Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Relationship Between Elderly Knowledge and the Incidence of Gout in Blangreuling Village, Bireuen Regency Sri Wahyuni; Firayani, Firayani; Zainab, Zainab; Mutia, Mutia; Ayu Sabila; Nova Eliza; Dek Opra; Rini Fitriani; Khairul Moliza; Lutvia Humaira; Eliana, Eliana
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uric acid, or gout, is a form of inflammatory arthritis caused by the accumulation of monosodium urate crystals in the joints. This buildup occurs due to increased uric acid levels in the blood (hyperuricemia), which can result from excessive uric acid production or inefficient excretion through the kidneys. This study aims to determine the relationship between elderly knowledge and the incidence of gout in Blangreuling Village. The research employs a cross-sectional design and involves elderly individuals in Blangreuling Village. The total population consists of 36 people, with the sample also comprising 36 individuals using a total sampling technique. Data was collected through questionnaires and secondary data, then analyzed using descriptive analysis to identify the relationship between elderly knowledge and gout incidence. The study results show that 22 elderly individuals (61.11%) have good knowledge, while 14 individuals (38.88%) have less knowledge. Additionally, 20 elderly individuals (55.55%) were diagnosed with gout. Bivariate analysis results indicate a significant relationship between knowledge and gout incidence (p < 0.05). This study is expected to contribute to a better understanding of gout among the elderly in rural communities and inform targeted public health interventions, as well as the development of effective prevention and management strategies for gout in the elderly population of Blangreuling Village.
Literasi Multikultural di Pondok Pesantren: Membangun Kesadaran Sosial Melalui Pojok Belajar di Pondok Pesantren Al-Amin Gersik Lombok Barat NTB Budiman; Samsul Hakim; Alfan Hadi; Mustiani; Isniawati; Meli Ariana; Susilawati; Herlinawati Priskadewi; Yulia Safitri; Nurhasanah; Fina Andriani; Rini Fitriani; Sarniati; Nur Azlinda; Khafi Fatul Insani; Ratnawati; Suniati
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah pentingnya literasi multikultural dalam konteks pendidikan di Indonesia, khususnya di pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan literasi multikultural di Pondok Pesantren Al-Amin Gersik melalui implementasi Pojok Belajar. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada pemanfaatan potensi yang ada di masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran sosial di kalangan santri, ditunjukkan melalui partisipasi aktif mereka dalam kegiatan Pojok Belajar. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa Pojok Belajar dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan literasi multikultural dan kesadaran sosial di pondok pesantren.