Aditya Pandu Wicaksono
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Tingkat Kerentanan Air Tanah Terhadap Potensi Pencemaran Limbah Cair Rumah Pemotongan Ayam Di Kalurahan Mulyodadi, Kabupaten Bantul, DIY Nada Nabila Rahmasari; Rr. Dina Asrifah; Aditya Pandu Wicaksono; Nandra Eko Nugroho; Ayu Utami
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.231 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8878

Abstract

Industri Rumah Pemotongan Ayam (RPA) merupakan salah satu industri di Indonesia yang dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia umumnya mengkonsumsi olahan daging ayam dalam kehidupan sehari-hari. Industri RPA menghasilkan limbah padat (kotoran ayam dan bulu ayam) dan limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi. Salah satu lokasi Rumah Pemotongan Ayam yaitu berada di Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DIY. Limbah cair yang dihasilkan dari industri RPA tersebut langsung dibuang ke parit tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan potensi pencemaran air tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kerentanan air tanah di daerah penelitian terhadap pencemaran yang ada. Penelitian ini menggunakan metode DRASTIC modifikasi. Parameter yang digunakan yaitu kedalaman muka air tanah, curah hujan, media akuifer, topografi, tekstur tanah, media zona tak jenuh, konduktivitas hidrolik dan penggunaan lahan. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa di daerah penelitian terbagi atas tiga kelas yaitu tingkat kerentanan rendah (skor 127), kerentanan sedang (skor 131) dan kerentanan tinggi (skor 155). Variasi nilai kerentanan dipengaruhi oleh penggunaan lahan di daerah penelitian. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi acuan untuk melakukan upaya pengendalian pencemaran air tanah di daerah penelitian.Kata Kunci: DRASTIC; Kerentanan Air Tanah; Pencemaran
Efektifitas Penyisihan Seng (Zn) Limbah Tailing Menggunakan Metode Fitoremediasi di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah Sofia Adiana Nur Azizah; RR Dina Asrifah; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.197 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8835

Abstract

Penambangan emas oleh rakyat di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas dilakukan secara tradisional. Pengolahan emas dilakukan dengan metode amalgamasi dan metode sianidasi. Limbah tailing hasil pengolahan emas secara sianidasi dibuang begitu saja di lahan persawahan dengan lapisan tanah tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghitung efektifitas metode fitoremediasi untuk menurunkan konsentrasi seng (Zn) pada limbah tailing. Metode yang diterapkan dalam penelitian adalah metode rancangan percobaan dengan fitoremediasi. Percobaan fitoremediasi dilakukan menggunakan tanaman alang-alang (Imperata cylindrica) dan diuji konsentrasi seng (Zn) pada 10, 20, dan 30 hari pemaparan pada tanah dengan variasi prosentase tailing yaitu 0%, 30%, 50%, dan 100%. Baku mutu seng (Zn) dalam tanah mengacu pada PP RI Nomor 22 Tahun 2021 sebesar 50 mg/L. Hasil percobaan fitoremediasi menunjukkan nilai efektifitas penyisihan logam seng (Zn) tertinggi pada tanah dengan prosentase tailing 50% selama 10 hari pemaparan yaitu sebesar 43,35% dengan nilai konsentrasi seng (Zn) yang telah memenuhi baku mutu yaitu 46,121 mg/kg.Kata Kunci: Penambangan dan pengolahan emas rakyat; Tailing; Seng (Zn); Fitoremediasi; Alang-alang (Imperata cylindrica)
Status Mutu Air Sungai Samin Kabupaten Sukoharjo Akibat Limbah Cair Alkohol dengan Indeks Pencemaran Oktarian Saffa Adina; Ayu Utami; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.3 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8880

Abstract

Limbah cair industri alkohol di Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo memberikan dampak ke lingkungan yaitu perubahan fisik air sungai hingga berwarna kehitaman dan berbau kurang sedap. Hal ini karena limbah cair hasil produksi langsung dibuang menuju Sungai Samin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat pencemaran air sungai akibat limbah cair industri tahu. Metode analisis yang digunakan yaitu evaluasi standar stream dan status mutu air. Pengambilan sampel air sungai dengan systematic random sampling dengan setiap jarak 200 meter. Hasil penelitian menunjukan parameter limbah cair alkohol BOD, COD, TSS dan Sulfida tidak sesuai dengan baku mutu. Limbah cair alkohol berpengaruh terhadap kualitas air sungai, hal ini dibuktikan dengan terdapat parameter BOD, COD, TSS dan Sulfida yang tidak sesuai di beberapa titik sungai. Air sungai daerah penelitian memiliki status mutu tercemar ringan hingga tercemar berat dengan nilai 4,3045 hingga 12,1507. Berdasarkan hasil tersebut maka diperlukan pengolahan terhadap limbah cair alkohol sebelum dibuang menuju sungai.Kata Kunci: Industri alkohol ; Limbah Cair Alkohol ; Air Sungai ; Indeks Pencemaran
Analisis Kualitas Udara Ambien pada Area Tambang Batubara Jenis Terbuka (Open Pit) PT XX di Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur Maria Noverella Adventia; Dian Hudawan Santoso; Aditya Pandu Wicaksono; Titi Tiara Anasstasia; Ayu Utami
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.424 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8823

Abstract

Kegiatan pertambangan batubara di Indonesia umumnya  dilakukan dengan sistem pertambangan terbuka (open pit). Prinsipnya yaitu kegiatan pertambangan batubara dapat menyebabkan penurunan kualitas lingkungan, salah satunya yaitu penurunan kualitas udara. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas udara berdasarkan ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) pada lokasi penelitian. Pengambilan sampel udara dengan parameter Particulate Matter 10 µm (PM10) pada tiga titik yang dapat mewakili lokasi penelitian. Tiga titik tersebut berada di bagian utara, selatan, dan timur, dengan penggunaan lahan berupa area kerja karyawan yang bekerja di luar ruangan, yaitu Pit Stop Wheel, Pit Stop Track, dan View Point. Pengambilan sampel udara untuk  waktu pengukurannya disesuaikan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan  Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2020 Tentang Indeks Standar Pencemar Udara yaitu selama 24 jam dengan menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 3 titik lokasi pengambilan sampel udara yang telah dilakukan selama 24 jam memiliki konsentrasi PM10 di bawah baku mutu yaitu sebesar 75 µg/m3 dan kualitas udara berdasarkan ISPU di lokasi penelitian termasuk ke dalam kategori baik dengan status  warna  hijau.Kata kunci: Pertambangan Batubara, PM10, ISPU
Teknik Konservasi Mata Air Berdasarkan Karakteristik Di Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Dhevy Ayu Maharani; Herwin Lukito; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4295.175 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8912

Abstract

Kalurahan Sidoharjo memiliki tiga mata air yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih delapan dusun. Ketiga mata air tersebut yaitu Tuk Mudal, Cung Lanang, dan Slilin. Terdapat permasalahan utama pada mata air yaitu penurunan kuantitas, penurunan kualitas, serta tidak ada bak penampung atau bangunan pelindung. Tujuan dari penelitian adalah menentukan arahan konservasi teknik dan non-teknik yang ditentukan dengan karakteristik mata air. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi dari kuantitatif dan kualitatif, metode pengumpulan data mencakup survei pemetaan, wawancara, pengukuran, uji laboratorium, metode sampling dengan purposive sampling, dan metode analisis mencakup matematis, skoring, analisis wawancara, evaluasi. Berdasarkan penelitian didapatkan ketiga mata air berkarakteristik rekahan; kontinuitasnya perennial spring; dengan debit masing-masing Tuk Mudal kelas V, Cung Lanang kelas VI, dan Slilin kelas VII; kualitas cukup baik dengan beberapa parameter masih melampaui baku mutu pada Tuk Mudal (TSS, COD, BOD, total-coliform), Cung Lanang (TSS, BOD, total-coliform), Slilin (DO, TSS, COD, BOD, total-coliform). Rencana konservasi teknis daerah imbuhan khususnya penggunaan lahan kebun dan semak belukar yaitu teras individu, sedangkan rencana konservasi teknis mata air yaitu pembangunan bak pelindung dan bak penampung sedangkan konservasi non-teknis yaitu pendekatan dengan sosialisasi kepada masyarakat dan instansi terkait.Kata Kunci: Mata Air, Karakteristik Mata Air, Potensi Mata Air, Konservasi Daerah Imbuhan, Konservasi Mata Air
Analisa Kualitas dan Penentuan Status Mutu Airtanah pada Daerah Aktivitas Peternakan Sapi di Kalurahan Kulwaru, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, DIY Isna Rahma Indah Sari; Andi Renata Ade Yudono; Aditya Pandu Wicaksono; Ayu Utami; Ika Wahyuning Widiarti
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8841

Abstract

Kegiatan peternakan sapi di Kalurahan Kulwaru, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta masih banyak dijumpai dengan dibuktikan adanya 33 aktivitas peternakan sapi yang dilakukan oleh masyarakat setempat secara mandiri di pekarangan rumah warga dekat dengan sumur gali warga yang biasanya digunakan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air sehari-hari. Ditemukannya sumur berbau dan keruh di dekat lokasi ternak sapi menjadi salah satu indikasi telah masuknya bahan polutan ke airtanah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kualitas dan status mutu airtanah terhadap aktivitas peternakan sapi di Kalurahan Kulwaru. Penentuan status mutu airtanah dengan analisis dan perhitungan Indeks Pencemaran (IP) serta melakukan pengambilan tiga sampel airtanah berdasarkan arah aliran muka airtanah serta keberadaan sumur gali masyarakat. Pengujian kualitas airtanah nantinya akan dibandingkan dengan baku mutu air kelas I menurut Pergub DIY No.20 Tahun 2008 meliputi parameter fisik dan kimia berupa TDS, TSS, pH, BOD, COD, Ammonia, dan Sulfida. Berdasarkan hasil uji laboratorium dan perhitungan nilai IP, ketiga sampel airtanah yang diuji memiliki status mutu air tercemar sedang dengan beberapa parameter yang melebihi baku mutu pada lokasi Lp1 TDS 1832 mg/L, TSS 13,2 mg/L, COD 28,2267 mg/L, ammonia 1,0977 mg/L, dan sulfida 0,015 mg/L, kualitas pada lokasi Lp2 TSS 12 mg/L, ammonia 0,8807 mg/L, dan sulfida 0,041 mg/L, dan kualitas pada lokasi Lp3 TSS 8 mg/L, COD 13,7432 mg/L, ammonia 0,7686 mg/L, dan sulfida 0,035 mg/L.Kata kunci: Airtanah; Kualitas Air; Status Mutu Air; Indeks Pencemaran; Peternakan Sapi
Pengendalian Erosi pada Disposal Timur PT X Desa Lebak Budi Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat Shabrina Rizky Ananthia Ufairuz; Aditya Pandu Wicaksono; Nandra Eko Nugroho; Suharwanto Suharwanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11659

Abstract

Kegiatan penambangan yang melibatkan aktivitas pemindahan material penutup (overburden) ke disposal sehingga menyebabkan adanya perubahan lereng yang curam. Hal tersebut berpotensi terjadi erosi serta hilangnya kestabilan lereng yang dapat menyebabkan pendangkalan di Kolam Pengendapan Lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar laju erosi pada area Disposal Timur di PT X sehingga dapat memberikan arahan pengelolaan yang tepat berdasarkan nilai laju erosi pada area Disposal Timur. Pengambilan sampel dilakukan pada lereng dengan kemiringan 30o dan 18o yang memiliki panjang lereng beragam. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode petak kecil dengan total kejadian hujan sebanyak 22 kali hujan. Data yang diambil adalah konsentrasi sedimen dan volume aliran limpasan permukaan yang akan diolah dengan analisis matematis dan analisis laboratorium. Hasil dari perhitungan erosi menggunakan metode petak kecil pada lereng 30o memiliki rata-rata sebesar 5.82 ton/ha sedangkan pada lereng 18o adalah sebesar 3.90 ton/ha sehingga melebihi indikator peraturan yang berlaku. Rekomendasi pengelolaan pada kedua lereng berdasarkan perhitungan rata-rata hasil erosi yaitu pengelolaan secara mekanik berupa penataan geometri lereng disposal dengan menyeragamkan kemiringan lereng dan panjang lereng serta pembuatan saluran pembuangan air menuju kolam pengendapan lumpur.
Penggunaan Zeolit Alam Teraktivasi dan Karbon Aktif dalam Menurunkan Kesadahan Air Di Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DIY Nurcahyani Azizah; Rr. Dina Asrifah; Herwin Lukito; Aditya Pandu Wicaksono; Nandra Eko Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11665

Abstract

Mataair Tirta Manunggal dan Mataair Mbelik yang terletak di Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki memiliki kadar kesadahan 246,77 mg/l dan 206,97 mg/l yang tergolong air sadah (hard). Air sadah dapat menimbulkan kerak pada panci dan apabila dikonsumsi secara terus menerus tanpa adanya pengolahan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui teknik pengolahan air sadah yang tepat untuk diterapkan di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode ekperimen berupa pengolahan air sadah menggunakan metode adsorpsi. Pengolahan air sadah dilakukan menggunakan kolom filtrasi yang dioperasikan secara kontinyu dengan adsorben zeolit alam teraktivasi dan karbon aktif yang berukuran 0,3 cm dan Hydraulic Loading Rate (HLR) sebesar 1,2 m/jam. Hasil pengolahan air sadah dengan kedua adsorben tersebut akan dibandingkan efektivitasnya dalam menurunkan kadar dari tiap-tiap parameter kualitas air. Pengolahan air sadah dengan media zeolit alam memiliki efektivitas dalam menurunkan TDS 47,92%, DHL 49,22%, kesadahan 50,81%, Mg 89,12%, dan Ca 44,87%. Karbon aktif memiliki efektivitas dalam menurunkan TDS 8,33%, DHL 10,71%, kesadahan 45,16%, Mg 93,48%, dan Ca 55,13%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa zeolit alam lebih baik dalam menurunkan kesadahan air dibandingkan karbon aktif.
Analisis Kualitas Tanah Asam Area Tandus Daerah Reklamasi PT X, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur Artha Nevia Eka Putri Andshani; Aditya Pandu Wicaksono; Tissia Ayu Algary; Ika Wahyuning Widiarti
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11649

Abstract

Kegiatan pertambangan batubara di Indonesia umumnya dilakukan dengan metode tambang terbuka (open pit mining). Metode tersebut menimbulkan dampak yang beragam seperti perubahan sumberdaya lahan dan ekosistem hingga pencemaran lingkungan. Kegiatan reklamasi sangat penting untuk memulihkan lingkungan pascatambang supaya berfungsi secara berkelanjutan. Namun, kegiatan reklamasi seringkali mengalami kendala salah satunya yakni rendahnya kualitas tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman reklamasi. Kondisi ini akan berdampak pada persentase keberhasilan reklamasi pascatambang. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kualitas tanah asam di area tandus daerah reklamasi PT X yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman reklamasi secara optimal. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei dan pemetaan serta uji laboratorium. Parameter yang digunakan dalam analisis kualitas tanah asam meliputi pH, Fe, Al3+, dan kejenuhan alumunium. Data hasil uji laboratorium dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan analisis deskriptif. Daerah penelitian memiliki area tandus sekitar 1,72 ha dengan total area reklamasi 7,7 ha. Tanah asam di area tandus tersebut merupakan tanah hasil proses penghamparan tanah saat kegiatan penataan lahan reklamasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa karakteristik tanah asam area tandus di daerah penelitian memiliki karakteristik tanah asam dengan pH 4,53, kadar Fe 11.637,67 ppm, Al3+ 3 meq/100 g, kejenuhan alumunium sebesar 57,55 % yang tergolong tinggi. Tingkat keasaman tanah dengan kadar Fe dan kejenuhan alumunium yang tinggi menjadi penyebab banyak tanaman reklamasi yang kering bahkan mati. Dengan demikian, perlu dilakukan pengolahan tanah area tandus tersebut untuk meningkatkan kualitas tanah supaya dapat mendukung pertumbuhan tanaman reklamasi secara optimal.
Pengaruh Constructed Wetland dengan Penambahan Bahan Organik (Kompos dan Tandan Kosong Kelapa Sawit) terhadap Nilai pH, Besi (Fe), dan Mangan (Mn) pada Air Asam Tambang Batubara Salsabila Agra Siwi; Rr. Dina Asrifah; Aditya Pandu Wicaksono; Ayu Utami; Eni Muryani
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11655

Abstract

Pengolahan air asam tambang dengan kandungan logam terlarut berupa besi (Fe) dan mangan (Mn) saat ini cenderung hanya dengan menambahkan bahan kimia. Namun, hal tersebut membutuhkan biaya yang besar dan harus dilakukan secara terus-menerus. Oleh sebab itu penerapan sistem lahan basah buatan (constructed wetland) menggunakan tanaman dan penambahan bahan organik dapat menjadi pilihan alternatif, karena tidak memerlukan biaya yang terlalu tinggi dan mekanismenya lebih sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh constructed wetland dengan penambahan bahan organik terhadap pH dan konsentrasi logam Fe dan Mn. Penelitian ini menggunakan 12 reaktor yang terbagi atas empat perlakuan, dengan perbedaan komposisi bahan organik. Pada setiap reaktor diisi dengan air asam tambang, tanah, bahan organik dan tanaman ekor kucing (Typha latifolia). Bahan organik yang digunakan berupa kompos dan tandan kosong (tankos) kelapa sawit. Masing-masing parameter (pH, Fe, dan Mn) diukur setiap lima hari selama 15 hari. Data yang dihasilkan selanjutnya dihitung menggunakan rumus efektivitas dan dianalisis menggunakan uji two way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa constructed wetland dengan penambahan bahan organik mampu meningkatkan pH dari 3,8 menjadi 7,39 serta menurunkan konsentrasi Fe dari 3,2 mg/l menjadi 0,11 mg/l dengan efektivitas 96,46% dan Mn dari 6,5 mg/l menjadi 0,03 mg/l dengan efektivitas 99,49%.