Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Orangtua Dan Perilaku Merokok Remaja Di Rw 04 Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban Christi Sanjaya, Ade; Retna P, Teresia; Wahyurianto, Yasin
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.498

Abstract

Dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Pada tanggal 31 Mei 2021 oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono yang menargetkan 5 juta orang atau 1,8% dari jumlah total penduduk Indonesia berhenti merokok pada tahun 2021. Berdasarkan data dari BPS, Susenas jumlah data perokok di Indonesia pada rentang usia diatas 5 tahun mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebanyak 0,57%. Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, oleh karena itu mau tidak mau keluarga harus berhubungan dengan lingkungan sosial remaja. Tujuan penelitian ini menggambarkan Peran Orangtua dan perilaku merokok pada remaja di RW 04 Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja yang berusia 15-24 tahun sebanyak 103 remaja dan orangtua kandung/orangtua asuh/ orang yang tinggal serumah dengan remaja. Sampel 82 remaja dan orangtua. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Hasil Penelitian didapatkanHampir seluruhnya (71%) Peran Orangtua Cukup memiliki remaja dengan perilaku merokok aktif, dan Hampir setengahnya (36%) Peran Orangtua Baik memiliki remaja dengan Perilaku merokok aktif. Peran Orangtua merupakan role model, jika orangtua menerapkan aturan tegas dan melakukan pengawasan serta menjadi orangtua yang penuh perhatian dan kasih sayang kepada anak, maka pencegahan perilaku merokok juga akan sangat mudah dipatuhi oleh sang anak, terlebih dengan figure orangtua yang tidak merokok maka akan memudahkan bagi sang anak untuk patuh dan mencontoh perilaku orangtua.
Peran Keluarga Dan Keberhasilan Pengobatan Pada Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Isa Zaqi, Faiz; Retna P, Teresia; Wahyurianto, Yasin
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.499

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit yang cukup akrab di masyarakat. Penyakit menular ini sering dikaitkan dengan status sosial yang rendah, walaupun kenyataannya tidak sepenuhnya benar. Indonesia termasuk dalam kelompok High Burden Country untuk kasus TBParu. Posisi Indonesia tidak pernah diluar 5 besar sebagai negara dengan insidens terbanyak, bahkan pada dua tahun terakhir yaitu tahun 2020 dan 2021 menduduki urutan kedua, diatasnya hanya ada negara India. (Wati et al., 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Keluarga dan Keberhasilan Pengobatan Pada Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan menggunakan pendekatan waktu cross sectional, populasi seluruh pasien TB Paru sebanyak 55 orang dan jumlah sampel total sebanyak 55 orang. Instrumen yang digunakan kuesioner dan analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah peran keluarga dan keberhasilan pengobatan. Hasil penelitian didapatkan seluruhnya (100%) peran keluarga yang kurang berhasil dalam pengobatan, sedangkan hamper setengahnya (29%) peran keluarga yang cukup tidak berhasil dalam pengobatan. Keberhasilan pengobatan tergantung pada kepatuhan pasien dalam meminum obat, tidak adanya upaya dari diri sendiri atau motivasi dari tenaga Kesehatan, keluargadapat mempengaruhi kepatuhan pasien dalam meminum obat. Pasien TB paru tidak diperbolehkan ada kelalaian saat menjalani pengobatan tersebut. Adanya pengawas menelan obat membantu pasien untuk patuh menjalani pengobatan selama 6 bulan tanpa putus
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Toilet Training Pada Anak Usia Toddler (Di Kecamatan Jatirogo) Eko Saputro, Ervanda; Wahyurianto, Yasin; Retna P, Teresia
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.510

Abstract

Toilet training adalah usaha yang dilakukan pada anak dengan tujuan anak mampu mengendalikan keinginan buang air kecil dan buang air besar. Anak akan terbiasa dengan BAK dan BAB di diapers dan tidak memulai untuk mengkomunikasikan dengan ibu apabila toilet training tidak diajarkan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training pada anak usia toddler di Kecamatan Jatirogo. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 46 ibu dan menggunakan teknik sampling total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan analisa deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa bahwa hampir setengahnya ibu di Kecamatan Jatirogo berpendidikan SD yaitu 20 orang (43%), hampir setengahnya berumur 26-30 tahun yaitu 35%, dan sebagian besar tidak bekerja 36 orang (78%). Hampir setengahnya pengetahuan ibu di Kecamatan Jatirogo dalam tingkatan pengetahuan baik yaitu 22 orang (48%). Ibu yang memiliki pengetahuan yang baik seluruhnya memiliki latar belakang pendidikan SMA (100%) dan perguruan tinggi (100%), hampir seluruhnya berusia 20-25 tahun (83%), dan sebagian besar bekerja (70%). Ibu perlu mengetahui jika toilet training diajarkan pada anak usia toddler untuk melatih kemandirian anak. Pengetahuan yang dimiliki ibu dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pendidikan, informasi/media massa, sosial, budaya, dan ekonomi, lingkungan, pengalaman, dan usia. Pendidikan tidak selalu menjadi faktor penentu tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training dalam rentang baik. Namun hal itu dapat dipengaruhi oleh faktor yang lain seperti akses ibu terhadap informasi/media massa, sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan.
Faktor Dominan Responsive Feeding Pada Ibu Dengan Anak Stunting Di Desa Penambangan Wilayah Kerja Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban Nendyo Yogiisworo, Ilham; Wahyurianto, Yasin; Retna P, Teresia
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.514

Abstract

Pola asuh dalam pemberian makan pada anak (Responsive feeding) menurut beberapa penelitian berpotensi menyebabkan stunting dan terbukti adanya hubungan antara keduanya pemberian makan untuk anak usia 6 - 24 bulan harus diperhatikan baik secara kualitas maupun kuantitas karena pada masa ini juga turut ditanamkan tahap serta jenis makanan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa faktor dominan responsive feeding pada ibu dengan anak stunting. Desain penelitian menggunakan Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah balita di desa penambangan sebanyak 50 balita.Teknik sampling yang digunakan Total Sampling. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa faktor dukungan keluarga merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian responsive feeding. Dukungan keluarga menjadi sangat penting bagi anak dikarenakan bisa menjadi motivasi anak untuk makan sehingga tumbuh kembang anak menjadi baik, selain itu dukungan keluarga juga bisa membuat anak menjadi nyaman dirumah sehingga anak tidak perlu membeli makanan diluar rumah yang belum tentut erjaga kebersihanya.
AKSI KOMPETENSI BERSAMA DI PANTI ASUHAN MISI NUSANTARA SURAKARTA Juliana Christyaningsih; Puspitadewi, Teresia Retna; Alberta, Lembunai Tat; Pengge, Nuning Marina; Siagian, Hotmaida; Mutiarawati, Diah Titik; Rahayuningsih, Christ Kartika; Kurniawan, Dedi; Lestari, Indah; Sumasto, Hery; Endarini, Lully Hani; Kiaonarni OW; Ira Puspita Sari; Evi Yunita N; Suliati; Darjati; Nur Hatijah; Khambali; Hadi Suryono; Demes Nurmayanti; Tatarini Ika Pipitcahyani; Astuti Setiyani; Siti Alfiah; Dina Isfentiani; Bambang Hadi Sugito; Retno Sasongkowati; Yusianti Silviani; N. S. Widodo
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmia Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i1.553

Abstract

Permasalahan sosial yang banyak terjadi di masyarakat adalah kaum marjinal yang terpinggirkan seperti anak terlantar, anak jalanan, pengemis, dan sebagainya. Salah satu upaya mengatasi masalah kaum marjinal yaitu dengan didirikan lembaga sosial berupa panti asuhan anak. Sejak masa pandemi, anak di Panti Asuhan Misi Nusantara Surakarta jarang mendapat layanan kesehatan dan ada keterbatasan ruang gerak anak-anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu panti asuhan dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan penghuni dan pengelola Panti Asuhan Misi Nusantara di Surakarta. Metoda pelaksanaan berupa pemeriksaan tumbuh kembang anak, Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat, pemeriksaan Status Gizi Anak, penyuluhan cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan kesehatan pengelola panti asuhan serta pelatihan penanggulangan bencana. Hasil pemeriksaan Kesehatan pada penghuni dan pengelola panti didapatkan sebagian besar (52,6 persen) penghuni panti berjenis kelamin laki-laki, hampir setengahnya berusia rata-rata 21-60 tahun, Sebagian besar (68,4 persen) tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg, Sebagian besar (73,1 persen) berstatus gizi normal, hampir seluruhnya (94,4 persen) glukosa darah kurang dari 126 m/dL dan asam urat kurang dari 8 mg/dL. Secara umum keadaan warga panti asuhan dalam keadaan baik Social problems that often occur in society are abandoned children, street children, beggars, disabled people, neglected elderly, poor families, families with social problems, and so on. Children and poor people should have their human rights fulfilled by the State of Indonesia. However, in reality there are many children whose needs are not met, such as parents who are unable to provide for the child's needs or the child does not have parents. One effort to overcome this is to establish social institutions in the form of orphanages. Since the pandemic, children at the Mission Nusantara Surakarta Orphanage rarely receive health services and there is limited space for children to move. Theless than purpose of this community service is to assist the orphanage in monitoring the growth and development of residents and managers of the Mission Nusantara Orphanage in Surakarta. The implementation method is in the form of examinations on child growth and development, Counseling on Clean and Healthy Living, checking on the Nutritional Status of Children, counseling on how to brush their teeth properly, health checks for orphanage managers and training on disaster management. 6 percent) of the residents of the orphanage are male, almost half of them are aged 21-60 years, most (68.4 percent) have blood pressure less than 140/90 mmHg, most (73.1 percent) have normal nutritional status, almost all (94.4 percent) blood glucose less than 126 m/dL and uric acid less than 8 mg/dl. Similar activities are needed to see general body health and must be monitored periodically, so that the residents of the orphanage can find out their health status, especially now that they are still in a pandemic condition Covid-19
Edukasi dan Pendampingan Penerapan Perilaku “BORIA” dalam Upaya Penurunan Kejadian Diabetes Melitus di Desa Genaharjo Kec. Semanding Kab. Tuban Nur Cahyani, Nabila; Puspitadewi, Teresia Retna; Cahyani, Mirna Tri; Nurjanah, Noviatul; Azaro, Devia Fatimatus; Irianti, Dhevina Yogi Ara
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v9i1.675

Abstract

In the era of globalization, which is where there is a global era, there is a shift from infectious diseases to non-communicable diseases such as the emergence of more and more degenerative diseases, one of which is Diabetes Mellitus (DM). Diabetes mellitus is one of the diseases that are most suffered by the Indonesian people. This disease is called a silent killer because patients are often unaware so they are prone to complications Diabetes mellitus has the main cause, namely an unhealthy lifestyle. On the other hand, the people of Genaharjo Village, Semanding District, Tuban Regency have a habit of drinking coffee, staying up late, and among others obesity. This is the basis for the implementation of the student creativity program by providing an overview and explanation related to diabetes mellitus, the implementation of healthy living behaviors with the "BORIA" program and "BORIA" gymnastics assistance. As a result of holding this program, the majority of the elderly have almost all implemented the "BORIA" program as many as 15.4 (77%). It is hoped that this program can help the community in Genaharjo Village in an effort to control and prevent complications due to diabetes mellitus Sejumlah penyakit tidak menular, seperti meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus (DM), telah menggantikan penyakit menular di era globalisasi ini. Salah satu penyakit yang paling umum di Indonesia adalah diabetes melitus, yang dianggap dapat menimbulkan sejumlah komplikasi dan penyakit serius. Pasien sering kali tidak menyadarinya, sehingga mereka rentan terhadap konsekuensinya, itulah sebabnya penyakit ini disebut sebagai pembunuh diam-diam. Penyebab utama diabetes melitus adalah gaya hidup yang tidak sehat. Di sisi lain, masyarakat Desa Genaharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban memiliki kebiasaan minum kopi, begadang, dan diantaranya obesitas. Hal tersebut yang mendasari pelaksanaan program kreativitas mahasiswa dengan memberikan gambaran dan penjelasan terkait diabetes melitus, penerapan perilaku hidup sehat dengan program “BORIA” serta pendampingan senam “BORIA”. Hasil diadakannya program ini, mayoritas lansia hampir seluruhnya telah menerapkan program “BORIA” sebanyak 15,4 (77%). Harapannya program ini dapat membantu masyarakat di Desa Genaharjo dalam upaya mengendalikan dan mencegah terjadinya komplikasi akibat diabetes melitus.
Faktor Kepatuhan Dietary Approaches To Stop Hypertension (DASH) Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Tuban Lutfatul Khoiriyah; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1858

Abstract

Hipertensi menjadi masalah global dunia yang sering dikatakan sebagai sillent killer, yang terjadi tanpa tanda dan gejala. Tindakan non farmakologi yang dapat dilakukan, salah satunya yaitu pengaturan pola makan yang dapat dilakukan dengan menggunakan metode diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Kepatuhan pasien hipertensi pada diet ini masih kurang dan data dipuskesmas Tuban, penyakit Hipertensi menempati urutan nomor 2 dari 33 Puskesmas yang ada di Kabupaten Tuban. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor kepatuhan diet DASH pada pasien hipertensi di puskesmas Tuban. Desain pada penelitian ini deskriptif, populasi penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang menjadi anggota prolanis dan sudah diberikan sosialisasi tentang diet DASH di Puskesmas Tuban berjumlah 37 orang. Besar sampel 37 orang. Menggunakan teknik Total Sampling. Variabel penelitiannya adalah faktor kepatuhan diet DASH pada pasien hipertensi. Data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Data dianalisis deskriptif dengan tabel frekuensi. Hasil penelitian didapatkan dari beberapa faktor kepatuhan diet DASH yang paling berpengaruh adalah faktor pengetahuan, faktor dukungan keluarga, faktor motivasi pasien, dan faktor pola makan dengan karakteristik pasien hipertensi hampir seluruhnya berumur 56-65 tahun, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, seluruhnya berpendidikan sekolah dasar, dan sebagain besar tidak bekerja. Kepatuhan diet DASH pada pasien hipertensi dapat dilakukan dengan melibatkan dukungan keluarga, karena keluarga dapat memberikan dukungan sehingga pasien hipertensi termotivasi dan terdorong untuk menjalankan diet DASH secara tertib.
Analysis Factor of Efforts to Prevent High Risk of Pregnancy in pregnant women through the Family Centered Empowerment theory approach in regional puskesmas Tuban County Puspitadewi, Teresia Retna; Nugraheni, Wahyuningsih Triana; Lontaan, Anita
Media Keperawatan Indonesia Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.8.2.2025.99-107

Abstract

Data from two puskesmas in Tuban Regency with the number of high-risk pregnant women, namely the Merak Urak Health Center, in 2019-2020 obtained 104 pregnant women, and the Palang Health Center obtained 213 pregnant women. This figure has not reached the target of the 2015 MDGs of 102 per 100,000 live births and the 70 per 100,000 live births of the SDGs target in 2030. The research aims to determine the dominant factors of efforts to prevent high-risk pregnancy in pregnant women through the Family Centered Empowerment theory approach. The research design is a correlational, descriptive, cross-sectional approach. The population of all pregnant women in the working area of the Merak Urak Health Center and the Palang Health Center in Tuban Regency. The sample size uses the rule of thumb in SEM; with the maximum likelihood method, a sample of at least 150 respondents.Data collection using questionnaires was then tabulated in distribution tables and analyzed with uji statistical univariate analysis for frequency and percentage distribution and bivariate analysis with the logistic regression test to analyze the dominant factor.The results of this study are meaningful results on efforts to prevent high-risk pregnancy, namely interpersonal factors (p = 0.000) and cognitive factors (p = 0.002), based on multivariate analysis of dominant factors, which influence prevention efforts in high-risk women. Interpersonal factors are more influential than cognitive factors (OR interpersonal factors > OR cognitive factors). It can be concluded that interpersonal factors can influence the decision to prevent pregnancy.
Penggunaan Gadget Dengan Prestasi Belajar Remaja Di SMA Negeri 4 Tuban Ardena Regita Pramesti; Titik Sumiatin; Su’udi; Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1892

Abstract

Perkembangan teknologi informasi, terutama gadget, telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan remaja, termasuk dalam hal prestasi belajar. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol berpotensi menyebabkan kecanduan dan memengaruhi konsentrasi serta performa akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan prestasi belajar pada remaja di SMA Negeri 4 Tuban. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja sebanyak 250 orang. Sampel penelitian ini Sebagian 156 remaja yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan dua variabel, variabel independent penggunaan gadget dan variabel dependen prestasi belajar remaja. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner penggunaan gadget dan dokumentasi nilai rapor sebagai data prestasi belajar. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat penggunaan gadget dengan prestasi belajar siswa (p < 0,05). Siswa dengan tingkat penggunaan gadget tinggi cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang penggunaan gadgetnya lebih rendah. Penggunaan gadget berkaitan erat dengan prestasi belajar remaja. Artinya, saat remaja penggunaan gadget yang tinggi, maka kemungkinan besar prestasi belajar remaja kurang baik. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua dan pihak sekolah dalam membatasi dan mengarahkan penggunaan gadget secara bijak agar tidak mengganggu proses belajar.
Hygiene Genitalia Wanita Dengan Kejadian Fluor Albus Pada Remaja Putri Di Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga Arifah Nursanti; Su’udi; Titik Sumiatin; Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1894

Abstract

Masalah kesehatan remaja yang umum ditemukan merupakan permasalahan kesehatan reproduksi berupa peradangan vagina rasa gatal hingga keputihan. Saat ini, banyak wanita khususnya remaja putri masih mengalami keputihan. Beberapa perempuan, terutama remaja putri, sering mengalami keputihan. Keputihan ini bisa bersifat fisiologis (normal) atau patologis. Menjaga kebersihan pribadi, terutama kebersihan genital, merupakan langkah awal menuju kesehatan reproduksi. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis hubungan antara kejadian keputihan dan kebersihan genital perempuan pada remaja putri yang terdaftar dalam Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Tuban. Pendekatan penelitian kuantitatif yang dipakai ialah analisis korelasi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah 187 perempuan muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan sampel acak langsung untuk 128 perempuan muda. Variabel dependen dalam penelitian ini ialah Kejadian Fluor Albus pada remaja putri, sedangkan variabel independen yakni Hygiene Genitalia Wanita. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan metode uji Chi-Square. Hasil uji statistic Chi-Square nilai signifikansi p-value=0,001 dengan p- value=<0,05, maka bisa dikatakan bahwa ada korelasi antara Hygiene Genitalia Wanita dengan Kejadian Fluor Albus pada Remaja Putri di Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga. Diskusi: Prevalensi fluor albus pada remaja putri berkorelasi signifikan dengan kebersihan genital perempuan. Untuk mencegah fluor albus, penting untuk meningkatkan kesadaran serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan genital.
Co-Authors Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Amirotun Mustainah Anita Joeliantina Anita Lontaan Apriliana, Wulan Ardena Regita Pramesti Arifah Nursanti Astuti Setiyani Ayu Firnanda, Devi Azaro, Devia Fatimatus Bambang Hadi Sugito Bintang Aurellion Dianny Binti Yunariyah, Binti Cahyani, Mirna Tri Christi Sanjaya, Ade Darjati Davis Khoirul Akmal Dedi Kurniawan Demes Nurmayanti Eko Saputro, Ervanda Endarini, Lully Hani Evi Yunita N Hadi Suryono Happy April Yanita Hermin Istirahayu Hindaryani, Nurul Indah Lestari, Indah Ira Puspita Sari Irianti, Dhevina Yogi Ara Isa Zaqi, Faiz Isfentiani, Dina Jerry Rian Ardiansyah Juliana Christyaningsih Juliarti Indah Putri Kartika Rahayuningsih, Christ Khambali, Khambali KHOIRUNNISA Khusnul Maisaroh Kiaonarni OW Larissa Eka Afianti Lembunai Tat Alberta, Lembunai Tat Lintang Padharani Atmajaningtyas Lutfatul Khoiriyah Mamluatun Ni’mah Moch. Bahrudin Muflihatul Maisah Muhammad Kamalul Kahfi Mutiarawati, Diah Titik N. S. Widodo Nabila Nur Cahyani Nendyo Yogiisworo, Ilham Neng Esti Wibowo noer saudah Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Cahyani, Nabila Nur Hatijah Nurjanah, Noviatul Padoli Pengge, Nuning Marina Puspita Aliffia Rosanti, Yulia Roudlotul Jannah Sasongkowati, Retno Sekar Difa Ahwal Respati Setyaningsih . Shafira Salsa Adinda Shovia Mei Sanggar Wati Siagian, Hotmaida Siti Alfiah Siti Maimuna SRI UTAMI SU'UDI Suliati Sumasto, Hery Su’udi Tanty Wulan Dari Titik Sumiatin Wahyu Tri Ningsih Wahyuningsih TN Wahyurianto, Yasin Yasin Wahyuriyanto Yusianti Silviani Zahra Aulia Sari