Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Kelembapan Udara Terhadap Kenyamanan Calon Penumpang Kereta Api di Ruang Tunggu Stasiun Lempuyangan Putri, Famelga Clea
Journal of Academia Perspectives Vol 2, No 1 (2022): Journal of Academia Perspectives
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.732 KB) | DOI: 10.30998/jap.v2i1.876

Abstract

Lempuyangan Station is a place to pick up and drop passengers using rail transportation services, both from within and outside the city of Yogyakarta. In addition to good service, a convenient location is also needed in serving consumers. The problem faced in this research is how to identify and measure and evaluate the physical environment in the waiting room of Lempuyangan Station. The results of this study aim to provide recommendations on how to create a waiting room that is in accordance with the standards of comfort and health levels that suit your needs. The analytical method used is ANOVA (Linear Regression and Multiple Linear Regression). Quantitative data was collected through the distribution of questionnaires to 50 respondents, namely prospective passengers which included questions about air humidity with yes and no answer choices. Based on the results of data acquisition regarding humidity using the descriptive method, it was obtained that the humidity data in the waiting room of the lempuyangan station was 57.5%RH, this value was outside the specified threshold value. These data indicate that the existing humidity level is not in accordance with the national standard/ideal. The room humidity rating is 57.5%RH, which means this room exceeds the humidity threshold value, with the comfort zone standard of only 40 – 50% RH.
Pengelolaan Risiko di Cozy Car Wash Yogyakarta dengan Penerapan ISO 31000 Famelga Clea Putri
Jurnal Optimasi Teknik Industri (JOTI) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Teknik Industri Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/joti.v4i1.11809

Abstract

Cozy Car wash adalah sebuah usaha pencucian mobil yang didirikan pada tahun 2018 di daerah Condongcatur, Yogyakarta. Dalam setiap bisnis, terdapat risiko termasuk pada Cozy Car wash dan tiap proses operasional yang terjadi di Cozy Car wash memiliki potensi timbulnya kendala-kendala atau permasalahan yang dapat menganggu jalannya proses tersebut yang nantinya akan berpengaruh terhadap hasil akhir dari jasa pada proses bisnis di Cozy Car wash. Pengelolaan risiko dilakukan dengan menganalisis nilai konsekuensi untuk mengetahui level risiko yang ada pada setiap kegiatan pencucian mobil. Penelitian ini mengacu pada teori berbasis ISO 31000. Pengumpulan data didapatkan dari hasil observasi dan wawancara langsung terhadap pekerja. Dari hasil penelitian diketahui bahwa risiko tertinggi yang ada pada proses pencucian mobil adalah kerusakan mobil customer, kerusakan alat kerja, terkena cairan kimia berupa shampoo dan sabun. Sedangkan risiko yang lain antara lain terpeleset, terkilir, postur janggal, terkena percikan air, terkena pajanan matahari, terkena cairan kimia, serta terkena debu, kotoran dan uap panas. Oleh sebab itu diperlukan upaya pengendalian berupa engginering, administrative , dan alat pelindung diri (APD) agar sesuai dengan prinsip ISO 31000 yaitu menciptakan dan menambah nilai bagi perusahaan.
Sosialisasi Pengenalan Penggunaan Alat Bantu Pengolahan Lada pada Kelompok Petani Lada di Kabupaten Sambas Famelga Clea Putri; Theresia Evy Yulianty Nadeak
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2022): September 2022 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v2i5.276

Abstract

Lada merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan yang menduduki urutan ke 5 di Kalimantan Barat. Kalimantan Barat merupakan salah satu penghasil lada terbesar setelah Kalimantan Timur, Lampung, dan Bangka Belitung. Sampai sejauh ini, perkebunan lada di Kalimantan Barat masih berpeluang untuk dikembangkan. Salah satu daerah di Kalimantan Barat dalam usaha tani lada adalah Kabupaten Sambas. Pengolahan lada yang dilaksanakan di Kabupaten Sambas masih bersifat tradisional. Mulai dari proses memetik, proses perontokan biji lada dari tangkainya, proses perendaman lada, proses mencuci lada, sampai dengan proses penjemuran biji lada. Permasalahan mitra di proses pengolahan lada secara tradisional seperti ini membutuhkan waktu yang lama dan petani mengalami berbagai macam keluhan, serta cara kerja tersebut menyebabkan output yang dihasilkan menjadi terbatas waktu. Oleh karena itu, untuk meningkatkan produktivitas yang optimal harus diimbangi dengan alat, atau sarana yang mendukung kegiatan tersebut, sehingga dapat meminimalkan waktu kerja, dan kondisi fisik petani tidak terlalu lelah. Berdasarkan keadaan tersebut diatas, maka perlu adanya suatu upaya berupa sosialisasi secara daring untuk mengenalkan solusi alternatif yang mampu memudahkan petani dalam proses pengolahan lada, serta meningkatkan keterampilan kelompok tani. Selain itu juga, diperlukan kegiatan yang dapat menambah semangat dan keterampilan petani lada dalam menggunakan alat yang bisa memudahkan pekerjaan mereka. Adanya transfer teknologi disertai kegiatan penyuluhan yang bernilai guna tersebut dapat menjadi berhasil guna untuk kelompok tani, artinya pelatihan tersebut dapat dilaksanakan pada para kelompok tani di Kabupaten Sambas.
Perhitungan CPM Pada Proyek Improvement Sistem Automatis OEE Pada Line Produksi SKM PT Indolakto Famelga Clea Putri; Alpian Alpian; Ivan Lucky Ristiandi; Thasana Nafa Tasya
Metode : Jurnal Teknik Industri Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Metode
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/mt.v9i1.2235

Abstract

Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan fasilitas produksi dan untuk mendukung peningkatan produktivitas adalah dengan melakukan evaluasi dan perawatan peralatan produksi (mesin) secara intensif agar dapat digunakan seoptimal mungkin. Namun, seringkali ditemukan bahwa tindakan perbaikan atau pemeliharaan yang dilakukan tidak tepat sasaran pada masalah yang sebenarnya. Untuk itu sangat diperlukan peningkatan sistem monitoring OEE online yang dapat menangkap kinerja mesin secara akurat dan real time (per mesin) sehingga penanganan dan perawatan mesin lebih tepat sasaran. Dan untuk mendapatkan waktu proyek yang efisien diperlukan perhitungan dengan metode CPM. Critical Path Method adalah suatu konsep atau metode dalam manajemen proyek yang digunakan untuk mengidentifikasi tugas-tugas utama dalam suatu proyek agar dapat diselesaikan secara optimal tepat waktu). Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dari Bill of Quantity proyek pembuatan sistem OEE otomatis di PT. Indolakto dan dilakukan pengolahan data menggunakan Metode Jalur Kritis untuk mendapatkan waktu pengerjaan proyek yang efisien. Dan hasilnya terdapat jalur kritis pada kegiatan A Survey lokasi pemasangan sistem dan persiapan material, B Penarikan kabel ke masing-masing mesin, D Pemasangan wiring PLC, Pemrograman sistem E Scada dan juga PLC, F Commissioning IO check, G Control dan tinjauan sistem, dan a) Slack time (waktu senggang) adalah waktu luang yang dimiliki setiap kegiatan untuk dapat ditunda tanpa menyebabkan keterlambatan proyek. Seluruh slack time pada proyek ini terdapat pada aktivitas C. Memasang sensor pada setiap mesin, dengan kata lain aktivitas ini dapat ditunda tanpa menyebabkan keterlambatan. proyek
Analysis of Inventory Management with the EOQ Method in Optimizing Fabric Inventory at XYZ Stores Famelga Clea Putri
Journal of Industrial System Engineering and Management Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Industrial System Engineering and Management (Edisi March)
Publisher : PT. SAFARI AMALIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56882/jisem.v2i1.13

Abstract

XYZ Store is a company engaged in the textile industry, whose main activity is the production of printed fabrics. The raw materials used in the textile production process are fabrics and in the implementation of the production process these raw materials are always available for the smooth running of the production process. Therefore it is necessary to carry out planning and control of raw materials that are more efficient, then an analysis is carried out using the EOQ method as an option as a comparison between policies that have been implemented so that companies can choose which policy is more efficient in terms of spending on inventory costs or total inventory costs. After doing the calculations, it can be seen that the costs incurred by the company amounted to IDR 7,876,464.1. Meanwhile, the total inventory cost incurred by the company when using the EOQ method is IDR 3,564,927.2. it can be seen that the savings are Rp. 4,311,536.9 when using the EOQ method. While the obstacle in this research is that the EOQ method that has been disclosed by the author in this study cannot be implemented at the XYZ Store due to the agreement factor from the supplier who sends materials once a month. Even though the storage facilities owned by Store XYZ are very adequate, so that the minimum inventory limit that must be stored according to the EOQ calculation can be carried out in field conditions
Analisis Manajemen Perawatan Komponen Kritis Lampu APILL Tenaga Surya di Kota Yogyakarta dengan Pendekatan Reliability Centered Maintenance (Studi Kasus di PT Qumicon Indonesia) Famelga Clea Putri
Metode : Jurnal Teknik Industri Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Metode
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/mt.v9i2.2435

Abstract

PT Qumicon Indonesia is a company engaged in the procurement of signs and other traffic equipment. In addition to procuring goods, PT Qumicon Indonesia also provides services for the maintenance of several products produced by the company, one of which is the solar powered APILL lamp. In this study, the company has not implemented a preventive maintenance approach in the maintenance of solar-powered APILL lamps in the city of Yogyakarta because PT Qumicon Indonesia will only carry out maintenance when there has been a call or request from the Provincial Transportation Office regarding damage and so on (corrective maintenance). In addition, the problem that is the object of research is that PT Qumicon Indonesia does not have a schedule to carry out preventive maintenance. From suggestions for improving the decision to carry out maintenance activities or replacing components in order to achieve 80% reliability, the battery which is the most critical component at 6 intersections in the city of Yogyakarta is checked regularly. Melia Purosani SP4 battery components are checked every 240 hours or 8 days, BO Plaza SP3 battery components are checked every 305 hours or 12 days, Gramedia SP4 battery components are checked every 434 hours or 18 days, Tugu SP4 battery components are checked every 338 hours or 14 days, the Jati Kencana SP4 battery components are checked every 270 hours or 11 days, and the Garuda SP4 battery components are checked every 305 hours or 12 days. From the results of the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) analysis, it is obtained that for the RPN value factor, the number of failures, and the reliability value, what needs to be considered so that system failure does not occur is the subsystem on the battery, the program IC on the controller, the program IC on the slave controller, and the terminal driver cable on the RF Transceiver.
Optimasi Pengambilan Keputusan Material Signage di PT XYZ dengan AHP-TOPSIS Marlina; Nurhidayat, Asep Endih; Putri, Famelga Clea
Metode : Jurnal Teknik Industri Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Metode
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/mt.v10i1.2769

Abstract

XYZ company in the field of signage design consulting services has product output in the form of the best design recommendations. Output recommendations in design include material selection. However, several times it was found that the recommended materials were not appropriate, such as signage being corrosive. This is because there are factors that are not taken into consideration when making decisions. Factors influencing material selection and a list of material alternatives were identified by conducting interviews with experts who were directly involved in decision making. This research uses the AHP method (Analytical Hierarchy Process method) and TOPSIS (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution) and is assisted by Super Decision software. This research uses the AHP method (Analytical Hierarchy Process method) and TOPSIS (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution) and is assisted by Super Decision software. The research results show that there are 6 main criteria used in selecting signage making materials, namely, price, quality, availability, durability, ease of processing and processing speed. Weighting using AHP produces an order of importance for each criterion from highest to lowest, namely availability (0.2269), processing speed (0.2216), durability (0.2182), ease of processing (0.1519), quality (0.0919) and price (0.0895). The results of data processing using TOPSIS show that acrylic has the greatest preference for use as a material for making signage with a weight of 0.6569. The research results can be used as a reference for decision making in selecting signage materials with a measurable process.
Sosialisasi Pengenalan Meja Dapur yang Ergonomis pada Kelompok Ibu-Ibu Pkk di Kelurahan Cipayung Kecamatan Cipayung Jakarta Timur Putri, Famelga Clea; Nadeak, Theresia Evy Yulianty; Thertiana, Erlis
Jurnal PKM: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v7i2.16431

Abstract

Dapur merupakan ruang yang diperuntukkan bagi penyiapan dan penyediaan bahan-bahan kuliner. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan ini adalah memasak. Setiap hari kegiatan memasak dilakukan di dapur, termasuk menyiapkan sarapan, makan siang, dan makan malam. Kegiatan memasak seringkali dilakukan di meja dapur; Namun desain meja yang digunakan untuk memasak terkadang mengabaikan kenyamanan penggunanya. Meja dapur yang tidak ergonomis, terutama bila digunakan dalam waktu lama, dapat menyebabkan berbagai dampak buruk, termasuk kelelahan dan masalah kesehatan seperti ketidaknyamanan punggung. Desain meja dapur seringkali gagal mengakomodasi proporsi tubuh penggunanya, sehingga menimbulkan potensi ketidaknyamanan karena ketinggiannya yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Desain meja yang terlalu rendah menimbulkan bahaya besar karena mudah diakses oleh balita. Desain meja yang terlalu ditinggikan mengakibatkan rasa lelah pada bagian pinggang dan punggung, sehingga perlu adanya pembelajaran ide meja dapur yang ergonomis yang disesuaikan dengan ukuran tubuh pengguna dapur wanita. Untuk memberikan edukasi mengenai hal ini, dilakukan pendekatan terhadap Kelompok Ibu-Ibu yang memungkinkan mereka menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk menganalisis dan meningkatkan ergonomi meja dapur mereka saat ini. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan sosialisasi penerapan ergonomis. Selanjutnya memberikan motivasi kepada mitra Kelompok Ibu-ibu PKK dalam mendapatkan pengetahuan dan gambaran konsep meja dapur yang ergonomis, sehingga mengurangi resiko jika konsep meja dapur yang ergonomis bisa direalisasikan penggunaannya.
Feasibility Analysis of a Roof Tile Factory Business Using a Capital Budgeting Approach Clea Putri, Famelga
Journal of Industrial System Engineering and Management Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Industrial System Engineering and Management (Edisi December)
Publisher : PT. SAFARI AMALIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56882/jisem.v2i2.22

Abstract

Natural content that supports the need for raw materials and materials needed is provided by the nature around us, such as various plants, soil, water, natural stones, and others. Most of them can be further processed into raw materials for construction products, such as roof tiles and other infrastructure facilities. The financial feasibility aspect is important considering that the business can be categorized as a project, which requires a long payback period based on the accounting period. During this time period there are various things that are full of uncertainty which are influenced by the rate of inflation and bank interest rates, so that the value of investments issued and the income or money obtained now will be different from the value of money in the future, which is called with the value of time rather than money. It is hoped that the analytical tool will be able to provide consideration, input and anticipation for the future of the roof tile manufacturing unit project by paying attention to capital budgeting, which can then be analyzed from a financial aspect through payback period (PP), net present value (NPV), profitability index ( PI) and internal rate of return (IRR). In the roof tile manufacturing business, the PBP is 1 year, 8 months, 6 days faster than the maximum period of 8 years of the project value, positive NPV of IDR 536,821,468, PI of 2,841 greater than number 1 and IRR of 14,835 greater than the cost value of capital 12%. As a basis for decision making through a capital budgeting approach through financial analysis.
Edukasi Daring Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Sebagai Pupuk Organik pada Kelompok Usaha Bersama di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara Putri, Famelga Clea
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2024): November 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i6.627

Abstract

Produksi tahu menghasilkan limbah yang cukup banyak, terutama limbah cair. Limbah tahu cair ini banyak mengandung protein yang cepat terurai. Jika cairan ini masuk ke lingkungan tanpa pengolahan sebelumnya, dapat menyebabkan bau yang tidak sedap dan suasana yang tidak menyenangkan Permasalahan para pengusaha tahu di Desa Tulakan adalah kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan limbah tahu cair. Limbah cair tahu hanya dibuang ke sungai sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan manfaat dari pengolahan limbah cir tahu menjadi produk yang bernilai ekonomi. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pelatihan. Keberhasilan operasi diukur dengan memantau produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, mengolah limbah tahu cair menjadi pupuk organik melalui proses fermentasi. Proses fermentasi memakan waktu 15 hari dengan penambahan EM , larutan gula merah dan air kelapa secukupnya. Semua bahan dicampur dan diaduk menjadi massa yang seragam, lalu ditempatkan dalam wadah tertutup. Setelah sekitar dua minggu menggunakan pupuk organik cair tersebut, masyarakat Desa Tulakan dapat menggunakannya untuk memupuk tanaman mereka.