Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Health

ANTIBACTERIAL EFFECTIVENESS OF BANANA FRUIT EXTRACT (MUSA PARADISIACA CV. AWAK) AGAINST STAPHYLOCOCCUS AUREUS AND PROPIONIBACTERIUM ACNE BACTERIA WITH DISC DEFUSION METHOD hardiansyah siregar; Linda Chiuman; Ermi Girsang
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v6i2.14494

Abstract

ABSTRAKKulit pisang awak (Musa paradisiaca cv. Awak) diklasifikasikan dalam famili Musaceae (suku pisang-pisangan) dengan kandungan flavinoid dan saponin yang tinggi. Kebaruan Penelitian ini dimaksudkan guna membuktikan hasil kinerja atas antibakteri fraksi n-heksan yang terkandung dalam kulit pisang awak dengan Staphylococcus aureus dan propinibacterium acne dengan memanfaatkan bahan pelarut etanol 96% dalam pengekstrakannya. Percobaan penelitian efektifitas dilakukan dengan metode defusi cakram, serta pengujian skrining Fitokimia Percobaan eksperimental ini tergolong percobaan uji yang akan dilaksanakan di laboratorium mikrobiologi fakultas Prima Indonesia, Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 hingga November 2021. Sebelum dilakukan percobaan inti, peneliti mengadakan studi lapangan guna mengetahui permasalahan yang terjadi di lingkungan dengan melakukan diskusi bersama dosen pembimbing. konsentrasi 25%, 50% dan 100%. Zona hambat yang terdiri dari tinggi kerendah yaitu konsentrasi 75%, 50%, 100%, 25%. Ekstrak fraksi n-heksan ekstrak limbah kulit pisang awak digunakan memberikan adanya kenaikan rata-rata diameter zona hambat pada semua kepokusanya dari konsentrasi 25% lalu menumbulkan penurunan aktifitas pada konsentrasi 100% sebab saat konsentrasi ini memerlukan mekanisme yang sama seperti senyawa yang bertanggung jawab untuk antibakteri, sehingga terbentuknya penurunan aktivitas antibakteri. Ekstrak etanol kulit pisang awak  tidak efektif sebagai antibakteri Staphylococcus aureus dan propionibacterium acne.Kata kunci : Pisang awak; pisang kepok; Staphylococcus aureus dan propinibacterium acne; difusi cakram.ABSTRACKBanana skin body (Musa paradisiaca cv. You) is classified in the Musaceae family (banana’s) with a high content of flavinoids and saponins. Novelty This study is intended to prove the performance of antibacterial n-hexane fraction contained in banana peel crew with Staphylococcus aureus and propinibacterium acne by utilizing 96% ethanol solvent in the extraction. Effectiveness research experiment conducted by disc defusion method, as well as phytochemical screening testing this experimental experiment is classified as a test experiment to be carried out at the Microbiology Laboratory of the Faculty of Prima Indonesia, Medan. This study was conducted from October 2021 to November 2021. Before the core experiment, the researcher conducted a field study to determine the problems that occur in the environment by conducting discussions with the supervisor. concentration of 25%, 50% and 100%. Inhibition zone consisting of high kerendah IE concentration 75%, 50%, 100%, 25%. N-hexane fraction extract banana peel waste extract crew used to provide an increase in the average diameter of the inhibition zone in all to the focus concentration of 25% and then led to a decrease in activity at a concentration of 100% because when this concentration requires the same mechanism as the compounds responsible for antibacterial, resulting in a decrease in antibacterial activity. Ethanol extract of banana peel crew ineffective as antibacterial Staphylococcus aureus and propionibacterium acne.Key words : Banana crew; banana kapok; Staphylococcus aureus; and propionibacterium acne; disc diffusion
IDENTIFICATION OF DRUG USE IN GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PATIENTS IN OUTSTANDING INSTALLATION ROYAL PRIMA HOSPITAL Bethania Nadi Ida Febrina Siagian; Ermi Girsang
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v6i2.14173

Abstract

Abstrak Gastroesophageal reflux disease (GERD ) dapat didefinisikan sebagai gangguan ketika isi lambung mengalami refluks secara berulang ke dalam esofagus sehingga muncul gejala dan/atau komplikasi yang mengganggu. GERD juga dianggap sebagai gangguan gastrointestinal kronis yang ditandai dengan regurgitasi isi lambung ke kerongkongan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan obat pada Pasien Gastroephageal Raflux Disease (GERD). Sampel pada penelitian ini berjumlah 96 orang. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif restrospektif dengan sumber data berasal dari dokumentasi diagnosis rawat jalan RS Royal Prima. Hasil penelitian menemukan perbedaan risiko terkena GERD pada jenis kelamin perempuan dan laki-laki. Dimana berdasarkan hasil pengujian ditemukan bahwa pasien yang paling banyak terkena GERD adalah perempuan. Disamping itu juga ditemukan bahwa terdapat perbedaan risiko terkena GERD berdasarkan penyakit penyerta. Hasil pengujian identifikasi pada penelitian ini menemukan bahwa masih terdapat tidak tepatan dalam mengindikasi gejala penyakit yang selaras dengan ketidak tepatan dalam pemberian obat terdapat 280 kasus atau 98.24% yang indikasinya tepat, sedangkan tedapat terdapat 5 kasus atau 1.76% yang indikasinya tidak tepat. Kesimpulan terdapat perbedaan risiko terkena GERD pada jenis kelamin perempuan dan laki-laki. Kata Kunci: Gastroesophageal reflux disease (GERD); Identifikasi Penggunaan Obat. Abstract GERD can be defined as a disorder when gastric contents reflux repeatedly into the esophagus, causing disturbing symptoms and/or complications. Gastroesophageal reflux disease (GERD) is also considered a chronic gastrointestinal disorder characterized by regurgitation of gastric contents into the esophagus. The purpose of carrying out this study was to evaluate the use of drugs in Gastroephageal Raflux Disease (GERD) patients. The sample in this study amounted to 96 people. The method used in this study is a restrospective descriptive method with the data source coming from the outpatient diagnosis documentation at the Royal Prima Hospital. The results of the study found differences in the risk of developing GERD in women and men. Where based on the test results it was found that the patients most affected by GERD were women. In addition, it was also found that there were differences in the risk of developing GERD based on comorbidities. The results of the identifikasi test in this study found that there was still an inaccuracy in indicating the symptoms of the disease that were in line with the inaccuracy in drug administration with inaccuracies in drug administration, there were 280 cases or 98.24% with correct indications, while there were 5 cases or 1.76% . The conclusion is that there are differences in the risk of developing GERD in female and male sexes. Keywords: Gastroesophageal reflux disease (GERD) ;  Identification of Drug Use.
Co-Authors Akmalul Habib Damanik Ali Nafiah Nasution Alvin Abrar Harahap Analita Khoironissa Anita Merry Cisca Arie - Vonikartika Ary Denggan Syahputra Lubis Asri Widiya Sitompul Asyrun Alkhairi Lubis Ayu Hasanah Panjaitan Benedictus Juve Bethania Nadi Ida Febrina Siagian Chiuman, Linda Clinton Antony Dennis Wijaya Depi Yunaspi Dewi Dhyta Nurhasanah Janas DIAN MELANI Diana Agustina Ritonga Disti Amanda Putri Djohan Djohan Dzil Fikri Erisman Hondro Eva Kristina Pelawi Fioni Fioni Firdha Muharraran Ginting, Chrismis Novalinda Gusbakti Gusbakti Hanjaya hardiansyah siregar Hariyento Halim Ibnu Rushd Ira Syaputri Irfan Aulia irza Haicha Pratama Jeri Yuliansyah Liani Br Ginting Liena M. Ridho Fitra Alamsya Maria Seri Arihta Marlinang I. Silalahi Martin Loodwyck Simanjuntak Maya Sari Mutia Maya Sari Mutiara Muhammad Agus Muljanto Muhammad Insan Andika Muhammad Nawal Hasya Nadia Zenni Andari Nasution, Ali Napiah Nasution, Sri Lestari Ramadhani Noni Rokaya Pasaribu Primanita Novi Andriati Putri Satriani Dachi Rakhmat Akbar Dinur Ramadhan Efendi Rapael Ginting Redo Widhio Mahatvavirya Ria Hartaty S. Shelly Hazlina Hararap Saprilliani . Sindy Zelvia SITI AMINAH Sri Lestari Nasution Sri Lestari Ramadhan Sri Lestari Ramadhani Sri Lestari Ramadhani Nasution Stefenie SURYANI Syaifullah Syaifullah Tan Suyono Tommy Adhi Wijaya Ulina Karo Karo Ulina Karo-karo Vijay Dhillon Waoziduhu Ndruru Welly Ria Utami Lubis Widya Pasca Amir Widyaningsih Oentari Widyaningsih Oentari Winda Tri Mutia Wiwin Dwi Handayani Wulan Dhari Yuliani Yuliani Zsa Zsa Ranty Bianca Saragih