Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI USAHA BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN LELE DUMBO DI KECAMATAN CISEENG BOGOR Yusdiarti, Arti; Robby, Assyifa Ni’matu; Arsyad, Apendi
JURNAL AGRIBISAINS Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.033 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v1i1.175

Abstract

ABSTRAKJumlah produksi benih ikan lele dumbo di Jawa Barat mengalami penurunan hal ini dibuktikan pada tahun 2010 sebanyak 1.061.783.000 ekor dan tahun 2012 sebanyak 788.821.000 ekor. Usaha budidaya pembenihan ikan lele dumbo membutuhkan beberapa input produksi sehingga diperlukan penelitian analisis pendapatan dan faktor-faktor produksiyang mempengaruhi produksi ikan lele sehingga dapat memaksimalkan keuntungan. Hasil analisis pendapatan tertinggi pada usaha budidaya pembenihan ikan lele dumbo di Kecamatan Ciseeng dengan luas kolam 3.000 – 3.500 m2 Rp 33.025.625 dan terendah 400 – 900 m2 sebesar Rp 4.063.024. Nilai R/C tertinggi sebesar 2,33 pada luas kolam 2.000 – 2.400 m2 dan terendah sebesar 1,27 pada luas kolam 3.000 – 3.500 m2. Hasil analisis fungsi produksi variabel-variabel benih, luas kolam, pakan, pupuk kandang, obat-obatan, kapur, tenaga kerja, pengalaman dan pendidikan dengan nilai Rsquare = 0,73 dan nilai Fhitung = 26,07. secara bersama-sama variabel-variabel tersebut berpengaruh terhadap produksi benih ikan lele dumbo di Kecamatan Ciseeng. Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa benih, pakan, tenaga kerja, pengalaman dan pendidikan berpengaruh nyata terhadap produksi.Kata Kunci: Analisis Pendapatan, analisis fungsi produksi, pembenihan ikan lele dumbo
ANALISIS KOMPARASI USAHATANI DAN MARGIN TATANIAGA USAHATANI WORTEL ORGANIK DAN WORTEL NON ORGANIK Saefullah, Lutfi; Arsyad, Apendi; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.88 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan pendapatan usahatani pertanian wortel organik dan non organik serta membadingkan marjin tataniaga dan saluran pemasaran serta Farmer’s Share dari pertanian wortel organik dan non organik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – September 2014 dan bertempat di Kecamatan Cisarua Kab. Bogor.. Penelitian ini disusun menggunakan metode analisis usahatani, marjin tataniaga, saluran pemasaran, Farmer’s Share dan Uji-t untuk perbandingannya. Hasil yang diperoleh dari analisis adalah pertanian organik memiliki nilai pendapatan lebih besar 5,51% dibanding non organik. Analisis perbandingan dengan Uji-t mendapatkan nilai t-hitung sebesar -0,247 dan t-tabel sebesar 2,048 yang artinya secara signifikan tidak terdapat perbedaan pendapatan dari pertanian wortel organik dengan non organik walupun ada perbedaan angka pada pendapatan.. Saluran pemasaran yang menguntungkan petani wortel non organik yaitu pada saluran 1 dengan nilai marjin tataniaga sebesar Rp 3.500/Kg dengan persentase 50% dan Farmer’s Share sebesar 50%, sedangkan pertanian non organik pada saluran 4 dengan marjin tataniaga sebesar Rp 15.500/Kg dengan persentase Farmer’s Share sebesar 22,50%.Kata kunci : Usahatani, marjin tataniaga, saluran pemasaran,Farmer’ Share
KARAKTERISTIK DAN TIPOLOGI HAK-HAK KEPEMILIKAN DALAM PERIKANAN ARTISANAL Apendi Arsyad; Tridoyo Kusumastanto; Rokhmin Dahuri; Asep Saefudin; Endriamo Soetarto
Buletin PSP Vol. 16 No. 2 (2007): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of the research is to explain about the rules of the traditional social institution, especially characteristic and typology of property rights on artisanal fishery management system at Abang island. Traditional institution pattern commonly has function for keeping continuity of coastal resources, so management that did by local fisherman society in coastal villages feel to keep well fishery resources and ecosystem, not disturbed by capture activity for example intake of rock, bombardment of fish and usage of potassium. Study case method that using is rural rapid appraisal (RRA) for coastal community. This research was done in Abang island village Galang subdistrict Batam city, try to identify and documentating several characteristic and typology of property rights on artisanal fishery at Abang island village. Based on result of research there are 8 fishing gears that dominant used by local fisherman, and other 2 modern fishing gears. Operation of trawl that has been prohibited based on Keppres No. 39/1980, still found in territorial water of Abang island. Eight of fishing gears that operated by fisherman, had fishing ground in around of territorial coastal water, farthermost catch fish by distance 3 or 4 miles from coast line. Generally fisherman here included small scale and traditional fisherman category, meant they become fisherman hereditarily, heritage of their parents, by using simply fishing gears, but they orientated to market, most of catch fish and prawn sold to merchant and tauke, called artisanal fisherman. For appliance catch selected like line, fisherman of Abang island catch fish collectively by using fish aggregating device cooperation result among fisherman. Most of fishing gears used by fisherman in this area are trap, line, longline, setnet, gillnet, fish cage, seine and fish-net. From a number of fishing gears divided again become some types, like net consist of beach seine, apollo net (trammelnet), trawl kara ( Lobster), stromateus net, gillnet and crab net.
AN ANALYSIS OF THE EFFECTS OF GOVERNMENT POLICY AND THE INVOLVEMENT OF STAKEHOLDERS ON THE PERFORMANCE OF MSMEs Sri Harini; Sudarijati Sudarijati; Apendi Arsyad
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis dan Kewirausahaan Volume 12 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.193 KB) | DOI: 10.24843/MATRIK:JMBK.2018.v12.i01.p02

Abstract

MSMEs have an important role to national development, so it needs to get the attention of government and society. This study aims to assesses the effect of government policy and the involvement of stakeholders (educational institutions, financial institutions, cooperatives, business associations, and NGOs) on the performance of MSMEs. This study uses a quantitative method, regression and correlation analysis. Results show that the government has paid special attention to MSMEs through Law No. 20 of 2008, as well as through the Cooperative and MSMEs service office. Involvement of stakeholders in training, coaching, mentoring, funding, and partnerships have played an important role in improving MSMEs performance. MSMEs hope that the government would amend laws and regulations, such as low taxes, simple bureaucracy and easy administrative procedures, would also assist their competitiveness. MSMEs also needs the sustainable involvement of stakeholders for their empowerment.
IMPLEMENTASI RANTAI PASOK PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.var Calina) YANG BERPIHAK PADA PETANI GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) Miftah, Himmatul; Nahraeni, Wini; Arsyad, Apendi; Novita, Ita; Masithoh, Siti; Yoesdiarti, Arti; Achmad, Muchransyah; Pramartaa , Ikhsan Qodri; Sulistiawati , Riri; Fazalika, Feri Dwi; Erika; Laksana, Shefira Gustiana; Ramadhan, Andhika Wahyu
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.026 KB) | DOI: 10.30997/qh.v8i1.4967

Abstract

Pepaya California (Carica papaya L. var Calina ) merupakan buah yang memiliki banyak manfaat dan sangat digemari di Indonesia, sehingga keberlanjutan pasokan papaya sangat dibutuhkan. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kondisi yang ada di Desa Cidolog Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu sentra papaya California di Jawa Barat adalah tingginya serangan hama, penanganan panen, pasca panen serta rantai pasok, belum adanya pengolahan untuk papaya inferior serta kelembagaan yang belum optimal. Penyuluhan kepada 30 orang anggota Gapoktan Harapan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai penanganan hama yang baik, penanganan panen dan pasca panen serta rantai pasok yang baik, pengolahan papaya inferior menjadi berbagai produk yang memberikan nilai tambah yang lebih baik, serta penguatan kelembagaan di gapoktan maupun di poktan melalui pengelolaan organisasi yang strategik sehingga dapat menghasilkan keberlanjutan pasokan papaya California. Pengetahuan petani meningkat 16% dari 54% saat pretest menjadi 70% saat postets. Penerimaan petani meningkat hingga 100% - 140% setalah pengabdian dengan rantai pasok baru ke Roemah Buah KN Jaya.
PENGEMBANGAN USAHATERNAK AYAM KAMPUNG (Gallus gallus domesticus) MELALUI STRATEGI PEMASARAN TERINTEGRASI Miftah, Himmatul; Mubarokah, Syaima Lailatul; arsyad, Apendi; Muchransyah; Syamsuddin, Azrin; Novita, Ita; Masithoh, Siti; Yoesdiarti, Arti; Farrizal, Fony
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v9i1.7336

Abstract

Ayam kampung (Gallus gallus domesticus) merupakan jenis unggas yang banyak digemari masyarakat karena rasanya yang unik dan banyak dijual di masyarakat. Di satu sisi permintaan cukup banyak namun di sisi lain peternak mengalami over supply sehingga harga yang diterima berfluktuasi yang berakibat pada berkurangnya minat untuk beternak ayam kampung, hal ini dialami oleh Wirnurauliah Berkah Farm. Permasalahan yang dijumpai dilakukan solusi pemecahannya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan dengan mengambil topik bidang pemasaran. Tujuan dari kegiatan adalah memberi pemahaman kepada pengelola Wirnurauliah Berkah Farm dan mitranya untuk memahami konsep strategi pemasaran terintegrasi meliputi: perencanaan produksi, bauran pemasaran, standarisasi dan grading, pentingnya pengelolaan dan pengolahan pasca panen, promosi, pengembangan kelembagaan usaha, pengembangan wilayah pasar dan contract farming. Kegiatan penyuluhan dilanjutkan dengan praktik pengemasan dan pendampingan usaha. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan oleh 9 orang dosen sebagai narasumber yang diikuti oleh 15 orang pengelola dan mitra. Melalui kegiatan penyuluhan ini peserta meningkat pengetahuannya sebesar 70% berdasarkan hasil pretest dan posttest. Target kegiatan ini selain meningkatnya pemahaman konsep pemasaran , keterampilan dan pengembangan produk baru guna menunjang keberlanjutan dan meningkatnya volume usaha
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN MARGIN PEMASARAN PISANG MENJADI OLAHAN PISANG ANALYSIS OF ADDED VALUE AND MARKETING MARGIN OF PROCESSED BANANA PRODUCTS AbdulAzizMubarok, ApendiArsyad
Jurnal Pertanian Vol. 6 No. 1 (2015): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.545 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan pengolahan pisang menjadi keripik dan salepisang, nilai tambah, dan margin pemasaran. Pengambilan data dilaksanakan di Kelurahan Dangdeur,Kecamatan Subang, dari bulan Agustus 2014 sampai September 2014. Metode penelitian menggunakananalisis deskriptif untuk menjelaskan keragaan pengolahan pisang, analisis nilai tambah menggunakananalisis Hayami, dan margin pemasaran menggunakan analisis margin pemasaran. Hasil penelitianmenunjukkan keragaan agroindustri sale pisang Industri Kecil “Srikandi” terdiri dari pengadaan bahanbaku pisang dan pengolahan pisang. Nilai tambah dari pengolahan pisang menjadi keripik pisang adalahRp 2.607,53/kg dengan rasio 27,04% yang tergolong bernilai tambah sedang yaitu 15–40%. Nilaitambah yang diperoleh dari pengolahan pisang menjadi sale pisang adalah Rp 3.217,91/kg dengan rasio42,27%, ini menunjukkan nilai tambah usaha pengolahan pisang menjadi sale pisang berkategori tinggikarena di atas 40%. Harga jual keripik pisang di tingkat produsen (Industri Kecil “Srikandi”) Rp 40.000.Pada saluran pemasaran tingkat I didapatkan margin Rp 17.542,96. Pada saluran II, pengecer tetapmembeli keripik pisang ke produsen seharga Rp 40.000 dan margin yang didapat adalah Rp 10.000.Harga jual sale pisang di tingkat produsen Rp 40.000. Pada saluran pemasaran I, margin yang didapatRp 24.507,62. Pada saluran II, pengecer tetap membeli sale pisang ke produsen seharga Rp 40.000 danmargin yang didapat adalah Rp 10.000,00.
STUDI KOMPARASI ANALISIS USAHA TANI DAN MARGIN TATA NIAGA PERTANIAN WORTEL ORGANIK DAN NON ORGANIK (STUDI KASUS WILAYAH KERJA BP3K KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT) LukmanSaifullah, ApendiArsyad
Jurnal Pertanian Vol. 5 No. 2 (2014): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v5i2.47

Abstract

Wortel (Daucus carota) merupakan tanaman hortikultura dari jenis sayuran yang dapatdibudidayakan secara organik dan non organik. Pertanian wortel memiliki nilai usaha tani, margintata niaga, dan saluran pemasaran yang dapat dianalisis untuk menentukan tingkat pendapatanpetani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelembagaan BP3K secara umum, membandingkanpendapatan usaha tani, margin, dan saluran pemasaran dari pertanian wortel organik dan nonorganik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-September 2014 dan bertempat di KecamatanCisarua, Kabupaten Bogor, dengan menggunakan metode analisis usaha tani, margin, saluranpemasaran, farmer’s share, dan uji-t untuk perbandingannya. Hasil yang diperoleh adalah pertanianorganik memiliki nilai pendapatan lebih besar 5,51% dibanding non organik. Analisis perbandingandengan uji-t mendapatkan nilai t-hitung sebesar -0,247 dan t-tabel sebesar 2,048, artinya secarasignifikan terdapat perbedaan pendapatan dari pertanian wortel organik dengan non organik.Saluran pemasaran yang menguntungkan petani wortel non organik yaitu pada saluran 1 dengannilai margin tata niaga sebesar Rp 3.500/kg (50%) dan farmer’s share sebesar 50%, sedangkanpertanian non organik pada saluran 4 dengan margin tata niaga sebesar Rp 15.500/kg denganpersentase farmer’s share sebesar 22,5%
ANALISIS KINERJA KOPERASI PRODUSEN TEMPE TAHU INDONESIA (KOPTI) DI KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT, DENGAN METODE BALANCED SCORECARD BALANCE SCORECARD PERFORMANCE ANALYSIS STUDY OF INDONESIAN FERMENTED SOYBEAN COOPERATIVE UNIT PRODUCER IN BOGOR, WEST JAVA PROVINCE ErwinAnton, ApendiArsyad
Jurnal Pertanian Vol. 5 No. 1 (2014): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.139 KB) | DOI: 10.30997/jp.v5i1.53

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, persaingan lingkungan bisnis pertanian khususnya koperasi semakinketat. Perencanaan strategis yang tepat merupakan suatu faktor yang harus diperhatikan untukmencapai target yang diinginkan. Pengukuran kinerja perlu dilakukan untuk mengevaluasi kinerjamanajemen koperasi secara menyeluruh dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard.Balanced Scorecard merupakan alat ukur kinerja yang menyeimbangkan empat perspektif, yaituperspektif pelanggan, perspektif keuangan, perspektif proses bisnis intenal, serta perspektifpembelajaran dan pertumbuhan. Studi analisis kinerja KOPTI Kabupaten Bogor ini menggunakanmetode balanced scorecard yang dinilai secara keseluruhan mencapai hasil yang cukup baik dengantotal capaian keseluruhan dari keempat perspektif balanced scorecard tersebut adalah sebesar72,9%. Hal ini berarti bahwa kinerja KOPTI Kabupaten Bogor pada tahun 2012 tergolong dalamkategori sangat sehat (A) karena total skor berada pada selang 65<total skor<80. Total skor padaperspektif pelanggan sebesar 8,58%, total perspektif keuangan sebesar 17,88%, total perspektifproses bisnis internal sebesar 17,60%, dan total perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sebesar28,84%.
Application of Importance Performance Analysis (Ipa) Method to Develop Intellectual Capital in Creative SMEs Sudarijati, Sudarijati; Arsyad, Apendi; Harini, Sri
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v9i2.9820

Abstract

Creative SMEs in Bogor face increasingly sharp competition, both from domestic and foreign products. To support creative SMEs in producing quality products, the role of intellectual capital is very important. Intellectual capital plays a role in improving employee performance and in the long term will influence the performance of SMEs. Apart from that, this capital can be used as a tool to evaluate employee performance so that companies can anticipate the needs of SMEs in the future. This research aims to determine the extent to which the quality of intellectual capital meets the satisfaction and expectations of Creative SME managers as well as strategies for developing the quality of intellectual capital. Data collection was carried out through observations, distributing questionnaires and interviews. Data analysis uses the IPA (Importance Performance Index) method. The sampling technique used purposive sampling, with the number of respondents being 100 Creative UKM managers. The results of the IPA analysis of 43 attributes show that the information system in providing accurate and up-to-date data as well as production SOPs must be evaluated and improved. Apart from that, the speed of the transaction processing performance also needs to be improved. Based on the gap analysis between actual performance and expectations, it shows that the level of conformity between performance and expectations in intellectual capital is in the very suitable category. The intellectual capital development strategy includes conducting training on e-commerce for creative SME entrepreneurs and preparing SOPs related to SME operational functions.