Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Phytochemical Screening and Determination of Phenolic and Flavonoid Contents in Ethanol Extract of Phyllanthus emblica L. Fruit Syahputra, Hafid
Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Vol. 7 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/idjpcr.v7i2.18235

Abstract

Phyllanthus emblica L. fruit is known for its potent antioxidant activity, closely associated with its phenolic and flavonoid content. This study aims to analyse the secondary metabolite composition and determine the total phenol and flavonoid levels in Phyllanthus emblica fruit. The extraction process was carried out using the maceration method with 96% ethanol as the solvent, followed by a rotary evaporator evaporation. The ethanol extract was subjected to phytochemical screening with colour reagents, and the total phenol and flavonoid contents were assessed using a colourimetric method. TheFolin–Ciocalteu reagent was employed for complex phenolic compounds, with gallic acid as the standard reference. The total flavonoid content was determined using the aluminium chloride method, with quercetin as the standard. The results indicated that the ethanol extract of Phyllanthus emblica fruit contained alkaloids, saponins, flavonoids, tannins, triterpenoids, and glycosides. The study found that the total phenol content was 61.1271±3.86 mg GAE/g extract, while the total flavonoid content was 3.3742±0.06 mg QE/g extract.
EDUKASI PENYAKIT DEGENERATIF HIPERTENSI SERTA PENCEGAHANNYA KEPADA MASYARAKAT DI DESA KUALA LAMA, KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Melasari, Wulan Panduwi; Satria, Denny; Lisda Rimayanti Nasution; Aminah Dalimunthe; Yanti Yemima; Sony Eka Nugraha; Hafid Syahputra
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6771

Abstract

Latar belakang : Penyakit degeneratif hipertensi menjadi masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat. Kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan serta rendahnya pengetahuan mengenai penyakit degeneratif hipertensi dan pemeriksaan kesehatan menyebabkan rendahnya kepedulian terhadap deteksi dini dan upaya pencegahan penyakit tersebut. Tujuan : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan dan melakukan penyampaian edukasi langsung kepada masyarakat secara individu terkait penyakit degeneratif hipertensi serta melakukan pemeriksaan/screening kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan desain deskriptif menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif. Metode yang dilakukan dalam bentuk edukasi oleh apoteker terkait pengenalan penyakit degeneratif, gejala yang mungkin timbul serta upaya untuk pencegahan penyakit degeneratif terutama hipertensi dengan menerapkan pola hidup sehat. Proses edukasi yang dilakukan menggunakan media brosur dan penyampaian langsung kepada masyarakat secara individual. Untuk mengetahui tingkat kesehatan masyarakat, maka dilakukan pula pemeriksaan tekanan darah kepada masyarakat yang mengikuti proses edukasi kesehatan secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit degeneratif hipertensi serta pentingnya penerapan pola hidup sehat. Edukasi kesehatan disertai pemeriksaan tekanan darah efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit degeneratif hipertensi. Kesimpulan: Kegiatan ini berimplikasi positif dalam mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup sehat serta mendukung upaya pencegahan hipertensi secara berkelanjutan.
Characterization, Phytochemical Screening of Phyllanthus emblica L. Fruit Nanoherbal and Determination of the Estrus Cycle of Female Rats Nurul Suci; Masfria; Aminah Dalimunthe; Hafid Syahputra
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 4 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v4i1.727

Abstract

One of a plant that is thought to have quite high antioxidant activity is kemloko (Phyllanthus emblica L.). This plant is a material that is often used by the community as a traditional medicine. This plant in India has been used to treat cancer, diabetes, liver (liver), heart problems and anemia. This biological activity is thought to be caused by the presence of bioactive compounds from secondary metabolites contained therein, especially compounds from the phenolic and flavonoid groups. The short length of the estrus cycle of rats makes them ideal for investigation of changes occurring during the reproductive cycle. The estrus cycle lasts four days and is characterized as: proestrus, estrus, metestrus and diestrus, which may be determined according to the cell types observed in the vaginal smear. Since the collection of vaginal secretion and the use of stained material generally takes some time, the aim of the present work was to provide researchers with some helpful considerations about the determination of the rat estrus cycle phases in a fast and practical way. This study began with macroscopic examination, examination of water content, examination of water-soluble extract levels, examination of ethanol-soluble extracts, examination of total ash content, and also an examination of acid-insoluble ash levels, phytochemical screening of Phyllanthus emblica L. fruit nanoherbal and determination of the estrus cycle of female rats. The results of phytochemical screening showed that the compound of Phyllanthus emblica L. Fruit nanoherbal contained a class of secondary metabolites of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids/triterpenoids, and glycosides. And the estrus cycle of female rats can be determined by observing changes in vaginal epithelial cells.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN YOGHURT WORTEL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI DAN GIZI MASYARAKAT DI DESA RUMAH BERASTAGI Salim, Emil; Hanum, T. Ismanelly; Yuandani, Yuandani; Syahputra, Hafid; El Farhani Hasti Habibi Samosir, Fauziah; Try Nursylla, Rantyta; Pebrian Siregar, Jonathan; Tree Sabina, Fani; Fitri, Yulia; Glorya Sihaloho, Angelica; Hanna Magdalena Simangunsong, Irene; Kusuma Danny, Faustina; Naja Sakinah, Thara; Bangun, Herianto; Nabila, Nabila
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Desa Rumah Berastagi berada di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia, merupakan desa dengan kekayaan alam berupa sayur dan buah yang melimpah. Dua komoditas tersebut sudah menjadi sumber penghidupan atau mata pencaharian bagi masyarakat sekitar sejak lama. Salah satu sayur yang melimpah tersebut adalah sayur wortel. Menurut Badan Pusat Statistik, produksi wortel di Sumatera Utara pada tahun 2023 sebesar 145,810 ton masuk kedalam kategori produksi besar dibandingkan provinsi lain. Produksi wortel yang melimpah menjadi permasalahan yang dihadapi Masyarakat Desa Rumah Berastagi karena kelebihan sisa panen sehingga tidak memiliki nilai jual sehingga perlu adanya inovasi agar bernilai ekonomi. Wortel merupakan sayur yang dapat dijadikan sebagai bahan inovasi salah satunya rasa yoghurt dengan manfaat dari kandungan yang dimilikinya antara lain vitamin A, vitamin C, E, B, beta karoten. Yoghurt merupakan salah satu bentuk fermentasi dari susu dengan bantuan bakteri yang memecah laktosa dari susu menjadi asam laktat. Selain itu, pembuatan yoghurt juga murah dan mudah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan aspek ekonomi dan aspek kesehatan masyarakat melalui edukasi manfaat yoghurt wortel dan pelatihan pada masyarakat dalam pembuatan inovasi yoghurt wortel.  Pemahaman masyarakat dinilai menggunakan pre-test dan post-test. Sebelum kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan, tingkat pemahaman masyarakat pada uji pre-test adalah 88,57%, sedangkan setelah diberikan edukasi melalui penyampaian materi, pemutaran media visual, dan praktik langsung, tingkat pemahaman masyarakat pada uji post-test meningkat secara drastis menjadi 97,50%. Pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan ini telah menunjukkan bahwa masyarakat Desa Rumah Berastagi dapat memahami manfaat yoghurt dan mampu membuat yoghurt wortel dengan respon yang positif.
Antioxidant and In Vitro Antidiabetic Properties of Lansium domesticum Leaves Extracted with Solvents of Varying Polarity Situmorang, Jiro Hasegawa; Yulyana, Ana; Astyka, Ririn; Syahputra, Hafid; Lubis, Muhammad Fauzan
Indonesian Journal of Chemistry Vol 26, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.110695

Abstract

Conventional therapies for diabetes mellitus, such as oral hypoglycemic agents, are often limited by side effects and incomplete glycemic control, highlighting the need for safer alternatives. Exploring natural remedies, such as Lansium domesticum, is compelling, as this plant has been traditionally used for diabetes therapy. This study aimed to investigate how solvent polarity and affinity influence phytochemical content, antioxidant activity, and enzyme inhibitory potential of L. domesticum leaf extracts. Extraction was conducted using methanol, ethanol, and acetone (50%, 75%, 100%), and distilled water. Total phenolic content (TPC) and total flavonoid content (TFC) were quantified, and antioxidant activities were assessed via total antioxidant activity (TAA), DPPH, and FRAP assays. Antidiabetic activity was evaluated in vitro through α-glucosidase and α-amylase inhibition assays. The results indicated that 100% ethanol extract exhibited the highest TPC and TFC, correlating strongly with superior antioxidant and enzyme inhibitory activities. The extract has also demonstrated the most potent inhibition of α-glucosidase and α-amylase, with IC50 values of 70.64 and 105.13 µg/mL, respectively. Pearson correlation analysis revealed strong negative correlations between phytochemical contents and IC50 values. Overall, ethanol proved to be the most effective solvent for extracting bioactive compounds from L. domesticum leaves, underscoring its potential as a natural antioxidant and antidiabetic agent.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SALEP MENGKUDU UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI JAMUR KULIT PADA MASYARAKAT DESA TEBEDAK 2 Susilawati; Dalilah; Gita Dwi Prasasty; Dwi Handayani; Fatmawati; Hafid Syahputra
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3639

Abstract

Infeksi jamur kulit seperti panu dan kurap masih sering terjadi pada masyarakat Desa Tebedak 2 akibat iklim lembap, kebiasaan higienitas yang kurang optimal, serta minimnya pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif penanganan awal. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit jamur kulit dan melatih keterampilan pembuatan salep anti jamur berbasis ekstrak mengkudu sebagai produk herbal sederhana yang aman dan ekonomis. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif mengenai etiologi, faktor risiko, penularan, dan pencegahan infeksi jamur, pelatihan pembuatan salep ekstrak mengkudu melalui demonstrasi dan praktik langsung, serta evaluasi pengetahuan dan keterampilan menggunakan pre-test, post-test, observasi praktik, dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana 98% peserta menjawab benar seluruh soal pada post-test, meningkat dari pengetahuan awal yang masih terbatas terutama pada aspek faktor risiko dan PHBS. Peserta juga mampu mengikuti seluruh tahapan pembuatan salep dan menghasilkan 50 pot salep. Respons masyarakat sangat baik, ditandai tingginya antusiasme dan keinginan melanjutkan praktik pembuatan produk herbal secara mandiri. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penyuluhan dan pelatihan pembuatan salep ekstrak mengkudu efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan serta penanganan awal infeksi jamur kulit.
Pelatihan Keterampilan Pembuatan Sediaan Farmasi dengan Memanfaatkan Tanaman Iler (Coleus scutellarioides) sebagai Obat Luka Pada SMA Negeri 1 Perbaungan Juwita, Nur Aira; Surbakti, Chemayanti; Hanum, T. Ismanelly; Syahputra, Hafid; Lubis, Muhammad Fauzan; Rohani, Ade Sri; Panjaitan, Kevin Gabriel; Wahrianto, Wahrianto; Abshar, Wafiq; Utara, Universitas Sumatera
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 10 No. 2 (2026): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v10i2.11466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis kepada siswa mengenai penggunaan tanaman iler dalam penyembuhan luka serta untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam meracik sediaan farmasi. Metode pelatihan melibatkan sesi teori yang mencakup informasi tentang sifat-sifat tanaman iler, teknik ekstraksi bahan aktifnya, formulasi sediaan obat, dan praktik langsung dalam pembuatan serta pengujian efektivitas obat luka yang dihasilkan. SMA Negeri 1 Perbaungan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena keberadaan tanaman iler yang melimpah di sekitarnya, memungkinkan integrasi pengetahuan teori dengan pengalaman langsung dalam memanfaatkannya. Pelatihan berfokus pada pendekatan praktis dengan siswa terlibat dalam setiap tahap produksi sediaan obat, mulai dari pengumpulan sampai penggunaan akhirnya dalam proses penyembuhan luka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan siswa dalam meracik sediaan farmasi dengan tanaman iler. Mereka memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang proses ekstraksi dan formulasi obat serta keterampilan praktis dalam pembuatan sediaan yang efektif untuk pengobatan luka. Dengan mengintegrasikan pendekatan ini ke dalam kurikulum, diharapkan siswa dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dalam konteks nyata, mendorong inovasi dalam pengobatan tradisional berbasis tanaman.
Uji Aktivitas Antioksidan Teh Herbal Biji Durian (Durio zibethinus Murr.) dengan Tambahan Daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) sebagai Pemanis Alami dengan Metode DPPH Muhammad Andry; Tiara Ramadaini; Cindy Marseli; Nurfitriyana Nurfitriyana; Rafifah Azzahra; Hafid Syahputra; Shaum Shiyan
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1070

Abstract

Free radicals are an important health concern due to their role in the development of various diseases. Antioxidants, capable of neutralizing free radicals, are abundant in plants such as durian seeds (Durio zibethinus Murr.) and stevia leaves (Stevia rebaudiana Bertoni). Herbal tea formulated from these materials has potential as an alternative functional drink because both contain phenolic compounds with antioxidant activity. This study aimed to evaluate the potential of durian seeds and stevia leaves as herbal tea with antioxidant properties. The research involved sample collection, identification, preparation of simplicia, characterization, formulation of herbal tea, quality testing, and determination of antioxidant activity. The simplicia characteristics of durian seeds and stevia leaves showed water content of 6.16% each, water-soluble extract of 35% and 15.8%, ethanol-soluble extract of 25.5% and 14.6%, total ash of 0.73% and 0.3%, and acid-insoluble ash of 0.5% and 0.26%. Quality testing of the herbal tea showed water content of 2.18%, total ash of 3.90%, water-soluble ash of 73.85%, and acid-insoluble ash of 3.80%. Antioxidant activity based on IC50 values was 68.45 ± 1.32 ppm for durian seed tea, 61.6 ± 1.05 ppm for stevia tea, 39.28 ± 0.98 ppm (1:1), 44.64 ± 1.11 ppm (1:2), and 42.32 ppm ± 1.07 (2:1). These results indicate that combining durian seeds and stevia leaves can enhance antioxidant activity compared to individual extracts. Overall, durian seeds and stevia leaves can be developed into herbal tea formulations with very strong antioxidant activity, as reflected in their ability to reduce DPPH radicals. Radikal