Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Edukasi dan Pelatihan kepada Kelompok Wanita Tani Manggarai, Kendari Sulawesi Tenggara Mengolah Limbah Pertanian sebagai Eco-Enzyme untuk Pupuk dan Pestisida Halim, Halim; Adawiah, Robiatul; Arma, Makmur Jaya; Satrah, Vit Neru; Asniah, Asniah; Rembon, Fransiscus Suramas; Basrudin, Basrudin
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 6 (2024): JAMSI - November 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1456

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat pada umumnya dan khususnya kelompok Wanita Tani Manggarai adalah minimnya keterampilan dan pengetahuan untuk mengolah limbah menjadi eco-enzyme sebagai pupuk organik dan pestisida. Salah satu limbah yang belum mendapatkan perhatian untuk dikelola dengan baik adalah limbah pertanian. Limbah pertanian yang tidak diolah akan menjadi sumber pencemaran lingkungan, sumber penyakit dan mengganggu kebersihan lingkungan. Oleh karana itu, limbah pertanian perlu dikelola dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat secara umum dan khususnya bagi petani. Tujuan kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat ini adalah untuk melakukan edukasi dan pelatihan kepada Kelompok Wanita Tani Manggarai dalam membuat eco-enzyme dari limbah pertanian sebagai pupuk organik dan pestisida nabati. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu sosialisasi, pelatihan dan pendampingan serta diskusi secara terbuka antara pemateri dengan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok Wanita Tani Manggarai memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk membuat eco-enzyme dari limbnah pertanian sebagai pupuk organik dan pestisida.
SOSIALISASI DAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN DASAR LIMBAH PERTANIAN DI DESA OMBU-OMBU JAYA KECAMATAN LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA Adawiyah, Robiatul; Nurmas, Andi; Boer, Dirvamena; Arma, Makmur Jaya; Hisein, Waode Siti Anima; Slamet, Agustono
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.5878

Abstract

Limbah pertanian diartikan sebagai bahan yang dibuang di sektor pertanian seperti jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, kotoran ternak, sabut dan tempurung kelapa, dedak padi, dan yang sejenisnya. Kehadiran limbah tersebut dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, sehingga perlu diadakan penanganan yang tepat. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah Kepala Desa dan Jajarannya serta masyarakat Desa Ombu-Ombu Jaya Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi.  Kegiatan PKM ini bertujuan untuk; (1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang efek negatif penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus baik terhadap manusia, tanah dan lingkungan hidup, (2) Memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik pertanian yang dapat digunakan sebagai pupuk organik cair (POC), sehingga mengurangi penggunaan pupuk anorganik, dan (3) Meningkatkan pengetahuan msyarakat tentang cara dan bahan dasar untuk membuat POC dari limbah organik pertanian.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi penyuluhan dan bimbingan teknis sebagai berikut : (1) Menyampaikan materi dengan cara ceramah dan diskusi mengenai efek negatif penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus baik terhadap manusia, tanah dan lingkungan hidup; bahan-bahan dasar pembuatan POC; manfaat POC dan (2) Melaksanakan pembuatan POC limbah pertanian. Setelah mengikuti kegiatan ini, khalayak sasaran diharapkan; (1) dapat meningkatkan pengetahuan tentang efek negatif dari penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus baik terhadap manusia, tanah dan lingkungan hidup, (2) dapat memahami manfaat limbah pertanian sebagai bahan dasar POC, sehingga mengurangi penggunaan pupuk anorganik, dan (3) dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara dan bahan dasar POC dari limbah pertanian dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik sehingga  secara ekonomi menguntungkan karena menurunnya biaya produksi.  
Teknologi pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar air cucian beras pada tanaman sayuran organik di pekarangan Nurmas, Andi; Adawiyah, Robiatul; Arma, Makmur Jaya; Arif, Norma; Sarawa, Sarawa; Boer, Dirvamena
Jurnal Tarreang: Tren Pengabdian Masyarakat Agrokompleks Vol 1 No 3 (2025): Jurnal Tarreang
Publisher : Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jtarreang.v1i3.4882

Abstract

The problems of members of the Manggarai Women’s Farmers Group in Padaleu Village, Kambu District, Kendari City are (1) so far no party has socialized the adverse effects of using inorganic fertilizers and the trend of public awareness of consuming organic food ingredients so that farmers are directed to use organic fertilizers. (2) the target audience has not received an explanation about LOF, including the basic ingredients, benefits, how to make it, and its application to vegetable plants in the yard. This activity aims to (1) Improve the knowledge of Women Farmer Group members about the adverse effects of using inorganic fertilizers, (2) Provide understanding to the community about using rice washing water as a basic ingredient for LOF, and (3) Increase knowledge about LOF methods, materials and applications. This activity begins with direct observation in the field to discover the problem and determine the method used in the activity—next, socialization with members of the Women’s Farmers Group. The method used is a combination of counseling and technical guidance as follows: (1) Socialization through delivering materials, lectures and discussions regarding the negative impacts of inorganic fertilizers used on humans, soil and the environment; the importance/benefits of LOF and what basic ingredients can be used in making LOF; and benefits of LOF, and (2) Making liquid organic fertilizer based on rice washing water with the help of EM-4 to be applied to organic vegetable plants in the yard. LOF is fermented for 2 weeks, resulting in a 60 L volume. Applying LOF based on rice washing water can increase the growth and yield of vegetable plants in the yard.
SOSIALISASI DAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN DASAR LIMBAH PERTANIAN DI DESA OMBU-OMBU JAYA KECAMATAN LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA Adawiyah, Robiatul; Nurmas, Andi; Boer, Dirvamena; Arma, Makmur Jaya; Hisein, Waode Siti Anima; Slamet, Agustono
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.5878

Abstract

Limbah pertanian diartikan sebagai bahan yang dibuang di sektor pertanian seperti jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, kotoran ternak, sabut dan tempurung kelapa, dedak padi, dan yang sejenisnya. Kehadiran limbah tersebut dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, sehingga perlu diadakan penanganan yang tepat. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah Kepala Desa dan Jajarannya serta masyarakat Desa Ombu-Ombu Jaya Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi.  Kegiatan PKM ini bertujuan untuk; (1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang efek negatif penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus baik terhadap manusia, tanah dan lingkungan hidup, (2) Memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik pertanian yang dapat digunakan sebagai pupuk organik cair (POC), sehingga mengurangi penggunaan pupuk anorganik, dan (3) Meningkatkan pengetahuan msyarakat tentang cara dan bahan dasar untuk membuat POC dari limbah organik pertanian.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi penyuluhan dan bimbingan teknis sebagai berikut : (1) Menyampaikan materi dengan cara ceramah dan diskusi mengenai efek negatif penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus baik terhadap manusia, tanah dan lingkungan hidup; bahan-bahan dasar pembuatan POC; manfaat POC dan (2) Melaksanakan pembuatan POC limbah pertanian. Setelah mengikuti kegiatan ini, khalayak sasaran diharapkan; (1) dapat meningkatkan pengetahuan tentang efek negatif dari penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus baik terhadap manusia, tanah dan lingkungan hidup, (2) dapat memahami manfaat limbah pertanian sebagai bahan dasar POC, sehingga mengurangi penggunaan pupuk anorganik, dan (3) dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara dan bahan dasar POC dari limbah pertanian dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik sehingga  secara ekonomi menguntungkan karena menurunnya biaya produksi.  
Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskula dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Halim, Halim; Sabaruddin, Laode; Arma, Makmur Jaya; Resman, Resman; Hisein, Waode Siti Anima
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 2 (2024): JUPIN Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.389

Abstract

Produksi kacang hijau di Sulawesi Tenggara selalu mengalami fluktuasi yang disebabakan oleh kondisi iklim yang berubah-ubah, kesuburan tanah yang rendah serta sistem budidaya yang masih konvensional. Untuk meningkatkan produksi kacang hijau, maka perlu adanya budidaya tanaman yang baik dengan input yang mudah diterapkan oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fungi mikoriza arbuskula dan jarak tanam terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Kebun Percobaan II Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola factorial yang terdiri dari dua factor yaitu: faktor pertama propagul fungi mikoriza arbuskula (FMA) yang terdiri atas empat taraf dan Faktor kedua yaitu jarak tanam yang terdiri atas tiga taraf. Variabel yang diamati yaitu: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), luas daun (cm2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara fungi mikoriza arbuskula dengan jarak tanam terhadap tinggi tanaman 21, 28 dan 35 HST, jumlah daun 28 HST, diameter batang 35 HST dan luas daun 21, 35 dan 42 HST.
Pengembangan Kultur Mikrospora pada Varietas Padi Ladang Lokal Asal Kendari Suaib, ,; Arma, Makmur Jaya
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 40 No. 2 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.681 KB) | DOI: 10.24831/jai.v40i2.6356

Abstract

The three Kendari local upland rice varieties i.e. Paedai Meeto, Pae Ikulaku and Pae Loio were studied for their ability to produce the embryogenic microspore and microspore callus from anther under high temperature stress pretreatments. The pretreatment was conducted by incubating the anther in a B medium at 33 oC in darkness for 0, 2, 4, and 7 days to induce the growth of embryogenic microspores. The formation of microspore calli was obtained by incubating the embryogenic microspores into the MO-19 embryo induction medium. Scoring was conducted on the percentage of: (1) embryogenic microspores, (2) symmetrical binucleat microspores, (3) multinucleate microspores, and (4) microspore calli or embryos. Each replication consisted of three hundred of individual microspores and every treatment was replicated in three times. The mean values of the data were analyzed by variance analysis, and the Fisher LSD mean separation at 0.05 of significance level were applied to judge the best treatments. The result showed that Pae Loio produced the higher frequency of embryogenic microspores after anther pretreatment in B medium for 4 days at 33 oC in darkness compared to other varieties. Culture of embryogenic microspore of Pae Loio in MO-19 medium over 30 days also produced the symmetrical binucleate and multinucleate microspores, and microspore calli at higher frequencies than those of other local varieties.Keywords: anther, calli, embryogenic microspores, high temperature pretreatment, upland rice
PKM Penggunaan Teknologi Pemupukan Organik Cair (POC) Limbah Pertanian Untuk Meningkatkan Produktivitas Sayuran dan Pendapatan Petani di Desa Jati Bali Kabupaten Konawe Selatan Rakian, Tresjia Corina; Harjoni Kilowasid, Laode Muhammad; Madiki, Abdul; Bahari, Bahari; Arif, Norma; Arma, Makmur Jaya; Nuraida, Waode
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i2.434

Abstract

Masyarakat Desa Jati Bali  Kabupaten Konawe Selatan, baik yang produktif maupun non produktif dalam bidang pertanian, akan terlibat dalam proyek PKM ini yang akan menerapkan teknologi pemupukan organik (POC) yang ramah lingkungan. Penanaman sayuran setiap tahun dengan pupuk kimia di desa Jati Bali menurunkan unsur hara tanah dan kesehatan masyarakat. Di era modern ini, asupan nutrisi yang sehat dan bergizi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas masyarakat setempat. Oleh karena itu, teknologi POC diperlukan untuk meningkatkan kualitas unsur hara tanah, meningkatkan produksi, dan mendapatkan tanaman sayuran organik. Di desa Jati Bali juga banyak limbah pertanian dan kotoran ternak yang tidak diolah dengan baik, sehingga tidak memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan pupuk organik harus dilakukan untuk memperbaiki lingkungan yang tercemar oleh pupuk kimia dan juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dengan memanfaatkan limbah di sekitar untuk menjadi pupuk organik. Pupuk organikmemiliki harga lebih mahal daripada limbah kotoran ternak yang belum diolah. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan pada kegiatan PKM ini adalah penggunaan teknologi POC agar tidak ketergantungan dengan penggunaan pupuk kimia. Ini akan membuat lahan usahatani lebih produktif. Dalam pengabdian ini, tiga teknologi akan diterapkan: (1) pembuatan pupuk organik cair; (2) pengemasan; dan (3) pemasaran tanaman sayuran melalui media online seperti Watshap dan Facebook. Kegiatan pengabdian ini telah berhasil dilaksanakan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pupuk organik cair limbah pertanianjuga dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk menggantikan pupuk kimia sinteti