Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Exspressive Writitng Therapy terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa dalam Menyusun Skripsi Fajrin, Rizqi Intan; Asti, Arnika Dwi; Sumarsih, Tri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk menyelesaikan tugas akhir karya ilmiah atau skripsi sebagai salah satu syarat untuk kelulusan. Mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi tentunya memiliki gangguan psikologis salah satunya yaitu mengalami kecemasan, hal ini karena adanya hambatan atau tantangan dalam menyusun skripsi. Kecemasan yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir tentunya akan mempengaruhi mahasiswa dalam proses menyusun skripsi yang akan mempengaruhi untuk kelulusan mahasiswa, oleh karena itu kecemasan yang dialami mahasiswa tingkat akhir harus diatasi yaitu dengan terapi. Salah satu therapy yang dapat mengatasi tingkat kecemasan merupakan exspressive writing therapy. Tujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas exspressive writing therapy terhadap tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi di Universitas Muhammadiyah Gombong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desaign Quasi Eksperimen dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 34 responden, dengan treatment intervensi yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan membagi 34 responden sebanyak 7 kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4 sampai 5 responden. Setiap kelompok mendapatkan intervensi yang sama yaitu 3 kali intervensi dengan waktu setiap kali intervensi 50 menit. Analisa data menggunakan Uji Paired T-test Berpasangan. Hasil Sebagian besar mahasiswa tingkat akhir berusia 21-23 tahun (94,1%), jenis kelamin mayoritas perempuan 26 (76,5%). Tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir sebelum dan sesudah dilakukan intervensi memiliki kategori yang sama yaitu tingkat kecemasan sedang namun terjadi penurunan frekuensi yaitu pre test sejumlah 18 responden dan post test sejumlah 13 responden. Dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan treatment efektivitas exspressive writing therapy terhadap tingkat kecemasan mahasisswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Gombong sebesar 0,05%. Terdapat pengaruh nilai signifikan exspressive writing therapy terhadap tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Gombong sebelum dan sesudah dilakukan intervensi yaitu dengan nilai Sug.2 tailed 0,00 <0,05. Rekomendasi untuk Institusi Pendidikan yaitu Universitas Muhammadiyah Gombong diharapkan mengenai writing therapy yang sudah dilakukan peneliti supaya menjadi salah satu bentuk latihan dan terapi serta bisa mengimplementasikan dalam proses pembelajaran kampus untuk mengurangi tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi.
EDUKASI BAGI IBU MENGENAI PERSIAPAN PENDAMPINGAN ANAK MENUJU AQIL BALIGH Asti, Arnika Dwi; Haryani, Khusnul Dwi; Herniyatun, H
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendampingi anak usia remaja bukanlah hal yang mudah. Fenomena remaja yang terjadi saat ini adalah adanya proses pertumbuhan fisik (baligh) yang terlalu cepat sementara perkembangan mental (aqil) yang melambat. Hal ini mengakibatkan banyaknya kejadian kriminalitas di kalangan remaja. Ibu sebagai pilar pendidikan di dalam rumah diharapkan dapat mendampingi remaja untuk masuk di fase aqil baligh secara sempurna. Tujuan dilakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai cara pendampingan anak remaja menuju masa aqil baligh. Kegiatan dilakukan melalui zoominar dan dihadiri oleh 16 orang peserta ibu yang merupakan buruh migran yang bekerja di Malaysia. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama PCIA Malaysia dengan mahasiswa KKN MAS Internasional Universitas Muhammadiyah Gombong. Nilai rata2 pre test peserta adalah 48,125; nilai rata2 post test sebesar 80,625 dan selisih nilai rata2 pre dan post test adalah 32,5. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu rata2 sebesar 32,5%. Edukasi merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan sebagai dasar awal untuk pembentukan sikap dan perilaku.
Proper Hand Washing Education to Improve Clean and Healthy Living Behavior at SD N 9 Kelapa West Bangka Regency: Edukasi Cuci Tangan yang Benar untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SD N 9 Kelapa Kabupaten Bangka Barat Yuliana, Elsa Dwi; Asti, Arnika Dwi; Nugroho, Irmawan Andri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah sebagai hasil pembelajaran. Permasalahan yang muncul di Sekolah Dasar Negeri 9 Kelapa menunjukan siswa/siswi tidak melakukan kebiasaan PHBS seperti jarang melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, jarang menggunakan jamban sehat, jarang membuang sampah pada tempatnya sehingga terjadi beberapa kasus kejadian penyakit dseperti diare, DBD, cacingan, typoid, dan maag. PHBS pada usia dini sangat baik untuk mendidik dan menanamkan kesadaran akanpentingnya kebersihan sebagai upaya menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang PHBS kepada anak sekolah. Dalam hal ini siswa-siswi SDN 9 Kelapa, Bangka Barat dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan menggunakan in-focus, laptop dan video edukasi 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar. Penyuluhan PHBSpada anak sekolah berjalan lancar, semua peserta antusias mengikuti kegiatan ini.
Efektivitas penggunaan telehealth di ruang rawat inap terhadap caring: literature review Asti, Arnika Dwi; Karlina, Nonok; Haniyah, Siti; Purbaningsih, Endah Sari; Sukesih, Sukesih; Puspanegara, Aditiya; Siswanti, Heny; Nani, Desiyani
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/bw1jj405

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan signifikan dalam praktik keperawatan, termasuk penerapan telehealth untuk mempertahankan kualitas pelayanan di ruang rawat inap diperlukan bukti ilmiah untuk menilai sejauh mana telehealth dapat mendukung atau bahkan memperkuat perilaku caring perawat terhadap pasien.Metode: Systematic Literature Review dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan pencarian artikel melalui database Scopus, PubMed, dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi studi empiris tahun 2015-2025 yang mengevaluasi efek intervensi telehealth terhadap caring perawat di fasilitas rawat inap. Kualitas metodologi artikel dinilai menggunakan JBI Critical Appraisal Tools.Hasil: Dari 1.476 artikel yang diidentifikasi, dua penelitian memenuhi kriteria inklusi dan dinyatakan layak dianalisis. Studi menunjukkan bahwa intervensi telehealth yang dilakukan secara sinkron, seperti panggilan video atau teleedukasi rutin selama 8–16 minggu, efektif meningkatkan dimensi caring, khususnya empati, dukungan emosional, dan kontinuitas hubungan perawat-pasien. Kelompok intervensi menunjukkan penurunan distress emosional hingga 50% dibanding kontrol (p < 0,05).Kesimpulan: Telehealth terbukti efektif mendukung praktik caring keperawatan di ruang rawat inap dengan efektivitas moderat (effect size 0,3-0,5). Teknologi ini mampu memperkuat hubungan terapeutik dan kontinuitas pelayanan bila dilaksanakan dengan prinsip empatik dan humanistik. Diperlukan penelitian lanjutan dengan desain randomized controlled trial dan penggunaan instrumen caring terstandar seperti Caring Behaviors Inventory untuk memastikan validitas hasil.
EFFECTIVENESS OF MIRROR THERAPY ON MUSCLE STRENGTH IMPROVEMENT AND ANXIETY REDUCTION IN STROKE PATIENTS: A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY Santoso, Eko Budi; Yuwono, Podo; Asti, Arnika Dwi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 17 No. 1, Januari 2026
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v17i1.1890

Abstract

Background: Stroke is a leading cause of long-term disability. Muscle weakness and anxiety can impede rehabilitation outcomes and diminish quality of life. Mirror therapy is a low-cost intervention increasingly used in stroke rehabilitation; however, evidence regarding its combined effects on motoric and psychological outcomes remains limited.Methods: This quasi-experimental study used a pretest–posttest control group design with 52 subacute stroke patients randomly allocated to an intervention group (n=26) and a control group (n=26). The study was conducted at a hospital-based stroke rehabilitation center in Central Java, Indonesia, from March to June 2025. The intervention group received mirror therapy for 30 minutes per session, five times weekly for four weeks, alongside standard rehabilitation, whereas the control group received standard rehabilitation only. Muscle strength was assessed using the Medical Research Council (MRC) Scale, and anxiety was measured using the Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS). Paired and independent t-tests were used for within- and between-group analyses.Results: The intervention group demonstrated significant improvements in muscle strength and significant reductions in anxiety scores across both posttest measurements (p<0.001). In contrast, the control group showed no significant changes (p>0.05). Post-intervention comparisons indicated significantly higher muscle strength and lower anxiety levels in the intervention group compared to the control group (p≤0.001).Conclusion: Mirror therapy effectively enhances muscle strength and reduces anxiety in subacute stroke patients. Its simplicity, low cost, and non-invasive nature support its integration into stroke rehabilitation programs, particularly in resource-limited settings.