Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGUATAN PROFIL PELAJAR MELALUI PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PORTOFOLIO BAGI SISWA SMA Nursit, Isbadar; Zauri, Ahmad Sufyan; Muna, Nailiatul; Faradiba, Surya Sari
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33723

Abstract

Kurangnya pemahaman siswa terhadap profil diri, termasuk kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sering menghambat pengambilan keputusan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan mendampingi siswa dalam menyusun portofolio sebagai sarana refleksi diri dan penguatan profil pelajar. Kegiatan berlangsung Mei–Juli 2025 di SMA Al-Yasini Pasuruan dengan melibatkan 45 siswa kelas XI. Tahapannya dimulai dari koordinasi dengan pihak sekolah untuk menyusun jadwal dan kebutuhan siswa, dilanjutkan persiapan materi serta alat pendukung portofolio, kemudian pelaksanaan yang mencakup sosialisasi pentingnya mengenali diri, workshop penyusunan portofolio, praktik langsung, serta pendampingan individu dan kelompok. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest serta analisis kualitas portofolio siswa. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata pemahaman profil diri dari 61,2 menjadi 83,5. Sebanyak 91,1% siswa merasa kegiatan ini membantu mereka mengenali potensi dan tantangan pribadi, dan 88,9% mengalami peningkatan percaya diri dalam merencanakan studi lanjut. Portofolio yang dihasilkan memiliki kualitas baik dari segi reflektifitas dan keautentikan. Kegiatan ini terbukti efektif membekali siswa untuk memahami diri sendiri dan merancang langkah konkret menuju masa depan pendidikan yang lebih terarah.
Upaya Menumbuhkan Nilai Karakter Anak Sejak Dini melalui Kegiatan Penanaman Cabai Zauri, Ahmad Sufyan; Kusumo, Prabowo Dwi; Alieq RN, Maziyah; Murthosyiyah, Masning
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v3i1.16177

Abstract

Penanaman nilai karakter pada anak usia dini dimaksudkan untuk mengembangkan pola pikir dan kemampuan pada diri anak. Pola pikir ini berkaitan dengan segala bentuk yang bermanfaat bagi dirinya, orang lain dan peduli akan lingkungan sekitar. Pengamatan dilapangan kami menemukan bahwasannya di desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang memiliki masyarakat kami berinisiatif untuk memberikan bentuk pengajaran yang bersifat kreatifitas dan edukasi pemanfaatan bahan sampah terutama sampah plastik yang digunakan sebagai bahan karya. Jiwa akan cinta seni pada anak diharapkan akan mempengaruhi jiwa cinta dan peduli akan lingkungan sehat. Nilai-nilai karakter yang dapat tertanam melalui kegiatan penanaman yakni sikap kerja keras, kerja sama, tanggung jawab, saling menghargai, menyayangi ciptaan Tuhan, peduli, percaya diri dan disiplin dapat terealisasikan dengan kegiatan saling berbagi tugas dalam memilih pot, mengambil bibit cabai, memasukkan tanah dan pupuk ke dalam pot, merapikan tanamannya dengan indah, membersihkan tanah-tanah yang berjatuhan di antara pot serta menyiraminya. Siswa-siswi yang awalnya belum berani untuk bekerja sama, mereka semakin bisa bekerja sama dengan baik diluar kegiatan ini. Kegiatan ini juga membuat mereka semakin mencintai lingkungan sekitarnya, hal ini dibuktikan dengan keantusiasannya dalam mengikuti kegiatan menanam.
Implementasi Metode Ummi sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Quran Zauri, Ahmad Sufyan; Serly, Ayunda; Abdillah, Alfian Fahmi
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v3i4.19459

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilakukan berdasarkan adanya perbedaan kemampuan dalam membaca Al-Quran pada TPQ yang terletak di desa Ngroto. Keadaan sosial dan budaya yang ada pada suatu desa maupun pada lingkup yang lebih sederhana turut andil dalam pembentukan keagaaman setiap individu. Studi kasus pada dua dusun di desa Ngroto, Kabupaten Pujon menggambarkan bahwa setiap dusun memiliki tingkat spritual yang berbeda-beda. Hal ini berpengaruh terhadap kemampuan membaca Al-Quran siswa di TPQ Al-Hidayah. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran adalah metode UMMI. Implementasi metode UMMI bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran peserta didik pada dua TPQ di desa Ngroto. Metode yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan tersebut adalah pengajaran secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hasil dari kegiatan yang dilaksanakan yakni penggunaan metode UMMI dalam proses belajar dan melakukan pemantauan perkembangan kemampuan peserta didik melalui buku prestasi siswa.
Beyond Final Answers: Explainable AI for Step-Level Formative Feedback in Transformational Geometry Nursit, Isbadar; Fuady, Anies; Zauri, Ahmad Sufyan; Phadung, Muneeroh
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 26, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmipa.v26i4.pp2584-2612

Abstract

Providing high-quality feedback on students’ solution steps in transformational geometry is challenging in large university classes. Explainable AI (XAI) offers a potential way to automate step-level assessment while keeping model decisions transparent and educationally meaningful. This study examines whether an XAI-based system can validly and reliably score students’ solution steps in transformational geometry, how faithful and fair its explanations are, and whether step-level XAI feedback improves learning in an authentic course setting. This study used a two-phase quantitative design complemented by a small qualitative component. In Phase 1, XAI-based step scores were compared with expert ratings of items involving reflections, rotations, translations, and compositions of transformations, using a rubric with eight indicators (GT1–GT8), and explanation fidelity and subgroup fairness were evaluated. In Phase 2, a clustered quasi-experiment was conducted comparing XAI-based feedback with conventional rubric-based feedback in two classes. Brief and semi-structured interviews were conducted with six students from the XAI class to explore how they interpreted and used the feedback. The results show that the XAI system approximated expert step scoring with acceptable agreement, produced explanations whose highlighted features were meaningfully related to predictions, and exhibited no large performance disparities across gender or study programme. In the classroom experiment, the XAI group achieved moderately higher post-test scores than the control group, with gains concentrated on indicators related to parameter specification and composition of transformations. Interview data suggest that students used the XAI interface to locate and revise specific steps while still relying on the lecturer for deeper conceptual clarification. Overall, the findings indicate that when aligned with a domain-specific rubric, XAI-based step assessment can serve as scalable, task- and process-level formative feedback in transformational geometry, best used in a human-in-the-loop configuration that complements rather than replaces teacher feedback. Keywords: artificial intelligence, mathematics assessment, quasi-experimental design, transformational geometry.
PELATIHAN PEMBUATAN ASESMEN DIGITAL DENGAN APLIKASI QUIZ-MAKER I-SPRING BAGI GURU-GURU SMA Rahmawati, Henny; Zauri, Ahmad Sufyan; Azami, Moh. Imron; Ilmi, Yuli Ismi Nahdiyati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21104

Abstract

Abstrak: Kebutuhan akan penilaian berbasis digital akhir-akhir ini melatarbelakangi kegiatan pelatihan ini. Pelatihan ini terutama ditujukan untuk mendampingi para guru-guru SMA Islam Nusantara dari semua mata pelajaran untuk membuat asesmen digital menggunakan aplikasi Quiz-maker I-Spring. Dalam pelatihan ini, metode yang dipakai adalah pelatihan. Dalam pelatihan ini pengabdi bermitra dengan SMA Islam Nusantara, tempat pengabdian ini berlangsung, dengan partisipan sebanyak 13 guru. Dalam proses pengumpulan data sekaligus evaluasi dari pelatihan yang dilaksanakan, kami membagikan kuesioner kepada peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Di samping itu, kami juga mengumpulkan data berupa observasi dari kegiatan yang sedang berlangsung dalam bentuk data lapangan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil dari analisis data yang terkumpul menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan yang dinilai sangat bermanfaat untuk menyiapkan guru-guru menghadapi era digital. Di akhir pelatihan, dari hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan guru-guru dalam membuat asesmen digital dengan aplikasi Quiz-maker I Spring mengalami peningkatan. Selain untuk guru, pelatihan ini dinilai juga sangat bermanfaat untuk siswa di kemudian hari.Abstract: The recent need for digital-based assessments has prompted the initiation of this training program. This training primarily aims to assist the teachers of SMA Islam Nusantara in creating digital assessments using the Quiz-maker I-Spring application. The method employed is hands-on, taking place in SMA Islam Nusantara, involving fifteen teachers from across subjects. In the process of data collection and evaluation during the training, we distributed questionnaires to participants both before and after the training sessions. Additionally, we gathered observational data from the ongoing activities. The collected data were then analyzed descriptively and qualitatively. The results of the data analysis indicate that participants were highly enthusiastic about the training, considering that it’s very beneficial in preparing teachers to face the digital era. At the end of the training, observations showed that the ability of teachers to make digital assessments with the Quiz-maker I Spring application experienced an improvement. Moreover, the training was deemed highly valuable not only for teachers but also for students in the future.
PEMBERDAYAAN DIGITAL MELALUI PELATIHAN SOFT SKILL DAN TEKNOLOGI BAGI SISWA MADRASAH Ahmad Sufyan Zauri; Sikky El Walida Walida; Surya Sari Faradiba; Munhar Munhar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58005

Abstract

Program pelatihan yang mengintegrasikan soft skill dan teknologi bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri Karangasem bertujuan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, berpikir kritis, literasi digital, pemanfaatan perangkat digital, serta kesadaran terhadap keamanan digital. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 18 Juli 2025 dengan diawali identifikasi kebutuhan siswa melalui kuesioner. Selanjutnya, siswa mengikuti workshop yang memadukan teori dan praktik terkait komunikasi efektif, kolaborasi daring, serta penggunaan aplikasi seperti Google Docs dan Canva. Kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi proyek digital berupa pembuatan poster dan presentasi.  Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil sebelum dan sesudah pelatihan, disertai observasi langsung serta refleksi peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan siswa secara rata-rata sebesar 37,9%. Peningkatan tertinggi terlihat pada kesiapan menghadapi tantangan digital (55%), kemampuan adaptasi komunikasi (51%), serta kerja sama dalam proyek berbasis teknologi (50%).  Sebagian besar siswa (85%) mengalami peningkatan kepercayaan diri dalam penggunaan teknologi dan keterlibatan dalam diskusi digital. Selain itu, partisipasi kelas meningkat hingga 40%, yang berkontribusi pada terciptanya suasana belajar yang lebih dinamis. Kegiatan ini juga menghasilkan modul pelatihan serta dokumentasi yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program di masa mendatang, sehingga mendukung kesiapan siswa menghadapi era digital
Profil Computational Thinking Siswa Kelas VIII dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Spasial Berbasis Konteks Nyata Putra Haruna Prasetya; Surahmat Surahmat; Ahmad Sufyan Zauri
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7255

Abstract

Penelitian ini berfokus pada profil computational thinking siswa kelas VIII dalam menyelesaikan masalah bangun ruang berbasis konteks. Computational thinking dalam konteks pembelajaran matematika adalah kompetensi penting dikuasi oleh siswakemampuan mengenali pola, mengklasifikasi & mereduksi informasi, mengkonstruksi alur penyelesaian, menguraikan masalah lebih sederhana, serta menyusun kesimpulan secara sistematis pada saat menemui masalah tekstual maupun kontekstual. Riset ini mengadaptasi pendekatan kualitatif deskriptif dengan model studi kasus yang kemudian dilakukan teknik analisis data hasil adaptasi dari Miles, Huberman, & Saldana yaitu meliputi, penghimpunan data, kondensasi data, penyajian data, serta pengambilan kesimpulan. Kemampuan berpikir komputasional matematis responden, ditinjau dari empat indikator yang meliputi 1) dekomposisi, 2) pengenalan polan, 3) abstraksi & generalisasi pola, serta 4) berpikir algoritma. Dari jumlah 35 siswa yang memiliki kemampuan berpikir komputasional matematis tinggi terdiri dari 7 atau 20%, berkemampuan sedang ada 21 atau 60%, serta berkemampuan rendah ada 7 atau 20%. Pada indikator dekomposisi, siswa mampu mengidentifikasi informasi penting dan memecah masalah menjadi bagian yang lebih sederhana. Pada indikator pengenalan pola, siswa kategori tinggi mampu memahami hubungan antar konsep bangun ruang dan menyadari bahwa perbedaan bentuk visual tidak selalu memengaruhi konsep volume. Indikator ketiga abstraksi dan generalisasi pola, siswa kategori tinggi mampu menyederhanakan informasi kontekstual ke dalam model matematika secara tepat, sedangkan siswa kategori sedang dan rendah masih mengalami hambatan dalam menentukan informasi relevan. Adapun pada indikator berpikir algoritma, siswa kategori tinggi mampu menyusun langkah penyelesaian secara runtut dan sistematis, sementara siswa kategori rendah masih mengalami kesulitan dalam menentukan prosedur penyelesaian yang tepat. Penelitian ini menunjukkan bahwa soal berbasis konteks nyata dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan computational thinking matematis secara lebih bermakna dalam pembelajaran matematika