Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal SOLMA

Pendampingan Desain Tugas Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Rais bagi Guru-Guru Bahasa Inggris yang Menempuh Studi Magister Yudhi Arifani; Sri Suyanti; Like Ayu Saputri
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023): Vol 12 No 1 2023 (Article In Press)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: So far, English teachers' design of English learning assignments is routine in nature so they cannot help optimize students' English skills. This community service program is implemented to help increase the professionalism of English teachers who are currently pursuing a master's program in English education from various schools in East Java using RAIS principles. Methods: Through the FGD method, mentoring, and workshops on compiling English assignments were carried out for one semester which 48 English teachers from various schools attended. Results: The results obtained are the understanding of the RAIS concept and the production of various RAIS-based English learning task models that have been implemented in various schools in East Java. Given the significance of assignments in learning, there is a constant need to improve teacher proficiency in assignment design.
Pendampingan Desain Tugas Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Rais bagi Guru-Guru Bahasa Inggris yang Menempuh Studi Magister Yudhi Arifani; Sri Suryanti; Like Ayu Saputri
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i1.11108

Abstract

Selama ini desain tugas pembelajaran bahasa Inggris yang disedain oleh para guru-bahasa Inggris sifatnya rutinitas sehinga tidak dapat membantu optimalisasi kemampuan bahasa Inggris para seserta didik. Program pengabdian masyarakat ini diimplementasikan untuk membantu peningkatan profesionalisme para guru bahasa Inggris yang sedang menempuh program magister pendidikan bahasa Inggris dari berbagai sekolah di Jawa Timur ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mendesain tugas pembelajaran bahasa inggris berbasis relevance, authentic, ill-structure, dan solveable (RAIS). Metode: Melalui metode FGD, pendampingan, dan workshop penyusunan tugas Bahasa Inggris ini di laksanakan selama satu semester yang diikuti oleh 48 guru Bahasa Inggris dari berbagai sekolah. Hasil: Adapun hasil yang diperoleh yaitu terpahaminya konsep RAIS, dan dihasilkanya berbagai model tugas pembelajaran Bahasa Inggris berbasis RAIS yang sudah diimplementasikan diberbagai sekolah di Jawa Timur. Peningkatan kompetensi guru terhadap desain tugas, perlu untuk terus dilakukan secara kontinu, mengingat pentingnya peran tugas dalam pembelajaran.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mendesain Tugas Berbasis Masalah Sri Suryanti; Yudhi Arifani; Lia Budi Tristanti; Nur Khomariyah
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.12601

Abstract

Background: Terdapat ketimpangan antara pembiasaan yang dilakukan oleh guru kepada siswa dengan tuntutan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa pada abad 21. Guru cenderung memberikan tugas/soal matematika yang bersifat procedural dibandingkan dengan tugas yang menuntut penalaran siswa. Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru MTs N 4 Jombang, mereka selalu menggunakan buku dan LKS yang disediakan oleh pemerintah atau penerbit, yang sebagian besar penugasan yang ada tidak mendukung terhadap pemikiran siswa. Selain itu, berdasarkan hasil isian kuesioner yang dilakukan oleh guru, mereka penunjukkan pemahaman yang salah terhadap karakteristik tugas yang mampu mendorong pemikiran siswa. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam mendesain tugas berbasis masalah yang mampu mendorong pemikiran siswa.  Metode: Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru-guru kelas 7 MTsN 4 Jombang, sebanyak 39 guru. Program tersebut dilaksanakan melalui tahapan: 1) Penguatan konsep tugas berbasis masalah melalui aktivitas recognising dan analyzing; 2) Workshop mengembangkan tugas berbasis masalah melalui aktivitas prototyping; 3) Implementasi dan evaluasi secara mandiri melalui aktivitas implementing dan evaluating. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan 100% guru setuju bahwa tugas yang diberikan kepada siswa sebaiknya tidak sama dengan yang telah dicontohkan oleh guru. Selanjutnya terkait dengan kemampuan guru dalam mendesain tugas, 85% guru mampu mendesain tugas berbasis masalah dalam kategori baik, sedangkan sisanya dalam kategori cukup baik. Program pengembangan kompetensi guru dalam mendesain tugas yang tepat untuk siswa perlu untuk terus dilakukan secara kontinu, agar terjadi peningkatan profesionalisme guru secara berkelanjutan
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mendesain Tugas Berbasis Masalah Sri Suryanti; Yudhi Arifani; Lia Budi Tristanti; Nur Khomariyah
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.12601

Abstract

Background: Terdapat ketimpangan antara pembiasaan yang dilakukan oleh guru kepada siswa dengan tuntutan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa pada abad 21. Guru cenderung memberikan tugas/soal matematika yang bersifat procedural dibandingkan dengan tugas yang menuntut penalaran siswa. Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru MTs N 4 Jombang, mereka selalu menggunakan buku dan LKS yang disediakan oleh pemerintah atau penerbit, yang sebagian besar penugasan yang ada tidak mendukung terhadap pemikiran siswa. Selain itu, berdasarkan hasil isian kuesioner yang dilakukan oleh guru, mereka penunjukkan pemahaman yang salah terhadap karakteristik tugas yang mampu mendorong pemikiran siswa. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam mendesain tugas berbasis masalah yang mampu mendorong pemikiran siswa.  Metode: Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru-guru kelas 7 MTsN 4 Jombang, sebanyak 39 guru. Program tersebut dilaksanakan melalui tahapan: 1) Penguatan konsep tugas berbasis masalah melalui aktivitas recognising dan analyzing; 2) Workshop mengembangkan tugas berbasis masalah melalui aktivitas prototyping; 3) Implementasi dan evaluasi secara mandiri melalui aktivitas implementing dan evaluating. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan 100% guru setuju bahwa tugas yang diberikan kepada siswa sebaiknya tidak sama dengan yang telah dicontohkan oleh guru. Selanjutnya terkait dengan kemampuan guru dalam mendesain tugas, 85% guru mampu mendesain tugas berbasis masalah dalam kategori baik, sedangkan sisanya dalam kategori cukup baik. Program pengembangan kompetensi guru dalam mendesain tugas yang tepat untuk siswa perlu untuk terus dilakukan secara kontinu, agar terjadi peningkatan profesionalisme guru secara berkelanjutan
Peningkatan Kompetensi Guru SMP Muhammadiyah 12 Gresik dalam Merancang Pembelajaran yang Mendukung Kompetensi 6C Siswa Suryanti, Sri; Damayanti, Nia Wahyu; Standsyah, Rahmawati Erma; Arifani, Yudhi
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: This community service activity is driven by three factors: 1) the significance of the teacher's role in cultivating student competencies aligned with 21st-century demands; 2) education's emphasis on not only academic mastery but also the cultivation of comprehensive skills; 3) the 6C framework (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication, Citizenship, and Character) serves as the fundamental basis for equipping students to confront escalating global challenges. This service activity aims to enhance comprehension and proficiency in designing learning that fosters the competencies of 6C students. Method: The participants in this initiative comprise 32 educators from Gresik Middle School. The program is executed in phases: 1) Reinforcement of the 6C concept; 2) A workshop on learning design that facilitates 6C; 3) Independent implementation and evaluation without external support. Results: The findings indicated an enhancement in educators' comprehension of crafting learning activities that promote competency 6C. Moreover, it pertains to teachers' capacity to devise 6C learning experiences. 80% of teachers can construct learning activities classified as good, while the remainder falls into the fairly good group. Teacher Competency Enhancement Program To effectively construct learning activities for 6C students, it is essential to consistently engage with the school's learning community. It is essential for the teacher to remain informed about the latest pedagogical strategies, enabling the adaptation of instructional methods to meet student developmental needs and evolving circumstances, while also enhancing collaboration among educators through discourse and the exchange of best practices within the learning community
Pendampingan Desain Tugas Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Rais bagi Guru-Guru Bahasa Inggris yang Menempuh Studi Magister Arifani, Yudhi; Suryanti, Sri; Saputri, Like Ayu
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i1.11108

Abstract

Selama ini desain tugas pembelajaran bahasa Inggris yang disedain oleh para guru-bahasa Inggris sifatnya rutinitas sehinga tidak dapat membantu optimalisasi kemampuan bahasa Inggris para seserta didik. Program pengabdian masyarakat ini diimplementasikan untuk membantu peningkatan profesionalisme para guru bahasa Inggris yang sedang menempuh program magister pendidikan bahasa Inggris dari berbagai sekolah di Jawa Timur ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mendesain tugas pembelajaran bahasa inggris berbasis relevance, authentic, ill-structure, dan solveable (RAIS). Metode: Melalui metode FGD, pendampingan, dan workshop penyusunan tugas Bahasa Inggris ini di laksanakan selama satu semester yang diikuti oleh 48 guru Bahasa Inggris dari berbagai sekolah. Hasil: Adapun hasil yang diperoleh yaitu terpahaminya konsep RAIS, dan dihasilkanya berbagai model tugas pembelajaran Bahasa Inggris berbasis RAIS yang sudah diimplementasikan diberbagai sekolah di Jawa Timur. Peningkatan kompetensi guru terhadap desain tugas, perlu untuk terus dilakukan secara kontinu, mengingat pentingnya peran tugas dalam pembelajaran.