Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Cek Kesehatan dan konseling dalam Upaya Pencegahan Penyakit Hipertensi, DM dan GOUT pada Peserta Sepeda Sehat di Alun-Alun Karanganyar Kebumen Handayani, Eka Wuri; Asti, Arnika Dwi; Endrayani, Eni; Khasanah, Ery Wahidatul; Faijah, Fitri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit non-infeksi merupakan masalah yang sangat substansial,mengingat pola kejadiannya sangat menentukan status kesehatan disuatu daerah dan juga peningkatan keberhasilan status kesehatan disebuah negara.WHO memperkirakan, pada tahun 2020 penyakit noninfeksiakan menyebabkan 73% kematian dan 60% seluruh kesakitandi dunia. Diperkirakan negara yang paling merasakan dampaknyaadalah negara berkembang termasuk Indonesia. Hipertensi, DM danGOUT adalah 3 dari penyakit non-infeksi yang banyak diderita masyarakatIndonesia.tujuan dari program ini antara lain adalah untukmengetahui tekanan darah, gula darah sewaktu dan kadar asam uratmasyarakat Kebumen secara langsung tanpa perlu mendatangi tempatpelayanan kesehatan dan menumbuhan kesadaran masyarakat untukmelakukan pemeriksaan kesehatan secara dini serta menambahkewaspadaan masyarakat agar tidak terkena penyakit hipertensi, DMdan GOUT. Pengecekan kesehatan diawali dengan pengkajian data awalmasyarakat. Selanjutnya dilakukan pengukuran berat badan, tekanandarah, cek gula darah sewaktu (GDS) dan cek kadar asam urat.Dari71 warga yang mengikuti kegiatan ini didapatkan hasil 3 wargamengalami tekanan darah tinggi, 3 warga menunjukkan hasil GDSdiatas normal dan 8 warga menunjukkan hasil pemeriksaan kadarasam urat diatas normal. Setelah dilakukan pengecekan kesehatan,pengabdian masyarakatini dilanjutkan denganmemberikan konselingterkait pencegahan atau penatalaksanaan penyakit Hipertensi, DMdan GOUT.Pencegahan atau Penatalaksanaan meliputi penatalaksanaansecara nonfarmakologi atau perubahan gaya hidup, yaitupenurunan berat badan, penurunan asupan garam, serta menghindarifaktor resiko (merokok, minum alkohol, hiperlipidemia dan stress).Sedangkan penatalaksanaan secara farmakologis atau dengan obatdilakukan dibawah pengawasan dokter atau apoteker.
PROSES EVALUASI PENERAPAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI: DEFISIT PERAWATAN DIRI PADA KLIEN GANGGUAN JIWA DI PANTI REHABILITASI X KABUPATEN WONOSOBO Agustin, Ike Mardiati; Asti, Arnika Dwi; Sumarsih, Tri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Gangguan jiwa menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan diri dalam melakukan perawatan diri yang sederhana, dibutuhkan suatu bentuk pemberdayaan klien gangguan jiwa yang dirawat di unit rehabilitatif, melalui pemberian psikoterapi berkelompok. Tujuan proses ini memberikan gambaran hasil evaluasi penerapan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi: defisit perawatan diri pada klien gangguan jiwa di panti rehabilitatif. Metodelogi menggunakan analisis deskriptif kuantitatif pada 38 klien dengan pengambilan sampel simple random sampling. Hasil evaluasi peningkatan kemampuan dalam TAK perawatan kebersihan diri (mandi) sebanyak 25 klien (65,79%) berkomitmen mandi 2x per hari , peningkatan evaluasi kemampuan (gosok gigi) sebanyak 23 klien (60,53%) mampu menjelaskan manfaat gosok gigi dan evaluasi peningkatan kemampuan kebersihan diri (cuci tangan) sebanyak 30 klien (78,95%) mampu memperagakan cuci tangan dengan tepat Proses ini direkomendasikan untuk bahan acuan upaya pembedayaan klien gangguan jiwa melalui pemberian terapi aktivitas berkelompok.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KESEHATAN ANAK MELALUI PROGRAM EDUKASI BERKELANJUTAN Asti, Arnika Dwi; Nurlaila, Nurlaila; Ernawati, Ernawati; Setyaningsih, Endah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya kesehatan dilakukan sejak masa kanak-kanak ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal baik secara fisik, mental, emosional maupun sosial. Perilaku kesehatan anak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti rendahnya tingkat pendidikan orangtua, rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan dan kurangnya perhatian karena sebagian anak tidak tinggal dengan orangtuanya karena alasan tertentu. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan perilaku orangtua /wali untuk mencegah, mengobati dan mengontrol perilaku kesehatan anak. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk program edukasi kesehatan berkelanjutan dengan pemantauan rutin. Terdapat 3 materi edukasi yaitu kegawatdaruratan demam dan diare pada anak di rumah, nutrisi anak di masa pertumbuhan dan pola hidup bersih sehat (PHBS) anak. Selanjutnya dilakukan pemberian tugas dan monitoring. Dari hasil pre dan post test terdapat peningkatan pengetahuan orangtua/ wali pada materi pertama naik sebesar 24,9%, materi kedua naik sebesar 38,5 % dan materi ketiga naik sebesar 16, 53 %. Hasil monitoring pemberian tugas yang merupakan aplikasi materi edukasi menunjukkan ada peningkatan. Tugas membawa bekal makan siang sebanyak 26 % siswa membawa bekal dengan kategori sangat baik, 50 % dengan kategori baik dan 24 % dengan kategori kurang baik. Tugas pola hidup bersih sehat (PHBS) menunjukkan 76 % siswa memotong kuku dengan baik, 96 % siswa melakukan sikat gigi di pagi hari, 70 % siswa memiliki kebersihan telinga baik dan dan 68 % siswa memiliki kebersihan rambut baik. Sekolah (dalam hal ini guru kelas) sebagai bagian dalam upaya pendidikan kesehatan anak dapat berperan lebih optimal dengan mengadakan edukasi dan monitoring secara berkala dan berkelanjutan.
Penerapan Terapi Musik Klasik untuk Menurunkan Tanda dan Gejala Pasien Resiko Perilaku Kekerasan di Rumah Singgah Dosaraso Kebumen Ismaya, Annisa; Asti, Arnika Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Resiko Perilaku Kekerasan (RPK) merupakan suatu keadaan dimana individu dapat melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. Untuk menurunkan tanda dan gejala RPK, dapat dilakukan terapi musik klasik untuk mengurangi perilaku agresif, mengurangi kecemasan serta mengatasi depresi pada pasien RPK. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Rumah Singgah Dosaraso Kebumen, Klien dengan RPK sudah diberikan beberapa terapi yaitu terapi obat dan aktivitas tetapi belum pernah dilakukan terapi dengan musik klasik. Tujuan: Menggambarkan aplikasi terapi musik klasik untuk menurunkan tanda dan gejala pasien dengan Resiko Perilaku Kekerasan di Rumah Singgah Dosaraso Kebumen. Metode: Karya tulis ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek terdiri dari 2 partisipan dengan masalah RPK. Instrumen yang digunakan dalam studi kasus ini adalah instrumen tanda gejala RPK dan lembar observasi kemampuan melakukan terapi musik klasik dengan melakukan observasi dan wawancara. Waktu pemberian terapi dilakukan selama 30 menit dengan menggunakan headset dalam 5 kali pertemuan. Hasil: Setelah dilakukan terapi musik klasik selama 5 kali pertemuan, Partisipan 1 (P1) mengalami penurunan tanda dan gejala RPK dari 11 menjadi 8 sedangkan Partisipan 2 (P2) mengalami penurunan tanda dan gejala RPK dari 11 menjadi 7. Selain itu, kedua partisipan mengalami peningkatan kemampuan melakukan terapi musik klasik dari 50% (cukup) menjadi 100% (baik). Dapat disimpulkan bahwa P2 mengalami penurunan tanda dan gejala serta mengalami peningkatan kemampuan dalam melakukan terapi musik klasik lebih banyak dibandingkan P1. Rekomendasi: Perawat dapat mengembangkan penerapan terapi musik klasik dalam menurunkan tanda dan gejala RPK dan meningkatkan kemampuan dalam melakukan tindakan terapi musik klasik.
Penerapan Terapi Okupasi: Berkebun untuk Meningkatkan Harga Diri pada Pasien Harga Diri Rendah di Wilayah Puskesmas Sruweng Krissanti, Astriyana; Asti, Arnika Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pasien harga diri rendah merupakan pasien gangguan kesehatan jiwa yang menganggap dirinya tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi negatif terhadap diri sendiri. Hal ini menyebabkan pasien harga diri rendah sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain. Salah satu alternatif untuk meningkatkan harga diri pada pasien harga diri rendah adalah dengan terapi okupasi berkebun. Tujuan : Meningkatkan harga diri pasien harga diri rendah kronik dengan terapi okupasi berkebun menanam cabai di wilayah kerja Puskesmas Sruweng. Metode : Karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada 2 pasien dengan harga diri rendah. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi menggunakan instrumen pengkajian tanda dan gejala harga diri rendah kronik dan lembar observasi kemampuan pasien dalam melakukan terapi okupasi berkebun. Hasil : Setelah dilakukan penerapan terapi okupasi berkebun menanam cabai di polybag pada pasien harga diri rendah didapatkan hasil penurunan tanda dan gejala harga diri rendah pada P1 sebesar 3 skor dan pada P2 sebesar 4 skor. Selain itu, didapatkan hasil peningkatan kemampuan menanam cabai pada P1 sebesar 11 skor dan pada P2 sebesar 9 skor. Rekomendasi : Perawat disarankan menerapkan terapi okupasi berkebun dalam memberikan asuhan keperawatan untuk meningkatkan harga diri pada pasien harga diri rendah.
Terapi Boneka Tangan untuk Menurunkan Ansietas Anak karena Efek Hospitalisasi Hidayat, Anggi Nur; Asti, Arnika Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi merupakan kondisi krisis anak saat dirawat di rumah sakit yang dapat menimbulkan ansietas. Kondisi ansietas yang timbul sebagai efek hospitalisasi dapat menghambat proses perawatan dan kesembuhan anak. Peran perawat sangat penting dalam meminimalkan dampak hospitalisasi. Terapi bermain dengan boneka tangan merupakan salah satu cara untuk menurunkan ansietas. Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan terapi permainan boneka tangan terhadap penurunaan ansietas pada anak usia prasekolah akibat efek hospitalisasi. Ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode studi kasus pada 1 orng responden. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan pre-test dan post-test pada individu atau kelompok. Sehari sebelum dilakukan terapi boneka tangan dilakukan pengukuran tanda gejala ansietas dan kemampuan ketrampilan komunikasi. Setelah diberi terapi boneka tangan didapatkan hasil yang menunjukkan terjadinya penurunan tanda gejala ansietas dari 95,2% menjadi 42,9% dan peningkatan ketrampilan komunikasi dari 14,2% menjadi 50%.Terapi boneka tangan dapat diterapkan untuk menurunkan tingkat ansietas dan meningkatkan ketrampilan komunikasi pada anak sebagai dampak hospitalisasi
STIGMA MASYARAKAT DAN KONSEP DIRI KELUARGA TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) Hanifah, H; Asti, Arnika Dwi; Sumarsih, Tri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma merupakan pandangan negatif yang melekat pada seseorang dan dipengaruhi lingkungan. Stigma salah satu faktor penghambat penyembuhan gangguan jiwa. Keluarga pasien dengan gangguan jiwa dapat terkena dampak stigma yang diberikan masyarakat pada ODGJ. Keluarga yang mendapatkan stigma berlebih akan berdampak pada peningkatan beban psikologis dan mempengaruhi konsep diri.Tujuan penelitian ini yaitu memberi gambaran stigma masyarakat dan konsep diri keluarga pasien gangguan jiwa terhadap gangguan jiwa. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Cara pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel yang diambil 247 responden untuk stigma masyarakat dan 58 responden untuk konsep diri keluarga dengan gangguan jiwa. Intrumen penelitian yaitu kuesioner CAMI (Community Attitude towards the Mental Illness) untuk masyarakat dan untuk konsep diri keluarga dengan kuesioner konsep diri. Hasil penelitian yaitu stigma masyarakat terhadap ODGJ yang paling tinggi pada aspek kebajikan (pandangan humanistik dan simpatik terhadap ODGJ) dengan mean 34 (SD =4), diikuti aspek ideologi kesehatan mental (penerimaan layanan kesehatan mental di masyarakat) dengan mean 33 (SD=4), aspek otoriterisme (pandangan terhadap ODGJ sebagai individu yang lemah) dengan mean 29 (SD=3), dan aspek pembatasan sosial (ODGJ merupakan ancaman yang harus dihindari) dengan mean 28 (SD=4). Sedangkan untuk konsep diri keluarga mayoritas keluarga dengan gangguan jiwa memiliki konsep diri positif sebanyak 49 keluarga (84.5%). Stigma yang paling tinggi di masyarakat adalah kebajikan dan yang paling rendah adalah pembatasan sosial. Sedangkan konsep diri keluarga dengan gangguan jiwa sudah menunjukkan hasil yang positif.
Impact Of Covid-19 Pandemic On Psychological Changes Of Nurses In Covid-19 Referral Hospitalis In Kebumen Regency Kasih, Sri Nur Sekar; Asti, Arnika Dwi; Sumarsih, Tri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Adanya fenomena pada awal tahun 2020 yang disebut Corona virus atau lebih dikenal dengan Covid-19. yang merupakan jenis virus baru yang menginfeksi sistem pernafasan. Dan masih terus meningkatnya kasus sampai saat ini yang mengakibatkan perubahan psikologis baik pada masyarakat dan tenaga kesehatan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19 terhadap perubahan psikologis perawat di RS Rujukan Covid-19 Kabupaten Kebumen. Metode Penelitian : Metode dari penelitian ini adalah kuantitatif dengan studi pendekatan cros-sectional. Dengan sampel berjumlah 104 orang perawat di RSUD Dr Soedirman Kebumen, RS Permata Medika, RSK Anak Wijaya Kusuma dan RS Darurat yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan teknik analisis univariat Hasil Penelitian : Sebagian besar responden di IGD mengalami perubahan psikologis berupa stress tingkat ringan 24 orang (66,7%), kecemasan tingkat ringan 11 orang (30,6%), dan depresi pada tingkat normal 33 orang (91,7%). Dan sebagian besar responden di ruang isolasi mengalami perubahan psikologis berupa stress tingkat ringan 32 orang (47,1%), kecemasan tingkat ringan 17 orang (25,0%), dan depresi tingkat normal 63 orang (92,6%). Rekomendasi : Peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperdalam penelitian ini dengan menganalisis sosial demografi yang berpengaruh terhadap kondisi psikologis, serta membandingkan perubahan psikologis antara perawat di IGD dan di ruang isolasi.
Community Knowledge Is Associated With Stigma Toward People With Mental Health Problems In Indonesia Sumarsih, Tri; Hidayat, Taufik; Asti, Arnika Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan mental di Indonesia terus meningkat. Seorang individu dengan gangguan jiwa dapat memberikan dampak pada individu lain, keluarga, masyarakat dan pemerintah. Pengetahuan masyarakat tentang gangguan jiwa dan stigma yang terjadi di masyarakat dapat mempengaruhi kesehatan metal dan kesembuhan orang dengan gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat tentang gangguan jiwa dengan stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa di UPTD Puskesmas Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross-sectional tehadap 375 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Mental Health Knowledge Schedule (MAKS) dan kuesioner Community Attitudes toward the Mentally Illness (CAMI). Data dianalisa menggunakan analisa deskriptif dan korelasi menggunakan teknik analisis chi-square. Hasil studi menunjukkan sebagian besar pengetahuan masyarakat tentang gangguan jiwa kategori baik yaitu sebanyak 189 responden (50,4%) dan sebanyak 191 responden (50,9%) memiliki stigma pasien gangguan jiwa yang rendah. Ada hubungan bermakna antara pengetahuan masyarakat terhadap stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa. Semakin baik pengetahuan masyarakat tentang gangguan jiwa berhubungan dengan semakin rendahnya stigma terhadap orang dengan gangguan mental. Penelitian ini merekomendasikan bahwa intervensi anti-stigma dengan pendekatan psikososial dan psikoedukasi secara rutin bisa diimplementasikan terhadap pasien gangguan mental.
Phenomenology Study Of Nurses Experience Doing Care For Covid-19 Patients In Isolation Room Pku Muhammadiyah Gombong Hospital Wulandari, Ayu; Sumarsih, Tri; Asti, Arnika Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Lonjakan kasus akibat Covid-19 yang tidak terkontrol memaksa tenaga kesehatan untuk menyiapkan fisik dan mental guna memberikan perawatan yang optimal bagi pasien. Resiko tinggi tertular, kelelahan, stress karena tingkat kerja yang tinggi, hukuman lingkungan, perubahan psikologis, fisik dan mental pada para tenaga kesehatan terutama perawat tidak bisa dihindarkan. Tujuan: Mengetahui pengalaman perawat selama melakukan asuhan pada pasien Covid-19 diruang isolasi RS PKU Muhammadiyah Gombong Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan tekhnik purposive sampling dengan metode wawancara mendalam (indepth interview), proses pengambilan data hanya dilakukan satu kali, pada penelitian ini saturasi data terjadi pada partisipan ke sembilan sehingga jumlah sampel yakni Sembilan partisipan. Wawancara pada masing-masing partisipan antara 45-60 menit, data yang diperoleh dianalisis dengan cara kualitatif research dimana peneliti sebagai penganalisis data sedangkan metode yang digunakan yakni dengan metode Stevick-Collaizi dan Keen melalui tahapan membuat transkrip hasil wawancara, membuat kata kunci, menyusun kata kunci menjadi kategori dan tema. Hasil penelitian: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan lima tema utama yaitu: (1) Perubahan yang dialami (2) Perubahan Biopsikososiospiritual (3) mekanisme koping (4) Dukungan dan motivasi selama bekerja Kesimpulan: Selama merawat pasien Covid-19 perawat mengalami berbagai perubahan terutama perubahan secara psikologis yang diakibatkan karena beban kerja yang tinggi hingga pengalaman baru dalam merawat. Rekomendasi: Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu mampu mengidentifikasi lebih luas terkait kondisi terkini perawat selama masa pandemic Covid dan keterbatasan dalam penelitian ini mampu dimodifikasi sehingga proses penelitian bisa berjalan lebih baik.