Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MANAJEMEN SEGITIGA RESTITUSI UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMPIT TEUKU UMAR Junaidah, Sri Ulfa; Yanti, Hera; Subagyo, Tatang
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2024): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v9i2.58185

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis perencanaan segitiga restitusi untuk mewujudkan pendidikan karakter profil pelajar Pancasila di SMPIT Teuku Umar, 2) Menganalisis pengelolaan Segitiga Restitusi untuk mewujudkan pendidikan karakter profil pelajar Pancasila di SMPIT Teuku Umar, 3) Menganalisis pelaksanaan segitiga restitusi untuk mewujudkan pendidikan karakter profil pelajar Pancasila di SMPIT Teuku Umar, 4) Menganalisis pengawasan segitiga restitusi untuk mewujudkan pendidikan karakter profil pelajar Pancasila di SMPIT Teuku Umar. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan segitiga restitusi melalui sosialisasi kepada guru dan stake holder, memberikan pemahamaman tujuan dan prinsip-prinsip dasar dari segitiga restitusi, guru mengikuti lokakarya. (2) Pengawasan melalui supervisi terhadap segitiga restitusi serta pengawasan terhadap pelaksanaan program. Hasil dari manajemen segitiga restitusi yang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, pengelolaan, pelaksanaan dan pengawasan yang sistematis berhasil diterapkan untuk mewujudkan pendidikan karakter profil pelajar pancasila di SMPIT Teuku Umar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa SMPIT Teuku Umar berada pada tahap pengembangan yang sangat baik dalam penerapan Segitiga Restitusi.
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA EKSTRAKURIKULER DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DI SD NEGERI 3 NISAM KABUPATEN ACEH UTARA Maryana, Maryana; Yanti, Hera; Najmuddin, Najmuddin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34052

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan manajemen sarana dan prasarana ekstrakurikuler dalam meningkatkan kreativitas siswa di SD Negeri 3 Nisam Kabupaten Aceh Utara dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat penelitian lapangan. Informan berjumlah lima orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sarana dan prasarana ekstrakurikuler dalam meningkatkan kreativitas siswa sudah terencana dengan baik, tahapan perencanaan dimulai rapat perencanaan, penetapan kebutuhan sarana dan prasarana, perencanaan laporan kebutuhan dan perencanaan keuangan dengan membentuk tim perencanaan. Pelaksanaan sarana dan prasarana ekstrakurikuler dalam meningkatkan kreativitas siswa belum sepenuhnya baik. Pelaksanaan dilakukan dengan cara mengadakan sarana dan prasarana ekstrakurikuler tetapi masih kurang dalam kegiatan olahraga, pengadaan keuangan sarana dan prasarana ekstrakurikuler masih terbatas, pemanfaatan sarana dan prasarana dilakukan dengan baik dengan alakadarnya saja, serta pemeliharaan sarana dan prasarana yang masih kurang. Pengadaan sarana dan prasarana juga dilakukan meliputi menyewa, membeli barang, dan hibah/bantuan dari pemerintah. Evaluasi sarana dan prasarana ekstrakurikuler sudah dilakukan dengan baik. Evaluasi tersebut direalisasikan dengan menganalisis faktor pendukung dan penghambat manajemen sarana dan prasarana seperti kendala pemeliharaan barang yang teledor, rusak, hilang maka solusinya disampaikan kemanfaatan dan penggunaan dari barang-barang sarana prasarana tersebut secara kontinyu. Mengadakan pembinaan dan berdiskusi terkait masalah yang perlu diselesaikan adalah solusi dari kebersamaan dan kekompakkan yang tidak berjalan.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM MEMBENTUK 9 PILAR KARAKTER DI JENJANG TK KABUPATEN ACEH UTARA Khairunnisa, Khairunnisa; Yanti, Hera; Zahriyanti, Zahriyanti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisisi Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Membentuk 9 Pilar Karakter Di Jenjang TK Kabupaten Aceh Utara dengan focus pada fungsi dari manajemen yaitu: Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data dengan menggunakan wawacara, dokumentasi dan observasi. Adapun hasil dari pennelitian ini adalah: a) Perencanaan pendidikan anak usia dini dalam membentuk 9 pilar karakter di TK SBB Kupula dan SBB Al-Ijabah meliputi: (1) membuat rencana kegiatan harian yang dilakukan selepas pulang sekolah, para guru membahas pembelajaran dan bagaimana cara mengaplikasikan pembelajaran tersebut kepada siswa; (2) kepala sekolah dan guru membuat program semester berdasarkan modul PHBK, buku 9 pilar dan lesson plan; (3) mengumpulkan data dan dan analisis informaso yang penting terkait perkembangan siswa dengan mengirimkan buku penghubung kepada orang; (4) membuat alokasi dana khusus untuk mendukung pembelajaran dalam membentuk 9 pilar karakter yang aplikasikan dalam bentuk sarana dan prasarana. b) Pengorganisasian dalam pendidikan karakter di TK SBB Kupula dan SBB Al-Ijabah mencakup pembentukan tim, pembagian tugas, dan kolaborasi antara guru dan orang tua, yang semuanya berfungsi sebagai fondasi penting untuk keberhasilan implementasi program. Dalam tahap ini, pemilihan anggota tim dilakukan dengan cermat, memastikan bahwa setiap individu memiliki pemahaman dan komitmen terhadap nilai-nilai karakter yang diajarkan. c) Pelaksanaan pendidikan anak usia dini dalam membentuk 9 pilar karakter berpedoman pada modul-modul PHBK, Buku 9 Pilar Karakter, Lesson Plan/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPPH). Untuk prosedur pelaksanaan meliputi: Baris-berbaris, morning circle, jurnal, pilar, makan bersama, bermain bebas, sentra I dan II, kegiatan literasi/berlatih membaca, dan evaluasi. Dan yang terlibat dalam pelaksanaan ini adalah kepala sekolah, guru dan orang tua. d) Kepala sekolah melakukan pengawasan secara berkala dengan tujuan untuk memastikan bahwa semua kegiatan pendidikan karakter berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Melalui rapat rutin dengan guru dan observasi langsung di kelas, kepala sekolah dapat menilai kemajuan dan tantangan yang dihadapi dalam pembentukan karakter anak. Pengawasan ini tidak hanya bersifat evaluatif, tetapi juga sebagai dukungan bagi guru dalam mengimplementasikan pilar karakter. Hasil pengawasan kemudian digunakan sebagai dasar untuk merumuskan strategi perbaikan dan pengembangan program di masa mendatang, sehingga proses pembentukan karakter dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi siswa.
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SEKOLAH BOARDING SCHOOL AL-MUSLIMUN KABUPATEN ACEH UTARA Zulinar, Zulinar; Najmuddin, Najmuddin; Yanti, Hera
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42202

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru, fungsi manajemen yang diteliti dalam penelitian ini yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data observasai, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Perencanaan Kepala madrasah berperan dalam mengarahkan dan memfasilitasi guru-guru untuk menguasai materi yang akan diajarkan kepada peserta didik dengan cara memberikan pelatihan serta para guru diwajibkan untuk menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, sehingga mereka dapat menyampaikan pelajaran dengan berpedoman pada rencana pelaksanaan pembelajaran tersebut. 2) Pengorganisasian Kepala madrasah dalam upaya meningkatkan kinerja guru, yaitu membuat satuan kerja dengan cara melakukan pembagian tugas untuk guru sehingga guru paham alur dan tupoksi kerja nya masing-masing. 3) Pelaksanaan kepala madrasah dalam upaya meningkatkan kinerja guru banyak mendominasi kegiatan didalam kelas. Seperti pelaksanaan dalam menguasai materi yang akan diajarkan pada peserta didik dan juga guru harus mampu menguasai metode taktik mengajar agar pelaksanaan belajar mengajar berjalan dengan baik sehingga kinerja guru dapat meningkat. Selain itu guru juga diikutsertakan pada pelatihan, seminar, dll agar guru dapat meningkatkan kualitas kinerja nya. 4) Pengawasan dapat meningkatkan kinerja guru dibuktikan dengan kepala madrasah melakukan kontrol dan evaluasi terhadap seluruh program yang berjalan dengan baik maupun belum dapat terlaksana dengan maksimal. Pengawasan yang dilakukan dapat menjadi catatan kepala madrasah agar kinerja guru kedepannya menjadi lebih baik lagi.
Community Relations Management Based on Gayo Alang Tulung Customs and Community Participation in Junior High Schools Nora, Hestya Fitri; Iskandar, Iskandar; Yanti, Hera
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN SAINS Vol 6 No 3 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v6i3.2662

Abstract

This study aims to analyze community relations management based on Gayo Alang Tulung customs and its implications for community participation in junior high schools. The study used a qualitative approach with research subjects including Gayo traditional leaders, school community relations managers, and school principals. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation, while data analysis used data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of community relations management based on Gayo Alang Tulung customs has built harmonious communication between schools and the community, both in academic and non-academic activities. Alang Tulung values such as mutual assistance, mutual cooperation, and solidarity are the foundation for strengthening school-community relations, although the involvement of traditional leaders has not been fully optimal. School communication strategies that prioritize transparency, openness, and a persuasive approach have been proven to increase community trust and participation. The conclusion of this study confirms that community relations management based on local customs is effective in increasing community participation and strengthening the school's position as part of the socio-cultural community