Claim Missing Document
Check
Articles

Preference Level Of Lauwon Soybean Coffee Ramadhani Chaniago; Winarto Ramlan; Darni Lamusu
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v13i1.10364

Abstract

Purpose: This study aimed to evaluate the composition and consumer preference level of Lauwon soybean coffee as an innovation in local soybean-based food diversification. The research is important to support the development of non-caffeinated alternative beverages based on plant protein and to increase the added value of soybeans through postharvest processing, while providing a scientific basis for the development of soybean coffee as a functional food product rooted in local wisdom. Methodology: The study was conducted in two phases: (i) production of soybean coffee by the community of Lauwon Village, Banggai Regency, involving sorting, washing, roasting, grinding, sieving, and packaging; and (ii) evaluation of consumer preference using a five-point Likert-scale organoleptic test. A total of 50 semi-trained panelists participated, assessing color, taste, aroma, and viscosity. The data were analyzed descriptively. Results: The results showed that soybean coffee had a dark brown color with a characteristic roasted aroma. Consumer preference scores were categorized as slightly liked/moderate for color and viscosity, and ranged from disliked to slightly liked/moderate for taste and aroma. Roasting was identified as the dominant factor influencing the sensory attributes. Findings: The findings indicate that Lauwon soybean coffee is moderately acceptable to consumers but requires process optimization to improve taste and aroma. Novelty: The novelty of this study lies in the utilization of local Lauwon soybeans as an analog coffee product and the direct evaluation of consumer preferences. Originality: Originality is demonstrated through the integration of community-based production processes with scientific sensory analysis. Conclusion: Lauwon soybean coffee has potential to be developed as an innovative alternative beverage based on local resources, with further optimization of the roasting process. Type of Paper : Research Article.
PENGUATAN LITERASI SEKOLAH MELALUI TATA KELOLA PERPUSTAKAAN MINI DI SMP MUHAMMADIYAH TOMBIOBONG Aurelia Samrin; Amelia Amelia; Iwit Iwit; Sustri S. Lanini; Ramadhani Chaniago
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62624

Abstract

Program ini dilaksanakan untuk memajukan iklim literasi di SMP Tombiobong melalui pembenahan manajemen perpustakaan mini secara lebih efisien. Pelaksanaan program didasari oleh belum maksimalnya peran perpustakaan mini sebagai sarana literasi, yang dipicu oleh keterbatasan pengorganisasian koleksi, ketiadaan tata kelola sirkulasi peminjaman yang teratur, serta terbatasnya agenda literasi yang terencana. Inisiatif ini ditempuh dalam tiga tingkatan alur, mencakup pengamatan kondisi riil perpustakaan pada tahap observasi; perancangan skema administrasi beserta pengklasifikasian buku pada tahap persiapan; hingga penataan kembali tata ruang dan bahan bacaan, pengoperasian sistem peminjaman, pembuatan jadwal kunjungan per kelas, serta penyelenggaraan aktivitas membaca bersama secara berkala pada tahap pelaksanaan. Capaian program mengindikasikan bahwa kondisi fisik perpustakaan mini kini jauh lebih teratur, mekanisme sirkulasi berjalan secara terstruktur, serta terjadi lonjakan signifikan dalam antusiasme dan kehadiran peserta didik di perpustakaan. Secara keseluruhan, program ini terbukti memberikan dampak konkret dalam menumbuhkan tradisi berliterasi di SMP Tombiobong, meskipun jaminan kelangsungan hasilnya sangat bergantung pada komitmen serta peran aktif dari jajaran sekolah.
Pengembangan Pembelajaran Seni Kreatif Anak Usia Dini Melalui Finger Painting Berbantuan Canva Di TK Aba Tombiobong Anisa Anisa; Miesniati Sholihah; Rohali Bundu; Fibry Fricillawati Hamindeng; Fajri Yahudala; Rani Julianti Solodi; Robi Modolingo; Adelia Maharani; Moh. Rofiq Dg. Majid; Ramadhani Chaniago
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 4 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i4.2867

Abstract

Kreativitas dan motorik halus merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu distimulasi melalui pembelajaran aktif dan menyenangkan. Keterbatasan media pembelajaran dan Alat Permainan Edukatif (APE) menjadi salah satu kendala dalam penyediaan aktivitas kreatif di lembaga PAUD. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan stimulasi kreativitas dan motorik halus anak melalui finger painting berbantuan Canva sebagai alternatif media pembelajaran sederhana. Kegiatan dilaksanakan di TK ABA Tombiobong, Kabupaten Banggai, pada 3 Agustus 2026 selama empat jam dalam satu kali pertemuan. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Canva dimanfaatkan untuk membuat gambar pohon yang dicetak sebagai media finger painting. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak terlibat aktif dalam memilih, mengeksplorasi, dan mengaplikasikan warna menggunakan jari sehingga memperoleh pengalaman seni yang mendukung stimulasi kreativitas dan motorik halus. Guru memberikan tanggapan positif terhadap media yang digunakan sebagai alternatif dalam kondisi keterbatasan APE. Namun, karena kegiatan hanya melibatkan satu anak dalam satu kali pertemuan, hasil belum dapat digunakan untuk menyimpulkan peningkatan kreativitas secara signifikan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa finger painting berbantuan Canva berpotensi menjadi alternatif aktivitas pembelajaran kreatif bagi anak usia dini.
Pelatihan Teknik Bercerita Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Di SMP Muhammadiyah Tombiobong: Pengabdian Imelda Safitri; Sartika Hader; Cahya Kamila Kobaa; Ramadhani Chaniago; Jenita Khoirala
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7734

Abstract

Kemampuan komunikasi penting untuk mendukung proses pembelajaran, kepercayaan diri, dan interaksi antar siswa. Hasil observasi di SMP Tombiobong menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang kurang percaya diri berbicara di depan kelas, kesulitan menyampaikan gagasan secara runtut, serta pasif dalam diskusi dan presentasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa melalui pelatihan teknik storytelling. Kegiatan dilaksanakan di SMP Tombiobong, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dengan peserta sekitar 30 siswa kelas VII dan VIII. Metode kegiatan meliputi observasi, koordinasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Materi mencakup alur cerita, intonasi, artikulasi, ekspresi, kontak mata, bahasa tubuh, dan kepercayaan diri. Hasil menunjukkan peningkatan keberanian, kelancaran, kemampuan menyusun cerita, serta penggunaan ekspresi dan bahasa tubuh. Pelatihan storytelling yang efektif meningkatkan kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal siswa.
Pendiversifikasian Sayur Lilin Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Kelompok Usaha Di Desa Lauwon Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Ramadhani Chaniago
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyal.v2i1.354

Abstract

The majority of the residents of Lauwon Village are farmers, who areengaged in agriculture and plantations. It can be seen that the geographical situationis in the form of a plateau with a height of ± 157 m above sea level. Rainfall in LauwonVillage averages ± 221 mm / year which is suitable for vegetable candles. Many of thepotential natural resources owned by Lauwon Village are vegetable candles which arequite abundant so that they can be processed into a number of products such as sticks,abon and vegetable candle crackers. The solution that gets priority to be carried out inthis activity is the Development of Counseling and Training Development, namelytechnical training covering; processing wax vegetable sticks, wax crackers andvegetable shredded candles along with packaging and labeling. Non-technical trainingwhich includes; institutional strengthening of partner groups through groupmanagement functions and group financial bookkeeping training. By conductingtraining in making crackers, sticks and shredded vegetables, candles will providebenefits to the community, especially for the wax women group in Lauwon Village, EastLuwuk Subdistrict, Banggai Regency, Central Sulawesi, especially in diversifying theirlocal commodities to be economically valuable and competitive with other foodproducts. In addition, this activity also provides information, knowledge and skills tothe community so that they can innovate in producing agricultural products that canincrease family value added so that the community becomes prosperous.