakan tidak mempengaruhi kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, aktivitas antioksidan dan total kalori cookies. Penambahan tepung komposit yang semakin banyak menaikkan tingkat kekerasan, kadar air, kadar abu, dan serat kasar cookies yang dihasilkan, selain itu semakin banyak tepung komposit yang ditambahkan menurunkan tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, tekstur, aroma dan overall. Formula cookies F2 (20 % tepung komposit dan 80% tepung terigu)  mempunyai % AKG serat pangan sebesar 10,46 dan kalori per sajian sebesar 153,27 kkal/sajian sedangkan formula cookies F3 (40% tepung komposit dan 60% tepung terigu) mempunyai % AKG serat pangan sebesar 12,54 dan kalori per sajian sebesar 151,17 kkal/sajian.
Peningkatan Kualitas Emping Melinjo melalui Proses Pengepresan dan Penurunan Kadar Purin di UKM Emping Jago Nuary, Rizky Brisha; Afiah, Rahmania Nur; Asmediana, Anis; Maghfira, Lativa Lisya; Anandito, R. Baskara Katri
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 7, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v7i1.65486

Abstract

Quality Improvement of Emping Melinjo through Pressing Process and Reduction of Purin Level at SME Emping Jago. Emping melinjo is one of the popular foods among Indonesians. Kartasura is one of the districts in Sukoharjo that has potential in the production of emping melinjo. This study aimed to improve the quality of emping melinjo by using a mechanical pressing machine and reducing the purin level. The method used was a literature review based on scientific journals, books, and others. The results were to substitute the pressing process using mechanical machinery and by soaking treatment to reduce the purin levels. The improvement on pressing process were performed as an innovation so the process will not depend on human workers. Then, the soaking in a 4% acetic acid solution (vinegar) varied for 0; 10; 20; and 40 minutes.The hypoxanthine and adenine levels (in micrograms per gram), according to the soaking duration, showed 46,43; 41,50; 41,05; 36,71; and 124,74; 110,90; 109,83; 108,82 respectively. The 40 minutes soaking process could decrease the purin level by 20%.