Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ponv Pada Pasien Pasca Anestesi Umum Di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Lestishiyami, Lesy; Suryani, Roro Lintang; Dewi, Pramesti; Suandika, Made
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11160778

Abstract

Latar Belakang : Setelah pembedahan, efek samping yang paling umum setelah anestesi umum adalah muntah pasca operasi (PONV). Efek samping ini termasuk sakit tenggorokan, delerium, nyeri otot, gatal, hipotermia, dan PONV. Tujuan : untuk mengetahui penyebab PONV pada pasien pasca anestesi umum di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Metode : Studi analitik deskriptif ini menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 80 orang yang mengikuti penelitian. Hasil : Studi ini menemukan bahwa pada pasien pasca anestesi umum di Rumah Sakit Islam Barnjarnegara, usia, jenis kelamin, durasi operasi, dan status fisik ASA memiliki hubungan yang signifikan dengan PONV. Dengan nilai signifikasi di bawah 5% (<0.05), data chi-square menunjukkan ini. Simpulan : korelasi yang signifikan antara usia pasien (p=0,040), jenis kelamin (p=0,011), dan durasi operasi (p=0,014) dengan kejadian PONV pada pasien pasca operasi di Rumah Sakit Islam Banjarnegara.
GAMBARAN SUHU TUBUH PASIEN POST ANESTESI BERDASARKAN JENIS ANESTESI PASIEN DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA Ramadani, Putri Ayu; Sebayang, Septian Mixrova; Wibowo, Tophan Heri; Suryani, Roro Lintang
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11180865

Abstract

Kasus yang sering terjadi setelah post anestesi di ruang recovery room salah satunya adalah penurunan suhu tubuh atau hipotermi. Salah satu penyebab terjadinya penurunan suhu tubuh post anestesi adalah jenis anestesi yang digunakan. Oleh karena itu faktor agen anestesi menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan agar dapat dikendalikan dalam penggunaannya sehingga dapat meminimalisir efek samping yang ditimbulkan terhadap pasien. Tujuan Mengetahui gambaran suhu tubuh pasien post anestesi berdasarkan jenis anestesi pasien di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif retrospektif. Sampel pada penelitian ini meliputi 64 responden post anestesi. Hasil Penelitian ini menemukan sebagian besar mayoritas responden mengalami penurunan suhu tubuh atau hipotermi sebanyak 45 responden (70,3%), adapun karakteristik pasien meliputi usia sebanyak 33 responden (51,6%) usia dewasa awal, jenis kelamin laki-laki sebanyak 38 responden (59,4%), ASA I sebanyak 42 responden (65,7%), dan anestesi regional sebanyak 34 responden (53,1%). Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan gambaran suhu tubuh post anestesi sebagian besar mengalami penurunan suhu tubuh atau hipotermi sebanyak (70.3%) responden. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan penelitian lebih kompleks membahas tentang aspek aspek gambaran yang terjadi pada pasien post anestesi.
Edukasi Puasa Sebelum Tindakan Operasi dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Pasien di Poli Bedah Rumah Sakit Islam Purwokerto Gunawan, Rudi; Suryani, Roro Lintang; Burhan, Asmat
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i2.16

Abstract

Tindakan keperawatan perioperatif inilah seorang pasien dipersiapkan salah satunya seorang pasien diharuskan melaukan puasa. Puasa adalah tindakan persiapan sebelum operasi, pasien tidak boleh makan atau minum dimulai pada waktu tertentu sebelum operasi. Lamanya puasa yang dibutuhkan tergantung dari banyak faktor, seperti jenis operasi, waktu makan terakhir sampai dimulainya tindakan (pada operasi emergensi), tipe makanan, dan pengobatan yang diberikan pada pasien sebelum operasi. Berdasarkan survey yang telah dilakukan menunjukkan dari hasil pengamatan yang dilakukan selama praktek klinik I dan III di salah satu Rumah Sakit Negeri dan Rumah Sakit Swasta di Bali terdapat 1-5 orang pasien yang mengalami kejadian aspirasi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien dan memberikan pemahaman untuk meningkatkan pengetahuan tentang pelaksanaan puasa sebelum tindakan operasi di Poli Bedah Rumah Sakit Islam Purwokerto. Metode yang digunakan yaitu edukasi dengan mengimplementasikan pelaksanaan puasa sebelum tindakan operasi di Poli Bedah Rumah Sakit Islam Purwokerto. Tingkat pengetahuan pasien tentang pelaksanaan puasa sebelum tindakan operasi di Poli Bedah Rumah Sakit Islam Purwokerto sebelum diberikan edukasi yang paling dominan pada pengetahuan cukup (40%). Sedangkan, setelah diberikan edukasi yang paling dominan pengetahuan kategori baik (50%).