Articles
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Daeri Rahmat;
Eka Wahyuni;
Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1024.029 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.04
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karir mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2010 s.d. 2013 sebanyak 299 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 163 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian dari konstruk teori pengambilan keputusan karir yang diungkapkan oleh Mitchell dan Krumboltz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karir adalah kondisi lingkungan dan kejadian-kejadian (70,97%) pengalaman belajar (69,90%) dan keterampilan menghadapi tugas (68,11%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta dalam memilih jurusan BK dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang meliputi jumlah peluang kerja dan nilai-nilai orangtua. Implikasi dari penelitian ini adalah mahasiswa BK yang telah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam mengambil keputusan karir perlu melakukan adaptasi karir dan melakukan strategi khusus dalam menjalani perkuliahan dan mampu meningkatkan kualitas diri sebagai calon guru BK.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL PADA SISWA SMP DEWI SARTIKA JAKARTA TIMUR
Istiharoh Putri Pratama;
Fahmi Idris;
Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.09
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang hubungan antara selfefficacy dengan kecemasan menghadapi Ujian Nasional.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Dewi Sartika Jakarta Timur sebanyak 90 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Metode yang peneliti gunakan adalah korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner self-efficacyberdasarkan kriteria teori Albert Bandura (1997) danState and Trait Anxiety dari Spielberger (1979). Teknik analisis data menggunakan rumus Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kecemasan menghadapi Ujian Nasional pada siswa kelas IX sebesar 0,342. Artinya, selfefficacy mempengaruhi kecemasan menghadapi Ujian Nasional sebesar 0,342.Hasil ini menunjukkan bahwa jika self-efficacy siswa tinggi maka kecemasan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional juga tinggi.
GAMBARAN KEMATANGAN KARIR SISWA DI SMK MUSIK PERGURUAN “CIKINIâ€
Vika Rusmania;
Indira Chanum Chalik;
Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1032.099 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.24
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran empirik mengenai kematangan karir pada siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (survey terhadap siswa SMK Musik Perguruanâ€Cikini†kelas XI Boarding School Jakarta Selatan tahun ajaran 2013/2014). Penelitian ini menggunakan jenis survey dengan metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI. Sebanyak 67 siswa, yang sekaligus dijadikan sampel oleh peneliti. Adapun sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling sensus, dikarenakan subjek kurang dari 100 orang. Pengumpulan data menggunakan skala kematangan karir dengan berdasarkan konstruk teori kematangan karir Super (1992). Pengujian kualitas alat ukur menggunakan korelasi Product Moment dari Pearson dengan bantuan program SPSS Versi 20. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa dari 98 item skala kematangan karir yang diujicobakan terdapat 85 item yang berkorelasi signifikan atau valid dengan diketahu r hitung > r tabel (r tabel = 0,244) dan reliabilitas sebesar 0.950 dengan menggunakan rumus reliabilitas internal Alpha Cronbach. Hal ini berarti bahwa alat ukur ini memiliki kestabilan dan konsistensi untuk mengumpulkan data mengenai kematangan karir. Hasil penelitian diketahui bahwa sebanyak 45 siswa (67%) berada pada kategori sedang, 12 siswa (18%) berada pada kategori tinggi, dan 10 siswa (15%) berada pada kategori rendah.
Pengaruh penggunaan media komik dalam layanan informasi karir untuk meningkatkan kematangan karir: Studi kuasi eksperimen terhadap peserta didik kelas VIII di SMP Labschool Jakarta
Wening Cahyawulan;
Wirda Hanim;
Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1182.559 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.25
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kematangan karir peserta didik kelas VIII di SMP Labschool Jakarta melalui layanan informasi karir menggunakan media komik. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 orang yang diambil dengan menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan melalui konstruk Inventori Kematangan Karir yang dikemukakan Crites tahun 1973. Inventori kematangan karir terdiri dari dua pengukuran yaitu pengukuran terhadap sikap karir dan kompetensi karir. Teknik analisis data untuk memperoleh gambaran kematangan karir menggunakan statistik deskriptif berupa presentase dan teknik analisis data untuk uji hipotesis menggunakan t-test berupa independent sample t-test. Hasil uji hipotesis dilakukan dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows yang menunjukkan bahwa pada sikap karir diperoleh Sig = 0,000 dan pada kompetensi karir diperoleh Sig = 0,000, hasil tersebut menunjukkan bahwa pada sikap karir maupun kompetensi karir diperoleh Sig < 0,05. Oleh sebab itu, diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan kematangan karir peserta didik yang mendapatkan layanan informasi karir menggunakan media komik lebih tinggi dibandingkan peningkatan kematangan karir peserta didik yang tidak mendapatkan layanan informasi karir menggunakan media komik, baik pada sikap karir maupun kompetensi karir.
PENGARUH PENDEKATAN TIDWELL DAN BACHUS DALAM LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP AGRESIVITAS PESERTA DIDIK KELAS VIII PAGI SMPN 9 TAMBUN
Istianah Istianah;
Endang Setyowati;
Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1112.707 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.031.11
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pada penerapan pendekatan Tidwell dan Bachus dalam layanan konseling kelompok terhadap agresivitas peserta didik di kelas VIII Pagi SMP Negeri 9 Tambun. Peneltian ini dilakukan di kelas VIII Pagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Tambun pada semester I tahun ajaran 2013-2014. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuasi Eksperimen dengan menggunakan One-Group Pretest Posttest Design yaitu eksperimen yang dilaksanakan dengan menggunakan satu kelompok penelitian dengan melihat hasil pretest dan postetst. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga sampel dalam penelitian ini adalah 6 orang peserta didik di kelas VIII Pagi SMP Negeri 9 Tambun yang mendapatkan skor tertinggi berdasarkan sebaran instrumen perilaku agresif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen perilaku agresif berdasarkan teori dari Leonard Berkowitz (Berkowitz, 1995) yang dikembangkan oleh peneliti. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik Wilcoxon Match Pair Test. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Nilai Signifikan α= 0.05 > Nilai asymp. Sig= 0.028, artinya terdapat pengaruh positif signifikan pada penerapan pendekatan Tidwell dan Bachus dalam layanan konseling kelompok terhadap agresivitas peserta didik.
SELF-EFFICACY TERHADAP PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA GURU BK/KONSELOR SMAN JAKARTA PUSAT
Rizki Putri Amelia;
Retty Filiani;
Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1006.723 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.031.18
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran empirik self-efficacy terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam layanan Bimbingan dan Konseling (BK) pada Guru BK/Konselor (Guru BK/K) SMAN Jakarta Pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, jenis survey. Pengumpulan data menggunakan kuesioner self-efficacy terhadap penggunaan TIK dalam layanan BK. Penelitian dilaksanakan di SMAN wilayah Jakarta Pusat. Sampel penelitian berjumlah 35 Guru BK/K, dengan menggunakan teknik convenience sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17,14% Guru BK/K memiliki kategori tinggi pada self-efficacy terhadap penggunaan TIK, 65,72% berada pada kategori sedang, dan 17,14% berada pada kategori rendah. Saran dalam penelitian ini, Guru BK/K yang berada pada kategori tinggi perlu mempertahankan keyakinan diri dalam menggunakan TIK dalam layanan Bimbingan dan Konseling. Guru BK/ K pada kategori sedang dan rendah perlu meningkatkan keyakinan diri dalam menggunakan TIK dalam layanan Bimbingan dan Konseling dengan mengikuti pelatihan mengenai penggunaan TIK dalam layanan Bimbingan dan Konseling dan berpikir positif bahwa dengan menggunakan TIK, dapat membuat layanan Bimbingan dan Konseling berjalan lebih efektif dan efisien.
KOMPETENSI PEMAHAMAN KONSELOR TERHADAP PANDANGAN HIDUP KONSELI YANG BERBEDA BUDAYA
Siti Hajjar;
Sjenny A Indrawaty;
Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1030.355 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.031.21
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empirik mengenai pemahaman guru BK terhadap pandangan hidup konseli yang berbeda budaya di SMP Negeri se-Kecamatan Pasar Rebo. Penelitian dilaksanakan di seluruh SMP Negeri se-Jakarta Timur pada bulan Maret 2013 – Januari 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis survei. Penelitian ini hanya mengukur persepsi guru BK terhadap kompetensi pemahaman pada pandangan hidup guru BK yang berbeda budaya tidak mengukur kinerjanya. Populasi penelitian ini adalah guru BK SMP Negeri se-Kecamatan Pasar Rebo yang terdiri dari 9 sekolah dan 31 guru BK. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Teknik ini digunakan karena semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hasil uji validitas 18 butir situasional dengan kriteria r-tabel yang digunakan 0,3 menghasilkan 15 butir situasional valid dan 3 butir situasional drop. Uji reliabilitas de-ngan rumus Alpha Cronbach didapatkan hasil 0,757 yang berarti bahwa instrumen memiliki tingkat reliabilitas tinggi. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa guru BK SMP Negeri di Kecamatan Pasar Rebo memiliki pemahaman terhadap pandangan hidup konseli yang berbeda budaya pada tingkat kompeten (6,45%), cukup kompeten (80,65%) dan tidak kompeten (12,90%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru BK di SMP Negeri se-Kecamatan Pasar Rebo memiliki pemahaman pada pandangan hidup konseli yang berbeda budaya pada tingkat cukup kompeten.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER BAIK PESERTA DIDIK
Trianita Safitri;
Wirda Hanim;
Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1152.955 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.031.23
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran empirik mengenai pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan metode bercerita untuk meningkatkan karakter baik peserta didik kelas III-B SD Negeri Jatinegara 10 Pagi. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Jatinegara 10 Pagi, dengan populasi kelas III-B. Sampel dipilih menggunakan teknik sampling purposive. Terdapat lima orang peserta didik pada kategori karakter kurang baik dan dua peserta didik pada kategori tidak baik. Metode penelitian adalah Kuasi Eksperimen dengan menggunakan desain One-Group Pre-test Post-test. Pengumpulan data menggunakan instrumen karakter baik dengan validitas menggunakan rumus Product Moment dengan rtabel sebesar (0.344) yang menghasilkan 54 item valid dan 28 item drop. Reliabilitas instrumen dihitung menggunakan rumus Alpha menunjukan 0.888 dengan klasifikasi sangat tinggi. Perhitungan hipotesis menggunakan Wilcoxon Match Pair Test. Hasil pengujian hipotesis menunjukan nilai asymp. Sig = 0,017 < nilai Signifikansi α = 0,05, artinya layanan bimbingan kelompok dengan metode bercerita berpengaruh positif untuk meningkatkan karakter baik peserta didik. Kesimpulan penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok dengan metode bercerita berpengaruh positif untuk meningkatkan karakter baik peserta didik kelas III SD. Implikasi penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok dengan metode bercerita mampu meningkatkan karakter baik peserta didik. Saran dari penelitian ini adalah: pertama, bagi guru, hendaknya mampu menjadi role model dalam menyontohkan perilaku yang baik. Kedua, bagi Kepala Sekolah, hendaknya dijadikan bahan pertimbangan penyusunan program sekolah dengan memasukan nilai-nilai karakter baik, dan menyusun program pelatihan untuk guru dan treatment yang dapat digunakan untuk meningkatkan karakter baik peserta didik. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan penelitian pada jenjang SMP dan SMA. Keempat, memodifikasi metode bercerita yang disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik. Kelima, menggunakan kelompok kontrol untuk mengukur variabel lain yang mempengaruhi karakter peserta didik.
KOMPETENSI TEKNOLOGI PADA GURU BK
Zarirah Zarirah;
Meithy Intan Rukia Luawo;
Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1210.446 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.031.26
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran empirik mengenai kompetensi guru BK terhadap teknologi di SMK Negeri se-Jakarta Timur. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam menjalankan tugas keprofesionalannya. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan instrumen kompetensi teknologi konselor yang berbentuk self assessment dengan metode survei kepada 37 guru BK di 13 SMKN Jakarta Timur. Hasil uji validitas dari 60 butir pernyataan didapatkan 43 butir pernyataan valid dan 17 butir pernyataan drop. Uji reliabilitas yang didapat yaitu 0,927 yang berarti instrumen kompetensi teknologi konselor memiliki reliabilitas sangat tinggi, yang berarti instrumen ini dapat dipercaya. Hasil dari penelitian ini adalah kompetensi penggunaan teknologi guru BK/Konselor di SMKN se-Jakarta Timur pada umumnya berada pada kategori sedang (62,2%) yang berarti bahwa guru BK di SMKN se-Jakarta Timur cukup memahami database, etika hukum saat melakukan cybercounseling, serta kelebihan dan kekurangan dari cybercounseling. Selain mampu memahami, guru BK juga cukup mampu menggunakan email, mengikuti informasi BK melalui internet, serta cukup mampu dalam menggunakan software untuk mendukung layanan BK. Dua kategori lainnya yaitu berada pada kategori tinggi (21,6%) dan rendah (16,2%) yang berarti masing-masing guru BK mampu dan belum mampu dalam menggunakan TIK.
Gambaran Tingkat Self-Efficacy dalam Keputusan Karir Peserta Didik Di Sekolah Penyelenggara Program Peminatan (Survei Terhadap Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 99 Jakarta Tahun Ajaran 2015/2016)
Herdi Herdi;
Sjenny A Indrawati;
Fajar Rona Ulfa
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 2 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.653 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.052.05
Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan data empirik mengenai profil self-efficacy keputusan karir peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 99 Jakarta. Teknik sampling yang digunakan ialah teknik systematic sampling dengan jumlah responden 168 peserta didik kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 99 Jakarta. Instrumen penelitian menggunakan instrumen model skala psikologi. Pengumpulan data menggunakan instrumen model skala psikologi yang berisi 46 item pernyataan yang bertingkat. Analisis uji validitas instrumen menggunakan Product Moment Pearson dengan bantuan software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) Versi 20.0. Uji reliabilitas dengan rumus Alpha Cronbach dengan bantuan software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) Versi 20.0. hingga diperoleh hasil 0,890 yang berarti bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi dan layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitan menunjukkan 81,55 % self-efficacy keputusan karir peserta didik kelas VIII di sekolah menengah pertama Negeri (SMPN) 99 Jakarta berada pada kategori sedang, 14,85% berada pada kategori rendah, dan 3,6% self-efficacy keputusan karir peserta didik kelas VIII di sekolah menengah pertama Negeri (SMPN) 99 Jakarta berada pada kategori tinggi. Ditandai dengan perkembangan kapasitas, sikap, minat, dan kebutuhan yang terkait dengan konsep diri. Konsep diri yang dimiliki individu terbentuk melalui identifikasi terhadap figur-figur keluarga dan lingkungan sekolah.