Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Optimalisasi Pemulihan Fisik Ibu Pasca Persalinan melalui Edukasi Perawatan Diri di Puskesmas Kembang Jepara Evita Aurilia Nardina; Ratih Kumala Dewi
Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Juni: Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/kegiatanpositif.v3i2.1963

Abstract

The puerperium is a critical phase for postpartum mothers that requires special attention to prevent complications. However, awareness of the importance of self-care during this period remains limited, particularly in rural areas such as the working area of Puskesmas Kembang in Jepara. This community service initiative aimed to empower postpartum mothers by enhancing their knowledge and skills in self-care and physical recovery. The approach included interactive education using video media, health talks, group discussions, hands-on demonstrations, and the involvement of family members as key supporters. A total of 20 postpartum mothers and 10 family companions participated in the program. Evaluation through pre- and post-tests revealed significant improvements in knowledge across various aspects of postpartum care, including perineal hygiene, balanced nutrition, early detection of danger signs, and the role of family support. This program proved effective and has the potential to be replicated in other rural settings with similar conditions.
Cakupan Pelayanan Vaksinasi Covid-19 Dosis Ke-3 Pada Lansia Di Puskesmas Karangdoro Semarang Timur Koten, Siprianus Hide; Ratih Kumala Dewi
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v3i1.168

Abstract

It is known that the national vaccination coverage for dose 1 is 93.56%, dose 2 is 74.63%, and dose 3 is 29.24%. From this data it is known that the implementation of booster vaccines is still very low, especially in the elderly which is only 33% or around 7,196,711 elderly people who have just received booster vaccination. This study aims to determine the coverage of the 3rd dose of Covid-19 vaccination for the elderly at the Karangdoro Community Health Center, East Semarang. This research is a quantitative study with a cross sectional approach. The population is 3,425 elderly people aged 60 years and over who live in the Karangdoro Community Health Center. The sample in this study used the Slovin formula with probability sampling technique. The sample size obtained in this study was 150 elderly respondents. The results of the research are that there is no significant relationship between the variable history of comorbid diseases and the utilization of the 3rd dose of Covid-19 vaccination services for the elderly at the Karangdoro Community Health Center with a p-value = 0.579 and there is a significant relationship on the knowledge variable with a p-value = 0.579. 0.003, a perception variable with a p-value = 0.001 regarding the utilization of the 3rd dose of Covid-19 vaccination services for the elderly at the Karangdoro Community Health Center, East Semarang. The government is advised to increase the education and confidence of the elderly regarding the 3rd dose of Covid-19 vaccination by providing information about the 3rd dose of the Covid-19 vaccine that is easily accessible in the environment.
Analisis Tren Pemanfaatan Pelayanan Keluarga Berencana oleh Pasangan Usia Subur di Fasilitas Kesehatan: Studi Berbasis Data Rekam Medis di Puskesmas Musuk Boyolali Sulistiani, Ardiani; Dwihestie, Luluk Khusnul; Dewi, Ratih Kumala
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v5i1.357

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan strategi penting pemerintah Indonesia untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Namun, pemanfaatan layanan KB oleh Pasangan Usia Subur (PUS) masih menghadapi tantangan, terutama dalam penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik PUS dan tren pemanfaatan metode kontrasepsi di Puskesmas Musuk selama periode Januari 2022 hingga Desember 2024. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif retrospektif dengan analisis data rekam medis. Sampel terdiri dari 356 PUS yang tercatat menggunakan layanan KB. Hasil menunjukkan mayoritas PUS berusia ≤35 tahun (73,3%), multipara (56,7%), dan tidak bekerja tetap (59,8%). Metode kontrasepsi Non-MKJP masih dominan (67,1%), namun terdapat tren peningkatan penggunaan MKJP dari 28,2% pada 2022 menjadi 37,8% pada 2024. Temuan ini mengindikasikan adanya pengaruh positif dari upaya edukasi terkait manfaat MKJP, meskipun preferensi terhadap metode Non-MKJP tetap tinggi. Disarankan agar edukasi kepada PUS tentang efektivitas dan keamanan MKJP terus ditingkatkan, serta pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pelibatan tokoh masyarakat diperkuat untuk mendukung pencapaian tujuan program KB secara lebih optimal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SUAMI PEROKOK DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH PUSKESMAS I DENPASAR BARAT Pande Putu, Novi Ekajayanti; Widiantari, Kadek; Wahyuningsih; Kumala Dewi, Ratih
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v7i1.193

Abstract

Kebiasaan merokok para suami ternyata membawa akibat buruk pada istrinya atau ibu yang sedang mengandung serta bayi yang akan dilahirkanya. Dampak asap rokok terhadap perokok pasif dapat lebih berat dari pada perokok aktif yang dapat mengakibatkan komplikasi kehamilan yang paling sering terjadi adalah berat lahir yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Suami Perokok Dengan Berat Badan Lebih Rendah (BBLR). Berdasarkan studi pendahuluan pada kasus BBLR di wilayah Puskesmas I Denpasar Barat, pada tahun 2024 meningkat sebanyak 45% dari tahun 2023 yaitu 55 kasus. Desain penelitian ini desain penelitian non eksperimental dengan rancangan case control. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Denpasar Barat. Sampel akan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Pengambilan data dilakukan oleh peneliti pada bulan Oktober 2025. Hasil penelitian pada kelompok kasus sebagian besar berat badan bayi lahir dalam kategori rendah. Hasil analisis dengan uji korelasi Rank Spearmans didapat nilai Correlation Coefficient sebesar 0,744 dan p = 0,004 menunjukkan ada hubungan pengetahuan suami perokok dengan BBLR di wilayah Puskesmas I Denpasar Barat.
PENGARUH KONSUMSI KURMA (PHOENIX DACTYLIFERA) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) PADA IBU HAMIL Dewi, Ratih Kumala; Astuti, Etni dwi; Wijayanti, Endah
Science Technology and Management Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v5i2.355

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan ibu yang berisiko terhadap ibu dan janin. Kurma (Phoenix dactylifera) merupakan buah kaya zat besi, vitamin, dan antioksidan yang berpotensi digunakan sebagai intervensi alami untuk meningkatkan kadar hemoglobin (Hb).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia.Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dengan kelompok perlakuan. Penelitian dilakukan di Puskesmas Carikan, Kabupaten Pati, melibatkan 30 ibu hamil trimester dua yang mengalami anemia ringan hingga sedang. Responden diberikan kurma sebanyak 100 gram per hari selama 14 hari berturut-turut. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata kadar Hb dari 10,2 g/dL menjadi 11,1 g/dL setelah intervensi. Uji statistik menunjukkan peningkatan tersebut signifikan secara statistik (p < 0,05).Konsumsi kurma secara rutin dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Intervensi ini dapat menjadi alternatif alami dan mudah diimplementasikan dalam pendekatan gizi kebidanan berbasis pangan fungsional
Hubungan Perilaku Bidan dengan Mutu Pelayanan Prima Kebidanan di Rumah Sakit X Boyolali Dewi, Ratih Kumala; Nardina, Evita Aurilia
Journal of Health Management Research Vol 4 No 2 (2025): Journal of Health Management Research
Publisher : Bagian Penelitian & Pengabdian Masyarakat STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/jhmr.v4i2.635

Abstract

Background: Midwifery services are a key determinant in improving maternal and neonatal health outcomes. Midwives’ behaviors, including empathy, communication, professionalism, and responsiveness, have been shown to influence the quality of nursing and midwifery care perceived by patients. At Hospital X Boyolali, internal data revealed persistent complaints regarding insufficient empathy and delayed responsiveness, despite compliance with technical medical standards. This highlights the need to examine the contribution of midwives’ behaviors to the quality of midwifery care. Aims: This study aimed to analyze the relationship between midwives’ behaviors and the quality of midwifery care as perceived by patients in Hospital X Boyolali. Methods: A quantitative study with a cross-sectional analytic design was conducted involving 70 midwives selected through proportional random sampling. Data were collected using a structured questionnaire consisting of 15 items on midwives’ behaviors and 20 items on quality of care. Instrument reliability was confirmed with a Cronbach’s alpha of 0.872. Data were analyzed using the chi-square test with a 5% significance level. Results: Most midwives demonstrated good behaviors in empathy (64.3%), communication (60.0%), professionalism (68.6%), and responsiveness (57.1%). Patients’ perceptions of care quality were predominantly rated as high, with reliability showing the highest proportion (71.4%). The chi-square test indicated a significant association between midwives’ behaviors and the quality of midwifery care (p = 0.002). Conclusion: Midwives’ behaviors play a crucial role in determining the quality of midwifery services. Efforts to improve service quality should prioritize strengthening empathetic, communicative, and professional behaviors through continuous soft skills training and professional development programs.
Hubungan Perilaku Bidan dengan Mutu Pelayanan Prima Kebidanan di Rumah Sakit X Boyolali Ratih Kumala Dewi; Evita Aurilia Nardina; Wahyuningsih Wahyuningsih
Journal of Health Management Research Vol 5 No 1 (2026): Journal of Health Management Research
Publisher : Unit Penelitian & Pengabdian Masyarakat STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/jhmr.v5i1.677

Abstract

Background: Midwifery services are a key determinant in improving maternal and neonatal health outcomes. Midwives’ behaviors, including empathy, communication, professionalism, and responsiveness, have been shown to influence the quality of nursing and midwifery care perceived by patients. At Hospital X Boyolali, internal data revealed persistent complaints regarding insufficient empathy and delayed responsiveness, despite compliance with technical medical standards. This highlights the need to examine the contribution of midwives’ behaviors to the quality of midwifery care. Aims: This study aimed to analyze the relationship between midwives’ behaviors and the quality of midwifery care as perceived by patients in Hospital X Boyolali. Methods: A quantitative study with a cross-sectional analytic design was conducted involving 70 midwives selected through proportional random sampling. Data were collected using a structured questionnaire consisting of 15 items on midwives’ behaviors and 20 items on quality of care. Instrument reliability was confirmed with a Cronbach’s alpha of 0.872. Data were analyzed using the chi-square test with a 5% significance level. Results: Most midwives demonstrated good behaviors in empathy (64.3%), communication (60.0%), professionalism (68.6%), and responsiveness (57.1%). Patients’ perceptions of care quality were predominantly rated as high, with reliability showing the highest proportion (71.4%). The chi-square test indicated a significant association between midwives’ behaviors and the quality of midwifery care (p = 0.002). Conclusion: Midwives’ behaviors play a crucial role in determining the quality of midwifery services. Efforts to improve service quality should prioritize strengthening empathetic, communicative, and professional behaviors through continuous soft skills training and professional development programs.
Analisis Model Kualitas Pelayanan Elderly Care Pada Rawat Jalan Berbasis Servqual di Rumah Sakit “S” Semarang Ratih Kumala Dewi; Etni Dwi Astuti; Ella Christi Viorentina
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/0sybkt09

Abstract

Peningkatan jumlah lansia menuntut adanya pelayanan kesehatan yang lebih adaptif melalui pendekatan elderly care. Kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam menentukan kepuasan pasien lansia, sehingga diperlukan evaluasi berbasis model SERVQUAL yang telah direorientasi sesuai kebutuhan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan elderly care pada rawat jalan di RS “S” Semarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 80 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SERVQUAL yang telah dimodifikasi dan diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan simpangan baku serta analisis tingkat kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan secara keseluruhan berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 3,90 ± 0,30 (78,75%). Dimensi jaminan memiliki nilai tertinggi, sedangkan bukti fisik merupakan dimensi terendah. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi tenaga kesehatan sudah baik, namun fasilitas pelayanan masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, kualitas pelayanan elderly care di RS “S” Semarang sudah baik, tetapi memerlukan reorientasi terutama pada aspek fasilitas dan responsivitas pelayanan guna meningkatkan kualitas layanan secara optimal.
Program ROSA (Relaxing Aromatherapy Sleep Aid): Peningkatan Kualitas Tidur pada Wanita dengan Menopause Prekoks melalui Bantal Gel Aromaterapi Damask Rose di Kabupaten Boyolali Ratih Kumala Dewi; Luluk Khusnul Dwihestie; Etni Dwi Astuti
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.816

Abstract

Gangguan tidur dan ketidaknyamanan emosional merupakan keluhan yang umum dialami oleh perempuan menopause, termasuk yang mengalami menopause dini (prekoks). Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur dan kenyamanan melalui penerapan bantal gel aromaterapi Damask rose (ROSA Pillow) sebagai terapi relaksasi nonfarmakologis berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan di tiga kecamatan di Kabupaten Boyolali, yaitu Mojosongo, Teras, dan Ampel, dengan melibatkan 30 peserta berusia 35–45 tahun. Pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi penggunaan ROSA Pillow, serta pendampingan pemakaian selama dua minggu. Evaluasi dilakukan menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur dan General Comfort Questionnaire (GCQ) untuk menilai tingkat kenyamanan. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata skor PSQI 10,9 (kategori buruk) dan GCQ 105,4 (cukup nyaman), sedangkan hasil post-test menunjukkan perbaikan signifikan dengan rata-rata PSQI 5,5 (baik) dan GCQ 143,8 (sangat nyaman). Intervensi aromaterapi Damask rose terbukti meningkatkan relaksasi, menurunkan ketegangan emosional, dan memperbaiki kualitas tidur peserta. Kegiatan ini mendukung teori kenyamanan Kolcaba dan teori kualitas tidur Potter & Perry, serta menunjukkan bahwa pendekatan sederhana berbasis aromaterapi efektif meningkatkan kesejahteraan perempuan menopause di tingkat komunitas.  
Feasibility and Preliminary Effects of a Multimodal Non-Hormonal Intervention for Women With Early Menopause: A Mixed-Methods Study Ratih Kumala Dewi; Luluk Khusnul Dwihestie; Benedicta Audrey Putri Trisnadewi; Ratih Paramastuti; Emilia Boavida De Araujo
An Idea Health Journal Vol 6 No 03 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i03.730

Abstract

Background: Early menopause is characterized by hormonal decline, sleep disturbances, psychological distress, and diminished quality of life. Aim this study is developed and evaluated the feasibility and preliminary outcomes of an integrated intervention comprising phytoestrogen-based nutrition, Damask rose aromatherapy, and self-efficacy–based psychological support for women experiencing early menopause. Methods: An exploratory sequential mixed-methods design was implemented in Boyolali Regency, Central Java, Indonesia, from July to September 2025. The research process included needs assessment, intervention development, expert validation, pilot testing, and qualitative evaluation. Thirty-two women with early menopause participated in a four- week, one-group pretest–posttest intervention. Quantitative data were analyzed using paired t-tests or Wilcoxon signed-rank tests, and qualitative data were examined through inductive thematic analysis. The intervention was associated with improvements in several physiological and psychological outcomes. Result: Estradiol levels increased significantly (p = 0.021), HDL levels improved (p = 0.046), and fasting blood glucose decreased (p = 0.012). Significant improvements were also observed in sleep quality (p = 0.002), psychological distress (p < 0.05), menopause-related quality of life (p = 0.019), and menopause self-efficacy (p = 0.001). Conclusion: Qualitative findings demonstrated high acceptability of the intervention and identified perceived benefits, including relaxation, improved sleep, emotional adaptation, and increased confidence in managing menopausal symptoms. These pilot results indicate that an integrated intervention combining phytoestrogen-based nutrition, Damask rose aromatherapy, and self-efficacy–based psychological support is feasible and associated with improvements in hormonal, metabolic, sleep-related, and psychological outcomes among women with early menopause.