Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Sarinah: Perkembangan Sebuah Pasar di Daerah Transmigrasi Rimbo Bujang (1977-2021) Ika Ayu Novitasari; Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.491

Abstract

This study examines the development of Sarinah Market in Rimbo Bujang District in 1977-2021. The research problems are formulated as follows: 1) How is the development of Sarinah Market in Rimbo Bujang from 1977 to 2021. 2) How is the existence of Sarinah Market on the economic dynamics of the Rimbo Bujang community. This study uses historical research methods consisting of four stages, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of the study reveal that, first, the Sarinah Market has continued to develop from 1977-2021. The development of Sarinah Market can be seen from the development of traditional markets that provide all basic needs. Therefore, Sarinah Market is known as the traditional market of Rimbo Bujang which provides all the complete needs. In addition, market development is seen from market development, market management, market arrangement, types of merchandise, merchandise flows, and the market retribution system. Second, how is the existence of Sarinah Market on the economic dynamics of the Rimbo Bujang community. Keywords: Development, Sarinah Market Abstrak Penelitian ini mengkaji perkembangan Pasar Sarinah di Kecamatan Rimbo Bujang tahun 1977-2021. Permasalahan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1) Bagaimana perkembangan Pasar Sarinah di Rimbo Bujang 1977-2021. 2) Bagaimana keberadaan Pasar Sarinah terhadap dinamika ekonomi masyarakat Rimbo Bujang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, pertama, Pasar Sarinah terus mengalami perkembangan sejak tahun 1977-2021. Perkembangan Pasar Sarinah dapat dilihat dari adanya perkembangan pasar tradisional yang menyediakan segala kebutuhan pokok. Oleh karena itu, Pasar Sarinah dikenal sebagai pasar tradisional Rimbo Bujang yang menyediakan segala kebutuhan yang lengkap. Selain itu, perkembangan pasar dilihat dari pembangunan pasar, pengelolaan pasar, penataan pasar, jenis barang dagangan, arus barang dagangan, dan sistem retribusi pasar. Kedua, bagaimana keberadaan Pasar Sarinah terhadap dinamika ekonomi masyarakat Rimbo Bujang. Kata kunci: Perkembangan, Pasar Sarinah
UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta: Studi Tentang Perkembangan Lembaga Perpustakaan Di Kota Bukittinggi Tahun (1976-2019) Nola Afrida Yanti; Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.492

Abstract

Penelitian ini menjelaskan mengenai sejarah lembaga di bidang perpustakaan, mengkaji mengenai perkembangan lembaga perpustakaan di Kota Bukittinggi, dimulai pada tahun 1976 sampai tahun 2019. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan metode sejarah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan awal terbentuknya lembaga perpustakaan Proklamator Bung Hatta di Kota Bukittinggi dan mendeskripsikan perkembangan perpustakaan dari perpustakaan daerah menjadi perpustakaan nasional. Penelitain ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan. Pertama, heuristik yaitu proses untuk mengumpulkan dan mencari sumber-sumber penelitian. Kedua, kritik sumber terdiri dari kritik internal dan eksternal, yaitu dengan melakukan pengujian terhadap keaslian informasi. Ketiga, interpretasi yaitu menafsirkan dan menghubungkan dengan fakta-fakta yang ada. Keempat, historiografi, tahapan penulisan hasil penelitian. Penelitian ini mendapatkan hasil, pertama, sejarah awal pendirian UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, bernama Perpustakaan Mohammad Hatta, dilatarbelakangi belum adanya perpustakaan yang representatif di Kota Bukittinggi perpustakaan, pembangunan dilakukan oleh pihak pemerintah kota Bukittinggi, menggunakan anggaran daerah dan berhasil diresmikan tahun 1976. Kedua, dalam proses perkembangan perpustakaan terjadi tiga kali pergantian nama perpustakaan, perpustakaan umum Mohammad Hatta, Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dan UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, disebabkan karena terjadi perpindahan gedung, perubahan status perpustakaan dan juga perubahan pengelolaan perpustakaan dari pemerintah daerah kota Bukittinggi dari dialihkan ke pemerintah pusat yaitu Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kata Kunci: Perkembangan, Lembaga Perpustakaan, UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta
Buya H. Afdhil Salim (1954-2006): Tokoh Penggerak Pendidikan Islam Di Kecamatan Bayang Yuvi Hidayat Yuvi Hidayat; Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.499

Abstract

Afdhil Salim adalah ulama dan tokoh pendidikan Islam di Bayang. Ia seorang ulama yang banyak berperan dalam bidang pendidikan, agama dan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar belakang kehidupan Afdhil Salim dan mengetahui peran yang dilakukan Afdhil Salim di masyarakat sebagai tokoh pendidikan Islam dan ulama di Bayang. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu: heuristik, kritik sumber, interprestasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Afdhil Salim lahir di Bayang 17 April 1954, lahir dari latar belakang keluarga yang sangat sederhana, ia sudah yatim sejak kecil, Afdhil Salim dikenal sebagai anak yang cerdas berakhlak mulia dan memiliki sosial yang tinggi.Afdhil Salim seorang ulama dan tokoh pendidikan Islam yang mempunyai pengaruh dan peran besar terhadap Kecamatan Bayang. Ia merupakan orang yang mempelopori berdirinya lembaga pendidikan Islam Madrasah Arabiyah yang telah memberikan nuansa baru bagi perkembangan ilmu agama Islam di Bayang. Dalam bidang dakwah Afdhil Salim juga berhasil mengaktifkan tingkah laku masyarakat Bayang yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Afdhil Salim juga banyak berkontribusi dalam bidang sosial, agama di Kecamatan Bayang.
Pendapatan Sopir Angkot Trayek Pasar Raya-Lubuk Buaya Selama Pandemi Covid-19 Amalia Sukma; Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i4.555

Abstract

This study aims to analyze the development of the Pasar Raya-Lubuk Buaya public transportation route during the Covid-19 Pandemic. The aims of this study were (1) to determine the development of the Pasar Raya-Lubuk Buaya public transportation route during the COVID-19 Pandemic (2) To determine the income of the Pasar Raya-Lubuk Buaya public transportation driver during the COVID-19 pandemic. The type of research used is the historical method. The writing techniques used are heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results show that the number of angkot on the Pasar Raya-Lubuk Buaya route did not decrease during the Covid-19 pandemic, which amounted to 25 fleets, but the income of angkot drivers decreased during covid 19. This is because angkot reduces the number of trips due to quiet passengers.
Muhammadiyah dan Sekolah : Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Paraman Ampalu Kabupaten Pasaman Barat 1942-2018 Fitria Sari; Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i2.291

Abstract

This research is a historical study that discuss about Muhammadiyah and school: Muhammadiyah (MTsM) Paraman Ampalu, Pasaman Barat Regency 1942-2018. The purpose of this research is to describe the history of establishment and development of Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Paraman Ampalu Pasaman Barat Regency 1942-2018. This research uses the historical method with heuristic steps or data collection, after the data is obtained, it is followed by interpretation. Next is source criticism is to verivy or critique data that the author can both from primary sources and secondary source. The final stage is writing history or historiography so that this research can be completed. The result of this study indicate that Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Paraman Ampalu underwent several stages of development progress and setbacks. Madrasah Tsanawiyah Paraman Ampalu has experienced progress, namely in 1970-1900, where a large number of students enrolled study in the Marasah. Then, no less important, there is a very high level of public awarness to take an anctive role in advancing Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah ParamaN Ampalu.
Penggunaan Lahan (Land Use): Studi Tentang Penggunaan Lahan Di Sarasah Bunta,Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015-2022 Syifa Salsabilla Oston; Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i1.597

Abstract

ABSTRACT This study discusses land use in Sarasah Bunta, Harau District, Fifty Cities District in 2015- 2022. Harau Valley is a gorge near Payakumbuh City in the Fifty Cities District, West Sumatra province. The research location is in Sarasah Bunta, Nagari Tarantang, Harau District, Fifty Cities District, West Sumatra, Indonesia. This research is included in qualitative research using historical research methods. The steps used in the research are heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data collection techniques in the form of literature studies, archival studies, and interviews. The results of the study illustrate that the development of land use in Sarasah Bunta has been widely used for the construction of Home Stays, Tourist attractions and Education lands, land which has not been used so far because there have been no investors who have entered and limited access roads which at that time were inadequate to get to the Sarasah Bunta area. after the change in road access that is already adequate, then investors from outside are interested in processing and building tourist attractions to make these locations more productive and can improve the economy of the surrounding community. Keywords: Land Use, Sarasah Bunta ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang Penggunaan Lahan Di Sarasah Bunta,Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015-2022. Lembah Harau adalah sebuah ngarai dekat Kota Payakumbuh di Kabupaten Lima puluh Kota, provinsi Sumatra Barat. Lokasi penelitian berada di Sarasah Bunta, Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Langkah- langkah yang digunakan dalam penelitian yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan, studi kearsipan, dan wawancara. Hasil penelitian menggambarkan bahwa perkembangan penggunaan lahan di Sarasah Bunta banyak dimanfaatkan untuk pembangunan Home Stay, tempat Wisata dan lahan Pendidikan, lahan yang selama ini belum dimanfaatkan karena belum adanya investor yang masuk dan keterbatasan akses jalan yang saat itu belum memadai untuk menuju wilayah Sarasah Bunta, setelah berubahnya akses jalan yang sudah memadai barulah para investor dari luar tertarik untuk mengolah dan membangun tempat wisata untuk membuat lokasi ini menjadi lebih produktif dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya. Kata Kunci: Penggunaan Lahan, Sarasah Bunta
Revitalisasi Perkampungan Adat Sijunjung Sebagai Pusat Destinasi Wisata Budaya Minangkabau di Sumatera Barat Susi Evanita; Indrayuda Indrayuda; Zul Asri; Rita Syofyan; Zul Fahmi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i3.458

Abstract

Program Pengembangan Nagari Binaan (PPNB) ini bertujuan untuk mengembangkan Perkampungan Adat Sijunjung Kenagarian Sijunjung Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Sumatera barat sebagai pusat destinasi wisata budaya Minangkabau di Sumatera Barat. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan revitalisasi dalam bidang budaya dan ekonomi. Pada tahun pertama kegiatan difokuskan pada peningkatan nilai ekonomi Rumah Gadang sebagai homestay dan pengembangan wirausaha rumahan (home industri). Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD), Pelatihan dengan teknik demonstrasi dan kelompok. Penyuluhan dengan teknik door to door, dan pendampingan. Hasil yang diperoleh berupa peningkatan nilai guna homestay sebagai sumber ekonomi, melalui peningkatan service quality homestay, tumbuhnya 15 industri rumahan (tungku homestay) berkearifan lokal di setiap homestay binaan, serta menambah fungsi homestay sebagai resto original bagi pengunjung yang datang dan menginap sehingga meningkatkan income generating pemilik homestay. Dalam bidang budaya, kegiatan ini telah membangkitkan kembali dan menumbuhkan minat generasi muda untuk menghargai nilai-nilai seni budaya Minangkabau yang mereka wujudkan dalam bentuk aktifnya kembali sanggar seni budaya sebagai unsur pendukung wisata budaya dan usaha sablon yang menampilkan hasil seni budaya Perkampungan Adat Sijunjung sebagai representasi budaya Minangkabau di Sumatera Barat.
Organisasi Sulit Air Sepakat (SAS): Tinjauan Historis Organisasi Sosial Kemasyarakatan Sulit Air Diperantauan (2000 - 2021) Kurniatillah Kurniatillah; Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i2.559

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perkembangan Organisasi Sulit Air Sepakat (SAS) di perantauan tahun 2000-2021. Permasalahan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1) Bagaimana Perkembangan Organisasi Sulit Air Sepakat (SAS) 2000-2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristic, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa, Organisasi ini terus megalami perkembangan sejak tahun 2000-2021. Perkembangan yang tidak hanya untuk kepentingan warga SAS yang ada di perantau saja, akan tetapi juga untuk pembangunan Nagari Sulit Air. Seperti pembangunan gedung serbaguna SAS Bandung yang merupakan impian dan harapan SAS akhirnya berdiri dan juga berhasil mendaftarkan SAS sebagai Organisasi berbadan hukum “perkumpulan”. sejak saat itu, agenda legalisasi seluruh aset SAS menjadi milik “Perkumpulan SAS” mulai dilakukan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi konflik kepentingan di masa yang akan datang. Peranan SAS terhadap pembangunan Sulit Air yaitu pembangunan Masjid Raya Sulit Air, bantuan untuk honor guru tiap bulannya, dan masih banyak lagi peranan Perantau SAS untuk Nagari Sulit Air.
Revolusi Hijau: Studi Tentang Pertanian Padi Puluik Hitam Di Nagari Salareh Aia Tahun 1998-2021 Wahyu Mustika Rani; Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i3.740

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Revolusi Hijau: Studi Tentang Pertanian Padi Puluik Hitam di Nagari Salareh Aia 1998-2021.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh Revolusi Hijau terhadap pertanian padi Puluik Hitam di Nagari Salareh Aia serta usaha yang dilakukan petani dalam mempertahankan produksi padi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. langkah awal dalam penelitian adalah heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Revolusi Hijau merupakan kebijakan pertanian yang diberlakukan pada masa pemerintahan Orde Baru sekitar tahun 1975. Tujuan dari Revolusi Hijau untuk meningkatkan produksi pangan terutama beras di Indonesia. Berdasarkan penelitian di Nagari Salareh Aia, didapatkan bahwa Revolusi Hijau membawa pengaruh yang cukup besar terhadap pertanian padi Puluik Hitam. Melalui Revolusi Hijau para petani mulai menggunakan bibit unggul, pupuk, pestisida, irigasi dan perbaikan cara bercocok tanam, sehingga mampu meningkatkan frekuensi tanaman padi dari panen sekali setahun menjadi dua kali setahun. Namun seiring berjalannya waktu Revolusi Hijau membuat petani ketergantungan akan penggunaan pupuk kimia dan pestisida, dimana penggunaan pupuk kimia dan pestisida secara berkelanjutan tidak baik untuk tanaman padi, serta harganya yang semakin mahal, yang membuat produksi padi mengalami naik turun. Kata Kunci: Revolusi Hijau, Pertanian, Padi Puluik Hitam
Perkembangan Pasa Ateh (Pasar Atas) Bukittinggi Hingga Menjadi Plaza Tahun 2017-2023 Ramadhan, Mutiara Yulia; Asri, Zul
Jurnal Kronologi Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i4.772

Abstract

In the research talk about the development of Pasa Ateh (Upper Market) Bukittinggi after it experienced a fire and became a plaza (2017-2023). Of this study focusses about discusses the physical development of the Pasa Ateh (Upper Market) Bukittinggi building after the fire until it became a plaza and explains the economic and social impact of traders caused by the revitalization of the market building after the fire. The aim of this research is to see the development of Pasa Ateh (Upper Market) Bukittinggi after the fire until it became a plaza and see the social and economic impact caused by the revitalization of the market after the fire. This research includes qualitative historical research, using the historical method which includes 4 stages, namely: heuristic method by searching for historical data related to Pasa Ateh (Upper Market), source criticism in the form of selecting data that has been taken, interpretation in the form of interpreting historical data, and Historiography is the rewriting of History. From the first discussion, Pasa Ateh (Upper Market) Bukittinggi experienced a fire in 2017. Second, the development of Pasa Ateh (Upper Market) in terms of physical buildings. Third, the social and economic impacts resulting from the revitalization of buildings. Keywords: History, Development, Pasa Ateh (Upper Market), Social and Economic