Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK MUMAYYIZ AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA Reza Maulan Putra; Rini Fitriani; Zuleha Zuleha
Meukuta Alam : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 3, No 2 (2021): MEUKUTA ALAM : JURNAL ILMIAH MAHASISWA
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/ma.v3i2.141

Abstract

Perlindungan Hukum yaitu memberikan pengayoman kepada hak asasi manusia yang dirugikan orang lain dan perlindungan tersebut diberikan kepada masyarakat agar mereka dapat menikmati semua hak-hak yang diberikan oleh hukum, Perlindungan hukum terhadap anak yang belum mumayyiz akibat korban perceraian orang tuanya, Anak belum mumayyiz mendapatkan hak asuh dari pada kedua orang tuanya, ketentuan Pasal 105 huruf a komplikasi hukum islam menegaskan bahwa dalam hal terjadinya perceraian Pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif yang juga didukung oleh metode penelitian yuridis empiris,  sebuah penelitian hukum yang berupaya untuk melihat hukum dalam artian yang nyata atau dapat dikatakan melihat, meneliti bagaimana bekerjanya hukum di masyarakat. Pengaturan Hukum tentang hak asuh anak di atur dalam pasal 1 Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 , Pasal 41 Undang-Undang Nomor  1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam (KHI).Perlindungan hukum terhadap anak yang belum mumayyiz akibat korban perceraian orang tuanya, sang anak akan mendapatkan perlindungan hak asuh sesuai Pasal 41 Undang-Undang Nomor  1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan atau  Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam (KHI).
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DALAM RUMAH TANGGA Rini Fitriani; Marlina Marlina
JURNAL MERCATORIA Vol 2, No 1 (2009): JURNAL MERCATORIA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/mercatoria.v2i1.672

Abstract

Anak merupakan amanah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga dan dilindungi oleh masyarakat, pemerintah dan orang tua. Anak dianggap sebagai harta kekayaan yang paling berharga dibanding dengan kekayaan harta benda lainnya. Orang tua seharusnya menjadi orang pertama dan utama yang memberikan perlindungan terhadap anak dari segala bentuk tindak pidana termasuk kekerasan seksual. Kenyataan menunjukan bahwa banyak terjadi kekerasan seksual di dalam rumah tangga dilakukan oleh orang orang terdekat anak, seperti orang tua, saudara, paman atau orang yang berada dalam lingkungan keluarga tersebut. Kasus kekerasan seksual tidak terungkap di media massa karena masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Pemerintah berusaha memberikan perlindungan terhadap anak dari tindakan kekerasan seksual  dalam rumah tangga dengan memberikan saksi yang berat terhadap pelaku, meningkatkan peranan masyarakat dalam perlindungan terhadap anak dan perlindungan khusus terhadap anak korban kekerasan seksual. Perlindungan hukum tersebut diatur dalam Undang-Undang RI Nomor. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang RI No. 32 Tahun 2004 tentang Pemberantasan Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga. 
PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PELANGGARAN HAK CIPTA TERHADAP PENGGANDAAN BUKU TANPA IZIN (Studi Penelitian Di Kota Langsa) Moris Johanes Sintindaon; Zainuddin Zainuddin; Rini Fitriani
Meukuta Alam : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4, No 1 (2022): MEUKUTA ALAM : JURNAL ILMIAH MAHASISWA
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/ma.v4i1.157

Abstract

Pelanggaran penggadaan buku tanpa izin memiliki hukuman berupa sanksi pidana yang diatur dalam Undang Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Pelanggaran hasil hak cipta terkait penggandaan buku terlihat nyata dengan adanya beberapa pengusaha fotocopi, dengan sengaja membiarkan menjual barang hasil hak cipta berupa fotocopi buku tanpa izin di Kota Langsa. Dengan adanya pelanggaran hak cipta terkait fotocopi buku, tetapi tidak ada penanggulangan tindak pidana dari penegak hukum. Pengaturan hukum tentang pelanggaran hak cipta terkait penggandaan buku tanpa izin diatur dalam Pasal 9 ayat (3) Pasal 10, Pasal 113, dan Pasal 114 Undang Undang Hak Cipta.Hambatan penegak hukum belum pernah melakukan penegakan hukum, karena tidak adanya laporan maupun aduan dari pencipta buku, pencipta dan pemegang hak cipta tidak peduli terkait adanya pelanggaran penggandaan buku dan aturan hukum tentang perlindungan hak cipta belum diketahui dan dimengerti oleh masyarakat umum. Penanggulangannya adalah kepada penegak hukum untuk lebih menunjukan kemauan yang kuat untuk meneggakan perlindungan terhadap suatu hak cipta, perlu adanya kesadaran dari pemegang hak cipta untuk mengaduhkan atau melaporkan terkait penggandaan buku untuk menanggulangi maraknya pelanggaran penggandaan buku tanpa izin dan memberikan sosialisasi continue ke masyarakat mengenai aturan hukum tentang hak cipta terkait penggandaan buku, agar masyarakat mengetahui aturan mengenai hak cipta dan apabila dilanggar akan dikenakan sanksi
Implementasi Manajemen Kewirausahaan pada Usaha yang Dimiliki Generasi Z di Era Digitalisasi (Studi Kasus : Dani Orchids) Rini Fitriani; Mashudi Mashudi
Pekobis : Jurnal Pendidikan, Ekonomi, dan Bisnis Vol 8, No 1 (2023): PEKOBIS
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pekobis.v8i1.P1-14.29757

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi manajemen kewirausahaan pada usaha yang dimiliki oleh Generasi Z di era digitalisasi dengan pendekatan karakteristik unik yang dimiliki oleh Generasi Z. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan dengan jenis studi kasus. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer yang digali dengan menggunakan metode wawancara kepada informan dan observasi. Informan dalam penelitian ini yakni Setiawan Ramadhani atau biasa dipanggil Dani. Dani merupakan pemilik dari “Dani Orchids”. Data hasil wawancara dan observasi tersebut untuk selanjutnya dilakukan pengorganisasian, penganalisisan, dan penginterpretasian data non-numerik menjadi sebuah informasi untuk digunakan sebagai acuan analisis naratif. Temuan dari penelitian ini yakni implementasi manajemen kewirausahaan di Dani Orchids sudah diterapkan dalam bentuk perencanaan pengembangan usaha di masa yang akan datang, pembukuan yang sudah menggunakan aplikasi digital, pengontrolan usaha yang dilakukan secara online. Akan tetapi penerapan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan teori karena usaha tersebut belum didaftarkan pada instansi terkait. Hal ini dikarenakan Generasi Z menyukai hal-hal yang bersifat praktis. Karakteristik Generasi Z merupakan menyukai kebebasan berkreasi dan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi karena keoptimisan mereka dalam menghadapi tantangan di era digital ini.
The Relationship Between Elderly Knowledge and the Incidence of Gout in Blangreuling Village, Bireuen Regency Sri Wahyuni; Firayani, Firayani; Zainab, Zainab; Mutia, Mutia; Ayu Sabila; Nova Eliza; Dek Opra; Rini Fitriani; Khairul Moliza; Lutvia Humaira; Eliana, Eliana
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uric acid, or gout, is a form of inflammatory arthritis caused by the accumulation of monosodium urate crystals in the joints. This buildup occurs due to increased uric acid levels in the blood (hyperuricemia), which can result from excessive uric acid production or inefficient excretion through the kidneys. This study aims to determine the relationship between elderly knowledge and the incidence of gout in Blangreuling Village. The research employs a cross-sectional design and involves elderly individuals in Blangreuling Village. The total population consists of 36 people, with the sample also comprising 36 individuals using a total sampling technique. Data was collected through questionnaires and secondary data, then analyzed using descriptive analysis to identify the relationship between elderly knowledge and gout incidence. The study results show that 22 elderly individuals (61.11%) have good knowledge, while 14 individuals (38.88%) have less knowledge. Additionally, 20 elderly individuals (55.55%) were diagnosed with gout. Bivariate analysis results indicate a significant relationship between knowledge and gout incidence (p < 0.05). This study is expected to contribute to a better understanding of gout among the elderly in rural communities and inform targeted public health interventions, as well as the development of effective prevention and management strategies for gout in the elderly population of Blangreuling Village.
Literasi Multikultural di Pondok Pesantren: Membangun Kesadaran Sosial Melalui Pojok Belajar di Pondok Pesantren Al-Amin Gersik Lombok Barat NTB Budiman; Samsul Hakim; Alfan Hadi; Mustiani; Isniawati; Meli Ariana; Susilawati; Herlinawati Priskadewi; Yulia Safitri; Nurhasanah; Fina Andriani; Rini Fitriani; Sarniati; Nur Azlinda; Khafi Fatul Insani; Ratnawati; Suniati
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah pentingnya literasi multikultural dalam konteks pendidikan di Indonesia, khususnya di pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan literasi multikultural di Pondok Pesantren Al-Amin Gersik melalui implementasi Pojok Belajar. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada pemanfaatan potensi yang ada di masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran sosial di kalangan santri, ditunjukkan melalui partisipasi aktif mereka dalam kegiatan Pojok Belajar. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa Pojok Belajar dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan literasi multikultural dan kesadaran sosial di pondok pesantren.
SURVEY OF THE EFFECTIVENESS OF THE FREE NUTRITIONAL MEAL PROGRAM (MBG) FOR STUDENTS AT MUHAMMADIYAH HEALTH VOCATIONAL SCHOOL, KOTA JUANG DISTRICT, BIREUEN REGENCY YEAR 2025 Sri Wahyuni; Aris Winandar; Rini Fitriani; Fatin Ulfia; Nadia Humaira; Ira Azzuhra
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 2 (2026): AUGUST
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i2.315

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a crucial intervention to improve students' nutritional status through the provision of balanced meals. It aims to create a school environment that supports optimal growth and development and serves as a preventative measure against the risks of malnutrition, such as anemia and chronic energy deficiency. This study aimed to determine student satisfaction with the implementation of the MBG Program at Muhammadiyah Health Vocational School in Bireuen . This study used a quantitative descriptive method, with 60 students drawn from a stratified random sampling method ( 30 grade X students and 30 grade 1 XI students) from a total population of 145 students. Survey results indicated that the MBG Program was positively received and strongly supported by respondents. High levels of satisfaction were observed, with the majority of respondents satisfied with the quality and nutrition of the food (66.7%) and the overall implementation of the program (73.3%). The program also generated direct benefits, with 66.7% of respondents experiencing positive impacts on health and learning. However, significant gaps remain; 53.3% of respondents did not experience benefits across the social, psychological, and economic dimensions, indicating the need for more comprehensive interventions to maximize its multidimensional impact.