Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

ANALISIS KEBUTUHAN PERAWATAN DI RUMAH UNTUK PENDERITA HIV/AIDS ANAK Ernawati Ernawati; Yunie Armiyati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.834 KB)

Abstract

Proporsi anak-anak dan keluarga yang terkena dampak HIV/AIDS menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan.Risiko kematian secara umum anak dengan HIV positifsangat besar. Hal ini karena infeksi yang tidak diobatiatau bahkan banyak kasus anak terinfeksiHIV tidak terdeteksi dan meninggal sebelum mendapatkan perawatan yang optimal.Pengasuhanoleh keluarga adalah yang paling umum dan sering diterima penderita Aids di banyaknegara.Keluarga memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana individu danmasyarakat mengatasi Aids dan konsekuensinya dalam meningkatkan status kesehatan,menyediakan berbagai akses kesehatan formal dan informal serta perawatan psikososial didalam rumah, termasuk memberikan perawatan dan pengobatan, pemenuhan  nutrisidankebutuhaan lainnya.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan perawatan di rumah pada penderitaHIV/Aids sehingga diketahui standar materi edukasi di keluarga dalam merawat penderitasebagai upaya tindakan promotif dan preventif yang akan mengurangi kebutuhan rawat inap dirumah sakit.  Metode penelitian kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam padapengasuh dan observasi kondisi fisik anak sebagai respon primer yang ditentukan secarapurposive melalui key person.Sedangkan triangulasi sumber data dilakukan wawancaramendalam pada anggota tim VCT RSUD Kudus dan wawancara mendalam pada Manajer Kasus(MK) pendamping penderita dan ketua Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) serta Focus groupDiscuss (FGD) pada masyarakat. Hasil penelitian menemukan bahwa Permasalahan keluarga dalam merawat anakHIV/Aids sangat komplek dan anak membutuhkan perawatan fisik untuk mencegah terjadinyainfeksi oportunistik, nutrisi adekuat, perawatan medis khusus, kesehatan emosional, kebutuhansosial bermain dalam lingkungan yang tidak menstigma serta diskriminasi dan perawatanspiritual. .Kata kunci: HIV/Aids, Perawatan di Rumah, keluarga.
Pengaturan Kecepatan Aliran Darah (Quick Of Blood) terhadap Rasio Reduksi Ureum pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Unit Hemodialisis RSUD Kota Semarang Imam Hadi Yuwono; Yunie Armiyati; - Chanif
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.147 KB)

Abstract

Pasien PGK stadium akhir memerlukan terapi pengganti ginjal salah satunya dengan hemodialisis, yang bertujuan mengeluarkan sisa metabolisme, kelebihan air dan mengatur keseimbangan asam basa. Hemodialisis disebut adekuat bila mencapai RRU sebesar 65%. QB adalah salah satu faktor yang mempengaruhi hasil RRU. Kecepatan aliran darah dari tubuh pasien ke mesin digambarkan dengan quick of blood . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengaturan QB terhadap RRU. Desain penelitian menggunakan pendekatan croossectional denganmembedakan RRU dari QB 150 ml/menit, 175 ml/menit dan 200 ml/menit. Hasil uji pairedsamples T-test menunjukkan ada perbedaan ureum sebelum dan sesudah hemodialisis yang signifikan pada setiapkelompok QB. Rata-rata hasil RRU dari QB 150 ml/menit adalah 52,0%,QB 175 ml/menit adalah 64,2% dan QB 200ml/menit sebesar 66,3%.Uji one way anova menunjukkan hasil antara QB 150 ml/menit denganQB 175 ml/menit dan 200 ml/menit mempunyai pengaruh yang signifikan(sig < 0,000) atau sig < 0,05. QB 175ml/menit dengan 200 ml/menittidak mempunyai pengaruh yang signifikan (sig =0,666) atau sig > 0,05.Rekomendasi yang dapat diberikan adalah pengaturan QB harus disesuaikan dengan berat badan predialisis.Perawat dialisis mengaturQB sesuai dengan berat badan dan harus mempertimbangkan kecepatanaliran darah pada akses vaskuler.Kata kunci : hemodialisis, quick of blood dan RRU
MANAJEMEN MASALAH PSIKOSOSIOSPIRITUAL PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HEMODIALISIS DI KOTA SEMARANG Yunie Armiyati; Edy Wuryanto; Nuri Sukraeny
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2016: PROSIDING KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM SUSTAINABLE DEVE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.486 KB)

Abstract

Ginjal Kronis Penyakit (CKD) patienst menjalani hemodialisis mungkin mengalami berbagai masalah akibat tidak berfungsinya proses ginjal dan hemodialisis. Permasalahan yang perlu diantisipasi untuk tetap kualitas hidup yang optimal tidak hanya menangani penurunan fisik tetapi juga antisipasi dan pengelolaan masalah psikososial dan spiritual. Pasien perlu mengambil pengelolaan masalah psikososial dan spiritual memadai sehingga kualitas hidupnya tetap optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran masalah pengalaman manajemen psikososial dan spiritual pada pasien hemodialisis di Semarang. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah untuk menggali pengalaman dari pasien hemodialisis dalam pengelolaan masalah psychosociospiritual. Hasil penelitian menunjukkan respon yang sangat positif dari pasien hemodialisis pasien dalam aspek psychosociospiritual oleh peningkatan koping, stragegy spiritual dan upaya dukungan sosial. dukungan sosial dari keluarga, petugas kesehatan, manajer kasus, kelompok dukungan sebaya adalah sistempendukung utama dalam pengelolaan masalah pasien. Penelitian ini merekomendasikan bahwa dukungan sosial dari keluarga, petugas kesehatan, teman, kelompok dukungan sebaya dan masyarakat perlu ditingkatkan untuk mencegah dan mengatasi masalah masalah psychosociospiritual pembatasan pada pasien hemodialisis.Keyword: Chronik Penyakit Ginjal, hemodialisis, Psychosociospiritual
MANAJEMEN MASALAH PSIKOSOSIOSPIRITUAL PASIEN HIV/AIDS DI KOTA SEMARANG Yunie Armiyati; Desy Ariana Rahayu; Siti Aisah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.338 KB)

Abstract

The high incidence of HIV / Aids and deaths due to HIV / Aids provides an overview of how the disease is becoming a serious threat. The problems that need to be anticipated patient to remain optimal quality of life not only handling the problem of physical decline, but also the anticipation and management of psychosocial and spiritual problems. Patients need to take the management of psychosocial and spiritual problems adequately so that quality of life remains optimal. The purpose of this study was to obtain an overview of management experience psychosocial and spiritual problems in patients with HIV / Aids in Semarang. The study used a qualitative design with in-depth interviews and focus group discussions in order to explore the experience of HIV / Aids in the management of psychosociospiritual problems. The results showed largely positive response of HIV / Aids patient in psychosociospiritual aspect by improved coping, spiritual stragegy and social support efforts. Social supports from family, health workers, case managers, peer support groups is a major support system in the management of patient problems. The study recommended that social support from family, health workers, friends, peer support groups and community needs to be improved to prevent and tackle problems of limitation psychosociospiritual problem in HIV / Aids.Keywords : Psychosociospiritual, HIV/ Aids
OPTIMALISASI STATUS KESEHATAN REMAJA MELALUI PELATIHAAN KADER REMAJA PEDULI KESEHATAN Furqan Syakban Nurrahman; Yunie Armiyati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.882 KB)

Abstract

Various adolescent health problems can reduce the quality of adolescents. Efforts to maintain adolescent health to prepare for a healthy adult physical and mental andproductive needs to be done. Attention to adolescents is one key to the success ofhealth programs. Community empowerment becomes a solution that can enableadolescent to take an active role in public health. Activities in the form of CommunityEmpowerment Program involving adolescents aims to optimize the health status ofadolescents in Kembangarum, Semarang. Adolescent empowerment was conductedthrough the formation of integrated teen service posts, recruitment of adolescenthealth cadres, training of adolescent cadres providing supporting infrastructure andhealth promotion media and counseling post for adolescents. The result of actifitiesshoed there was an increase of cadre knowledge and skill in managing adolescenthealth problem and increasing of adolescent visit to Posyandu. Keywords: Health Status, Teenagers, Cadres, Training
PEMBERDAYAAN KADER POSBINDU LANSIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI DESA KANGKUNG DEMAK Yunie Armiyati; Edy Soesanto; Tri Hartiti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.344 KB)

Abstract

An increasing number of elderly people will have an impact on the socioeconomic well in the family, society and the government. The aging process resulted in a decrease in the physical, psychological, decreased independence, inability to work and the impact on the non-fulfillmentof their daily needs and social needs of the community. Posbindu as an effort to empower elderly people to optimize promotive, preventive, curative and rehabilitative for the problems of the elderly need to engage in activities that can support these efforts through posyandu elderly,providing support to the elderly and to optimize the utilization of plant family medicine for curative measures for the health problems of the elderly. Support for improving community participation in pokjakes and optimizing health worker roles and community service activities conducted through science and technology-based community empowerment elderly health cadres. The purpose of this community service activities was to apply science and technology to the community-based elderly health cadres. Activities undertaken include the making of a media health promotion leaflets and flipcharts, conducting a training cadre posyandu elderly health prevention and treatment of diseases of the elderly, physical examination and simple laboratory tests in the elderly, as well as the management of complementary therapies in elderly empower the community in producing extracts family of traditional medicine in the packaging. Other activities carried out by holding the equipment to cultivate medicinal plants, medicinal plants cultivation training and training of traditional medicine-making family. Having done community service activities, increased numbers of cadres and cadres liveliness, increasedtraffic posbindu elderly and increased knowledge and skills in the management of elderly health problems as well as increase the ability of cadres in the processing of herbal ingredients.
HIPOTENSI DAN HIPERTENSI INTRADIALISISPADA PASIENCHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) SAAT MENJALANI HEMODIALISIS DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Yunie Armiyati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.785 KB)

Abstract

Hemodialisis adalah terapi pengganti ginjal yang banyak dipilih pasien CKD (Chronic KidneyDisease) dengan ERSD (End Stage Renal Disease). Komplikasi hipotensi dan hipertensi intradialisisdapat dialami pasien selama hemodialisis. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan hipotensidan hipertensi intradialisis pada pasien CKD saat menjalani hemodialisis. Desain penelitianmenggunakan desain deskriptif. Lima puluh pasien di unit hemodialisis RS PKU MuhammadiyahYogyakarta dilibatkan dalam penelitian ini. Pasien diobservasi selama hemodialisis untuk mengetahuihipotensi dan hipertensi intradialisis pada pasien. Hasil penelitian menunjukkan 70% pasienmengalami hipertensi intradialisis, 26% mengalami hipotensi intradilisis. Frekwensi hipertensiintradialisis adalah 55% dari keseluruhan prosedur hemodialisis yang diamati dan paling banyakdialami pasien pada jam ke empat. Frekwensi hipotensi intadialisis adalah 12% dari keseluruhanprosedur hemodialisis yang diamati, dan paling banyak dialami pada jam pertama. Rata-rata tekanandarah mengalami penurunan pada jam pertama dan mengalami peningkatan pada jam ke empat.Rekomendasi penelitian ini adalah agar perawat selalu memantau kondisi pasien selama hemodialisisdan melakukan asuhan perawatan pada pasien hemodialisis secara individu untuk mengantisipasikomplikasi agar komplikasi hipotensi dan hipertensi intradialisis bisa diminimalkan.
Pengaruh Perangsangan Auditori Murrotal (Ayat-Ayat Suci Al-Qur’an) terhadap Nyeri pada Pasien yang terpasang Ventilator Mekanik di Ruang ICU Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang - Sokeh; Yunie Armiyati; - Chanif
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.562 KB)

Abstract

Nyeri merupakan salah satu masalah yang dialami pasien di ICU yang terpasang ventilator mekanik. Nyeri dapat menimbulkan dampak yang buruk bila tidak dilakukan penatalaksanaan, baik farmakologi dan nonfarmakolgi. Perangsangan auditori murrotal merupakan salah satu intervensi yang dapat dilakukan perawat secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perangsangan auditori murrotal terhadap nyeri pada pasien yang terpasang ventilator mekanik. Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan Pre dan Posttest  one group yang dilakukan di ruang ICU Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang dengan jumlah Responden sebanyak 15. Hasil penelitian menunujukkan ada perbedaan yang signifikan intensitas nyeri pada pasien yang terpasang ventilator mekanik setelah pemberian perangsangan auditori murotal ( p = 0.000). Hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya  penatalaksanaan nyeri pada pasien yang terpasang ventilator mekanik menggunakan perangsangan auditori murrotal.Kata kunci: Auditori murrotal, nyeri, ventilator mekanik
FAKTOR YANG BERKORELASI TERHADAP MEKANISME KOPING PASIEN CKD YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD KOTA SEMARANG (Correlating factors of coping mechanism on CKD patients undergoing Hemodialysis in RSUD Kota Semarang) Yunie Armiyati; Desi Ariyana Rahayu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.931 KB)

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) patients who undergo hemodialysis can experience a variety ofproblems that arise as a result of a malfunction of the kidneys and hemodialysis process. Thoseproblems will cause stres and different coping mechanism, such as maladaptive copingmechanism. Nurses need to identify the various factors that correlate to the patient's copingmechanism in order to help identify contributing factors. The purpose of this study is to analyzethe factors that contribute to coping mechanism of CKD patients undergoing hemodialysis. Thisresearch used descriptive correlation design with samples of 39 hemodialysis patients at RSUDKota Semarang. The results show that there is no correlation between age and coping mechanism of response (p = 0.976> 0.05), there is a correlation between length of CKD withcoping mechanism (p = 0.015 <0.05), there is a correlation between length of undergoing HDwith coping mechanism (p = 0.002 <0.05) and there is a significant correlation betweenreceived of stres response to coping mechanisms (p = 0.008 <0.05), the more positive responseof receiving stres, the more adaptive coping mechanisms that is used by the patients.Recommendation of this study is that nurses can apply effective stres management for patients,so that the patient's coping mechanism become more adaptive.Keywords: Coping mechanism, Chronic Kidney Disease (CKD), Hemodialysis