Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Incidence of Post-Dural Puncture Headache in Post-Caesarean Section Patients with Spinal Anesthesia Suryani, Roro Lintang; Putri, Khofifah Tresno; Novitasari, Dwi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.4169

Abstract

Delivery via caesarean section can lead to complications, one of which is Post-Dural Puncture Headache (PDPH). PDPH occurs within 3 days, with 66% of PDPH cases emerging within the first 48 hours post-puncture. Although PDPH manifestations may spontaneously recover within one week or after the leak seals, PDPH disrupts the care provided by the mother for her baby. The purpose of this study to determine the incidence of PDPH in post-caesarean section patients with spinal anesthesia at RSUD Kardinah Tegal City. This quantitative research utilized a descriptive design with a cross-sectional approach. The sample size was 35, selected through total sampling, with the sample characteristics being patients aged 17-45 years, ASA 1-2, and 48 hours post-operation. The data was collected through observations using the International Headache Society questionnaire (IHS). Data analyzed with univariate analysis aimed at seeing a picture of the frequency distribution of each variable. The results indicate that PDPH occurred in 2 respondents (5.7%) at 48 hours post-caesarean section with spinal anesthesia, and in 3 respondents (8.6%) at 72 hours. The highest percentage of PDPH incidence at RSUD Kardinah Tegal City was observed within the first 72 hours post-caesarean section with spinal anesthesia. Based on these results, it is evident that post-caesarean section patients can experience PDPH on the third day, which can be used for evaluation and care planning for these patients.
Pengaruh Edukasi Audio Visual tentang Prosedur Pembiusan terhadap Penurunan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Edwar, Edwar; Suryani, Roro Lintang; Novitasari, Dwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2680

Abstract

Kecemasan merupakan reaksi yang banyak dialami oleh pasien pre operasi. Salah satu cara untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada pasien pre operasi adalah dengan melakukan kegiatan edukasi yang digabungkan dengan media audio visual, yang dapat menarik perhatian pasien dan memberikan ide tentang cara yang paling efisien untuk mengurangi tingkat kegugupannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dampak pendidikan media audio visual tentang prosedur pembiusan terhadap penurunan cemas pada pasien pre operasi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan tipe one group pretest-posttest pre-experimental design. Prosedur pengambilan sampel ini menggunakan pengujian purposive sampling dengan jumlah sampel 23 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner APAIS dengan validitas 0,852 dan realibilitas 0,863. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah responden terbesar berada pada skor tingkat cemas berat dengan jumlah 12 responden (52,5%),skor tingkat cemas setelah intervensi yaitu cemas ringan dengan jumlah 16 responden (69,6%), dan hasil uji dependent t-test menunjukkan nilai p sebesar 0,000 < 0,05 artinya, edukasi audio visual tentang prosedur pembiusan dapat digunakan sebagai pengobatan untuk mengurangi cemas pada pasien pre operasi.
Pengaruh Pemberian Terapi Musik terhadap Penurunan Cemas Pasien Pra Anastesi Umum Apriliano, Raihan Rafiif; Suryani, Roro Lintang; Suandika, Made
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2766

Abstract

Anestesi umum adalah suatu kondisi ketidaksadaran sementara yang disertai dengan pengurangan rasa sakit total akibat pemberian obat anestesi. Prosedur bedah termasuk metode anestesi berpotensi meningkatkan kecemasan pra operasi. Kecemasan sebelum operasi dapat diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan: tinggi, sedang, dan rendah. Kecemasan ini dapat disebabkan oleh beberapa penyebab yang berpotensi menimbulkan kecemasan. Salah satu cara untuk menurunkan tingkat kecemasan seseorang adalah dengan menggunakan pengobatan nonfarmakologis, seperti terapi musik. Terapi semacam ini terbukti efektif dalam meningkatkan relaksasi, menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan ketahanan, menanamkan rasa aman, ketenangan, dan memunculkan emosi gembira. Menyelidiki dampak terapi musik terhadap penurunan kecemasan pada pasien pra anestesi di RSUD Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu. Penelitian ini melibatkan sampel 90 responden yang semuanya merupakan pasien yang dijadwalkan menjalani operasi dengan anestesi umum. Strategi sampel yang digunakan dalam penyelidikan ini adalah sampling sekuensial. Pengumpulan data dilakukan melalui penggunaan kuesioner. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS). Metode yang digunakan untuk analisis data adalah analisis univariat. Uji T berpasangan menghasilkan nilai p sebesar 0,000 < 0,05, yang menunjukkan bahwa intervensi secara signifikan mempengaruhi tingkat kecemasan pasien, yang diukur dengan penilaian sebelum dan sesudah intervensi. Tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perawatan terapi musik berdampak pada tingkat kecemasan.
Hubungan Lama Puasa dengan Kejadian Hipotensi pada Pasien Intra Anestesi Spinal Lova, Anggita Noprati; Suryani, Roro Lintang; Burhan, Asmat
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4374

Abstract

Komplikasi pada spinal anestesi umumnya terkait dengan blokade saraf simpatis, yaitu hipotensi, bradikardi, mual dan muntah, dan peninggian blockade saraf. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah hipotensi. Hipotensi dapat membahayakan perfusi organ, menyebakan cedera dan hasil yang buruk setelah operasi. Hipotensi juga dapat disebabkan karena adanya perubahan hemodinamik akibat tidak makan dan tidak minum selama puasa pra operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama puasa dengan kejadian hipotensi pada pasien intra anestesi spinal di RSI Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 83 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji analisis yang digunakan yaitu analisis Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 32 (38,6%) responden dengan waktu lama puasa > 8 jam mengalami hipotensi dengan nilai signifikasi 0,006 (< 0,05). Hal ini menunjukkan ada hubungan antara lama puasa dengan kejadian hipotensi pada pasien intra anestesi spinal di RSI Banjarnegara.
Gambaran Kejadian Komplikasi Nyeri Kepala Pada Pasien Pasca Anestesi Spinal di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Umum Tgk Chik Ditiro Sigli Kabupaten Pidie Aceh Mustafa, Mustafa; Suryani, Roro Lintang; Apriliyani, Ita
Viva Medika Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i2.869

Abstract

Post Dural Puncture Headache (PDPH) is the most common complication that occurs in spinal anesthesia techniques resulting from a tear in the dura mater which causes a leak in the Cerebrospinal Liquor (LCS). This study aims to describe the incidence of complications of headache in post-spinal anesthesia patients. This research method is a quantitative descriptive method with a cross-sectional study design. The population and sample of this study were all post-sectio caesarea patients with spinal anesthesia in the last 1 month of January 2022, namely 46 people using the total sampling technique. Data is taken directly from the subject as a source of information under study, namely the results of observations. The results showed that the majority of PDPH incidents were 18 respondents (39.1%) aged 30-39 years, most of them experienced PDPH with a mild pain scale of 12 respondents (37.5%), most of the respondents who experienced PDPH had BMI with the normal category as many as 16 respondents (34.8%), the majority of respondents who experienced PDPH with a quinckie needle size of 26 were 18 respondents (39.1%). This study concluded that most of the respondents who experienced PDPH were aged 30-39 years with normal BMI and a quinckie needle size of 26 at Tgk Chik Ditiro Sigli General Hospital, Pidie Aceh District.
TEKANAN INTRA OKULAR POST PERIBULBAR BLOK 5 MENIT DAN 10 MENIT PADA PASIEN VITREKTOMY DI PMN RS MATA CICENDO BANDUNG Saefudin, Muhammad Firman; Suryani, Roro Lintang; Murniati, Murniati
Viva Medika Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i2.905

Abstract

The peribulbar has a slower anesthetic effect and requires a larger volume than the retrobulbar. Large volumes can increase the pressure on the eye, so that the opening of the vitrectomy operation can cause rapid changes in pressure which can increase the risk of choroidal detachment. The purpose of this study was to determine the description of intra-ocular pressure in vitrectomy patients with peribulbar block at PMN Cicendo Eye Hospital, Bandung. This study used a descriptive research method with a cross sectional approach. The number of samples in the study was 100 respondents, taken by accidental sampling technique. The instrument used was tonopen I Care, then the measurement results were documented and data processing was carried out using the SPSS 26 application. The results obtained showed an increase in IOP in the 5th minute by 18% with a maximum increase of 8 mmHg and a 72% decrease with an average decrease of 3.52 mmHg. Then in the 10th minute, there was a decrease in IOP of 91% with an average decrease of 5.94%, but there was still a maximum IOP increase of 4 mmHg. The decrease in IOP began to occur at 5 minutes and then most of it decreased at 10 minutes even though there was still a 2% increase at 10 minutes this could occur due to other comorbidities of the eye such as glaucoma
The Development of Computer Assisted Vocabulary Learning (CAVL) to Improve English Lexical Retention of Nursing Students Kristanto, Barlian; Putri, Diannike; Dung, Le Huang; Flores, Michael John V.; Glomjai, Thanee; Suryani, Roro Lintang
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 12 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v12i2.9755

Abstract

Vocabulary mastery is crucial for nursing students to effectively communicate in English. This study aimed to develop and validate a tailored computer-assisted vocabulary learning (CAVL) intervention to improve nursing students' retention of English lexicon, which is essential for healthcare communications. The CAVL program was designed using the Moodle platform and focused on four thematic units that targeted essential nursing vocabulary. The learning process followed research-based principles of vocabulary instruction, including multimodal introduction, reinforced retrieval, and contextual repetition. This study utilized a research and development methodology to conduct iterative needs analyses, design refinement, and rigorous evaluation protocols. Expert reviews, prototype testing, post-intervention vocabulary tests, and delayed assessments were used to gather data and make data-driven improvements. Quantitative analysis evaluated the effectiveness of this approach for 100 Indonesian nursing students. Vocabulary assessments were administered before, immediately after, and two weeks after the intervention, revealing significant improvements in terminology knowledge following the implementation of CAVL. Importantly, scores remained stable during the delayed assessment, demonstrating durable retention. These results are consistent with previous literature on the benefits of contextual and multimodal vocabulary learning. The CAVL prototype facilitated learning and effectively improved vocabulary retention outside of the classroom. This research provides an adaptable framework for technologically-assisted language mastery, which is essential for the next generation of nursing education. Further studies can explore the application of this framework in allied healthcare fields and the transition to practice in nursing education. 
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Tindakan Anastesi Dengan Kecemasan Di Ruang Persiapan Instalasi Bedah Sentral Di RSI Banjarnegara Ellangga, Mohammad Wahyu; Suryani, Roro Lintang; Burhan, Asmat
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11171027

Abstract

Pembedahan atau operasi adalah semua tindak pengobatan dengan menggunakan prosedur invasif, dengan tahapan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang ditangani. Kurangnya pengetahuan tindakan pembedahan dan anastesi mengakibatkan kecemasan pada pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien tentang tindakan anastesi dengan kecemasan di ruang persiapan Instalasi Bedah Sentral di RSI Banjarnegara. Penelitian yang dilakukan ini bersifat analitik korelasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 165 responden dengan menggunakan teknik Consecutive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dengan uji rank spearman. Hasil penelitian ini di dapatkan pengetahuan kurang sebanyak 82 pasien (49,7%) dan kecemasan berat sebanyak 74 pasien (44,8%). Kesimpulannya menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan di ruang persiapan Instalasi Bedah Sentral di RSI Banjarnegara dengan nilai p value (p = 0,044) signifikan dengan hasil 0,000 yang dinyatakan signifikan atau terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan pasien tentang tindakan anastesi dengan kecemasan dengan korelasi hubungan cukup dengan nilai cc (cc= -0,157) di ruang persiapan Instalasi Bedah Sentral RSI Banjarnegara.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ponv Pada Pasien Pasca Anestesi Umum Di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Lestishiyami, Lesy; Suryani, Roro Lintang; Dewi, Pramesti; Suandika, Made
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11160778

Abstract

Latar Belakang : Setelah pembedahan, efek samping yang paling umum setelah anestesi umum adalah muntah pasca operasi (PONV). Efek samping ini termasuk sakit tenggorokan, delerium, nyeri otot, gatal, hipotermia, dan PONV. Tujuan : untuk mengetahui penyebab PONV pada pasien pasca anestesi umum di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Metode : Studi analitik deskriptif ini menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 80 orang yang mengikuti penelitian. Hasil : Studi ini menemukan bahwa pada pasien pasca anestesi umum di Rumah Sakit Islam Barnjarnegara, usia, jenis kelamin, durasi operasi, dan status fisik ASA memiliki hubungan yang signifikan dengan PONV. Dengan nilai signifikasi di bawah 5% (<0.05), data chi-square menunjukkan ini. Simpulan : korelasi yang signifikan antara usia pasien (p=0,040), jenis kelamin (p=0,011), dan durasi operasi (p=0,014) dengan kejadian PONV pada pasien pasca operasi di Rumah Sakit Islam Banjarnegara.
GAMBARAN SUHU TUBUH PASIEN POST ANESTESI BERDASARKAN JENIS ANESTESI PASIEN DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA Ramadani, Putri Ayu; Sebayang, Septian Mixrova; Wibowo, Tophan Heri; Suryani, Roro Lintang
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11180865

Abstract

Kasus yang sering terjadi setelah post anestesi di ruang recovery room salah satunya adalah penurunan suhu tubuh atau hipotermi. Salah satu penyebab terjadinya penurunan suhu tubuh post anestesi adalah jenis anestesi yang digunakan. Oleh karena itu faktor agen anestesi menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan agar dapat dikendalikan dalam penggunaannya sehingga dapat meminimalisir efek samping yang ditimbulkan terhadap pasien. Tujuan Mengetahui gambaran suhu tubuh pasien post anestesi berdasarkan jenis anestesi pasien di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif retrospektif. Sampel pada penelitian ini meliputi 64 responden post anestesi. Hasil Penelitian ini menemukan sebagian besar mayoritas responden mengalami penurunan suhu tubuh atau hipotermi sebanyak 45 responden (70,3%), adapun karakteristik pasien meliputi usia sebanyak 33 responden (51,6%) usia dewasa awal, jenis kelamin laki-laki sebanyak 38 responden (59,4%), ASA I sebanyak 42 responden (65,7%), dan anestesi regional sebanyak 34 responden (53,1%). Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan gambaran suhu tubuh post anestesi sebagian besar mengalami penurunan suhu tubuh atau hipotermi sebanyak (70.3%) responden. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan penelitian lebih kompleks membahas tentang aspek aspek gambaran yang terjadi pada pasien post anestesi.