p-Index From 2021 - 2026
8.568
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Parole: Journal of Linguistics and Education Sosiohumaniora Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Lingua Cultura Mozaik Humaniora KEMBARA Kajian Linguistik dan Sastra Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature JURNAL IQRA´ Journal of Language and Literature International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Al Ishlah Jurnal Pendidikan English and Literature Journal Aksara PRASASTI: Journal of Linguistics Script Journal: Journal of Linguistic and English Teaching RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English Proceeding of International Conference on Art, Language, and Culture Dinamika Ilmu Register Journal Ranah: Jurnal Kajian Bahasa FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Indonesian EFL Journal ELS Journal On Interdisciplinary Studies in Humanities LEKSIKA Jurnal Bahasa Lingua Scientia Kandai Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Voices of English Language Education Society Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Journal of English Language Teaching and Linguistics Indonesian EFL Journal: Journal of ELT, Linguistics, and Literature Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Risenologi Jantra Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Cakrawala Linguista Didaktika: Jurnal Kependidikan International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Indonesian Journal of EFL and Linguistics Mahakarya: Students' Journal of Cultural Sciences DINAMIKA ILMU: Jurnal Pendidikan JEELS (Journal of English Education and Linguistics Studies) Widyaparwa Frasa: English Education and Literature Journal Studies in English Language and Education Surakarta English and Literature Journal Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia International Proceedings of Nusantara Raya Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Proceedings of English Linguistics and Literature JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah REGISTER JOURNAL ETERNAL: English Teaching Journal Aksara Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics Jurnal Penerjemahan Sawerigading Aksara Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Studies in English Language and Education
Claim Missing Document
Check
Articles

TEKNIK PENERJEMAHAN PERISTIWA TUTUR BERTENGKAR DALAM SUBTITLE FILM TED 2 Jotika Purnama Yuda; Mangatur Nababan; Djatmika Djatmika
Aksara Vol 32, No 1 (2020): AKSARA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.554 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v32i1.435.151-166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik penerjemahan apa saja yang digunakan oleh penerjemah untuk menerjemahkan tindak tutur dalam peristiwa tutur bertengkar dan mendeksripsikan dampaknya terhadap pergeseran terjemahan tindak tutur dalam film Ted 2. Data dalam penelitian ini adalah kalimat yang merepresentasikan tindak tutur dalam peristiwa tutur bertengkar dalam subtitle bahasa Indonesia dan Inggris dalam film Ted 2 dan juga teknik penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah untuk menerjemahkan tindak tutur tersebut.  Data didapat melalui analisis dokumen dan FGD (focus group discussion) dengan beberapa informan (rater). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemah menggunakan 16 teknik penerjemahan diantaranya teknik padanan lazim, reduksi, variasi, peminjaman murni, kompresi linguistic, kompensasi, eksplisitasi, implisitasi, transposisi, modulasi, delesi, literal, generalisasi, kreasi diskursif, adisi dan adaptasi. Selanjutnya, teknik teknik padanan lazim, reduksi, variasi, peminjaman murni, kompresi linguistic, kompensasi, eksplisitasi, implisitasi, transposisi, modulasi, generalisasi, kreasi diskursif, adisi dan adaptasi tidak menghasilkan pergeseran pada bahasa sasaran. Pergeseran tindak tutur di bahasa sasaran disebabkan oleh penggunaan teknik literal dan hilangnya tindak tutur di bahasa sasaran disebabkan oleh penggunaan teknik delesi. This research sought to determine translation techniques used by a subtitler to translate speech acts found in quarelling speech event and to describe the impact of the translation techniques on speech act shift in Ted 2 movie. The data in this reseach were sentences accommodating speech acts in quarelling speech event in Indonesian and English subtitles of Ted 2 movie and translation techniques used by the subtitler to translate the speech acts in quarreling speech event. That data were obtained through document analysis and FGD (focus group discussion) with informans (raters). The findings show that the subtitler used translation techniques of established equivalence (324), reduction (64), variation (114), pure borrowing (38), linguistic compression (4), compensation (5), explicitation (18), implicitation (57), transposition (6), modulation (45), deletion (15), literal (8), generalisation (4), discursive creation (3), adition (3) dan adaptation (6). The techniques of established equivalence, reduction, variation, pure borrowing, linguistic compression, kompensation, explicitation, implisitation, transposition, modulation, generalization, discursive creation, addition and adaptation do not result in shift in the Indonesian subtitle. Whereas the literal techniques resulted in speech act shift in Indonesian subtitles and loss of speech act in Indonesian subtitle was caused by the deletion technique.Keywords: speech event, speech act shift, translation techniques, speech act
KOHESI LEKSIKAL SINONIMI, ANTONIMI, DAN REPETISI PADA RUBRIK CERITA ANAK, CERITA REMAJA, DAN CERITA DEWASA DALAM SURAT KABAR HARIAN KOMPAS Siti Sukriyah; Sumarlam Sumarlam; Djatmika Djatmika
Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.664 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v30i2.230.267-283

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepaduan wacana yang didukung oleh aspek kohesi leksikal, dibatasi pada penggunaan sinonimi, antonimi, dan repetisi dalam rubrik cernak, roman, dan cerpen dalam surat kabar harian Kompas. Penyediaan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode simak dan teknik baca; simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Data dianalisis dengan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan teknik ganti serta teknik lesap. Penelitian ini menggunakan teori wacana Halliday untuk melihat penanda kohesi leksikal dalam sebuah teks. Hasil dan pembahasaan penelitian ini menunjukkan aspek kohesi leksikal sinonimi, antonimi, dan repetisi terdapat dalam setiap cerpen. Dalam rubrik cernak, roman, dan cerpen dalam surat kabar harian Kompas merupakan sebuah wacana yang padu karena di dukung oleh penanda kohesi leksikal yang tepat. Secara umum, penanda leksikal yang digunakan pengarang dalam tiga rubrik Kompas adalah sinonimi, antonimi, dan repetisi. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada aspek kohesi leksikal yang terdapat pada rubrik cernak, roman, dan cerpen dalam surat kabar harian Kompas. 
JENIS-JENIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF PENJAGAL ITU TELAH MATI KARYA GUNAWAN BUDI SUSANTO Muhammad Sirotol Mustaqim; Djatmika Djatmika; Sri Marmanto
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.975 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.318.311-324

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mencari jenis-jenis tindak tutur ekspresif dalam antologi cerpen Penjagal Itu Telah Mati karya Gunawan Budi Susanto. Dan menemukan apa sajakah jenis- jenis tindak tutur ekspresif di dalamnya. Jenis penelitian ini deskriptif-kualitatif, dengan pendekatan teori pragmatik. Sumber data penelitian ini adalah antologi cerpen Penjagal Itu Telah Mati, dan data penelitian ini adalah tuturan yang di dalamnya mengandung tindak tutur ekspresif. Peneliti menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh menggunakan metode analisis dokumen atau dokumentasi. Hasil analisis penelitian ini sebagai berikut: Hasil penelitian yang diperoleh dari keseluruhan data yang berjumlah 128 data, ditemukan ada 23 jenis tindak tutur ekspresif yang terdiri dari tindak tutur ekspresif; meminta maaf 19 data (14,28%), memuji 12 data (9,02%), sengsara 10 data (7,51%), terima kasih dan menyetujui 9 data (6,76%), membantah, berharap dan salam 8 data (6,01%), dan memprotes 8 data (6,01%). Kemudian tindak tutur ekspresif bersimpati 5 data (3,75%), menyalahkan, bersyukur, kesenangan dan mengkritik 4 data (3,00%), menyesalkan dan mengecam 3 data (2,25%), mengutuk, mengejek, dan mengucapkan selamat 2 data (1,50%), dan memaki, mengumpat, terkejut, dan berdukacita 1 data (0,75%).Kata Kunci: cerpen, pragmatik, tindak tutur AbstractThis study aims to nd the types of expressive speech acts in the short story anthology of Penjagal Itu Telah Mati by Gunawan Budi Susanto. And to discover what kinds of expressive speech acts is in it. This research type is descriptive-qualitative, with the approach of pragmatic theory. The source of this research data is the short story anthology of Penjagal Itu Telah Mati, and the data of this research is a speech in which contains expressive speech acts. The researchers used total sampling technique. Data were obtained by using document analysis method or documentation. The results of this research analysis are as follows: The result obtained from the total data that amounted to 128 data, found there are 23 types of expressive speech acts consisting of expressive speech acts; apologize 19 data (14,28%), praised 12 data (9,02%), miserable 10 data (7,51%), thanks and approved 9 data (6,76%), denied, hoped, and regards 8 data (6,01%), and protested 8 data (6,01%). Then the expressive speech acts sympathetically 5 data (3,75%), blame, grateful, fun, and criticize 4 data (3,00%), deplore and admonish 3 data (2,25%), condemn, mock, and congratulate 2 data (1,50%), and pussy, cuss, shock, and mourn 1 data (0,75%).Keywords: short story, pragmatic, speech act 
KEAKURATAN DAN KEBERTERIMAAN TERJEMAHAN RESPON TERHADAP TINDAK TUTUR KOMISIF PADA NOVEL DARK MATTER KARYA BLAKE CROUCH Dewi Santika; Mangatur Nababan; Djatmika .
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.609 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.307.107-122

Abstract

Novel terjemahan adalah karya sastra yang paling banyak diminati di dalam negeri karena alur cerita yang lebih dinamis, genre yang lebih beragam dan pengenalan aspek budaya bsa. Semakin baik kualitas terjemahan pada sebuah novel maka semakin tinggi peminatnya. Dalam penerjemahan novel terdapat aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan salah satunya adalah tindak tutur komisif dan responnya.  Hal tersebut dilakukan agar mendapatkan terjemahan yang berkualitas dari segi keakuratan dan keberterimaan. Berdasarkan alasan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kualitas respon dari tindak tutur komisif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sebuah novel yang berjudul Dark Matter. Data primer pada penelitian ini berupa tuturan respon dari tindak tutur komisif. Sedangkan data sekundernya adalah kualitas terjemahan tuturan respon dari tindak tutur komisif. Data tersebut dikumpulkan menggunakan analisis dokumen dan FGD melalui penyebaran kuesioner dan diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 jenis tuturan dalam merespon 79 tindak tutur komisif. Tuturan yang merupakan respon terhadap tindak tutur komisif memiliki nilai keakuratan dan keberterimaan yang cukup tinggi. Kualitas terjemahan secara keseluruhan juga cukup tinggi.
Functioning Expressive Speech Acts in the 2019 Indonesian Presidential Election Debates Azwar Abbas; Djatmika Djatmika; Sumarlam Sumarlam; Joko Nurkamto
Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/lkw.v7i1.2573

Abstract

This study aimed at investigating and explaining how the expressive speech acts functioned and differed in use among the candidates. A case study research design was employed. The data were the formal forms of expressive speech acts, lingual markers, and contexts. The sources were videos of five debate programs containing utterances, conversations, or dialogs made by both candidates. Candidates 01 belonged to Jokowi-Ma’ruf Amin, while candidates 02 belonged to Prabowo-Sandiaga Uno. Non-participatory observation and documentation techniques were used to collect data, and then they were analyzed using the content analysis model. Findings show sixteen functions of the expressive speech acts, namely, thanking, greeting, apologizing, blaming, praising, regretting, complaining, criticizing, expressing hopes, agreeing, disagreeing, expressing optimism, expressing wants, insinuating, making jokes, and appreciating. Then, candidates had different tendencies in functioning these expressive speech acts. Both candidates used greeting, apologizing, praising, complaining, disagreeing, expressing optimism, expressing wants, and making jokes almost equally. Then, candidate 01 tended to express hopes and insinuate, while candidates 02 were to thanking, blaming, regretting, criticizing, thanking, agreeing, and appreciating. Finally, in the 2019 Indonesian presidential election debate, both candidates functioned the speech acts still with Indonesian norms and values.
GRICE’S COOPERATIVE PRINCIPLES VIOLATION IN THE COMMUNICATION OF CHILDREN WITH AUTISM Dian Wahyunianto; Djatmika Djatmika; Dwi Purnanto
Sosiohumaniora Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3371.445 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i1.24378

Abstract

The involvement of children with autism in social interaction is mostly at a lower level. It is due to the language obstacles faced by children with autism that become the reason why children with autism tend to violate the cooperative principles in communication. This study aims to demonstrate how children with autism violate Grice’s cooperative principles maxims and what causes it. The Grice’s cooperative principles maxims are the focus of this observation and 5 children with autism were the subjects of this study. The research was done in SLBN Surakarta which is the school for exceptional children in Surakarta. By utilizing the observational approach, the data were collected using recording and transcribing technique. Leech’s heuristic pragmatic analysis method was used to analyze the data. The results showed that 67.65% of utterances spoken by the children with autism violated 1 maxim, 20.59% utterances violated 2 maxims and 3 maxims violation was found in 2.94% utterances. 4 maxims violation was also found indicating that there are 8.82% utterances of the children with autism failed to fulfill cooperative principles. Language and social development problems are considered responsible for the violations well as their disability to stay focus are considered the cause of maxim of relevance become the most violated maxim in this study. 
THE ACCEPTABILITY OF RHETORICAL QUESTION TRANSLATION IN FIVE ON A TREASURE ISLAND BY ENID BLYTON Pathy Yulinda; Mangatur Rudolf Nababan; Djatmika Djatmika
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.5957

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fungsi pertanyaan retoris dan mendeskripsikan kualitas terjemahan, khususnya pada tingkat keberterimaan dalam novel Five On A Treasure Island karya Enid Blyton dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia Lima Sekawan Di Pulau Harta yang diterjemahkan oleh Agus Setiadi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui analisis konten dan focus group discussion (FGD). Hasil temuan pada penelitian ini terdapat 14 fungsi pertanyaan retoris dari 177 data yang ditemukan, yaitu memastikan (71 data), menunjukkan rasa heran/kaget (36 data), menekankan fakta yang sudah diketahui (12 data), menyarankan (11 data), mengajak (10 data), menunjukkan keragu-raguan/ketidakpastian (8 data), menunjukkan kekaguman (8 data), memerintah (6 data), meminta (4 data), menunjukkan rasa marah (3 data), menunjukkan kebingungan (3 data), mengeluh (2 data), memperkenalkan topik baru (2 data), dan mengingatkan (1 data). Terdapat 9 fungsi baru pertanyaan retoris yang ditemukan dalam penelitian ini yang sebelumnya belum disebutkan oleh Larson (1998) dan hasil FGD menunjukkan bahwa kualitas terjemahan pertanyaan retoris, khususnya tingkat keberterimaan, menghasilkan terjemahan dengan kualitas yang cukup baik atau berterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertanyaan retoris merepresentasikan banyak fungsi dalam sebuah percakapan dan untuk penerjemah, dalam menerjemahkan pertanyaan retoris sebaiknya memahami maksud pertanyaan retoris pada teks bahasa sumber dengan baik.  Kata kunci: pertanyaan retoris, penerjemahan, kualitas terjemahan, keberterimaan AbstractThis study aims to identify the function of rhetorical questions and to describe the quality of the translation in terms of acceptability on the novel of Five On A Treasure Island by Enid Blyton and its Indonesian translation Lima Sekawan Di Pulau Harta translated by Agus Setiadi. The research method used in this study is a descriptive qualitative with content analysis and focus group discussion (FGD). The findings are:  there are 14 functions of rhetorical questions from 177 data identified, namely: to confirm (71 data), to show surprise (36 data), emphasize a known fact (12 data), to suggest (11 data), to persuade (10 data), to show uncertainty (8 data), to show amazement (8 data), to command (6 data), to request (4 data), to show angry (3 data), to show confusion (3 data), to complain (2 data), to introduce a new topic (2 data), and to admonish (1 data). There are 9 new functions of rhetorical questions that have not been identified from Larson’s concept (1998) and from FGD shows the quality of rhetorical questions translation in terms of acceptability of the novel is high quality translation. The results of this study is rhetorical question represents many functions in conversation and the translator should be wisely in understanding the intention of rhetorical questions in the source text. Keywords: rhetorical question, translation, quality of translation, acceptability
THE QUALITY OF ENGLISH TRANSLATION VERSION OF BILINGUAL BOOKS FOR PHYSICS AND SOCIAL SCIENCE Djatmika .; Agus Hari Wibowo; Ida Kusuma Dewi
Humaniora Vol 26, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.436 KB) | DOI: 10.22146/jh.6193

Abstract

This article discusses the quality of English translation of the course books of Physics, Economics, and History for Junior High School students in Indonesia. The research which becomes the base for the article is qualitative, conducted on five English version texts of bilingual books for Junior High School students in Indonesia. It selected one chapter of each book and analyzed the quality of its text structure as well as its text texture. The data were in the forms of discourse units and analyzed on the quality of the text structure and aspects of grammar quality such as the grammatical construction of the clauses and the lexical choices of the texts. In addition, it obtained data related to the readability of the texts from twenty students who were selected randomly. The results show that all of the English texts have good quality in their text structure. However, the grammar and choice of words show a number of weaknesses in each text. Text improvement should consider English grammatical rules and systems and Indonesian language interference for English grammatical constructions, word choice and technical terms.
POLITENESS STRATEGIES PERFORMED BY TEACHERS TO EFFECTIVELY ASSIST CHILDREN WITH AUTISM IN THEIR LEARNING PROCESS Sugini Sugini; Djatmika Djatmika; Maryadi Maryadi
Humaniora Vol 28, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.827 KB) | DOI: 10.22146/jh.11411

Abstract

The paper discusses the politeness strategies conducted by teachers of autism centre in Surakarta in supporting them doing their jobs effectively. They are professionals who care and treat children with autism for their cognitive as well as psychomotoric development. Data were collected from four learning processes performed by four different female teachers with a different child for each. The analysis was carried out to see how politeness strategies selected by the teachers help them in performing effective assisting and learning process for the kids. The results show that politeness strategies were conducted by the teachers in two modes—verbally and non-verbally. They were exploited to accommodate the skill transfer to the children with autism effectively. The autism condition of each child governed each teacher to select the types of the politeness—in which bald on strategy dominated the exploitation, followed by positive and negative politeness. In addition, no teacher chose off record strategy for her class. This exploitation is considered effective due to the exceptional condition of the children. Clear and direct utterances which encourage their self esteem are good choice for them. Such utterances in that features can be accommodated by those three types of politeness strategies in either verbal or non-verbal mode. 
The Imbalance Attitude of the Journalists in Six Chemical Castration Texts: An SFLCritical Discourse Analysis Mustofa Kamal; Riyadi Santosa; Djatmika Djatmika
Humaniora Vol 29, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.448 KB) | DOI: 10.22146/jh.26515

Abstract

This research investigates how journalists behave in texts. The analysis focuses on the exploitation of attitudinal lexis. This is qualitatively explored through attitude and graduation. The data sources were columns of news, taken from an online version of The Jakarta Post on June sixth 2016. Having been selected using criterion-based sampling technique, the sources of data resulted in six chemical castration texts. The procedure of investigation consists of domain, taxonomic, componential, and cultural value analysis. The result shows that journalists are relatively subjective in reporting news by unbalancing the pros and cons, relatively inconsistent in work from delivering news to criticizing government officials, and relatively provocative by up-scaling critical evaluations against the government policy on sex offenders.
Co-Authors Adika, Dimas Adzim, Sukron Agus Dwi Priyanto Agus Dwi Priyanto Agus Hari Wibowo Agustina Aloojaha Ahfi Hikmawati Ahfi Hikmawati Ahmad Khawarizmy Zihan Ahmad Kirom Aini, Qurratul - Alhamidi, Wilda Zaki Ali Mohammed Saleh Al-Hamzi Ambhita Dhyaningrum Anak Agung Ayu Dian Andriyani Anastasia Inda Nugraheni Andreas Raymonda Anisah Hanif Anisak Syaid Fauziah Anisak Syaid Fauziah Anita Rahayu Anshoffy Murtafi, Anshoffy Arifuddin Arifuddin Arkida, Teisar Arliva Ristiningrum* Arwanto, Harun Aryana, Muhammad Fajar Atina Firdausa Qisthi Ayu Pusparini Ayu Pusparini Azwar Abbas Baiq Yulia Kurnia Wahidah, Baiq Yulia Kurnia Burhanuddin Burhanuddin Chairunnisa Chairunnisa Chalimah Chalimah Daniel Happy Putra Desi Desi Desi Zauhana Arifin Dewi Cahyaningrum Dewi Cahyaningrum Dewi Santika Dhanu Ario Putra Diah Kristina Dian Wahyunianto Dimas Adika Dwi Astuti Wahyu Nurhayati Dwi Purnanto Dwi Purnanto Dwi Purnanto, Dwi Dyah Ayu Nila Khrisna Dyah Ayu Nila Khrisna Dyah Ayu Nila Khrisna, Dyah Ayu Nila Edi Subroto Eko Joko Trihadmono Ely Triasih Rahayu Endang Fauziati Endras Setyadi Wicaksono F.X. Sawardi F.X. Sawardi Fajrin Diana Putri Farida Indri Wijayanti Fatoni, Nur Rochman Fauziah, Anisak Syaid Fedro Iswandi Fitria Akhmerti Primasita Guntur Yuli Triasmoro Hamidah, Mimi Hanif, Anisah Harun Arwanto Hayati Nupus Henry Yustanto Hery Widijanto Hikmawati, Ahfi Ida Kusuma Dewi Ikrama Prasetya Irene Dinari Jabbar Abdulrahman Qahar Jamal, Mujtaba Joko Nurkamto Jotika Purnama Yuda Karlina Widyastuti, Karlina Khoironi, Haris Khrisna D.A.N. Kristian Adi Putra Kristian Adi Putra Kristian Adi Putra Lailatun Najakh Lianisyah, Ulfah Yanuar Luthfiyah Hanim Setyawati M. R. Nababan M. R. Nababan M. R. Nababan, M. R. M.R Nababan M.R. Nababan M.R. Nababan M.R. Nababan M.R. Nababan M.R. Nababan M.R. Nababan M.R. Nababan, M.R. Maaz Ud Din Maftuchah Dwi Agustina Mahsusi, Juni Mangatur Nababan Mangatur Nababan Mangatur Nababan Mangatur Nababan, Mangatur Mangatur Rudolf Nababan Mangatur Rudolf Nababan Mangatur Rudolf Nababan Mangatur Rudolf Nababan Mangatur Rudolf Nababan Maryadi Maryadi Marzuki, Sukron Meira Elok Duhita Miftah Nugroho Mochamad Nuruz Zaman MR Nababan Mubarokah, Qoniatul Muhammad Fajar Aryana Muhammad Rohmadi Muhammad Sirotol Mustaqim Mustaqim, Muhammad Sirotol Mustofa Kamal Mustofa Kamal Mustofa Kamal Mutiara Hanif Saputri Nababan M.R. Nababan M.R., Nababan Nababan Nababan Nababan Nababan Nababan Nababan Nababan Nababan, Nababan Nababan, Mangatur Rudolf Nababan, MR Nadia Gitya Yulianita Netty Nurdiyani, Netty Ngadiso Ngadiso Ngadiso Ngadiso Ngadiso Ngadiso Ngadiso Nidya Pratiwi Novita Sumarlin Putri Nugraha, Setia Adi Nugroho, Miftah Nuning Yudhi Prasetyani Nur Aini Syah Nur Arifah Nur Arifah Drajati Nur Arifah Drajati NUR ROCHMAN FATONI Nur, Nur Lailiyah Nuraeni A. Nurhayati, Dwi Astuti Nurnani, Dewi Nurul Aini Nurul Aini nurul Nurul Intan Sari, Nurul Intan Paramita Widya Hapsari Pathy Yulinda Pramudya Dhanabhrata Prasetyo Adi Wisnu Wibowo Priska Meilasari Pulungan, Husniah Ramadhani Pusparini, Ayu Putri, Jemima Jannah Darla Putri, Novita Sumarlin Qoniatul Mubarokah Qurratul - Aini Qurratul - Aini Rahayu, Reni Rahmaditya Khadifa Abdul Rozzaq Wijaya Rahmaditya Khadifa Abdul Rozzaq Wijaya Rakhmat Martopo, Jati Ramadan Adianto Budiman Rara Sugarti Rara Sugiarti Ratna Susanti Ratnaningtyas Lestari Reni Rahayu Risa Aulia Ristiningrum*, Arliva Ristiya Krisnawati Riyadi Santosa Robith Khoiril Umam Romel Noverino Rozi Hanifia Putri Rudi Agus Hartanto Rudiansyah Rudiansyah Rudiansyah Rudy Prasojo Rustan, Megawati S. Sumarlam Safira Yasinta Karenina Hidayat Salma Yonalia Setia Adi Nugraha Sholihah, Husna Imro’athush Silvia Erlin Aditya, Silvia Erlin Siti Fathiyatus Sholihah Siti Sukriyah Soe, Wyut Yee Sri Marmanto Sri Marmanto Sri Marmanto Sri Marmanto Sri Marmanto, Sri Sri Wahyuni Samaratul Zanah Sugiarti, Tati Sugini Sugini Sukriyah, Siti Sukriyah, Siti Sukron Marzuki Sukron Marzuki Sumarlam, Sumarlam Suparno Suparno Suyami Suyami Tati Sugiarti Taufik Nur Hidayat Titi Surya Ningrum Tri Wiratno Triasmoro, Guntur Yuli Trihadmono, Eko Joko TRISAKTI AGRIANI Trisakti Agriani Ulfah Yanuar Lianisyah Wicaksono, Endras Setyadi Wilda Zaki Alhamidi Wyut Yee Soe Yanuar Yanuar Yogi Rohana Yonalia, Salma Yulianita, Nadia Gitya Yulinda, Pathy Zaman, Mochamad Nuruz Zihan, Ahmad Khawarismi Zita Rarastesa