Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Implementasi Algoritma K-Medoids pada Sistem Informasi Pengelompokkan Wilayah Kemiskinan di Provinsi SUMUT Berbasis Web Wanda, Wanda Sari; Raissa Amanda Putri; Heri Santoso
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v4i2.385

Abstract

Data mining merupakan teknik pengolaan data yang mampu menggali informasi dari kumpulan data menjadi sebuah informasi yang bermanfaat seperti halnya data penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara merupakan tempat yang memiliki kumpulan banyak data penduduk miskin dari setiap wilayah yang jika diolah dengan data mining akan menghasilkan sebuah informasi baru yang berguna seperti informasi tingkat kemiskinan yang meningkat di suatu wilayah kelurahan atau desa. Kesulitan dalam proses pemfilteran kelurahan atau desa untuk mengetahui kelurahan atau desa mana yang kemungkinan berpotensi kemiskinannya meningkat. Berdasarkan permasalahan yang ada maka dibuatlah suatu sistem data mining untuk pengelompokkan kelurahan atau desa menggunakan algoritma K-Medoids. Algoritma K-Medoids merupakan proses pengelompokkan data yang mengambil titik pusat cluster dari data tersebut dan memliki karakteristik serupa satu sama lain. Sistem ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP berbasis web yang nantinya akan mengelompokkan kelurahan atau desa dengan kategori zona hijau, zona kuning dan zona merah. Tujuan dibuatnya sistem ini untuk mengetahui tingkat kemiskinan di suatu wilayah dan segera ditindaklanjuti agar meminimalisir tingkat kemiskinan di wilayah tersebut.
SISTEM INFORMASI POINT OF SALE BERBASIS WEB PADA PENJUALAN FROZEN FOOD DAN BAHAN PLASTIK Chairin Nabilla; Ali Ikhwan; Heri Santoso
Jurnal Sistem Informasi Bisnis (JUNSIBI) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Sistem Informasi Bisnis (JUNSIBI)
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/junsibi.v6i2.1732

Abstract

Era globalisasi menyoroti pentingnya teknologi informasi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas, khususnya dalam sektor ekonomi dan bisnis. Industri makanan beku kini menjadi salah satu bidang yang paling diminati, dengan banyak pengusaha menikmati keuntungan besar. Hal ini terlihat dari semakin maraknya bisnis frozen food yang terus bermunculan. Toko Satria Nugget merupakan toko yang bergerak dibidang menjual makanan olahan atau frozen food. Namun pada toko tersebut pengelolaan data penjualannya masih menggunakan cara manual sehingga pemilik toko sering menghadapi permasalahan salah dalam perhitungan transaksi penjualan barang dan penyusunan laporan pendapatan penjualan masih dicatat menggunakan buku, sehingga kegiatan yang dilakukan kurang terorganisir dengan baik. Untuk itu dibutuhkan sistem yang menjadi solusi yaitu Point of Sale berbasis web yang memberikan kemudahan bagi pemilik toko untuk memantau seluruh data penjualan tanpa perlu hadir secara fisik di lokasi. Sistem informasi berhasil dibuat dan dijalankan dengan baik. Point of Sale ini berperan penting dalam mendukung pengelola usaha dan kasir dalam mengelola jalannya bisnis pada Toko Satria Nugget. Sistem yang dibuat mempermudah proses transaksi, pengelolaan data produk, pengelolaan data supplier, serta penyusunan laporan.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN BAGI SISWA SEKOLAH DASAR PADA KURIKULUM MERDEKA Farida Nur Kumala; Arnelia Dwi Yasa; Heri Santoso; Dwi Agus Setiawan; Yulianti, Yulianti; Muhammad Nur Hudha
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 8: Januari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i8.7190

Abstract

Saat ini AI telah digunakan pada semua sector salah satunya pendidikan. Namun masih banyak guru yang belum mampu memanfaatkan media dan implementasi AI dalam pembelajaran. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan tambahan wawasan bagi guru SD. Kegiatan diikuti oleh 45 orang guru SD di kecamatan Wajak dan Guru yayasan miftahul ulum Tumpang Malang. Metode pelaksanaan kegiatan yakni melakukan sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada dua sesi pada dua tempat mitra. Hasil pelaksaan pengabdian menunjukkan pelaksanaan telah berjalan dengan baik, materi yang disampaikan terdiri materi kurikulum merdeka, media pembelajaran, pembelajaran HOTS dan AI dalam pembelajaran. Beberapa evaluasi program adalah perlunya kegiatan pendampingan yang lebih intensif agar mitra mampu lebih percaya diri dan semangat dalam mengembangkan produk hasil pengabdian kepada masyarakat.
The Urgency of Philosophy of Science for Doctoral Students of Law Purnomo, Vicki Dwi; Heri Santoso; Edy Lisdiyono
Asian Journal of Applied Education (AJAE) Vol. 3 No. 4 (2024): October 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajae.v3i4.11948

Abstract

Philosophy of science plays a very important role for doctoral students in law, because it provides a critical, reflective, and in-depth foundation for thinking in conducting advanced legal research. This article discusses the urgency of philosophy of science for doctoral students in law from several main aspects, including epistemological and ontological foundations, development of theoretical frameworks, critical evaluation of scientific methods, and improvement of legal reasoning skills. Philosophy of science also provides ethical guidance in research and helps students understand the relationship between law and other disciplines, such as sociology and politics. Through a deeper understanding of philosophy of science, doctoral students in law can compile more comprehensive, relevant, and impactful research, and make significant contributions to the development of legal science in the future.
Filsafat Pendidikan Pancasila dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka: Analisis Komparatif Landasan Filosofis Winarno, Winarno; Heri Santoso; Yuyus Kardiman; Muchtarom
Integralistik Vol. 37 No. 1 (2026): Januari :2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v37i1.34147

Abstract

Pancasila, as the state foundation and philosophical basis of national education mandated by the National Education System Law Article 2, should serve as an ontological, epistemological, and axiological foundation in every national curriculum. This study aims to analyze and compare the educational philosophy underlying two curriculums and assess the extent to which Pancasila’s educational philosophy is adopted as a philosophical basis. The method used comparative analysis of official curriculum documents, namely Permendikbud No. 57–59 of 2014 (2013 Curriculum) and Permendikbudristek No. 12 of 2024 and Permendikdasmen No. 13 of 2025 (Merdeka Curriculum). The analysis employed thematic content analysis across three dimensions: (1) Philosophical Foundation, (2) Integration of Pancasila, and (3) Philosophical Depth. Results show that the 2013 Curriculum is dominated by progressivism and essentialism philosophies, with partial and normative-moral integration of Pancasila limited to the first three principles. In contrast, the Merdeka Curriculum integrates Pancasila holistically across eight graduate profile dimensions, covering all principles and beginning to engage ontological, epistemological, and axiological levels through a deep learning approach. The Merdeka Curriculum aligns more closely with the idealistic philosophy of Pancasila education than the 2013 Curriculum. The findings imply a need for an explicit philosophical foundation in the curriculum and adequate teacher training so that Pancasila becomes a strong philosophical foundation rather than merely a normative message.