Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Model Inquiri Learning Dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Energi dan Perubahannya Pada Siswa Sekolah Dasar Inayah Alifah; Ibnu Muthi
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 2 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian siswa dalam meningkatkan materi energi dan perubahannya masih terus menjadi kontroversi selama kegiatan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi energi dan perubahannya menggunakan model pembelajaran inquri learning. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR). Penelitian yang dilakukan tidak memerlukan data di lapangan namun dibuktikan dengan mengumpulkan berbagai macam referensi yang sesuai dengan topik bahasan dan dapat dijadikan sebagai data yang akan diolah dan dianalis. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran inquiri learning dapat meningkatkan pemahaman belajar IPA siswa sekolah dasar dengan menegaskan pada proses berpikir kritis dan sistematis guna mandiri mencari dan menemukan jawaban terhadap materi energi dan perubahannya.
Penerapan Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SD Ana Amelia Tasya; Ibnu Muthi
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 2 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya tingkat kemampuan membaca siswa berdampak pada kesulitan siswa dalam memahami bacaan. Pada dasarnya siswa kesulitan memahami isi bacaan seperti: 1) siswa kesulitan dalam menjawab pertanyaan. 2) siswa sulit menemukan gagasan pokok. 3) siswa sulit dalam membuat ringkasan dari teks yang dibaca. Penelitian ini menjelaskan hasil penerapan metode pembelajaran CIRC pada kemampuan membaca pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang diperoleh dari studi leteratur. Menurut kajian literatur dari jurnal relevan diperoleh bahwa penerapan metode CIRC berhasil meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa di sekolah dasar.
Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Pengetahuan Bahasa Indonesia Kelas IV Indriyati Sulistio; Ibnu Muthi
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 2 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas tentang penggunaan media gambar untuk meningkatkan kemampuan bercerita melalui model pembelajaran problem based learning (PBL). Penggunaan media gambar dalam PBL terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi, partisipasi, dan hasil belajar siswa. Media gambar dapat membantu siswa untuk memvisualisasikan ide, memicu kreativitas, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang bagaimana media gambar dapat digunakan dalam PBL untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa. Kemampuan bercerita siswa kelas IV masih rendah.Model pembelajaran tradisional kurang memotivasi dan tidak efektif dalam meningkatkan kemampuan bercerita siswa, Media gambar memiliki potensi untuk meningkatkan motivasi dan kreativitas siswa dalam belajar, Meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas IV melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan menggunakan media gambar.Mengembangkan model pembelajaran PBL yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa, Menganalisis pengaruh model pembelajaran PBL dengan media gambar terhadap kemampuan bercerita siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan bercerita siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran PBL dengan media gambar. Model pembelajaran PBL dengan media gambar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas IV, Penggunaan media gambar dalam model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas IV, Model pembelajaran PBL dengan media gambar direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV.
Perkembangan Pendidikan Berkarakter Melalui Pembelajaran Seni Musik Di Tengah Dekadensi Moral Siswa Sekolah Dasar Indriyani Pratiwi; Ibnu Muthi
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 2 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang konseptual pengaruh musik terhadap perkembangan karakter pada anak usia dini. Musik di era globalisasi saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang, khususnya pada anak. Pengaruh musik bagi perkembangan anak dapat menimbulkan dampak yang positif. Karena dengan bermusik, dapat melatih kecerdasan otak pada anak, mengembangkan keterampilan dan koordinasi motorik, meningkatkan keterampilan bahasa, juga meredakan stress dan cemas pada anak. Dalam hal ini, musik sangat berpengaruh pada perkembangan karakter anak. Dari beberapa dampak atau pengaruh musik tersebut tentunya tidak jauh dari peran orang tua didalamnya. Perlu adanya pengawasan dari orang tua agar anak dapat mendengarkan lagu ataupun musik yang sesuai dengan usianya dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pengaruh musik pada perkembangan anak tidak selalu berdampak positif, ada juga dampak negatif yang diterima. Maka dari itu perlu diingatkan sekali lagi dalam hal ini agar anak-anak tidak boleh jauh dari pengawasan orang tua.
Peranan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dalam Pengembangan Keterampilan Abad ke-21 Siswa Sekolah Dasar Subnarulloh; Ibnu Muthi
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 2 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran berbasis proyek (PBL) dalam mengembangkan keterampilan abad 21 pada siswa sekolah dasar. Keterampilan abad 21 mencakup berbagai kompetensi seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi dan literasi digital yang dianggap penting di era modern. Tinjauan literatur sistematis ini menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses) untuk mengidentifikasi, menghasilkan, dan mensintesis hasil penelitian yang relevan. Hasil observasi tersebut menunjukkan bahwa PBL efektif dalam meningkatkan keterampilan abad 21 siswa sekolah dasar terutama dalam hal kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Artikel ini juga membahas implikasi praktisnya bagi guru dan pengambil kebijakan pendidikan.
Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Dalam Pembelajaran Seni Tari Dengan Penggunaan Properti di Sekolah Dasar Vika Dewi Indriany; Ibnu Muthi
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 2 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan suatu kegiatan seseorang yang berawal dari tidak bisa menjadi bisa, begitu pun pada proses pembelajaran seni tari di sekolah dasar. Seni tari mempunyai fungsi penting pada kegiatan belajar mengajar pada usia anak-anak karena proses menari berguna membantu pertumbuhan dan perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotor anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses serta hasil dari pembelajaran Seni Tari penggunaan properti untuk anak tentunya dapat meringankan anak dalam bergerak, karena sebuah properti mampu melukiskan sebuah karakter yang akan diperankan. Properti tari adalah kelengkapan yang diperlukan dalam penampilan tari, membantu penari dalam menciptakan karakter yang dituju. Pembelajaran seni tari di sekolah dasar penting untuk pertumbuhan anak, membantu dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
Tari Kreasi Anak-Anak: Proses Kreatif dan Eksplorasi Gerak dalam Pembelajaran Seni di Kelas SD Chairrussyfa Dwihuttni; Ibnu Muthi
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 2 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran tari kreasi anak-anak di Sekolah Dasar (SD) memiliki peran penting dalam pengembangan kreativitas dan ekspresi diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode Studi Literatur Sistematis (SLR) untuk menyelidiki proses kreatif dan eksplorasi gerak dalam pembelajaran seni tari di kelas SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tari kreasi anak-anak melibatkan empat tahapan utama: persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Selain itu, pembelajaran tari juga memfasilitasi eksplorasi gerak yang membantu siswa mengembangkan keterampilan motorik dan keseimbangan tubuh. Praktik-praktik terbaik dalam mengintegrasikan seni tari dalam kurikulum SD meliputi pendekatan interdisipliner, penggunaan teknologi, dan pengembangan profesional bagi guru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya terus mendukung program pembelajaran seni, termasuk tari, di SD dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan guru dalam seni tari.
Optimalisasi Peran Pendidikan Olahraga Dalam Meningkatkan Pemahaman Anak-Anak Tentang Kesehatan Tubuh Yunita Mawarni; Ibnu Muthi
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 2 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendidikan olahraga dapat dioptimalkan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang kesehatan tubuh. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), yang mencakup analisis dan sintesis dari 10 studi yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan olahraga yang terstruktur dan berkelanjutan memiliki dampak positif signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental anak-anak. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang pentingnya aktivitas fisik dan nutrisi yang baik, tetapi juga membantu dalam perkembangan sosial dan emosional mereka. Peran guru pendidikan jasmani sangat krusial dalam mengimplementasikan program yang efektif, sementara dukungan kebijakan dan fasilitas yang memadai juga penting untuk mendorong partisipasi anak-anak dalam aktivitas fisik. Integrasi pendidikan gizi dalam kurikulum pendidikan olahraga terbukti meningkatkan kesadaran anak-anak tentang hubungan antara nutrisi dan kesehatan. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya kerjasama antara sekolah, keluarga, dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi kesehatan dan kebugaran anak-anak. Untuk mencapai hal ini, diperlukan komitmen dari berbagai pihak dalam menyediakan sumber daya yang cukup dan mengembangkan kebijakan yang mendukung pendidikan olahraga.