Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Jens-Jenis Mangrove di Kawasan Wisata Alam Teluk Youtefa Kota Jayapura, Papua Rejauw, Korinus; Paiki, Kalvin; Wanimbo, Efray; Tanjung, Rosye H. R.; Agamawan, Lalu Panji I.; Manalu, Khristhoper Aris A.
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 1 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi Mei 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i1.4692

Abstract

Hutan mangrove di Teluk Youtefa merupakan salah potensi sumber daya perairan di pesisir Kota Jayapura yang memiliki peranan sangat penting bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Data dan informasi tentang vegetasi mangrove di lokasi ini sangat penting untuk diketahui sebagai dasar pengelolaan yang berkelanjutan, Penelitian ini bertujuan untuk menetahui kompoisis jenis dan struktur vegetasi mangrove di sekitar kawasan wisata alam Teluk Youtefa Kota, Jayapura. Metode penelitian yang digunakan metode purposive sampling, pengambilan data dilakukan menggunakan petak ber sarang. Analisis data yang digunakan untuk mencari kerapatan, kerapatan relative, frekuensi, frekuensi relative, dominansi, dominansi relative dan indeks nilai penting. Hasil penelitian ditemukan ada 8 spesies mangrove pada kedua stasiun penelitian, kerapatan tertinggi terdapat pada spesies Bruguera haynessi, Rhizophora apiculata dan Rhizophora stylosa, terendah terdapat pada Lumnitzera racmosa, Xylocarpus granatum dan Xylocarpus moluccensis. Frekuensi tertinggi terdapat pada spesies Rhizophora apiculata dan terendah terdapat pad spesies Lumnitzera racmosa dan Xylocarpus granatum. Dominansi tertinggi terdapat pada spesies Bruguera haynessi, Lumnitzera racmosa, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata dan terendah terdapat pada spesies Rhizophora stylosa dan Xylocarpus granatum. INP tertinggi terdapat pada spesies Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa dan Rhizophora mucronata.
Kepadatan bakteri Coliform sebagai indikator pencemaran biologis di perairan wisata Enggros, Kota Jayapura, Papua Ayer, Popi Ida Laila; Mandey, Vera K; Rejauw, Korinus; Indrayani, Ervina; Tasak, Albida Rante; Yenusi, Tien Nova B
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v6i2.7366

Abstract

Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Bahaya Mikroplastik melalui Program Sekolah Laut di Kampung Tabla Supa, Jayapura: Increasing Public Awareness of the Dangers of Microplastics through the Sea School Program in Tabla Supa Village, Jayapura Anou, Kezia Noviani; Bakri, Nur Fadilah; Rejauw, Korinus; Wanimbo, Efray
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.851

Abstract

Permasalahan mikroplastik di wilayah pesisir semakin mengkhawatirkan karena berdampak pada ekosistem laut sekaligus kesehatan manusia. Sekitar 60%-90% komposisi sampah pantai di Indonesia adalah sampah plastik. Dampak dari pencemaran ini tidak hanya mengancam kehidupan biota laut, tetapi juga dapat berbalik menyerang kesehatan manusia melalui rantai makanan. Pantai Amai di Kampung Tabla Supa, Kabupaten Jayapura, merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang rentan terhadap pencemaran plastik akibat aktivitas wisatawan dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahaya mikroplastik dan sikap masyarakat pesisir tentang kesadaran tidak membuang sampah sembarangan didaerah pantai, khususnya Komunitas Jaga Laut, melalui Program Sekolah Laut. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi awal dengan pemangku kepentingan lokal, sosialisasi bahaya mikroplastik menggunakan kuisioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan, aksi bersih pantai yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, serta pemasangan spanduk dan distribusi brosur sebagai media edukasi. Adapun sasaran dalam pengabdian ini adalah masyarakat sekitar Pantai Amai khususnya para pemuda sebanyak 22 orang. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan baik dari aspek pengetahuan maupun sikap. Pada aspek pengetahuan, jumlah peserta dengan kategori baik meningkat dari 40,9% menjadi 100% dengan nilai p<0.05. Sementara pada aspek sikap, peserta dengan kategori baik meningkat dari 31,8% menjadi 86,4% dengan nilai p<0.05. Dengan meningkatnya literasi ekologi dan kepedulian masyarakat, komunitas pesisir memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga laut dari pencemaran plastik. Adapun keberlanjutan program ini yaitu mengadakan workshop pengelolaan sampah plastik menjadi produk yang bernilai ekonomis sehingga tidak hanya bermanfaat dari segi kebersihan lingkungan namun mampu menaikkan taraf hidup masyrakat pesisir Pantai Amai, Kampung Tabla Supa.
Status Keberlanjutan Pengelolaan Perikanan Tangkap Tradisional Berbasis Penilaian RAPFISH-Blue Economy: Studi Kasus pada Nelayan di Teluk Urfu, Kabupaten Biak Numfor Rumbiak, Kristhopolus; Rejauw, Korinus; Dimara, Lisiard
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.5124

Abstract

Perikanan merupakan sektor penting bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada perikanan tangkap tradisional sebagai sumber mata pencaharian utama. Ketergantungan ini sangat kuat terutama bagi nelayan lokal di Teluk Urfu, Kabupaten Biak Numfor, sehingga mendorong perlunya kajian ilmiah mengenai keberlanjutan pemanfaatan sumber daya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status keberlanjutan pengelolaan perikanan tangkap tradisional menggunakan pendekatan RAPFISH, mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi keberlanjutan pengelolaan, serta mengidentifikasi praktik ekonomi biru yang telah diterapkan oleh nelayan setempat. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan (April–September 2025) pada dua stasiun pengamatan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan pendekatan wawancara (kuesioner dan FGD), purposive sampling menggunakan metode Point Intercept Transect (PIT), serta pengukuran in situ parameter fisik-kimia perairan. Analisis data ekologi menggunakan perangkat lunak PAST, sedangkan penilaian status keberlanjutan dilakukan dengan pendekatan Multidimensional Scaling (MDS) RAPFISH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekologi (56,04) dan ekonomi (53,55) termasuk dalam kategori Cukup Berkelanjutan. Sementara itu, dimensi sosial (48,41), teknologi (29,47), dan kelembagaan (46,79) berada pada kategori Kurang Berkelanjutan. Secara keseluruhan, indeks keberlanjutan pengelolaan mencapai 46,85 yang juga termasuk kategori Kurang Berkelanjutan. Atribut-atribut yang paling berpengaruh (sensitif) terhadap keberlanjutan pengelolaan antara lain: volume tangkapan ikan (7,96%), lama waktu operasi penangkapan (6,54%), dampak aktivitas bongkar-muat BBM di Teluk Urfu (6,24%), perikanan sebagai sumber mata pencaharian utama (5,04%), kepemilikan perahu penangkapan (4,74%), keberadaan usaha lain di luar sektor perikanan (4,66%), penyuluhan perikanan (8,84%), keberadaan kelompok nelayan (8,16%), teknologi pascapanen (4,99%), pemanfaatan alat navigasi (4,90%), serta penegakan hukum terhadap praktik penangkapan ikan ilegal (4,12%). Praktik ekonomi biru yang telah diterapkan oleh nelayan lokal meliputi pemanfaatan sumber daya alam secara ramah lingkungan melalui teknik penangkapan tradisional yang terbatas, diversifikasi ekonomi rumah tangga nelayan, serta keberadaan dan penguatan kelompok nelayan sebagai wadah pemberdayaan dan pengelolaan sumber daya secara kolektif.