Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, PENETAPAN KADAR TOTAL FLAVONOID DAN SENYAWA FENOLIK EKSTRAK DAUN DAN BATANG SUBONG-SUBONG (Scaevola taccada L.) Wempi Budiana; Hilda Novianti; Asep Roni
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman subong-subong (Scaevola taccada L.) merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Goodeniaceae, Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar total fenol dan flavonoid dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun dan batang tanaman Subong-Subong. Ekstraksi simplisia dilakukan dengan metode refluks menggunakan tiga pelarut dengan polaritas yang berbeda. Pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH dan CUPRAC, dan penentuan kadar total fenol dan flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-sinar tampak. Ekstrak etanol daun memiliki nilai IC50 DPPH (IC50 109,81 ± 0,707 ?g/mL) dan nilai EC50 CUPRAC (EC50 102,75 ± 0,443 ?g/mL), flavonoid total (2,160 ± 0,041 mg QE/100 mg ekstrak), fenol total (4,695 ± 0,008 mg GAE/100 mg ekstrak). Ekstrak etanol batang memiliki nilai IC50 DPPH (IC50 87,15 ± 0,707 ?g/mL) dan nilai EC50 CUPRAC (EC50 153,72 ± 1,595 ?g/mL), flavonoid total (1,663 ± 0,029 mg QE/100 mg ekstrak), fenol total (5,499 ± 0,014 mg GAE/100 mg ekstrak). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol batang memiliki aktivitas antioksidan yang paling kuat.
PELATIHAN PEMANFAATAN BUNGA TELANG SEBAGAI INDIKATOR TITRASI ASAM BASA DI SMK YPIB TANJUNGSARI Anne Yuliantini; Asep Roni; Deden Indra Dinata; Vina Juliana Anggraeni; Siti Saidah; Lilis Silviana
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.660

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan dan mengandung antosianin berwarna biru keunguan. Antosianin adalah pigmen alami yang dapat berubah warna sesuai dengan perubahan pH sehingga dapat digunakan sebagai indikator alami dalam titrasi asam-basa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada siswa SMK YPIB Tanjungsari mengenai pemanfaatan bunga telang sebagai indikator titrasi asam-basa. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan wawasan siswa tentang alternatif indikator alami yang ramah lingkungan dan murah. Metode kegiatan meliputi sesi penyampaian materi, demontrasi titrasi dan praktik langsung oleh siswa. Hasil evaluasi dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest. Rata-rata hasil pretest dan posttest berturut-turut sebesar 75±14,53 dan 90±10,23. Dengan menggunakan metode paired t-test two sample, didapatkan kesimpulan bahwa ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata pretest dan posttest dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap pemanfaatan bunga telang sebagai indikator titrasi asam basa. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam proses pembelajaran sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya penggunaan bahan alam dalam ilmu kimia.
Antioxidant Activity of a Combination of Pegagan (Centella asiatica) and Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) Rhizomes Using the DPPH Method Dewi Kurnia; Mae Maelani; Asep Roni
Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation
Publisher : PT CENDEKIA SCIENCE AND TECHNOLOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64673/ijherbsi.v1i1.3

Abstract

Pegagan (Centella asiatica) and temulawak (Curcuma xanthorrhiza) rhizomes are plants commonly recommended for enhancing the body's immune system. This study aimed to evaluate the antioxidant activity of extracts from pegagan, temulawak, and their combination to determine if a synergistic effect exists between the two extracts. Extraction was performed using the maceration method with 70% ethanol as the solvent. The yield of the pegagan herb extract was 20.96%, while the temulawak rhizome extract yielded 10.88%. For preliminary testing, thin-layer chromatography (TLC) was used to analyze the samples in various mobile phases, including the polar chloroform:methanol:water (7:2:0.15), non-polar n-hexane:ethyl acetate (6:5), and semi-polar chloroform:methanol (9:1). The results indicated the presence of flavonoids, phenols, and 0.2% DPPH. Antioxidant activity was measured using UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 516 nm with the DPPH method. The antioxidant activity results showed that the pegagan extract alone had an IC50 of 96.109 µg/mL, the temulawak extract alone had 94.151 µg/mL, and the combinations had IC50 values of 41.884 µg/mL (1:1), 71.074 µg/mL (1:2), and 26.335 µg/mL (2:1). Based on these results, both single and combined extracts exhibited antioxidant activity, with the combination showing higher activity and a synergistic effect.