Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Distribusi dan Karakteristik Habitat Perkembangbiakan Larva Anopheles di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara Rusdiyah Rusdiyah; Imam Bachtiar; Abd. Gafur; Nayodi Permayasa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1854

Abstract

The high number of malaria cases in Mandailing Natal Regency, especially in the work area of the Siabu Health Center, shows that malaria eradication in Mandailing Natal Regency has not been carried out optimally, so it is necessary to have basic data on bionomic Anopheles mosquito vectors, especially larval breeding habitats. This study aims to identify potential breeding habitats for Anopheles larvae and their distribution through mapping using GPS. Data was collected by observing the potential habitat of Anopheles larvae and observing their physical and biological environment. Observation of Anopheles larvae was carried out using the larval scavenging method. The results showed that the types of Anopheles larvae breeding habitat in the working area of the Siabu Health Center were rice fields and ponds. The water temperature in the breeding habitat ranges from 27oC to 30oC. The entire breeding habitat of Anopheles larvae was exposed to direct sunlight. The salt levels in the breeding habitat was 0‰, with a pH of 7-8. The characteristics of the habitat found in the working area of the Siabu Health Center is a potential breeding ground for Anopheles larvaeKeywords: malaria; Anopheles; larvae; breeding habitat ABSTRAK Masih tingginya kasus malaria di Kabupaten Mandailing Natal terutama di wilayah kerja Puskesmas Siabu, memperlihatkan bahwa pemberantasan malaria di Kabupaten Mandailing Natal belum terlaksana secara optimal, sehingga  perlu adanya data dasar bionomik vektor nyamuk Anopheles, khususnya habitat perkembangbiakan larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi habitat perkembangbiakan potensial larva Anopheles dan distribusinya melalui pemetaan dengan GPS. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati habitat potensial larva Anopheles dan mengamati lingkungan fisik dan biologinya. Pengamatan larva Anopheles dilakukan dengan metode pencidukan larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis habitat perkembangbiakan larva Anopheles di wilayah kerja Puskesmas Siabu adalah sawah dan kolam. Suhu air pada habitat perkembangbiakan berkisar 27oC sampai 30oC. Seluruh habitat perkembangbiakan larva Anopheles terkena paparan sinar matahari langsung. Kadar garam pada habitat perkembangbiakan yaitu 0‰, dengan pH 7-8. Karakteristik habitat yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Siabu adalah potensial untuk tempat perkembang biakan larva AnophelesKata kunci: malaria; Anopheles; larva; habitat perkembangbiakan
The Influence of Social and Environmental Factors on the Behavior of Using Personal Protective Equipment (PPE) When Driving on Students of SMK Muammadiyah Aek Kanopan in North Labuhan Batu Regency: Cross Sectional Study Fauziah Gusvita Syarah; Nayodi Permayasa; Asdi Lastari; Dwiana Kartika Putri
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 1 (2025): IJHET May 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i1.270

Abstract

Traffic safety is one of the important aspects in community life that is often ignored, especially by the adolescent age group. Students are a productive age group who often use motorbikes as their main means of transportation to school or other activities. This makes them one of the groups that are vulnerable to traffic accidents, especially when they do not use Personal Protective Equipment (PPE) when driving. To analyze the Influence of Social and Environmental Factors on the Behavior of Using PPE for Driving on Students of SMK Muammadiyah Aek Kanopan in North Labuhanbatu Regency, the type of observational study with a cross-sectional design, the population of all students in grades X and XI, as many as 330 people. From the population, a sample of 142 respondents was determined in 2025, the sampling technique used a non-probability sampling technique with a purposive sampling method, Peer Influence = p (0.001), Traffic Safety Education Received at School = p (0.001), Distance from Home to School = p (0.001), Access to Proper PPE = p (0.001) have an effect on the use of PPE while driving. While the most influential variable is traffic safety education received at school (Exp (b) = 7.984. This study concludes that peers, traffic safety education, distance from home to school, and access to PPE have a significant effect on the use of PPE while driving, with traffic safety education as the most dominant factor.
Strengthening Public Understanding of Household K3 as an Effort to Prevent Accidents and Daily Health Risks in Ujung Padang Subdistrict Nayodi Permayasa; Asdi Lastari; Fauziah Gusvita Syarah; Rahmat Rizki Siregar
International Journal of Community Service Implementation Vol. 3 No. 1 (2025): IJCSI JUNE 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijcsi.v3i2.304

Abstract

Occupational Safety and Health (K3) is not only important in formal work environments, but is also very relevant in home life. Many domestic accidents occur due to a lack of public understanding of the basic principles of K3, such as electrical hazards, fires, and handling minor injuries. This community service activity aims to improve public understanding in Ujung Padang Village, Padangsidimpuan City, regarding the importance of implementing K3 households as an effort to prevent daily risks. The implementation method is carried out directly through lectures, interactive discussions, demonstrations, and simulations. A total of 40 residents actively participated in this activity. Evaluation using pre-tests and post-tests showed a significant increase in participants' understanding of hazard identification and preventive measures at home. The results of the activity prove that community-based K3 education is effective in forming an alert attitude and safe behavior. This program is expected to be a model for sustainable development to create a culture of safety awareness from home
Efektivitas Kebijakan Kesehatan dalam Meningkatkan Pengelolaan Limbah Medis di Puskesmas Labuhan Rasoki Kota Padangsidimpuan: The Effectiveness of Health Policies in Improving Medical Waste Management Rizky Syahriani Putri; Owildan Wisudawan; Haslinah Ahmad; Masnilam Hasibuan; Anto J. Hadi; Nayodi Permayasa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.5203

Abstract

Latar belakang: Pengelolaan limbah medis yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat, petugas kesehatan, serta lingkungan sekitar. Kota Padangsidimpuan, seperti kota-kota di Indonesia, menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah medis yang aman dan ramah lingkungan di fasilitas kesehatan, termasuk di Puskesmas Labuhan Rasoki. Meskipun telah ada kebijakan dan regulasi yang mengatur pengelolaan limbah medis, namun implementasinya seringkali masih belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas kebijakan kesehatan dalam meningkatkan pengelolaan limbah medis di Puskesmas Labuhan Rasoki Kota Padangsidimpuan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian terdiri dari 3 orang yaitu Kepala Puskesmas Labuhan Rasoki, Petugas Kesehatan Lingkungan, dan Pembimbing Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan. Penelitian dilakukan di Puskesmas Labuhan Rasoki Kota Padangsidimpuan dan dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2024. Pemilihan informan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi dan wawancara mendalam (indepth interview), serta analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil: Penelitian didapati kebijakan kesehatan yang diambil dalam penanganan limbah medis di Puskesmas Labuhan Rasoki sudah memenuhi syarat mengkuti Permen LHK No: P.56/Men LHK Sekjen/2015 tentang tata cara dan persyaratan teknis pengolahan limbah B3 dari Fasyankes dan PMK No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas. Fasilitas pengelolaan limbah medis sudah memadai serta penanganan vektor juga sudah mengikuti peraturan keputusan Kepala Bapeda No. I Tahun 1995 tentang tata cara persyaratan teknis penyimpanan dan pengumpulan limbah bahan berbahaya dan berancun. Kerja sama juga sudah dijalin dengan pihak ke 3 yaitu PT. Rona Uli Jaya Utama terkait pengankutan limbah medis. Tetapi belum adanya dilakukan pelatihan tentang pengolahan limbah medis sebagai penunjang kinerja petugas limbah medis baik dari pihak puskesmas maupun pihak ke 3 atau dinas kesehatan. Kesimpulan: Pengelolaan limbah medis di Puskesmas Labuhan Rasoki sudah berjalan dengan baik dimana kebijakannya mengikuti permen LHK nomor P.56/menlhk-setjen/2015 sebagai dasar pengolahan limbah medis serta fasilitas yang tersedia sudah memadai dan telah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga namun untuk kompetensi staf belum pernah dilakukan pelatihan terkait pengelolaan limbah medis.
Analisis Praktik Sanitasi dan Higiene Makanan Pada Pengelola Rumah Makan di Kota Padangsidimpuan: Analysis of Food Sanitation and Hygiene Practices to the Manager of the Restaurant in Padangsidimpuan City Eva Khoiriyah Harahap; Owildan Wisudawan; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad; Lucy Widasari; Nayodi Permayasa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.5204

Abstract

Latar belakang: Upaya higiene dan sanitasi pengelola rumah makan merupakan kebutuhan utama terhadap terwujudnya makanan dan minuman aman, oleh karena itu keadaan higiene dan sanitasi pengelola rumah makan tidak memenuhi syarat akan memperbesar kemungkinan pencemaran serta kerusakan makanan yang ada sejak dimulai dari proses pengadaan bahan sampai pada penyajian makanan serta berdampak buruk pada kesehatan. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis praktik sanitasi dan higiene makanan pada pengelola rumah makan di Kota Padangsidimpuan. Metode: Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Desember 2023 sampai dengan Januari 2024. Populasi dan sampel adalah seluruh pengelola rumah makan di Kota Padangsidimpuan sebanyak 81 pengelola rumah makan dengan teknik pengambilan sampel secara total sampel. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner terstruktur yang dirancang khusus untuk mengumpulkan data tentang praktik sanitasi dan higiene makanan. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang telah disebarkan kepada pengelola rumah makan yang menjadi sampel penelitian. Data dianalisis secara univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pengelola makanan (p=0,001), kondisi sanitasi (p=0,002), praktik kebersihan dan higiene personal (p=0,001), penyimpanan makanan (0,001) dan penggunaan bahan makanan segar (p=0,004) berpengaruh terhadap praktik sanitasi dan higiene makanan. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah penyimpanan makanan dengan nilai Exp.(B)= 17,214. Kesimpulan: Temuan penelitian ini diperoleh bahwa praktik sanitasi dan higine makanan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan pengelola makanan dan penyimpanan makanan, sehingga dibutuhkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola tentang praktik kebersihan dan higiene personal rumah makan.
Pengaruh Proactive Personality, Professionalism Dan Organizational Comitment Petugas Puskesmas terhadap Penanganan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pijorkoling Kota Padangsidimpuan: The Influence of Proactive Personality, Professionalism and Organizational Commitment of Puskesmas Staff on Hypertension Working Area of Pijorkoling Puskesmas Padangsimpuan City Intan Yusvita Sari Nasution; Alprida Harahap; Haslinah Ahmad; Owildan Wisudawan B; Anto J. Hadi; Nayodi Permayasa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5: MAY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5298

Abstract

utama penyakit jantung dan pembuluh darah. Penanganan yang efektif terhadap hipertensi memerlukan peran yang kuat dari petugas kesehatan, terutama petugas di puskesmas yang berperan langsung dalam memberikan layanan kesehatan primer kepada masyarakat. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengaruh proactive personality, professionalism dan organizational comitment petugas puskesmas terhadap penanganan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pijorkoling Kota Padangsidimpuan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan menggunakan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pijorkoling. Penelitian ini dilaksanakan Januari sampai dengan Februari 2024. Populasi adalah seluruh pegawai Puskesmas Pijorkoling sebanyak 125 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian petugas kesehatan yang bersentuhan langsung dengan penanganan hipertensi sebnayak 41 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: petugas kesehatan yang bersentuhan langsung dengan penanganan hipertensi, bekerja di Puskesmas Pijorkoling, dan petugas kesehatan bersedia menjadi subyek penelitian dengan menandatangani lembar persetujuan. Instrumen penelitian adalah kuesioner penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data. Data dianalisis secara univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proactive personality (p=0,001), profesionalism (0,004), organization comitmen (0,002) berpengaruh terhadap penaganan hipertensi. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah proactive personality dengan nilai Exp (B)=25,876. Kesimpulan: Penanganan hipertensi pada petugas kesehatan sangat dipengaruhi faktor proactive personality, profesionalism, organizational. Diharapkan agar petugas kesehatan khususnya di Puskesmas Pijorkoling untuk meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi dan keaktifan dalam bekerja.
Determinan Kinerja Tenaga Kesehatan terhadap Akreditasi Puskesmas Sosopan Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas: Determinants of Health Performance on Accreditation of Sosopan Health Center, Sosopan District, Padang Lawas District Ikrima Daulay; Haslinah Ahmad; Owildan Wisudawan B; Anto J. Hadi; Masnilam Hasibuan; Nayodi Permayasa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5: MAY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5299

Abstract

Latar belakang: Akreditasi Puskesmas merupakan suatu proses penting yang menilai dan menjamin mutu layanan kesehatan yang disediakan oleh Puskesmas. Kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas menjadi faktor kunci dalam mencapai standar yang diperlukan untuk memperoleh akreditasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kinerja tenaga kesehatan terhadap akreditasi Puskesmas Sosopan Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas. Metode: Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sosopan Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas selama Desember 2023 sampai dengan Januari 2024. Populasi dan sampel adalah seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Sosopan sebanyak 65 orang dan pengambilan sampel secara total sampel (exhaustic sampling). Pengumpulan data dengan menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner penelitian yang diberikan kepada sampel serta pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Penelitian diperoleh bahwa motivasi (p=0,001), insentif (p=0,001), pelatihan (p=0,001), penghargaan (p=0,008), masa kerja (p=0,002), sarana dan prasarana (p=0,006) berpengaruh terhadap akreditasi Puskesmas Sosopan. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah insentif dengan nilai Exp (B)= 7,033. Kesimpulan: Akreditasi puskesmas dipengaruhi oleh faktor motivasi, insentif, pelatihan, penghargaan, masa kerja dan sarana prasarana sehingga diperlukan dinas kesehatan memfasilitasi pegawai puskesmas untuk mengikuti pelatihan untuk akreditasi.
Analisis Kepatuhan Siswa SMAN 1 Kejuruan Muda Aceh Tamiang dalam Menerapkan Keselamatan Berkendara Bermotor: Pendekatan Cross-Sectional Putri, Dwiana Kartika; Wardani , Ivana; Permayasa, Nayodi; Lastari , Asdi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan berkendara bermotor penting untuk mengurangi kecelakaan, terutama di kalangan pelajar. Meskipun sepeda motor banyak digunakan siswa SMA, tingkat kepatuhan terhadap aturan keselamatan masih rendah. Di Aceh Tamiang, jumlah kecelakaan yang melibatkan siswa meningkat, menunjukkan perlunya perhatian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan siswa dalam keselamatan berkendara, seperti pengetahuan, pengaruh teman sebaya, dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk analisis kepatuhan siswa sman 1 kejuruan muda aceh tamiang dalam menerapkan keselamatan berkendara bermotor. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian terdiri dari 270 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan berkendara (p = 0,001), dengan 93,6% siswa yang kurang pengetahuan tidak mematuhi keselamatan. Pengaruh teman sebaya dan keluarga juga signifikan (p = 0,001), di mana 98,1% siswa yang terpengaruh negatif oleh teman sebaya dan 96,7% siswa dengan pengaruh keluarga negatif tidak mematuhi keselamatan berkendara. Pengetahuan, pengaruh teman sebaya, dan pengaruh keluarga berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan siswa dalam keselamatan berkendara bermotor. Diperlukan peningkatan program edukasi keselamatan berkendara yang melibatkan sekolah, keluarga, dan teman sebaya, serta kebijakan yang lebih tegas dari pihak sekolah untuk meningkatkan kepatuhan siswa.