Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENTINGNYA LEGALITAS USAHA UNTUK MENDORONG DAN MENINGKATKAN USAHA MIKRO DAN KECIL (UMK) Imelia, Rizka Rachmawati Dwi; Muchtarisa, Takiya; Pamungkas, Denni Pramudia; Bevinda, Shifra Adline; Erlangga, Raka Anugrah Valentino; Andari, Novi
ABDIMAS Vol 5 No 05 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v5i05.2340

Abstract

Usaha Mikro dan Kecil (UMK) merupakan pilar yang memainkan peran dalam mendorong perekonomian Indonesia. Namun, permasalahan yang sering dialami oleh para pelaku Usaha Mikro dan Kecil yaitu terkait aspek legalitas usaha. Legalitas usaha tidak hanya sebatas pemenuhan kewajiban administratif, melainkan juga menjadi fondasi dalam pengembangan usaha berkelanjutan. Dengan memiliki legalitas, Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dapat dengan mudah memperoleh akses terhadap pembiayaan, perlindungan hukum, serta peluang untuk dapat kerja sama dengan pihak lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pentingnya legalitas usaha untuk mendorong dan meningkatkan daya saing Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif empiris, yaitu mengkaji peraturan perundang-undangan tentang legalitas usaha dengan fakta-fakta di lapangan mengenai penerapan dan dampaknya terhadap pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK), serta hambatan-hambatan yang dialami pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) terkait legalitas usaha.
PERAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF INTERAKTIF (APEI) DALAM MENINGKATKAN FOKUS BELAJAR MATEMATIKA PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA SUKOSARI Putra, Aditya Dwijaya; Amalia, Miranda; Pamungkas, Giadisca Wivaciella Satrio; Sungkar, Naufal Zaim Baihaqi; Arifa, Reghina Mey Rizki Putri; Andari, Novi
ABDIMAS Vol 5 No 05 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v5i05.2342

Abstract

Fokus belajar merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran matematika yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Namun, di Desa Sukosari, masih banyak anak sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam mempertahankan fokus saat belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Alat Permainan Edukatif Interaktif (APEI) dalam meningkatkan fokus belajar matematika pada siswa sekolah dasar di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi selama proses pembelajaran menggunakan APEI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan APEI, seperti permainan papan interaktif dan alat berhitung berbasis permainan, mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dan membuat mereka lebih fokus selama pembelajaran berlangsung. Peningkatan fokus terlihat dari durasi perhatian siswa yang lebih lama, respons yang lebih cepat terhadap soal, serta meningkatnya partisipasi dalam diskusi kelas. Dengan demikian, APEI dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan fokus belajar matematika pada anak-anak sekolah dasar, khususnya di wilayah pedesaan.
PENGENALAN DESA SUKOSARI MELALUI KONTEN DIGITAL Silvina, Faustina; Anggraini, Reza Nur; Agustin, Nia Nur Yanti; Soraya, Aya; Kurniawati, Dwi; Andari, Novi
ABDIMAS Vol 5 No 05 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v5i05.2344

Abstract

Desa Sukosari, yang terletak di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, memiliki berbagai potensi lokal seperti produk UMKM, wisata alam, serta budaya yang belum tergarap secara maksimal dalam ranah digital. Di era digitalisasi, media sosial menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi desa secara luas, cepat, dan hemat biaya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi lokal yang dimiliki Desa Sukosari serta mengkaji strategi optimalisasi media sosial dalam mendukung promosi potensi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa penggunaan platform seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp secara terstruktur dapat meningkatkan visibilitas potensi desa dan menarik perhatian publik, termasuk wisatawan dan pelaku usaha. Optimalisasi media sosial juga berkontribusi terhadap peningkatan literasi digital masyarakat desa dan membangun citra positif terhadap desa Sukosari secara berkelanjutan.
PENGEMBANGAN WEBSITE SEBAGAI MEDIA PROMOSI WISATA PEOTOEK SOEKO BERBASIS INFORMASI FLORA LOKAL Mauladhan, Aldi Putra; Rinaldy, Faramayla Adinda; Az-Zahra, Dwi Aprillia; Aisyah, Dinda Nur; Sari, Rakhel Kristina Mulia; Andari, Novi
ABDIMAS Vol 5 No 05 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v5i05.2345

Abstract

Poetoek Soeko merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Mojokerto yang menyimpan potensi keanekaragaman flora lokal dengan nilai edukatif dan ekologis tinggi. Namun, informasi mengenai kekayaan flora tersebut masih sangat terbatas dan belum dikemas dalam media promosi digital yang terstruktur. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah website sebagai media promosi wisata berbasis informasi flora lokal untuk meningkatkan daya tarik serta citra destinasi secara digital. Pengabdian kepada masyarakat  ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi visual, dan wawancara dengan pengelola serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website yang dikembangkan mampu menyajikan konten flora secara interaktif, edukatif, dan menarik melalui fitur galeri gambar, artikel ilmiah populer, dan informasi konservasi. Website ini tidak hanya menjadi alat promosi, tetapi juga mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan edukasi lingkungan berbasis digital. Dengan demikian, pengembangan media promosi berbasis website ini menjadi strategi yang efektif dalam memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan minat wisatawan terhadap Poetoek Soeko.
Penguatan Keterampilan Abad ke-21 melalui Joyful Learning dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pujiani, Tri; Soali, Muhammad; Sukmawati, Ida Dian; Andari, Novi
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i3.1977

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi Bahasa Inggris siswa SMA melalui penerapan joyful learning berbasis metode role play. Kegiatan dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto dengan melibatkan siswa kelas XII dan kelas unggulan Bahasa Inggris dalam pembelajaran interaktif bertema “Ordering Food at the Restaurant.” Rangkaian kegiatan mencakup pembukaan, ice breaking, penyampaian materi, praktik, produksi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode role play mampu mendorong partisipasi aktif siswa, menumbuhkan kepercayaan diri, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra turut memperkuat relevansi pembelajaran Bahasa Inggris dalam konteks kehidupan nyata. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan di lingkungan pendidikan lainnya.
Majas Innuendo dalam Novel Wagahai wa Neko de Aru Karya Natsume Soseki François, Januarius Aquino Nicolas; Andari, Novi
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v5i2.9340

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan majas innuendo dalam novel Natsume Soseki "Wagahai wa Neko de Aru". Fokus penelitian adalah menemukan dan memahami bagaimana majas innuendo digunakan dalam novel. Penelitian ini juga menggali makna dan fungsi dari penggunaan majas innuendo dalam novel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Natsume Soseki menggunakan majas innuendo secara intensif dalam novel "Wagahai wa Neko de Aru" untuk menciptakan efek hinaan yang samar. Penggunaan majas innuendo ini mencerminkan pandangan kritis penulis terhadap masyarakat dan budaya pada masanya. Melalui penggunaan majas innuendo, penulis berhasil menghidupkan karakter-karakter dalam novel dan menghadirkan nuansa hinaan yang khas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan majas innuendo dalam novel "Wagahai wa Neko de Aru" menciptakan efek sastra yang kompleks dan menggambarkan realitas sosial. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang penggunaan majas innuendo dalam karya sastra Jepang klasik dan pentingnya majas ini dalam mencapai efek kritik. kata kunci : Kritik Sosial, Majas Innuendo, Novel Wagahaiwa Neko de Aru Abstract The aim of this research is to analyze the use of innuendo figures of speech in Natsume Soseki's novel "Wagahai wa Neko de Aru." The research focuses on discovering and understanding how innuendo figures of speech are employed in the novel. The study also seeks to explore the meaning and function of using innuendo figures of speech in the novel. The research findings reveal that Natsume Soseki extensively employs innuendo figures of speech in the novel "Wagahai wa Neko de Aru" to create a subtle sense of mockery. The use of innuendo figures of speech reflects the author's critical perspective on society and culture during that time. Through the use of innuendo figures of speech, the author effectively brings the characters in the novel to life and presents a distinctive atmosphere of mockery. This research concludes that the use of innuendo figures of speech in the novel "Wagahai wa Neko de Aru" creates complex literary effects and portrays social realities. The findings of this study can provide further insights into the use of innuendo figures of speech in classical Japanese literature and highlight the significance of these figures of speech in achieving critical effects. Keywords : Social Criticism, Innuendo Figures of Speech, Novel "Wagahai wa Neko de Aru"
Kriteria Diagnostik PTSD Tokoh Utama Setsuko dalam Anime Hotaru no Haka Karya Isao Takahata Sabi'a, Siti; Andari, Novi
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i1.11000

Abstract

Setiap manusia memiliki ragam bentuk reaksi yang berbeda saat mengalami suatu peristiwa. Salah satunya adalah peristiwa traumatis. Peristiwa traumatis yang dialami individu dapat memicu adanya stres sehingga menyebabkan munculnya Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Anime Hotaru no Haka karya Isao Takahata menceritakan tentang tokoh utama Setsuko yang menunjukkan gejala PTSD dikarenakan peristiwa traumatis perang antar negara yang menyebabkan kematian keluarganya. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan tinjauan teori PTSD dalam DSM-5 yang diterbitkan oleh APA. Permasalahan yang diangkat ialah mengenai kriteria diagnostik peristiwa traumatis dan gejala PTSD pada tokoh utama Setsuko. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan dokumentasi teks yang diambil dari dialog dan monolog, serta tangkapan layar sebagai penguat untuk mengungkapkan hasil penelitian yang dipaparkan dalam bentuk kata. Pada kasus PTSD usia kurang dari 6 tahun, DSM-5 mengatakan bahwa terdapat 3 kriteria diagnostik peristiwa traumatis yang menjadi penyebab munculnya gejala PTSD yang terdapat 4 kategori gejala dengan masing-masing mempunyai ciri-ciri sebagai pembuktian munculnya gejala gangguan. Hasil penelitian yang ditemukan pada tokoh utama Setsuko yang berusia 4 tahun telah mengalami seluruh kriteria diagnostik peristiwa traumatis yaitu mengalami perang, menyaksikan kematian korban perang, dan mengetahui kematian keluarga akibat perang. Hal tersebut membuat Setsuko mengalami tiga gejala PTSD berupa gejala intrusi, perubahan negatif dalam kognisi, serta perubahan gairah dan reaktivitas. Kata Kunci: Kriteria Diagnostik, Peristiwa Traumatis, Gejala, PTSD, DSM-5
Analyzing Japanese Keigo (Honorifics) Acquisition Challenges Faced by Non-Native Advanced Language Learners Khasanah, Umul; Andari, Novi
Research Horizon Vol. 5 No. 5 (2025): Research Horizon - October 2025
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.5.5.2025.787

Abstract

Japanese Keigo, or honorifics, is a vital part of the language, reflecting respect, humility, and social hierarchy, but it poses significant challenges for non-native advanced learners due to its complex rules and cultural nuances. This study aims to explore the specific difficulties these learners face and identify effective strategies to overcome them. A qualitative literature review was used to analyze existing research on Keigo acquisition, focusing on cognitive and sociocultural barriers. Findings reveal that learners struggle with choosing the right Keigo form, such as respectful or humble language, in different social settings, often due to limited real-world practice and unfamiliarity with Japan’s hierarchical norms. Confusion over verb forms and a lack of natural exposure further complicate mastery, as does the absence of direct feedback in Japanese culture. The study concludes that immersion in authentic contexts, targeted teaching of cultural expectations, and regular feedback can help learners navigate Keigo’s complexities. By addressing these challenges, educators can better support advanced learners in achieving fluency and cultural competence in Japanese communication.
Penguasaan Bahasa Asing Sebagai Komponen Penting Perwujudan Desa Wisata Ridho Firmansyah, Akbar; Andari, Novi; Hasanah, Luluk Ulfa
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v9i1.19899

Abstract

This article describes a series of Japanese language training activities given to the community of Claket Tourism Village, Pacet District, Mojokerto Regency as a form of community empowerment assistance. Community empowerment in this case is carried out to achieve the goal of developing a more resilient and sustainable Claket tourist village. The assistance for the development of the Claket tourist village is supported by the government's 2022 Matching Fund Funding program which is given to the Japanese Literature Study Program - Universitas 17 August 1945, Surabaya. Japanese language training was chosen as a solution for the tourist village community because one of the Matching Fund programs for the Japanese Literature Study Program is to carry the Japanese concept as a form of tourism concept in the hope of Japanese foreign tourists visiting. Japanese language training materials are adapted to the concept of tourism linguistic material including greetings, expressions, introductions, daily life about food and drinks, surrounding objects & natural objects, means of transportation, names of related jobs, shopping activities, and ways of traveling. tour. This Japanese language training material is given because it is close to people's daily lives which can be used for communication with Japanese tourists so that tourists feel at home and always visit on an ongoing basis. The methods used in the training include participant observation and demonstration methods, because the active involvement of trainees is seen as very important to the success of the ultimate goal of this training. Keywords: Tourist village, Foreign Language Mastery, and Participatory Training