Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TUMBUHAN GANDARIA (Bouea macrophylla Griff) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Asep Roni; Zahra Sayyidatunnisa; Wempi Budiana
Jurnal Farmagazine Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v6i1.126

Abstract

Meski pemanfaatan tanaman sebagai bahan obat telah dilakukan sejak dulu, namun hingga sekarang belum semua tumbuhan telah diketahui potensinya sebagai tanaman obat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas dan senyawa antibakteri dari daun dan batang tanaman gandaria (Bouea macrophylla Griff)., metodelogi yang di unakan meliputi Ekstraksi dilakukan secara bertingkat dengan metode refluks dengan Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode mikrodilusi dan bioautografi terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil pengujian menunjukkan nilai KHM ekstrak n-heksana ektrak etil asetat, dan ektrak methanol daun gandaria terhadap Staphylococcus aureus 128 µg/mL, dan nilai KHM pada ekstrak n-heksana batang gandaria yaitu 64 µg/mL, hasil pengujian terhadap bakteri Escherichia coli menunjukan nilai KHM dari ekstrak n-heksana, ekstrak etil asetat dan ekstrak methanol daun gandaria secara berturut-turut yaitu 128 µg/mL, 16 µg/mL dan 16 µg/mL. Hasil tersebut menunjukan ekstrak yang paling aktif yaitu ekstrak etil dan ekstrak methanol batang gandaria. Hasil pengujian bioautografi terhadap ekstrak batang dan daun gandaria menunjukan senyawa fenolat yang diduga sebagai senyawa aktif antibakteri.
Penetapan Kadar Fenolat Total dan Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun, Kulit Batang dan Kulit Buah Kasturi (Mangifera casturi) Lia Marliani; Anni Naimah; Asep Roni
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.145 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.121

Abstract

Kasturi (Mangifera casturi) merupakan jenis mangga khas Kalimantan Selatan yang banyak dikonsumsi karena rasanya yang manis. Kandungan metabolit aktif yang terkandung dalam tanaman, seperti golongan fenolat dan flavonoid, perlu diketahui sebagai bahan kajian ilmiah pengembangan obat. Penelitian ini bertujuan menetapkan kadar fenol total dan flavonoid total dari ekstrak etanol daun, kulit batang,dan kulit buah kasturi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian kandungan senyawa fenolat dan flavonoid secara kualitatif dilakukan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silika gel GF254 dan penampak bercak spesifik FeCl3 10% untuk senyawa fenolat, AlCl3 5% dan sitroborat untuk senyawa flavonoid. Kadar fenolat total ditetapkan menggunakan reagen Folin Ciocalteu dan kadar flavonoid total menggunakan metode Ordon. Hasil penentuan kadar fenolat total pada daun, kulit batang, dan kulit buah berturut-turut adalah 18,44 ± 0,12; 16 ± 0,12; dan 18,37 ± 1,2%. Kadar flavonoid total pada daun, kulit batang dan kulit buah berturut-turut adalah 9,27 ± 0,14; 7,92 ± 0,029; dan 2,098 ± 0,0026%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan fenolat dan flavonoid tertinggi terdapat pada daun sedangkan kandungan fenolat total terendah terdapat pada kulit batang dan kandungan flavonoid total terendah terdapat pada kulit buah.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAGING DAN USUS TERIPANG GAMAT (Stichopus Variegatus) Asep Roni; Aditya Septian Al-mu’ti; R. Herni Kusriani
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.447 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v11i1.687

Abstract

Perairan Indonesia memiliki keanekaragaman biota laut yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan dan salah satunya teripang gamat (stichopus variegatus.) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan Aktivitas antioksidan dan antibakteri pada daging dan usus teripang gamat. Ekstraksi teripang gamat dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, terhadap ekstrak daging dan usus dilakukan pengujian antibakteri dan antioksidan. Uji antibakteri mikrodilusi bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis, sedangkan uji antioksidan dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Nilai konsentrasi Hambat Minimu (KHM) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dari ekstrak daging teripang adalah 256 μg/mL dan pada ekstrak usus teripang adalah 512 μg/mL. Sedangkan,nilai KHM terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dari ekstrak daging adalah 64 μg/mL dan KHM ekstrak usus adalah 256 μg/mL. Hasil uji aktivitas antioksidan, secara kualitatif ditunjukan dengan spot berwarna kuning dengan latar belakang ungu, hal ini menunjukkan senyawa terdapat dalam ekstrak dapat menghambat radikal bebas DPPH. Aktivitas antioksidan ekstrak daging dan ekstrak usus teripang gamat ditunjukkan dengan nilai 〖IC〗_50 37.89 µg/mL dan 20.46 µg/mL. Ekstrak daging dan usus teripang berpotensi antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidi, serta memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
PELATIHAN PEMANFAATAN BAHAN HERBAL SEBAGAI JAMU IMUNOSTIMULAN BAGI KELOMPOK PKK RW 001 DESA MAJASETRA KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Aulia nurfazri istiqomah; Asep Roni; Kharina Septi Lestari; Fikri Mourly Wahyudi; Agus Miraj Darajat; Novitasari tsamrotul fuadah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i2.859

Abstract

Sampai saat ini, dapat dikatakan kita masih berada dalam kondisi pandemic COVID-19, khususnya di Indonesia. Telah kita ketahui bersama bahwa dalam menghadapi pandemic COVID-19 ini kita harus menjaga sistem kekebalan tubuh untuk meminimalisir kemungkinan terpaparnya tubuh oleh virus COVID-19 dan patogen lainnya. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kp. Pangkalan RW. 001 Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung berupa pelatihan pemanfaatan bahan herbal sebagai jamu imunostimulan atau peningkat daya tahan tubuh kepada kelompok PKK setempat yang nantinya akan disebarluaskan kepada masyarakat. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, warga RW 001 Kp. Pangkalan, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung telah menerima pemahaman akan pentingnya menjaga daya tahan tubuh terlebih dalam situasi pandemi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.
STOP CYBERBULLYING DENGAN PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG CYBERBULLYING DAN DAMPAK PSIKOLOGIS PADA REMAJA Heni Aguspita Dewi; Ayi Asnawi; Asep Roni; Linda Rofiasari; Alfi Fauziah Hakim; Deni Chandra Ramadhan; Silvia Sri Apriliani; Sri Lestari; Jajang Nurjaman
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v4i1.1046

Abstract

Universitas Bhakti Kencana bekerja sama dengan SMKN 1 dan SMAN 10 Kota Tasikmalaya untuk mengadakan pengabdian pada masyarakat. Kegiatan dilakukan secara hybride yaitu offline dan online dengan sasaran siswa SMKN 1 dan SMAN 10 Kota Tasikmalaya. Pengabdian masyarakat ini berjujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait dengan cyberbullying dan dampak psikologis cyberbullying. Beberapa upaya dilakukan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai cyberbullying dan dampak psikologis cyberbullying pada remaja. Beberapa agenda dilakukan diantaranya promosi kesehatan melalui pemberian edukasi berupa penyuluhan mengenai cyberbullying dan dampak psikologis yang dapat ditimbulkan dari cyberbullying. Siswa diminta untuk mengisi quesiner pre test dan post test yang bertujuan untuk mengukur seberapa jauh pemahaman remaja akan materi yang diberikan. Hasil menunjukan pengabdian pada masyarakat yan dilakulan melalui edukasi dapat meningkatan pemahaman remaja terhadap cyberbullying dan dampak psikologis cyberbullying. cyberbullying, dampak psikologis, pemahaman, remaja  
Aktivitas antioksidan ekstrak daun tiga genus Artemisia sp dengan metode DPPH serta penetapan kadar total flavonoid, fenol dan karotenoid Wempi Budiana; Aris Suhardiman; Asep Roni; Isnugraheni Sumarah; Theodorik Erik Nara
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v5i2.106

Abstract

Abstrak Tumbuhan adalah salah satu penghasil bahan berkhasiat obat salah satunya sebagai antioksidan. Senyawa pada tumbuhan yang bisa berfungsi sebagai antioksidan adalah flavonoid, fenol, dan karotenoid. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan aktivitas antioksidan dan  kadar flavonoid, fenol dan karotenoid total pada ekstrak daun  Artemisia vulgaris L., Artemisia annua  L. dan  Artemisia dracunculus L. Ekstraksi terhadap masing-masing bahan dilakukan secara bertingkat menggunakan alat refluks, pemantauan kandungan senyawa dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), pengujian aktivitas antioksidan menggunakan DPPH, penetapan kadar flavonoid total menggunakan metode Ordon, penetapan kadar fenol total menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dan penetapan kadar karotenoid total menggunakan pelarut n-heksana. Hasil menunjukkan ekstrak etanol daun Artemsia darcunculus L. paling tinggi dalam menghambat radikal bebas dengan nilai IC50 terkecil (32,10±0,10µg/mL), Ekstrak etanol daun Artemisia vulgaris L. (77,19±0,13µg/mL) dan Ekstrak etanol daun Artemisia annua L. (99,46±0,16 µg/mL). Kadar total flavonoid, fenolat dan karotenoid tertinggi pada ekstrak etil asetat daun Artemisia vulgaris L. berturut-turut 12,83 mg QE/100 mg ekstrak, 68,72 mg GAE/100 mg ekstrak dan 10,01 mg BE/100 mg ekstrak. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Artemisia darcunculus L. memiliki aktivitas antioksidan paling kuat dan ekstrak etanol daun Artemisia vulgaris L. memiliki kadar flavonoid total, fenolat total dan karotenoid total tertinggi. Kata Kunci: Artemisia sp, antioksidan, flavonoid, fenol, karotenoid. Antioxidant Activities of Leaves Extract Three Genus Artemisia sp Using DPPH Method and Total Content of Flavonoid, Fenol And Carotenoid Abstract Plant is the natural product medicine such as antioxidant. Natural compounds as antioxidants are flavonoids, phenols, and carotenoids. This research was conducted to determinethe antioxidant activities and the levels of total flavonoids, phenols and carotenoids content in Artemisia vulgaris L., Artemisia annua L. and Artemisia dracunculus L. extract. Each sample was extracted gradual reflux method, monitoring of extracts compounds with Thin Layer Chromatography (TLC), antioxidant activities were test using DPPH, determination of total flavonoids content with Ordon method, total phenol content with Folin-Ciocalteu reagent and total carotenoids using n-hexane. Ethanol extract of Leaves Artemisia dracunculus L. was highest in inhibiting free radicals with the smallest IC50 value (32.10±0.10μg / mL), ethanol extract of leaves Artemisia vulgaris L. (77.19 ± 0.13μg / mL) and ethanol extract of leaves Artemisia annua L. (99.46±0.16 μg / mL). The highest total content of flavonoid, phenolate and carotenoid in ethyl acetate extract of leaves Artemisia vulgaris L. were 12.83 mg QE / 100 mg extract, 68.72 mg GAE / 100 mg extract and 10.01 mg BE / 100 mg extract. Ethanol extract of Leaves Artemisia darcunculus L. has the strongest antioxidant activity, ethanolic extract of leaves Artemisia vulgaris L. has highest total flavonoid content, total phenolate and total carotenoid. Keywords:              Artemisia sp, antioxidant, flavonoid, phenolic, carotenoid
AKTIVITAS ANTIBAKTERI BIJI,KULIT DAN DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus Asep Roni; Maesaroh Maesaroh; Lia Marliani
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v6i1.134

Abstract

Pendahuluan : Penyakit infeksi merupakan penyakit dengan prevalensi paling banyak ditemukan di Indonesia. Resistensi mikroba terhadap antibiotik merupakan permasalahan dalam dunia pengobatan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak biji, kulit dan daun pepaya (Carica papaya L.), dan fraksi aktif ekstraknya serta menentukan golongan senyawa dari fraksi aktif yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Metode : Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 3X24 jam. Ekstrak paling aktif di fraksinasi menggunakan pelarut metanol-air, etil asetat dan n-heksan. Uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode difusi agar. Fraksi dengan zona hambat terbesar dilakukan uji bioautografi untuk mengetahui golongan senyawa yang aktif sebagai antibakteri. Hasil : Ekstrak biji,kulit dan daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus  memiliki konsentrasi hambat minimum (KHM) berturut-turut 20%, 30% dan 20%. Sedangkan pada bakteri Escherichia coli berturut-berturut 10%, 20% dan 20%. Fraksi biji metanol-air, etil asetat dan n-heksan terhadap bakteri Staphylococcus aureus memiliki konsentrasi hambat minimum (KHM) berturut-turut 5%, 5% dan 2,5%. Sedangkan pada bakteri Escherichia coli berturut-turut 5%, 2,5% dan 1%.  Pengujian KLT bioautografi fraksi n-heksan diperoleh daerah hambatan pada Rf 0,65 dan 0,88 untuk. Kesimpulan : Ekstrak etanol biji pepaya dan fraksi n-heksan biji pepaya merupakan ekstran dan fraksi yang paling aktif terhadap Escherichia coli dengan KHM 10% dan 1%. Hasil uji bioautografi terhadap fraksi n-heksan biji menunjukkan bahwa senyawa yang diduga memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli adalah golongan terpenoid.Kata kunci : Antibakteri, Carica papaya L., Escherichia coli, Staphylococcus aureus,bioautografi kontak
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN DAN RIMPANG PACING PENTUL (Costus spicatus) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Roni, Asep
Berkala Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2023): Berkala Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia (BIMFI)
Publisher : Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48177/bimfi.v10i2.115

Abstract

Antioksidan memiliki peran penting dalam melawan radikal bebas yang dapat mengakibatkan penyakit degeneratif dalam tubuh, sehingga menjaga dan melindungi kesehatan tubuh. Mekanisme kerja senyawa antioksidan ini terletak pada kemampuannya untuk menangkap radikal bebas di dalam tubuh, mencegah timbulnya penyakit degeneratif. Salah satu tanaman yang diyakini memiliki aktivitas antioksidan adalah tanaman pacing pentul (Costus spicatus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai sejauh mana kandungan senyawa antioksidan dalam tanaman pacing pentul (Costus spicatus). Proses ekstraksi dilakukan melalui metode refluks bertingkat dengan menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%, yang memiliki tingkat kepolaran yang berbeda. Pengujian secara kualitatif dilakukan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT), sementara penentuan nilai IC50 DPPH dilakukan melalui spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 516nm. Asam askorbat (Vitamin C) digunakan sebagai standar dalam uji aktivitas antioksidan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari daun pacing menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 107,606 µg/mL, mengindikasikan bahwa ekstrak tersebut termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sedang. Sementara pada rimpang pacing, nilai IC50 pada ekstrak etanol mencapai 200,974 µg/mL, yang menunjukkan kategori aktivitas antioksidan lemah.
PELATIHAN PEMBUATAN TEH HERBAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA CIBIRU WETAN Istiqomah, Aulia Nurfazri; Roni, Asep; Budiana, Wempi; Lisni, Ida; Zaelani, Diki; Sutrisno, Entris
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v5i1.1285

Abstract

The current condition of Indonesia can be said to be facing a triple burden. Based on research results from the Central Statistics Agency, the percentage of the population, especially the population of West Java, who had health complaints during the last month in 2022 showed an increase compared to the previous year (2021), this is of course related to the quality of public health. The problem currently faced by partners is the lack of information and education regarding the processing of nutritious plants. So far, the crops obtained have been used in simple ways, eaten directly as fresh vegetables or processed as food.This time the community service program was carried out in Cibiru Wetan Village, Cileunyi District, Bandung Regency. Activities include providing education regarding efficacious herbal plants and tutorials on making herbal tea as an effort to improve the quality of health.From the results of implementing this community service activity, the residents of Cibiru Wetan Village, Cileunyi District, Bandung Regency have understood the ingredients that can be used in an effort to improve the quality of health and one way of processing them
POTENTIAL ANTIOXIDANT ACTIVITY OF SURUHAN LEAF AND STEM EXTRACT (Peperomia pellucida L. Kunth) USING THE DPPH METHOD AND DETERMINATION OF PHENOLIC AND FLAVONOID LEVELS Sodik, Jajang Japar; Budiana, Wempi; Roni, Asep; Wahyudin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i3.1264

Abstract

Antioxidants are compounds that are capable of neutralizing free radicals. One plant with potential antioxidant properties is Peperomia pellucida. Objective: This study aimed to determine the antioxidant activity, total phenolic content, and total flavonoid content of extracts of the leaves and stems of Peperomia pellucida. Methods: Antioxidant activity was tested using the DPPH method, while the total phenolic and flavonoid contents were measured using UV-Vis spectrophotometry. Extraction was performed via reflux using three different solvents: n-hexane, ethyl acetate, and ethanol. Results: The highest antioxidant activity was found in the ethanol extract of the leaves, with an IC50 value of 36.85 µg/mL, and in the stems, with an IC50 value of 71.28 µg/mL. The highest total phenolic content in the ethanol extract of the leaves was 14.46 mg GAE/g and that in the stems was 12.82 mg GAE/g. The highest total flavonoid content in the ethanol extract of the leaves was 12.12 mg QE/g and that in the stems was 10.49 mg QE/g. Conclusion: The results indicated that the ethanol extract of Peperomia pellucida leaves exhibited very strong antioxidant activity. Keywords: antioxidants, DPPH, phenolic, flavonoids, suruhan Plants