Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Mining Insight

Analisis Perbandingan Kadar Nikel (Ni) dan Besi (Fe) pada Lokasi Pengeboran dan Lokasi Penambangan PT. Almharig Mineral Provinsi Sulawesi Tenggara Jafar, Nurliah; Kadar, Muhammad Ilham; Alrasyid, Vandy Fadli
Jurnal of Mining Insight Vol 1 No 3 (2023): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v1i3.215

Abstract

One of the obstacles in nickel mining is the change in nickel (Ni) and iron (Fe) content from drilling data that does not match the content at the mining location. The study aims to determine the percentage change in nickel (Ni) and iron (Fe) content from drilling data with the mining location. The research method includes processing samples from drilling results and results at the mining location in the laboratory to determine the comparison of content. The next stage is processing and analyzing content data to determine the average nickel and iron content. The results of the identification of drill point data produced an average content of Ni = 1.90% and Fe = 22.86%. While the average content at the mining location is Ni = 1.86% and Fe = 20.55%. Furthermore, the difference in content at the drilling location and at the mining location can be seen, namely Ni = 0.04% and Fe = 2.31%. From the research results, it can be concluded that the levels of identification results at the drilling location have different levels compared to those at the mining location, where the percentage comparison of nickel levels is 0.04% while iron is 2.31%.
Analisis Geokimia Batuan Penyebab Terjadinya Air Asam Tambang Daerah Salomekko Kabupaten Bone Sulawesi Selatan HS Kandora, Tri Andriyani; Rauf, Jamal; Kadar, Muhammad Ilham
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 3 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i3.280

Abstract

Air Asam Tambang merupakan salah satu isu lingkungan yang berpotensi terjadi di kegiatan penambangan baik batubara maupun bijih. Penelitian yang dilakukan pada bekas penambangan mangan berlokasi di Bone tepatnya di Daerah Salomekko Kabupaten Bone dalam penelitian dapat diketahui geokimia batuan penyebab terjadinya air asam tambang dilokasi penelitian berdasarkan kandungan unsurnya. Analisis Scanning Electron Microscopy Electron Dispersive X-ray (SEM-EDX) banyak digunakan sebagai karakterisai suatu material karena mampu mendapatkan hasil topologi dan nilai konsentrasi atomik dari suatu bahan. Metode AAS berprinsip pada absorpsi cahaya oleh atom. analisis SEM-EDX pada batuan ditemukan adanya unsur Sulfur (S), Mangan(Mn), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn). Air pada settling pond dilakukan analisis AAS untuk mengetahui kualitas airnya, hasil yang ditemukan nilai pH air yang bersifat asam yaitu 2,1 dan unsur-unsur yang ditemukan yaitu Al, Mn, Fe, dan H2S. Unsur pembentuk air asam tambang ditemukan pada settling pond yaitu H2S dengan kadar 0,001 mg/L. Air pada settling pond harus dilakukan treatment penetralan sebelum dialirkan ke pembuangan, dalam hal ini sungai atau pada daerah pertanian di lokasi penelitian.
Analisis Penirisan Air Tambang pada PT Citra Lampia Mandiri Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan Heriansyah, Andi Fahdli; Munir, Abdul Salam; Kadar, Muhammad Ilham
Jurnal of Mining Insight Vol 3 No 1 (2025): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v3i1.288

Abstract

PT Citra Lampia Mandiri melakukan kegiatan penambangan dengan sitem tambang terbuka, Pada area tambang terbuka air hujan akan terakumulasi pada area penambangan akibat adanya bukaan tambang. Akumulasi air hujan tersebut akan menyebabkan terjadinya genangan air yang mengindikasikan sistem penyaliran dan penirisan yang kurang baik. Metode penirisan pada pit Landau Utara yaitu dengan menempatkan pond pada dasar tambang yang berfungsi untuk menampung seluruh air limpasan. Berdasarkan hasil penelitian debit air yang masuk ke lokasi tambang Landau Utara sebesar 364,819 m3/jam kemudian terakumulasi pada area penambangan sebanyak 1.875 m3, volume pond yang digunakan untuk menampung air sebesar 7.500 m3, pompa yang digunakan adalah 1 unit pompa sentifugal dengan kapasitas pompa 600.00 ltr/jam dengan Rpm 1200. Sehingga untuk mengeluarkan air pada area penambangan membutuhkan waktu 3 jam. Namun pompa yang digunakan saat ini belum memadai untuk mengantisipasi volume air yang masuk pada area penambangan saat musim hujan. Optimalisasi dapat dilakukan dengan menambahkan 3 unit pompa sentrifugal dengan kapasitas pompa yang sama agar proses penambangan lebih efektif.