Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Postur Kerja dan Masa Kerja dengan Nyeri Muskuloskeletal (Analisis pada Pekerja Pembuat Batu Bata di Desa Karangsono Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak) Siti Hardiyati; Merry Tiyas Anggraini; Wijayanti Fuad
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 3. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.3.2022.1-6

Abstract

Background: The musculoskeletal pain is often found in workers who prioritize physical ability when working, for example brick makers. Objective: The purpose of this study is to analyze the relationship between work posture and work period with the risk of musculoskeletal pain in brick makers in Karangsono Village, Mranggen District, Demak Regency.Method: This study used analytic observation method with cross sectional approach. Subjects were taken by total sampling=45 workers. Data were analyzed with Chi Square/fisher's exac testt. The research instrument used the REBA for measuring work posture, NBM for the muculoskeletal pain. Result: Correlation between work posture with the musculoskeletal pain has p value=0.017 (p<0.05), with a prevalence ratio (RP)=7,000 Confidence Interval (95% CI) 1.423-34,434. The correlation between work period with the musculoskeletal pain has pvalue p=0.044 (p<0.05), with a prevalence ratio (RP)=4.941 Confidence Interval (95% CI) 0.944-25.875. Conclusion: There is a significant correlation between work posture and work period with the musculoskeletal pain. Work postures with high and very highrisk levels will be at risk of causing musculoskeletal pain and work period of 5 years is causing higher risk of musculoskeletal pain.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Beban Family Caregiver dalam Mengasuh Pasien Skizofrenia Yusri Candra Alim; Merry Tiyas Anggraini; Nina Anggraeni Noviasari
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.2.2023.361-368

Abstract

Skizofrenia termasuk dalam 15 besar penyakit yang menimbulkan kecacatan di seluruh dunia dengan prevalensi skizofrenia di Jawa Tengah sebanyak 8,7% per 1000 keluarga. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan beban family caregiver dalam mengasuh pasien skizofrenia. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel family caregiver sebanyak 41 orang di Puskesmas Wonosalam 2 Demak dengan teknik simple random sampling, serta menggunakan kuesioner Zarit Burden Interview yang diuji menggunakan uji product moment dengan nilai cronbach alpha 0,931, yang kemudian diuji dengan uji regresi logistik, uji chi-square, dan uji rank spearman. Hasil peneltian menunjukkan bahwa Jenis kelamin (p=0,033; OR =14,415), Usia (p= 0,008; r= -0,410), Tingkat pendidikan (p= 0,003; r= 0,446), Lama merawat (p= 0,000; r= 0,582), dan Pekerjaan (p= 0,000).  Jenis kelamin merupakan faktor yang paling dominan diantara faktor lain yang berhubungan dengan beban family caregiver dalam mengasuh pasien skizofrenia, seorang yang tidak bekerja merasakan beban lebih berat dibandingkan yang bekerja, semakin tua usia semakin kecil beban yang dirasakan, semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditempuh semakin tinggi beban yang dirasakan, dan semakin lama waktu merawat pasien, semakin tinggi beban yang dirasakan.
Efektivitas Video Edukasi Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Hipertensi di UPTD Puskesmas Bandarharjo Semarang Merry Tiyas Anggraini; Aisyah Lahdji; Wicaksono Probowoso; - Gunadi; Alvin Tonang; Titin Setyowati; - Nurasipa
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas Bandarharjo Semarang memiliki 82.349 penduduk, dan dari mereka, 5.254menderita hipertensi. Jumlah kasus hipertensi ini meningkat di usia produktif 15-59 tahun. Penelitian inibertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif video edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakattentang cara mencegah penyakit hipertensi di UPTD Puskesmas Bandarharjo Semarang. MetodePenelitian: Penelitian ini diklasifikasikan sebagai quasi experimental dan memiliki rancangan pre-test danpost-test. Sampling purposive digunakan, dan sampelnya terdiri dari 86 orang yang menjawab. Setelahvideo edukasi tentang hipertensi ditampilkan, kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentangpengetahuan tentang penyakit hipertensi. Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Nilairata-rata pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah intervensi melalui media video edukasi berbeda.Nilai pre-test adalah 6,17 dengan standar deviasi 1,880, sedangkan nilai post-test menjadi 8,35 denganstandar deviasi 1,206. Nilai rata-rata pengetahuan masyarakat responden adalah 2,18. Hasil uji Wilcoxonnilai p = 0,000 (<0,05), yang menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam pengetahuan masyarakat tentangpenyakit hipertensi sebelum dan setelah video edukasi. Kesimpulan: Penggunaan media penyuluhan videodapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah penyakit hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi, Video Edukasi, Pengetahuan
Upaya Pemberdayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan Penyuluhan Kesahatan Di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang Merry Tiyas Anggraini; Aisyah Lahdji
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan Masyarakat diartikan sebagai upaya untuk meningkatkan peran serta masyarakat agar dapatmenerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,  dapat mengatasi secara mandiri masalahkesehatan yang dihadapi, mempunyai peran aktif dan juga mampu menjadi penggerak untuk mewujudkanpembangunan kesehatan di Indonesia. GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) merupakan suatu gerakanmasyarakat yang mempunyai tujuan untuk mengkampanyekan budaya hidup bersih dan sehat serta himbauan untukmerubah kebiasaan serta perilaku masyarakat Indonesia yang kurang sehat. Untuk mencapai upaya tersebut maka diselenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat,berupa penyuluhan bagi masyarakat di RW 2 Kelurahan Purwosari tentang GERMAS. Kegiatan ini dilakukan agardapat memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat. Metode kegiatan ini adalah denganmelakukan kegiatan penyuluhan Kesehatan tentang GERMAS. Dilakukan pre-test, dan post test terhadap wargamasyarakat yang hadir untuk menilai keefektivan kegiatan. Pertanyaan dalam pre test dan post test mengacu padapengetahuan tentang GERMAS. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2020. Jumlah pesertapenyuluhan yang hadir yaitu 115 peserta. Lokasi penyuluhan di wilayah RW 2 Kelurahan Purwosari, Mijen,Semarang. Rata-rata nilai pre test peserta yaitu 82 rata-rata nilai post test peserta yaitu 95. Terdapat peningkatanpengetahuan peserta penyuluhan sebelum dan setelah pemaparan materi yang dibuktikan dengan nilai rata-rata posttest peserta penyuluhan mengalami peningkatan, Penyuluhan tentang GERMAS terbukti dapat meningkatkanpengetahuan warga masyarakat tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Dengan meningkatnya pengetahuandiharapkan dapat meningkatkan partisipasi warga dalam pelaksanaan GERMAS di RW 2 kelurahan Purwosari, Mijen,SemarangKata kunci : GERMAS, penyuluhan Kesehatan
Family Support System and Psychological Well Being in Patients with Chronic Kidney Disease Merry Tiyas Anggraini; Asyam Baihaqi Alif Antoni; Chamim Faizin; Aisyah Lahdji
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 13 No 1 March 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v13i1.27293

Abstract

Patients with chronic kidney disease rely on hemodialysis therapy for life support, and this treatment can impact their psychological well-being. Family support is a crucial factor influencing psychological well-being in these patients. This study aims to investigate the correlation between family support and the psychological well-being of chronic kidney disease patients. The research employed an observational analytic cross-sectional design, with respondents being patients at Roemani Hospital in Semarang who underwent hemodialysis in October 2022. The study utilized questions to assess perceived social support from family and a psychological well-being scale. The statistical analysis employed the Spearman rank test, revealing a strong relationship between family support and the psychological well-being of chronic kidney disease patients, with a positive correlation (p = 0.001, r = 0.661). The findings suggest that higher levels of family support are associated with better psychological well-being in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Tingkat Stress Pada Penderita Hipertensi Di Usia Produktif Shanabilla, Ezarzora Bunga; Anggraini, Merry Tiyas; Noviasari, Nina Anggraeni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i8.15538

Abstract

Stres mempengaruhi nyaris melampaui 350 juta masyarakat dunia, demikian ini membuatnya menjadi penyakit ke-4 terbanyak di dunia. Tingkat stress, baik stress akut atau kronis memiliki efek merusak fungsi sistem kardiovaskular. Stres merupakan salah satu faktor resiko yang dapat memacu peningkatan tekanan darah khususnya bagi pasien dengan penyakit hipertensi, pada masa sekarang hipertensi terjadi tidak hanya pada lansia namun pada usia produktif diakibatkan faktor resiko yang meningkatkan stress. Pada penelitian ini penting untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap tingkat stress pada penderita hipertensi diusia produktif ditujukan untuk mengurangi komplikasi dari stress dan kematian akibat penyakit Hipertensi. Metode kuantitatif, diidentifikasi menggunakan desain deskriptif analitik serta pendekatan Cross Sectional. Hasil uji Chi Square antara tingkat stress dan jenis kelamin didapatkan nilai p=0,052 yaitu tidak ada hubungan. Tingkat stress dengan tingkat pendidikan p=0,650 yaitu tidak ada hubungan. Tingkat stress dengan pekerjaan nilai p=0,588 yaitu tidak ada hubungan. Tingkat stress dengan dukungan keluarga nilai p=0,016 yaitu terdapat hubungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stress dengan dukungan keluarga dan tidak ada hubungan antara tingkat stress dengan jenis kelamin dan tingkat stress dengan tingkat pendidikan tingkat stress dengan pekerjaan. Stres dapat dialami masyarakat di usia produktif, ada banyak penderita hipertensi di usia produktif yang mengeluh atas adanya tekanan maupun tuntutan dalam dirinya dan salah satu faktor yang berpengaruh pada tingkat stress yaitu dukungan keluarga.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KECEMASAN PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RS ROEMANI SEMARANG Anggraini, Merry Tiyas
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P10

Abstract

Latar belakang: Hemodialisis merupakan pengobatan pada penderita penyakit ginjal kronis stadium terminal. Terapi hemodialisis yang dilakukan secara terus menerus akan mengakibatkan adanya dampak psikologis seperti kecemasan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan pasien hemodialisis yaitu dukungan keluarga. Oleh karena itu, diperlukannya dukungan pada pasien hemodialis yang bermanfaat sebagai strategi preventif untuk mengurangi kecemasan sehingga membuat pandangan hidup pasien menjadi luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pasien yang menjalani hemodialisis di RS Roemani Semarang. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 80 responden pada RS Roemani iSemarang dengan Teknik Total Sampling. Data diambil menggunakan instrumen kuesioner yang kemudian diuji dengan menggunakan rank spearman dengan bantuan software komputer. Hasil: Mayoritas responden memiliki kecemasan ringan sebesar 78,8% dan mayoritas responden memiliki dukungan keluarga baik sebesar 81,3%. Hasil uji menggunakan rank spearman didapatkan hasil p=0.001 dan nilai r = -i0,925. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kecemasan pasien yang menjalani hemodialisis di RS Roemani Semarang, semakin tinggi dukungan keluarga semakin rendah tingkat kecemasan pasien dan sebaliknya.
The Relationship of Perceived Severity and Recurrent Stroke Prevention Behavior at Post-Non-Hemorrhagic Stroke Patients Rahmawati, Renny Nafia; Lahdji, Aisyah; Anggraini, Merry Tiyas
South East Asia Nursing Research Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.6.1.2024.25-31

Abstract

The lack of individual beliefs about the first stroke can cause an increased risk of recurrent stroke in the future causing individuals to behave less well. The theory that can identify individual beliefs for healthy living behavior is the Health Belief Model (HBM), one of which is perceived severity which is the perception of the seriousness of the severity of an illness. This study aimed to determine the relationship between perceived severity and behavior to prevent recurrent stroke in patients after non-hemorrhagic stroke. The study was quantitative descriptive-analytical research with a cross-sectional approach. The research subjects were 70 non-hemorrhagic post-stroke patients at KRMT Wongsonegoro Hospital, Semarang City, using consecutive sampling techniques. Relationship analysis uses the Spearman rank test. Most respondents had sufficient perceived severity as many as 39 respondents (55.7%) and implemented sufficient recurrent stroke prevention behavior in as many as 42 respondents (60%). The Spearman rank test analysis shows that there is a relationship between perceived severity with Recurrent stroke prevention behavior in non-hemorrhagic post-stroke patients (p=0.000) and (r=0.916). Perceived severity is significantly related to adjusting Recurrent stroke prevention behavior in non-hemorrhagic post-stroke patients.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SELF CARE DAN FUNGSI KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP PENYANDANG DISABILITAS FISIK DI SLB N 1 PEMALANG Juliani, Aliyah Ari; Anggraini, Merry Tiyas; Noviasari, Nina Anggraeni
Syifa'Medika Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v13i2.4157

Abstract

Masalah yang dialami oleh individu disabilitas fisik terutama mengenai efisiensi dan efektifitas dalam mengerjakan aktivitasnya. Kualitas hidup seseorang dapat dipengaruhi oleh kondisi disabilitas, sehingga memerlukan dukungan, kasih sayang, dan perhatian dari lingkungan terdekat yaitu keluarga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat self care dan fungsi keluarga dengan kualitas hidup penyandang disabilitas fisik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel penelitian 50 orang yang dipilih secara proportional stratified random sampling. Data diperoleh dengan cara pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis uji Chi Square menunjukkan hubungan yang bermakna antara tingkat self care dengan kualitas hidup dan fungsi keluarga dengan kualitas hidup penyandang disabilitas fisik secara berturut-turut (p = 0,000; rasio prevalensi = 4,7) dan (p = 0,000; rasio prevalensi = 4,5) dengan p < 0,05. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat self care dan fungsi keluarga terhadap kualitas hidup penyandang disabilitas fisik di SLB N 1 Pemalang. Penyandang disabilitas fisik yang mempunyai ketergantungan total, berat dan sedang memiliki kualitas hidup 4,7 kali lebih buruk dari penyandang disabilitas fisik yang memiliki ketergantungan ringan dan mandiri. Penyandang disabilitas fisik yang memiliki fungsi keluarga tidak sehat dan kurang sehat memiliki kualitas hidup 4,5 kali lebih buruk dari penyandang disabilitas fisik yang memiliki fungsi keluarga sehat
Analysis of Socio-Demographic Factors Influencing Anxiety in Hemodialysis Patients Anggraini, Merry Tiyas; Susilo Budi Pratama
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V12.I1.2024.85-91

Abstract

Background: Advanced chronic kidney disease patients need hemodialysis, the most used method of renal replacement therapy today. The patient will receive hemodialysis therapy for the rest of their life so that it can have a psychological effect like anxiety. Aims: This study aims to examine the socio-demographic variables affecting anxiety in hemodialysis patients. Method: This research used a cross-sectional analytical observational study design. A total sampling technique was used in this research. From 113 outpatient hemodialysis patients in March 2023, 80 samples of patients at Roemani Semarang Hospital met the inclusion and exclusion criteria. Inclusion criteria were patients undergoing hemodialysis at Roemani Semarang Hospital who were willing to participate in the study. Exclusion criteria were incomplete questionnaires, patients with impaired consciousness, patients with communication disorders, and patients using anti-anxiety medication. The information collected was primary information from questionnaires and interviews. The data were tested using the Spearman test with a significance level of p<0.05 for age and family support, and the chi-square test for gender, employment, and educational status. Results: The statistical analysis showed a p-value of 0.704 for age, a p-value of 0.020 for gender, a p-value of 0.558 for employment, a p-value of 0.138 for educational level, and a p-value of 0.000 for family support. Conclusion: The results showed a significant relationship between gender and family support with anxiety levels. The higher the family support, the lower the anxiety level. There is no relationship between age, employment, and education level with the anxiety level of patients undergoing hemodialysis at Roemani Semarang Hospital.
Co-Authors - Darmono SS2 - Gunadi - Nurasipa Adibah Salsabila Afiana Rohmani Aisyah Lahdji Aisyah Lahdji Aisyah Lahdji, Aisyah Akhmad Afrianto Alhakim, Hilmy Fawwaz Alif Antoni, Asyam Baihaqi Alvin Tonang Anggraheni, Nina Ari Natalia Probandari Arnesya Tilameo Arrini Fahamsya Asyam Baihaqi Alif Antoni Azzahra, Arsya Chamim Faizin Chamim Faizin Chamim Faizin Dahlan, Pujangga P.Y. Dahlan, Pujangga Puspito Yunus Diky Sukma Wibawa Dina Nahdiana Dwilago, Ibro Tanderi Endang Surani Faizin, Chamim Fithri Ratnasari Fuadah, Sholahiatul Gunadi Gunadi Hema Dewi Anggraheny Hema Dewi Anggraheny Hera Vinandika Purwagumilar Intan Pandini Juliani, Aliyah Ari Kanti Ratnaningrum Kanti Ratnaningrum Kanti Ratnaningrum Lilia Dewiyanti M. Riza Setiawan Mahreza, Desviana Putri Eka Margo Utomo Maya Dian Rakhmawatie Mella Anyndya Hernata Millati Rahmatika Muhammad Akhsin Atto’illah Muhammad Riza Setiawan Muslimah Muslimah Nabila Min Amrina Rosyada Nikmaturrizqi, Nada Nina Anggraeni Noviasari Nina Anggraeni Noviasari Noviasari, Nina Anggraeni Oktaviani, Dinta Sekar Pudjiati Syarif Pujangga P.Y. Dahlan Pujangga Puspito Yunus Dahlan Rahmawati, Renny Nafia Retno Kusniati Rochman Basuki Salma Kusumaningrum Sekar Pinasti Shanabilla, Ezarzora Bunga Shaniago, Arthur Bagas Siti Hardiyati SOFIATUN, KAROMAH RIZKY Sri Mulyani Subianto, Nopri Susilo Budi Pratama Susilo Budi Pratama Titin Setyowati Tsabita, Nabilah Vitri Widyaningsih Wahyu Gito Putro Wicaksono Probowoso Wijayanti Fuad Windiasari, Liviana Yulianto, Chiendo Daffa Yusri Candra Alim Zaki Mubarok, Zaki