Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

EFEK PEMBERIAN SUSU KEDELAI-JAHE TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA WANITA PRE-MENOPOUSE PREDIABETES Pramono, Adriyan; Fitranti, Deny Yudi; Rahmawati, Eka Rina; Ayustaningwarno, Fitriyono
Journal of Nutrition College Vol 9, No 2 (2020): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.824 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v9i2.26970

Abstract

Latar Belakang: Susu kedelai-jahe dapat mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk mengendalikan kadar glukosa darah puasa. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas antioksian dari susu kedelai-jahe dan untuk menganalisis pengaruh susu kedelai-jahe terhadap kadar glukosa darah puasa (GDP) wanita non-menopause prediabetes di kota Semarang, Indonesia. Metode: Penelitian ini diawali dengan pengembangan produk susu kedelai jahe sebagai intervensi. Aktivitas antioksidan dari susu kedelai jahe dianalisis menggunakan metode DPPH. Desain penelitian ini adalah randomized control trial (RCT) yang melibatkan 22 wanita non-menopause prediabetes (usia 42 ± 7, kadar GDP > 100 mg/dl). Subjek dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok yang diberi minuman susu kedelai (T1), susu kedelai-jahe (T2) dan kontrol (C) selama 14 hari. Hasil: Tidak terdapat perbedaan rerata kadar glukosa darah puasa (GDP) sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol, kelompok T1 dan T2 (p=0.589). Setelah intervensi, kadar GDP berbeda signifikan antar kelompok kontrol, T1 dan T2 (p=0.026). Analisis selanjutnya menunjukkan, kadar GDP kelompok T2 (bukan T1) berbeda signifikan terhadap kontrol (p=0.047) setelah dikendalikan factor kadar GDP sebelum intervensi, usia, dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Simpulan: Penambahan jahe pada minuman susu kedelai memiliki potensi dalam mengendalikan kadar GDP wanita non-menopouse yang prediabetes.
ANALISIS MIKROBIOLOGI DAN MUTU GIZI KEFIR SUSU KAMBING BERDASARKAN WAKTU FORTIFIKASI VITAMIN B12 Rahayu, Gita Riski; Maulana, Reza Achmad; Ayustaningwarno, Fitriyono; Panunggal, Binar; Anjani, Gemala
Journal of Nutrition College Vol 9, No 3 (2020): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i3.27515

Abstract

Latar belakang: Susu kambing mempunyai kandungan vitamin B12 rendah dibandingkan susu sapi yaitu 0,065 mg/100 gr. Salah satu cara untuk meningkatkan kandungan vitamin B12 pada susu kambing dengan membuat produk olahan kefir yang difortifikasi vitamin B12. Penambahan vitamin B12 pada kefir didasarkan pada kurfa pertumbuhan bakteri pada kefir.Tujuan: Menganalisis karakteristik mikrobiologi dan mutu gizi kefir susu kambing pada berbagai waktu fortifikasi vitamin B12Metode: Penelitian ini merupakan true experimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor, yaitu dengan fortifikasi vitamin B12 pada jam ke-0,6,12,18,34 fermentasi kefir susu kambing. Kandungan vitamin B12 dan protein diuji menggunakan metode spektrofotometri, serat diuji menggunakan metode grafimetri, lemak diuji menggunakan metode babcock, total bakteri asam laktat (BAL) dihitung menggunakan metode Total Plate Count, viskositas diuji menggunakan metode viskometer ostwald, dan derajat keasaman (pH) di ukur menggunakan pH meter.Hasil: Waktu fortifikasi vitamin B12 tidak berdampak signifikan pada kandungan vitamin B12 (p=0,169), kandungan protein (p= 0,343), total BAL (p=0,442). Kandungan vitamin B12 dan total BAL tertinggi pada waktu fortifikasi jam ke-6, kandungan protein tertinggi pada waktu fortifikasi jam ke-6 dan jam ke-12. Selain itu terdapat pengaruh waktu fortifikasi vitamin B12 terhadap kandungan serat (p=0,028), kandungan lemak (p=0,000), viskositas (p=0,007), pH (p=0,045). Kandungan serat tertinggi pada waktu fortifikasi jam ke-24, dan kandungan lemak, viskositas, pH tertinggi pada faktu fortifikasi jam ke-18Simpulan: Waktu fortifikasi vitamin B12 mempengaruhi kandungan serat, lemak, viskositas, dan pH pada kefir susu kambing. Kandungan vitamin B12, protein, dan total bakteri asam laktat tidak dipengaruhi oleh waktu fortifikasi vitamin B12.
HUBUNGAN KONSUMSI IKAN TERHADAP RISIKO SINDROM METABOLIK PADA WANITA OBESITAS ABDOMINAL Noer, Etika Ratna; Syauqy, Ahmad; Rahardiyanti, Ayu; Fitranti, Deny Yudi; Ayustaningwarno, Fitriyono; Fajrani, alifiaA muktiM
Journal of Nutrition College Vol 9, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i4.29147

Abstract

Latar belakang: Obesitas abdominal dikaitkan dengan sindrom metabolic yang dikombinasikan dengan dislipidemia, intoleransi glukosa, dan hipertensi. Obesitas abdominal muncul untuk mendahului munculnya komponen sindrom metabolik lainnya, dipicu oleh kenaikan berat badan, terutama peningkatan penumpukan lemak perut. Ikan merupakan sumber protein hewani yang bergizi. Konsumsi ikan diketahui dapat menjadi pangan fungsional dengan cara melindungi terhadap beberapa jenis penyakit.Tujuan: Mengetahui hubungan antara asupan ikan dalam seminggu dengan sindrom metabolik dan komponennya pada wanita obesitas abdominal, diharapkan bahwa konsumsi ikan yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko sindrom metabolic yang lebih rendah dan profil metabolisme yang lebih baikMetode: Penelitian ini merupakan penelitian observatif dengan desain cross–sectional dan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 88 wanita yang mengalami obesitas abdominal. Pengumpulan data dilakukan setelah melakukan puasa selama 12 jam sebelum pemeriksaan dan asupan ikan diperolah dari FFQ. Uji hubungan dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson.Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara konsumsi ikan dalam seminggu dengan komponen sindrom metabolic seperti GDP (p < 0,001, r=-0,376), kolesterol total (p < 0,05, r=-0,270), HDL (p < 0,001, r=0,349), LDL (p < 0,001, r= -0.421) dan LBTB (p < 0,001, r=-0,856) dengan korelasi positif dan sangat kuat. Terdapat 53,4% subjek mengonsumsi ikan 1-3 kali/minggu.Simpulan: Konsumsi ikan memiliki korelasi positif dengan komponen sindrom metabolic. Penggantian sumber lemak jenuh menjadi lemak n-3 dapat menjadi efek terapeutik untuk perbaikan sindrom metabolik, namun diikuti dengan jangka waktu yang lama
PENGARUH PEMBERIAN SARI EDAMAME (Glycine max (L.) Merrill) TERHADAP KADAR ASAM URAT TIKUS WISTAR JANTAN DIABETES Mardiana, Zahra Aulia; Ardiaria, Martha; Ayustaningwarno, Fitriyono; Rahadiyanti, Ayu
Journal of Nutrition College Vol 11, No 1 (2022): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i1.31603

Abstract

Latar Belakang: Beberapa penelitian menunjukkan terdapat peningkatan risiko hiperurisemia pada pasien diabetes melitus tipe 2. Faktor yang mempengaruhi hiperurismeia yaitu penurunan ekskresi asam urat dan peningkatan produksi asam urat. Asupan antioksidan dan purin merupakan faktor yang mempengaruhi produksi asam urat. Edamame berpotensi menurunkan risiko hiperurisemia karena mengandung isoflavon tinggi dan purin yang sangat rendahTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari edamame terhadap kadar asam urat tikus wistar diabetes.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan pre-post test control design.  Sampel penelitian ini adalah 24 ekor tikus wistar jantan yang dibagi dalam 4 kelompok dan masing-masing terdiri atas 6 ekor tikus [K (-); K (+); P1; P2]. Kelompok K (+), P1, dan P2 diinduksi Streptozotocin 45 mg/kgBB dan Nicotinamide 110 mg/kgBB . Kelompok P1 dan P2 diberikan intervensi sari edamame dengan dosis 1,8 ml/hari dan 3,6 ml/hari selama 28 hari. Pengambilan sampel darah melalui plexus retroorbitalis. Pemeriksaan kadar asam urat menggunakan metode FS TBHBA. Perbedaan kadar asam urat pre-post intervensi dianalisis menggunakan uji paired t test. Perbedaan antar kelompok dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan uji lanjut Mann-Whitney.Hasil: Pemberian sari edamame selama 28 hari menunjukkan perbedaan kadar asam urat yang signifikan (p<0,05). Kelompok P1 dan P2 mengalami penurunan kadar asam urat signifikan sebesar 4,62+0,28 mg/dl dan 5,43+0,15 mg/dl. Kelompok P1 dan P2 memiliki perbedaan kadar asam urat yang signifikan dibandingkan kelompok K(-) dan K(+).Simpulan:  Pemberian sari edamame dosis 1,8 ml/hari dan 3,6 ml/hari secara efektif menurunkan kadar asam urat tikus wistar diabetes.
Pendampingan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik untuk Penurunan Angka Stunting pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Semarang Rachma Purwanti; Ani Margawati; Diana Nur Afifah; Etika Ratna Noer; Hartanti Sandi Wijayanti; Fitriyono Ayustaningwarno; Fillah Fitra Dieny; Deny Yudy Fitranti
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v6i1.4213

Abstract

Pemantauan gizi dan kesehatan selama periode 1000 HPK di Kota Semarang perlu dilakukan untuk pencegahan stunting. Akan tetapi, saat masa pandemi banyak posyandu yang terpaksa dihentikan kegiatannya karena masih termasuk dalam zona merah. Meskipun demikian, Dinas Kesehatan Kota Semarang tetap berupaya melakukan pemantauan gizi dan kesehatan khususnya bagi ibu hamil. Program pendampingan ibu hamil KEK ini bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi untuk Ibu Hamil KEK di Kota Semarang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara daring menggunakan media zoom meeting, whatsapp grup, dan googleform. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi seminar dengan tema “Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil KEK pada Masa Pandemi”, konseling gizi bagi ibu hamil, dan pendampingan Bumil KEK. Hasil program menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu hamil terkait gizi dan kesehatan sebagian besar termasuk kategori baik. Sebagian besar (85,2%) ibu hamil telah melakukan pemeriksaan kehamilan di bidan/dokter minimal 4 kali selama hamil. Sebanyak 88,9% ibu hamil telah mengkonsumsi tablet tambah darah secara rutin. Sebesar 85,2% ibu mengkonsumsi makanan sesuai prinsip gizi seimbang setiap hari. Akan tetapi, sebesar 55,6% ibu hamil yang mengalami mual muntah seringkali menjadi tidak nafsu makan dan cenderung melewatkan makan besar dan cemilan. Berdasarkan hasil monitoring program pada bulan Oktober diketahui 2 orang ibu tidak dapat melakukan IMD karena kelahiran yang prematur (rawat pisah) dan ibu usia masih muda (<20 tahun) merasa panik ketika ASI tidak langsung keluar setelah persalinan sehingga langsung memberikan susu formula.
Indeks Glikemik Snack Bar Ubi Jalar Kedelai Hitam Sebagai Alternatif Makanan Selingan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Selma Avianty; Fitriyono Ayustaningwarno
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.054 KB)

Abstract

Penderita diabetes melitus tipe 2 membutuhkan makanan selingan untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi serta mengontrol kadar glukosa darah. Ubi jalar dan kedelai hitam mengandung tinggi serat, amilosa, dan rendah indeks glikemik sehingga pembuatan snack bar ubi jalar kedelai hitam diharapkan menjadi makanan selingan dengan nilai gizi baik rendah IG sehingga tidak menimbulkan hiperglikemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis indeks glikemik dan beban glikemik snack bar ubi jalar dan kedelai hitam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap 1 faktor yaitu tiga variasi warna ubi jalar, meliputi merah, kuning, dan ungu. Analisis indeks glikemik menggunakan metode incremental area under the blood glucose response curve. Data indeks glikemik dan beban glikemik dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa snack bar ubi merah, kuning, ungu secara berurutan memiliki indeks glikemik 23,56; 41,08; 21,54 dan beban glikemik 7,27; 14,66; 7,18. Kesimpulan penelitian ini adalah snack bar ubi ungu memiliki indeks glikemik (21,54) dan beban glikemik (7,18) yang paling rendah diantara ketiga jenis snack bar.
Analisis Sifat Fisik, Organoleptik dan Kandungan Asam Lemak pada Tempe Mete dan Tempe Kedelai Ira Roza Milinda; Fillah Fithra Dieny; Etika Ratna Noer; Fitriyono Ayustaningwarno
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 10, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jatp.10877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat fisik, organoleptik dan kandungan asam lemak pada tempe mete serta membandingkannya dengan tempe berbahan dasar kacang kedelai. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor pada[A1] [A2]  tempe kedelai dan tempe mete. Penelitian eksperimen ini terdiri dari 2 (dua) kelompok perlakuan. Tiap kelompok perlakuan dilakukan 3 (tiga) kali ulangan, sehingga diperoleh 6 satuan percobaan. Berdasarkan 6 percobaan tersebut, dilakukan analisis secara duplo meliputi analisis sifat fisik (kadar air dan rendemen). Kadar air, rendemen dan asam lemak masing-masing diuji menggunakan metode gravimetri, metode penimbangan dan metode kromatografi gas. Mutu organoleptik diuji pada parameter warna, rasa, aroma dan tekstur. Analisis statistik data menggunakan Independent t-test dan Mann-Whitney. Kadar air tempe mete (36,97±0,38%) lebih rendah dari tempe kedelai (63,86±1,46%). Penampakan fisik tempe mete berwarna putih dengan tekstur yang kompak seperti tempe kedelai. Rendemen tempe mete (136,67±6,11%) lebih rendah dari tempe kedelai (169,44±5,85%). Warna, rasa, dan tekstur kedua tempe setelah digoreng tidak memiliki perbedaan yang tampak. Asam oleat dan asam linoleat tempe mete masing masing sebesar 21,52±0,58% dan 6,09±0,03%, lebih tinggi dari tempe kedelai yang mengandung asam oleat 2,19±0,02% dan asam linoleat 4,96±0,03%. Tempe mete memiliki kadar air dan penampakan fisik yang sesuai dengan standar tempe, namun rendemen yang dihasilkan lebih rendah. Dapat disimpulkan bahwa tempe mete memiliki mutu sesuai standar dengan kandungan asam lemak yang lebih tinggi dari tempe kedelai.Analysis of Physical, Sensory and Fatty Acid Properties of Tempeh Made from Cashew Nut and SoybeanAbstractThe aim of this study was to compare the phsycal and organoleptic properties, fatty acid content between cashew and soybean tempeh. The research was a one-factor completely randomized experimental design on soybean tempeh and cashew tempeh. This experimental study consisted of 2 (two) treatment groups. Each treatment group was repeated 3 times, so that 6 experimental units were obtained. Based on these 6 experiments, a duplicate analysis was carried out including the analysis of physical properties (moisture content and yield). Moisture content, yield and fatty acid were analyzed respectifly using gravimetric method, weighing method, and gas chromatography. The organoleptic quality was tested on the parameters of color, taste, aroma, and texture. Statistical analysis of data using independent t-test and Mann-Whitney. The moisture content of cashew tempe (36,97±0,38%) was lower than that of soybean tempe (63,86±1,46%). The physical appearance of cashew tempeh was white with a compact texture like soybean tempeh. The yield of cashew tempe (136,67±6,11%) was lower than that of soybean tempe (169,44±5,85%). The color, taste, and texture of the two tempeh after being fried did not differ remarkably. The oleic acid and linoleic acid of cashew tempeh were 21,52±0,58 % and 6,09±0,03 %, respectively, higher than soybean tempeh which contained 2,19±0,02% oleic acid and 4,96±0,03%. linoleic acid. Tempe cashew had a moisture content and physical appearance in accordance with tempe standards, but the yield was lower. It can be concluded that cashew tempeh had quality according to standards with higher fatty acid content than soybean tempeh.
Providing Online Education to Improve Health and Nutrition Knowledge in Security Units during the Pandemic (Covid-19) Tsani, A. Fahmy Arif; Nugroho, Teddy Wahyu; Ayustaningwarno, Fitriyono; Dieny, Fillah Fithra; Kristiana, Ida
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2: December 2020
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.371 KB) | DOI: 10.30604/jika.v5i2.355

Abstract

Security Unit (SATPAM) is a profession that demands good endurance. During a pandemic, online education is one way that can be done to provide information about health and nutrition that can improve work performance and body resistance of security guards. This study aims to determine the effectiveness of providing online education to increase knowledge of health and nutrition in a security unit during a pandemic. This research is a quantitative study with a pretest-posttest design which was carried out on 68 security guards at the Diponegoro University campus. Online educational media used via Whatsapp. This research was in the form of providing a nutritional knowledge pretest, nutritional education and nutritional knowledge posttest to see the level of knowledge of the security unit. The pretest and posttest knowledge data analysis used paired t-test if the data distribution was normal and if the data distribution was not normal will use Wilcoxon. The results of statistical analysis showed that there was a significant difference in pretest and posttest nutritional knowledge (p = 0.002), with the median and average value of the Undip security guards’ nutritional knowledge from a median of 72.5 (45-85) to 80 (50-95) with the average of 70.96 before education and after education increased to 75.88. There is an effect of providing online nutrition education on increasing security knowledge of health and nutrition.  Abstrak: Satuan Pengaman (SATPAM) adalah salah satu profesi yang menuntut daya tahan tubuh yang baik. Di masa pandemi, edukasi online merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memberikan informasi mengenai kesehatan dan gizi yang dapat meningkatkan performa kerja dan daya tahan tubuh satpam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian edukasi online untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan dan gizi pada satuan pengamanan (satpam) di masa pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan pretest posttest design yang dilakukan pada 68 satpam kampus Universitas Diponegoro. Media edukasi online yang digunakan melalui Whatsapp. Penelitian ini berupa pemberian pretest pengetahuan gizi, edukasi gizi dan posttest pengetahuan gizi untuk melihat tingkat pengetahuan satpam. Analisis data pengetahuan pre dan posttest menggunakan paired t-test apabila distribusi data normal dan wilcoxon apabila distribusi data tidak normal.  Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pengetahuan gizi pre dan posttest (p=0,002), dengan nilai median dan rata-rata terdapat peningkatan pengetahuan gizi satpam Undip dari median  72,5 (45-85) menjadi 80 (50-95) dengan rata-rata 70,96 sebelum edukasi dan setelah edukasi naik menjadi 75,88. Terdapat pengaruh pemberian edukasi gizi online terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan dan gizi satpam.
PAPARAN MIKROBA PADA BUBUR BAYI SEHAT DI KOTA SEMARANG Wijayanti, Hartanti Sandi; Kurniawati, Nur Indah; Margawati, Ani; Fitranti, Deny Yudi; Ayustaningwarno, Fitriyono; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 12, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i4.41171

Abstract

ABSTRACTBackground: Healthy Baby Porridge is a term usually used for ready-to-eat complementary food products sold on the roadside. These products were great in demand and were chosen by consumers for cheap and practical reasons. However, the safety of these products was not recognized yet.Objectives: This study aimed to determine the total microbial value of Healthy Baby Porridges based on storage condition and to detect Escherichia coli and Salmonella bacteria.Methods: This study was quantitative descriptive research. The samples tested consisted of porridges and steamed rice. The total microbial value was assessed by using Total Plate Count (TPC), and the presences of Escherichia coli and Salmonella were identified. The TPC was performed for three conditions: (1) soon after samples were purchased at room temperature (26.5 - 27 °C), and after stored for six hours: (2) at room temperature, and (3) in the refrigerator (5°C). Escherichia coli and Salmonella was identified immediately after samples were purchased.Results: The TPC value soon after purchase ranged from 1.7 x 102 to 2.7 x 104. After six hours stored, it was between 1.4 x 103 to 1.9 x 107 at room temperature and between 4.8 x 102 to 1.3 x 106 in the refrigerator. The samples contained no Escherichia coli and Salmonella.Conclusion: The total microbial value of Healthy Baby Porridges had already exceeded the maximum limit of 1 x 102 soon after purchase and increased with storage time, especially at room temperature. Escherichia coli and Salmonella were not found. Consuming products with total microbial value above the threshold can potentially pose a health risk.  Keywords: Healthy Baby Porridges; complementary food; Total Plate Count; Salmonella; Escherichia coliABSTRAKLatar belakang: Bubur Bayi Sehat merupakan istilah yang biasa digunakan untuk produk Makanan Pendamping ASI siap santap yang dijual oleh pedagang kaki lima di pinggir jalan.  Bubur Bayi Sehat diminati karena alasan praktis dan murah. Akan tetapi, belum diketahui bagaimana keamanan pangan produk tersebut dari cemaran mikrobiologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total mikroba Bubur Bayi Sehat pada beberapa kondisi penyimpanan, serta mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli dan Salmonella.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang diuji berupa bubur dan nasi tim. Total mikroba diukur dengan metode Angka Lempeng Total (ALT), dan keberadaan Escherichia coli dan Salmonella diidentifikasi. Uji ALT dilakukan pada tiga kondisi yaitu (1) saat awal produk dibeli pada suhu ruang 26,5 – 27 °C, dan setelah produk disimpan enam jam: (2) di suhu ruang dan (3) di kulkas suhu 5°C. Identifikasi Escherichia coli dan Salmonella dilakukan segera setelah pembelian.Hasil: Nilai ALT saat awal produk dibeli berkisar antara 1,7 x 102 – 2,7 x 104. Setelah enam jam disimpan, nilainya berkisar antara 1,4 x 103 – 1,9 x 107 pada suhu ruang, dan antara 4,8 x 102 – 1,3 x 106 di kulkas. Sampel negatif mengandung Escherichia coli dan Salmonella.Simpulan: Nilai ALT mikroba pada Bubur Bayi Sehat sejak awal sudah melebihi batas maksimum 1 x 102 dan meningkat seiring lama penyimpanan, terutama pada suhu ruang. Escherichia coli dan Salmonella tidak ditemukan. Mengonsumsi produk dengan total mikroba di atas ambang batas dapat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.Kata Kunci: Bubur Bayi Sehat; MPASI; Angka Lempeng Total mikroba, Salmonella; Escherichia coli  
The Effect of Edamame milk on Triglyceride Levels in Diabetes Wistar Rats Ajeng, Dhea; Ardiaria, Martha; Kurniawati, Dewi Marfu’ah; Ayustaningwarno, Fitriyono
Sports Medicine Curiosity Journal Vol 1 No 2 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/smcj.v1i2.61645

Abstract

Type 2 diabetes is a hyperglycemic disease caused by cell insensitivity due to increasing blood glucose levels due to reduced insulin secretion. Hyperglycemia conditions have the risk to increase triglyceride levels in type 2 diabetes. Edamame milk contained isoflavones that had potential to reduce triglyceride level. To find out the effect of given edamame milk on triglyceride levels in type 2 diabetes wistar rats. A true experimental with pre-post randomized control group design towards 24 type 2 diabetes wistar rats in 4 groups. Groups K(+), P1 and P2 were induced Streptozotocin 45 mg/kgBW and Nicotinamide 110 mg/kgBW. P1 and P2 groups were given edamame milk at a dose of 1,8 ml/200grBW and 3,6 ml/200grBW for 28 days. Blood samples were taken through a retro-orbitalis plexus. Triglyceride levels were tested pre and post intervention using the GPO-PAP method. Data analysis had used Paired T test and One Way ANOVA test with Post hoc follow-up test. Triglyceride levels in P1 and P2 groups had significant differences (p<0,05) against the control groups. Edamame milk could reduce triglyceride levels of groups P1 and P2 at dose 1,8 ml/200grBW and 3,6 ml/200grBW. P2 was the highest group reduced in triglyceride levels up to 29,41±3,55 mg/dL. Edamame milk could reduced triglycerides levels in 28 days. Given an edamame milk at a dose 3,6 ml/200grBW more efficient to reduce triglyceride levels in type 2 diabestes rats significantly