Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L.) Hasil Budidaya Daerah Saree Aceh Besar Sulastri, Sulastri; Erlidawati, Erlidawati; Syahrial, Syahrial; Nazar, Muhammad; Andayani, Thursina
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v9i3.781

Abstract

This research was aimed to investigate the antioxidant activity of purple sweet potato leaves cultivated in Saree, Aceh Besar. The study was conducted in two stages. The first stage included sampel preparation, phytochemical test, max determination, testing of antioxidant activity by reducing power method, and TLC analysis. In stage 2 purification using column chromatography, phytochemical test, and antioxidant activity test were performed. The sample was dissolved by using 70% ethanol and 1.5 N HCl with a ratio of 85:15 (v/v). Phytochemical test results showed that the sample consisted of not only flavonoids but also tannins. The Rf value for both sample and standard are respectively 0.55 and 0.61 with absorbance value of 0.826 and 0.845. The sample was then purified using column chromatography and 25 fractions were grouped based on the color intensity abbreviated as FA, FB and FC. Photochemical test was then conducted to examine the purity of obtained fraction and FB was found to be relatively purer than other fractions. Reducing power test of FB with variation of weight 10 mg, 20 mg, 30 mg, 40 mg, and 50 mg gave the percentage inhibition 64.1, 6.7, 67.9, 70.3 and 73.6, respectively, while the percentage value of - tocopherol at simmilar weight variation are 32.1, 36.7, 43.5 and 50.2%. From the result obtained, it can be concluded that the antioxidant activity of ethanol extract of thick purple sweet potato leaves is higher than -tocopherol.Keywords: antioxidant activity, purple sweet potato leaves, reducing power
Pelatihan Penanganan Gawat Darurat Gangguan Napas Bagi Masyarakat Rt 18 Rw 04 Sukorejo Kelurahan Sukodadi Palembang Komalasari , Yeti; Mardiono, Sasono; Nugraha, Wildan; Abdullah, Anton; Sutiyo, Sutiyo; Hermala, Zusnita; Amalia, Direstu; Andayani, Thursina; Wahyudi, Try Sakti; Rizkyanti, Fadhilla Nina; Rahayu, Wulan Widiya; Nisa, Ayu Hoiru; Fadli, M. Fadli
Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan Vol. 5 No. 1 (2024): Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Penerbangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52989/darmabakti.v5i1.162

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membangun kesadaran masyarakat risiko yang mungkin akan muncul di sekitar kita, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kondisi kegawatdaruratan pernapasan pada kasus tersedak dan pingsan, serta  meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penatalaksanaan tindakan pada kondisi gawat darurat tersedak (heimlich manuver) dan pingsan (oksigensiasi, prone position). Mitra kerjasama kegiatan ini adalah masyarakat di lingkungan sekitar Politeknik Penerbangan Palembang yaitu masyarakat RT.18 RW.04 Sukerejo, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami Palembang. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari dua tahap pengukuran yaitu pre-test dan post test. Kegiatan pertama dilaksanakan dengan pemberian informasi edukasi tentang pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan pernapasan pada kasus tersedak dan pingsan, selanjutnya dilakukan demontrasi oleh tim pengabdian masyarakat dan selanjutnya di praktikkan oleh masing-masing  peserta. Indikator keberhasilan kegiatan pelatihan terukur melalui peningkatan hasil pre-test ke post test. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa seluruh peserta telah memiliki pemahaman dan kemampuan pertolongan pertama pada penanganan gawat darurat gangguan napas pada kasus tersedak dan pingsan
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) DALAM SEDIAAN LOTION SEBAGAI REPELLENT NYAMUK Aedes aegypti Samaniyah, Siti; Andayani, Thursina; ZR, Stevi Yang Kana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.4204

Abstract

Salah satu penyakit ini ditularkan oleh nyamuk adalah demam berdarah dengue (DBD). Penyakit DBD ini disebabkan oleh suatu vektor yaitu nyamuk Aedes aegypti. Tanaman mengkudu terutama pada bagian daun menunjukkan hasil bahwa pada bagian daun mengandung flavonoid, alkaloid, fenol, steroid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Jenis penelitian ini ialah penelitian eksperimental yaitu suatu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmasetika Universitas Ubudiyah Indonesia pada tanggal 3 Juni - 10 September tahun 2018. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pemeliharaan larva Aedes aegypti, pembuatan ekstrak etanol daun mengkudu dan formulasi lotion. Sedangkan evaluasi sediaan lotion yang dilakukan meliputi pengukuran pH, uji iritasi, pengamatan homogenitas, pengamatan organoleptis, dan uji penolak terhadap nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian pH pada sediaan lotion daun mengkudu (Morinda citrifolia) pada kelompok kontrol pH 6, formulasi I pH 7, formulasi II pH 7 serta hasil uji iritasi adalah positif dan bersifat homogen dengan bau dan warna yang normal. Sedangkan hasil pengamatan sediaan lotion daun mengkudu (Morinda citrifolia) selama 0 menit sampai 480 menit, sediaan lotion daun mengkudu (Morinda citrifolia) lebih efektif pada formulasi II (60%). Berdasarkan hasil penelitian diatas maka sediaan lotion daun mengkudu (Morinda citrifolia) dapat dijadikan sebagai repellent nyamuk Aedes aegypti bagi masyarakat sehingga dapat menurunkan angka kejadian penyakit demam berdarah (DBD).Kata Kunci: Daun Mengkudu (Morinda citrifolia), Lotion, Repellent, Aedes aegypti One disease is transmitted by the gnat is dengue fever. Mosquito and its is induced by an Aedes aegypti mosquito vector that is. Especially on the plant mengkudu leaves shows the results of that in a foliar part containing flavonoid, an alkaloid, phenol, steroid, tannin, saponin, and triterpenoid. This is the kind of research which is a research with the experimental research activities in defiance of a experiment. The study is done in the laboratory pharmaceuticals University Ubudiyah Indonesia on 3 June - 10 September year on 2018. As for the stages that are undertaken in this research is the maintenance aedes aegypti mosquito larvae, the manufacture of extract ethanol leaves mengkudu and formulation lotion. While evaluation lotion preparation is including the measurement of pH, irritation test, observation of homogeneity, organoleptis observation, and test it repellent against mosquitos.The result showed that in testing on lotion pH preparations leaves mengkudu (Morinda citrifolia) on the control group pH 6, the formulation I pH 7, formulations II pH 7 and test irritation is positive and wreak homogeneous the smell and color normaly. While the preparations leaves observation lotion mengkudu (Morinda citrifolia) for 0 minutes to 480 minutes, preparations lotion leaves mengkudu (Morinda citrifolia) more effective in formulations II (60%). Based on the research done so lotion above preparations leaves mengkudu (Morinda citrifolia) can be used as repellent aedes for the community that can be lowered incidence of scarlet fever.Key words: Leaves Mengkudu (Morinda citrifolia), Lotion, Repellent, Aedes aegypti
UJI EFEKTIVITAS LOTION KOMBINASI EKSTRAK DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DAN DAUN SALAM KOJA (Murraya koenigii L. Spreng.) SEBAGAI REPELLENT Aedes aegypti Lestari, Widya; Harzanawati, Lilis; Andayani, Thursina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.4188

Abstract

Penggunaan bahan kimia sebagai bahan penolak (repellent) nyamuk dapat menimbulkan masalah kesehatan. Salah satu upaya untuk mencegah meluasnya permasalahan tersebut ialah dengan pengendalian vektor melalui bioinsektisida. Kombinasi ekstrak daun pandan (Pandanus amarillyfolius Roxb.) dan daun salam koja (Murraya koenigii L.Spreng) yang masing-masing mengandung 2-acetyl-1-pyrroline (2-AP) dan α-pinene yang memiliki potensi sebagai bioinsektisida. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kemampuan daya proteksi kombinasi ekstrak daun pandan dan daun salam koja terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi Universitas Abulyatama menggunakan konsentrasi 20% dengan perbandingan 1:3 untuk formula I, 1:1 untuk formula II,3:1 untuk formula III, kontrol negatif (basis) dan kontrol positif (Autan®). Evaluasi sediaan lotion yang dilakukan meliputi: organoleptis sediaan memiliki warna, bentuk dan bau yang stabil, nilai pH 4,5-7, homogenitas yang baik, tidak terjadinya iritasi. Hasil menunjukkan, bahwa kombinasi ekstrak daun pandan dan daun salam koja selama 8 jam memberikan daya proteksi tertinggi pada formula II dengan daya proteksi 96,00% yang hampir setara dengan kontrol positif yaitu 98,01%, sedangkan formula I dan III memiliki daya proteksi tertinggi masing-masing 90,99% dan 92,01%.Kata kunci: repellent, daun pandan, daun salam koja, lotion, Ae. aegypti Use of chemicals as repellent materials (repellent mosquito) can cause health problems. One effort to prevent the widespread problem is vector control through bioinsecticides. The combination of pandanus leaf extract (Pandanus amarillyfolius Roxb.) and koja leaf (Murraya koenigii L.Spreng.) each containing 2-acetyl-1-pyrroline (2-AP) and α-pinene have potential as bioinsecticides. The purpose of this research is to analyze the ability of protection power combination of pandan leaf extract and curry leaves to mosquitoes Aedes aegypti. This study was conducted at the Abulyatama University Parasitology Laboratory using 20% concentration with ratio of 1: 3 form formula II, 3: 1 for formula III, negative control and positive control (Autan®). Evaluation of preparations lotion carried out include: organoleptic preparations have a stable color, shape and odor, pH value 4.5-7, good homogeneity, no irritation. The results showed that the combination of pandanus leaf extract and curry leaves for 8 hours gave the highest protection in formula II with 96.00% protection which almost equal to positive control that is 98.01%. While the formula I and III have the highest protection of 90.99% and 92.01% respectively.Keywords: repellent, leaf pandan, leaf laurel, lotion, Ae. aegypti
Kampanye Keselamatan Penerbangan Melalui Penyuluhan Budaya Keselamatan Bagi Masyarakat Sekitar Politeknik Penerbangan Palembang Nugraha, Wildan; Hariri, Ahmad; Komalasari, Yeti; Abdullah, Anton; Masito, Fitri; Pesilette, M Syukri; Sutiyo, Sutiyo; Andayani, Thursina; Rizkyanti, Fadhilla Nina; Maharani, Dwi Diniah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3397

Abstract

Keselamatan Penerbangan merupakan aspek krusial yang tidak hanya menjadi tanggung jawab otoritas penerbangan, tetapi juga membutuhkan partisipaasi aktif masyarakat di sekitar bandara. Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap budaya keselamatan dapat menimbulkan risiko yang berpengaruh pada keamanan operasional penerbangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat mengenai budaya keselamatan penerbangan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan teori, diskusi interaktif, pemutaran media edukatif, serta praktik simulasi prosedur keselamatan darurat di mock-up pesawat. Peserta kegiatan adalah siswa SMK sekitar Palembang yang dilibatkan sebagai agen edukasi masyarakat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 74,5% pada pre-test menjadi 90,9% pada post-test. Selain peningkatan pemahaman, peserta juga menunjukkan keterampilan praktis dalam menghadapi kondisi darurat penerbangan. Kesimpulannya, pendekatan yang memadukan teori dan praktik terbukti efektif menanamkan budaya keselamatan di kalangan masyarakat. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya pelaksanaan berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas agar tercipta komunitas sekitar bandara yang semakin sadar dan peduli terhadap keselamatan penerbangan