Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa di SMP Negeri 1 Tutuyan Sarah Alheid; Victor R. Sulangi; Sylvia J. A. Sumarauw
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.6280

Abstract

This research aims to find out whether the mathematics learning outcomes of students taught using the STAD cooperative learning model are higher than the mathematics learning outcomes of students using the lecture method. This research is quasi-experimental in the form of the nonequivalent posttest-only control group design. The subjects in this research were class VIII students at SMP Negeri 1 Tutuyan odd semester of the 2022/2023 academic year, where VIII-A, totaling 20 students, was the experimental class and VIII-B, totaling 21 students, was the control class. Data analysis used includes normality tests, homogeneity tests, and hypothesis tests. This research uses a test in the form of multiple choice questions and a description of relationship and function material as the instrument. The research participants consisted of 41 students. Based on hypothesis testing using the t-test statistic, tcount = 2.365 and ttable = 1.685 at a significance level of 0.05. Thus, because tcount > ttable, H0 is rejected. The results of the research concluded that student learning outcomes in the Relationships and Functions material taught using the STAD model were higher than student learning outcomes taught using the lecture method.
Model Pembelajaran Learning Cycle 7E: Suatu Eksperimentasi Pada Pembelajaran Matematika Materi Aritmetika Sosial di Kelas VII Ebennejer Gea; Sylvia J.A Sumarauw; Helen Y. Angmalisang
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.6390

Abstract

The mathematics learning outcomes of students at SMPN 3 Tondano are still meagre due to students' lack of basic mathematics skills, motivation and interest in students' mathematics learning in the learning process, so the presentation of completeness is only 40%. An alternative to overcome this problem is to use the 7E learning cycle learning model. This research examines the influence of the Learning Cycle 7E learning model on students' mathematics learning outcomes in class VII social arithmetic material at SMPN 3 Tondano for the 2023/2024 academic year. The subjects in the research were 43 students consisting of 2 classes, namely class VII-A with a total of 23 students and class VII-B with a total of 22 students. This type of research is a quasi-experiment with a quantitative approach. The data analysis used was the normality, homogeneity, and hypothesis tests. The instrument in this research is a written test in the form of a description. The results of the research showed that the average learning outcomes of experimental class students were 81.90 and control class 74.08, while the t-test calculation results obtained tcount = 3.843318 and compared with the ttable value = 2.01669 with a significance level of 5%. These results show that tcount > ttable, so that H0 is rejected. So, the 7E learning cycle model influences the mathematics learning outcomes of class VII students at SMPN 3 Tondano.
Problem Solving Ability of Remboken 1 Middle School Students in Solving Story Problems in Algebraic Form Based on Polya's Steps Katuuk, Rivaldo Chun; Sumarauw, Sylvia J. A.; Pulukadang, Rosiah J.
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.691

Abstract

Problem-solving abilities are essential for the development of students' mathematical abilities. This ability must be described clearly to contribute to problem-solving and mathematical problem-solving abilities. This research aimed to describe problem-solving abilities in solving algebraic story problems based on Polya's steps: understanding the problem, formulating a plan, implementing the problem, and checking again. The subjects in this research were three students selected from 12 students in class VII-C at SMP Negeri 1 Remboken, consisting of students with high, medium and low abilities based on the mathematical problem-solving ability test results. The data collection techniques used were through written tests, interviews and documentation. The results of the research that has been explained show that problem-solving abilities in solving questions are divided into three categories, namely high, medium and low. Students with high-category abilities can master 4 Polya steps with up to 5 questions. Students with the medium ability category can master 4 Polya steps for questions number 2, 4 and 5, master 3 of the 4 Polya steps, namely steps 1, 2 and 3 for question number 1, and can master 2 of the 4 Polya steps, namely step 1 and 2. Meanwhile, students with low ability categories can master the 4 Polya steps only in question number 1, master 2 of the 4 Polya steps, namely steps 1 and 2 for question number 2, and questions number 3, 4 and 5 for subjects with low ability do not able to do it
Pengaruh Model Team Assisted Individualization Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Tani, Katelia Fanesa Tambanua; Runtu, Patricia V. J.; Sumarauw, Sylvia J. A.
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1455

Abstract

Penerapan model pembelajaran yang efektif dan bersesuaian dengan peserta didik menjadikan kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan, juga dapat menarik minat siswa dalam proses pembelajaran dan mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang sedang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) melalui peningkatan hasil belajar siswa terlebih khusus dalam materi SPLDV (Sistem Persamaan Linear Dua Variabel). Pelaksanaan penelitian berlokasi di SMP Advent 1 Tikala Manado dengan penentuan subyek penelitian menggunakan teknik random sampling, yakni kelas VIIIB sebagai kelas eksperimen dengan menerapkan model pembelajaran TAI, dan kelas VIIIA sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Perolehan data berasal dari pre-test dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan dasar siswa sebelum diberi perlakuan, dan post-test yang dilakukan sesudah pemberian perlakuan. Pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji-t. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat dan proses perhitungan yang dilakukan, diperoleh nilai rata-rata post-test yang didapat oleh kelas kontrol ialah 59.57, sedangkan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 76.70. Dengan perhitungan pengujian hipotesis nilai , dengan demikian maka hipotesis penelitian diterima dan ditolak. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI terhadap hasil belajar siswa melalui peningkatan rata-rata hasil belajar dalam materi SPLDV. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI efektif meningkatkan hasil belajar siswa, membuat proses pembelajaran lebih menarik, dan mempermudah pemahaman materi SPLDV. Oleh karena itu, disarankan untuk mengadopsi TAI dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa.
Model Kooperatif Tipe Student Teams Achivement Division: Eksperimentasi Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolaang Useng, Markus Santo; Sumarauw, Sylvia J. A.; Pitoy, Cori
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1456

Abstract

Siswa SMPN 1 Bolaang memperoleh hasil belajar matematika yang kurang memuaskan khususnya pada topik lingkaran. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya keterlibatan dan partisipasi mereka selama proses pembelajaran, sehingga tingkat penyelesaiannya hanya sebesar 40,15%. Solusi yang layak untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif STAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD lebih unggul dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan teknik pembelajaran ceramah. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang menggunakan metodologi kuantitatif. Analisis data yang digunakan meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Penelitian ini menggunakan tes tertulis berbentuk uraian sebagai instrumennya. Partisipan penelitian terdiri dari 50 siswa SMPN 1 Bolaang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 82,56, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 75,12. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melebihi hasil belajar siswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran ceramah.
Model Problem-Based Learning Pada Pembelajaran Teorema Pythagoras: Pengaruhnya Pada Hasil Belajar Siswa Salaa, Pascal; Sumarauw, Sylvia J. A.; Salajang, Santje M.
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1664

Abstract

Pendidikan matematika memerlukan penerapan beragam inovasi untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi selama proses pembelajaran. Inovasi yang diterapkan melibatkan penerapan paradigma pembelajaran matematika yang berpusat pada kesulitan kehidupan nyata yang dihadapi siswa sehari-hari. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan yang mengikuti model pembelajaran konvensional dalam materi teorema Pythagoras di SMP Negeri 3 Tondano. Sampel dikumpulkan secara acak dari dua kelas, yaitu kelas VIII B sebagai kelompok eksperimen dan VIII C sebagai kelompok kontrol. Uji-t digunakan untuk menilai data hasil belajar siswa baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Dengan tingkat signifikansi α = 0,05 maka nilai thitung sebesar 5,212 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 2,010. Oleh karena itu, kami menolak hipotesis nol (H0) dan menerima hipotesis alternatif (H1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran PBL memperoleh hasil belajar yang lebih besar dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Konvensional.
Pengembangan Media Pembelajaran Materi Statistika SMP Kelas VIII Menggunakan Aplikasi Powtoon Daora, Irna Meriyana; Pulukadang, Rosiah J.; Sumarauw, Sylvia Jane Annathe
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i1.2564

Abstract

Pemanfaatan media pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Media pembelajaran adalah aspek penting dalam proses pembelajaran, yang dapat dikembangkan menggunakan aplikasi powtoon. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran menggunakan aplikasi powtoon dan menerapkannya di SMP kelas VIII pada materi statistika. Untuk mengetahui kualitas media pembelajaran maka ada tiga aspek yang dinilai yakni kevalidan, kepraktisan dan keefektivan. Jenis penelitian ini ialah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket dan tes hasil belajar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media pembelajaran valid yang dinilai oleh para pakar dengan aspek kevalidan 88% dari ahli materi, 97% dari ahli media dan 92% dari ahli desain pembelajaran. Media pembelajaran dinyatakan praktis dari uji kelompok kecil dan uji kelompok besar dengan rata-rata kriteria termasuk sangat layak. Media pembelajaran menggunakan aplikasi powtoon juga dinyatakan efektif karena persentase ketuntantasan siswa sebesar 82%. Sehingga media pembelajaran valid dan layak untuk digunakan atau diterapkan oleh guru kepada siswa untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi.
Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) Berbantuan Media Powtoon terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa pada Materi SPLTV Bulawan, Milga; Sumarauw, Sylvia Jane Annathe; Salajang, Santje M.
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i1.3032

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini berkaitan dengan metode pembelajaran yang kurang bervariasi, sehingga siswa kurang aktif selama proses pembelajaran berlangsung dan mengakibatkan hasil belajar siswa kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh merode pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berbantuan media Powtoon terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi SPLTV. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode quasi experimen dan desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 2 Tondano dengan sampel sebanyak 40 orang yang terbagi dalam dua kelas yaitu kelas kontrol dengan perlakuan metode pembelajaran kooperatif tipe NHT dan kelas eksperimen dengan perlakuan metode pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media Powtoon, sampel dalam penelitian ini diambil secara random sampling. Instrumen penilaian yang digunakan adalah tes berbentuk essay. Data yang dianalisis adalah hasil pretest-posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen menggunakan t-test two sample. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada kels kontrol rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa yaitu 77,65 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yaitu 79,90. Maka, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media Powtoon berpengaruh positif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem persamaan linear tiga variabel.
Hubungan Kecerdasan Emosional Siswa dengan Kemampuan Problem Solving Matematika Pada Materi SPLDV Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Tondano Kandioh, Gratia Fabiola; Sumarauw, Sylvia Jane A.; Sulangi, Victor R.
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i2.3168

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui Hubungan Kecerdasan Emosional Siswa dengan Kemampuan Problem Solving Matematika Pada Materi SPLDV Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Tondano. Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengamatan awal dan wawancara di lapangan saat pembelajaran berlangsung menunjukkan bahwa siswa bisa mengetahui kecerdasan emosionalnya masing-masing dan ingin mengetahuinya, inilah dasar dari penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah ada hubungan kecerdasan emosional dengan kemampuan problem-solving pada materi SPLDV. Penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif adalah jenis penelitian ini. Seluruh siswa di kelas VIII SMP Negeri 1 Tondano termasuk dalam populasi. Sampel yang digunakan terdiri dari 24 siswa dari kelas VIII-E. Dengan menggunakan uji analisis korelasi Pearson Product Moment, data hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai 0,905411 > 0,404 dengan taraf nyata ɑ = 0,05 ini berarti ditolak. Menurut hasil penelitian, ada hubungan positif antara kecerdasan emosional siswa dengan kemampuan problem-solving matematika pada materi SPLDV siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tondano.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Materi Teorema Pythagoras Berbasis Adobe Animate CC Cipta, Ghina Tri; Runtu, Patricia V.J.; Sumarauw, Sylvia J.A.
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i3.3288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Adobe Animate CC untuk materi Teorema Pythagoras bagi siswa kelas VIII SMP. Menggunakan model pengembangan Akker (2006), penelitian ini melibatkan tahap penelitian pendahuluan, tahap prototipe, dan evaluasi sumatif. Media pembelajaran yang dikembangkan mencakup animasi, gambar menarik, materi, contoh soal, dan kuis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran ini memenuhi kriteria kevalidan dengan kategori "Sangat Valid" berdasarkan penilaian ahli media (95%) dan ahli materi (98,67%). Kepraktisan media terbukti "Sangat Praktis" dengan skor rata-rata 95,92% dari respon siswa pada uji lapangan. Keefektifan media pembelajaran tergolong "Sangat Efektif" dengan 90% siswa mencapai KKM pada tes hasil belajar. Penggunaan Adobe Animate CC dalam pengembangan media ini efektif menciptakan konten interaktif yang dapat diakses melalui berbagai perangkat digital, menjawab kebutuhan integrasi teknologi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini tidak hanya menghasilkan produk media pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif, tetapi juga membuka jalan untuk pengembangan dan penelitian lebih lanjut dalam integrasi teknologi dalam pembelajaran matematika di tingkat SMP, berpotensi meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan matematika secara keseluruhan.