Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Sonoelastography Findings in Breast Cancer: Correlation with Molecular Subtypes and Ki-67 Expression Lydia Purna Kuntjoro; Ignatius Riwanto; Hermina Sukmaningtyas; Yan Wisnu Prajoko; Suhartono Suhartono; Lina Choridah; Endang Mahati; Clarissa Aulia Pravitha
Indonesian Journal of Cancer Vol. 20 No. 2 (2026): June
Publisher : http://dharmais.co.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v20i2.1503

Abstract

Background: Strain elastography is increasingly used as a complementary imaging tool to assess suspicious breast lesions by evaluating tissue stiffness using the strain ratio and elastography score. Owing to the intertumor heterogeneity of breast cancer, this study aimed to investigate the association between elastography findings and tumor proliferation, as indicated by Ki-67 expression, across different molecular subtypes.Methods: This cross-sectional study prospectively collected data from three hospitals, including Dr. Kariadi Hospital, National Diponegoro Hospital, and Ken Saras Hospital. Patients with BI-RADS ultrasound category 4 or 5 lesions confirmed as malignant on histopathology were included. The elastography score was assessed using the Tsukuba elasticity score, while the strain ratio was calculated by comparing the strain elasticity within a lesion with that within the adjacent normal tissue. Independent t-tests and chi-square tests were employed to assess the correlation between elastography findings and gold standard tests, such as molecular subtype and immunohistochemical results. The most significant results were further evaluated for their diagnostic performance. Data were analyzed using SPSS version 25. Results: This study included 29 patients with a mean age of 52.06 ± 11.99 years. The associations between immunohistochemical markers and both the strain ratio and elastography score did not reach statistical significance, possibly due to the limited sample size. Among molecular subtypes, only luminal B demonstrated a significant association with the strain ratio (p = 0.025). Diagnostic evaluation for luminal B yielded a sensitivity of 61.1%, specificity of 81.8%, and an area under the curve (AUC) of 0.689 at a strain ratio cutoff of 4.27.Conclusions: Increased stiffness in the luminal B subtype suggests the potential of strain elastography as a noninvasive indicator of tumor behavior
PENGETAHUAN IBU HAMIL DAN SKRINING ULTRASONOGRAFI (USG) PADA KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI PUSKESMAS CANGKRINGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA: KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN AND ULTRASONOGRAPHIC (USG) SCREENING FOR HIGH-RISK PREGNANCIES AT CANGKRINGAN PRIMARY HEALTH CARE CENTER, SLEMAN, YOGYAKARTA Naela Himayati Afifah; Yana Supriatna; Nurhuda Hendra Setyawan; Torana Kurniawan; Trianingsih Trianingsih; Devina Yudistiarta; Ajeng Viska Icanervilia; Vincent Harun; Khairina Khairina; Riyan Wahyudo; Nadia Primivita Dirgahayu; Derry Andriawan; Yusnia Irchami Fahmi; Intan Mupangat; Michelle Giovanny Manoeroe; Lina Choridah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3206

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan kontributor utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal. Deteksi dini melalui ultrasonografi (USG) dalam antenatal care (ANC) dan edukasi kesehatan esensial untuk kehamilan yang aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak edukasi kesehatan terhadap pengetahuan ibu mengenai kehamilan risiko tinggi serta mengidentifikasi faktor risiko maternal dengan penilaian USG di Puskesmas Cangkringan, Sleman, Yogyakarta pada 16 November 2024. Studi potong lintang (cross-sectional) ini melibatkan 23 ibu hamil yang direkrut melalui consecutive sampling. Data meliputi karakteristik sosiodemografi, riwayat obstetri, antropometri, tekanan darah, dan USG prenatal. Pengetahuan ibu dinilai dengan menggunakan kuesioner. Terdapat peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu, dengan nilai median dari 7 menjadi 10 (p<0,001;  uji paired t-test). Hasil menunjukkan rata-rata usia ibu 27 ± 5,51 tahun dan indeks massa tubuh 25 ± 6,13 kg/m² (overweight). Skor pengetahuan meningkat secara signifikan setelah intervensi edukasi. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara lingkar lengan atas (LILA) ibu dan perkiraan berat janin. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan terbukti meningkatkan pengetahuan ibu secara signifikan. Indikator antropometri ibu saja tidak cukup andal menjadi prediktor berat janin, sehingga diperlukan pelayanan ANC terpadu yang memadukan edukasi, penilaian klinis, dan penapisan USG.
PENGETAHUAN IBU HAMIL DAN SKRINING ULTRASONOGRAFI (USG) PADA KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI PUSKESMAS CANGKRINGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA: KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN AND ULTRASONOGRAPHIC (USG) SCREENING FOR HIGH-RISK PREGNANCIES AT CANGKRINGAN PRIMARY HEALTH CARE CENTER, SLEMAN, YOGYAKARTA Naela Himayati Afifah; Yana Supriatna; Nurhuda Hendra Setyawan; Torana Kurniawan; Trianingsih Trianingsih; Devina Yudistiarta; Ajeng Viska Icanervilia; Vincent Harun; Khairina Khairina; Riyan Wahyudo; Nadia Primivita Dirgahayu; Derry Andriawan; Yusnia Irchami Fahmi; Intan Mupangat; Michelle Giovanny Manoeroe; Lina Choridah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3206

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan kontributor utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal. Deteksi dini melalui ultrasonografi (USG) dalam antenatal care (ANC) dan edukasi kesehatan esensial untuk kehamilan yang aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak edukasi kesehatan terhadap pengetahuan ibu mengenai kehamilan risiko tinggi serta mengidentifikasi faktor risiko maternal dengan penilaian USG di Puskesmas Cangkringan, Sleman, Yogyakarta pada 16 November 2024. Studi potong lintang (cross-sectional) ini melibatkan 23 ibu hamil yang direkrut melalui consecutive sampling. Data meliputi karakteristik sosiodemografi, riwayat obstetri, antropometri, tekanan darah, dan USG prenatal. Pengetahuan ibu dinilai dengan menggunakan kuesioner. Terdapat peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu, dengan nilai median dari 7 menjadi 10 (p<0,001;  uji paired t-test). Hasil menunjukkan rata-rata usia ibu 27 ± 5,51 tahun dan indeks massa tubuh 25 ± 6,13 kg/m² (overweight). Skor pengetahuan meningkat secara signifikan setelah intervensi edukasi. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara lingkar lengan atas (LILA) ibu dan perkiraan berat janin. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan terbukti meningkatkan pengetahuan ibu secara signifikan. Indikator antropometri ibu saja tidak cukup andal menjadi prediktor berat janin, sehingga diperlukan pelayanan ANC terpadu yang memadukan edukasi, penilaian klinis, dan penapisan USG.
Penatalaksanaan Giant Unilateral Non-Hodgkin Primary Breast Lymphoma Mimicking Phyllodes Tumor pada Pasien di Rumah Sakit : Laporan Kasus Naela Himayati Afifah; Lina Choridah; Didik Setyo Heriyanto
Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD) Vol. 12 No. 2 (2026): JULY 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimed.v12i2.14873

Abstract

Background: Primary breast lymphoma (PBL) is a rare malignancy, accounting for approximately 0.4% of all breast neoplasms. Clinically and radiologically, PBL may mimic other breast tumors, particularly breast carcinoma or phyllodes tumors. This study aims to report a rare case of giant unilateral primary breast lymphoma that initially mimicked a phyllodes tumour on imaging examination. Methods: This study was conducted as a case report of a 53-year-old woman presenting with a rapidly enlarging breast mass. Clinical examination and breast ultrasonography were performed to evaluate the characteristics of the lesion. Ultrasound imaging assessed the size, internal structure, and associated lymph node involvement. A definitive diagnosis was established through histopathological and immunohistochemical examinations. The diagnosis of PBL was confirmed based on established criteria, including the absence of prior extramammary lymphoma and no evidence of systemic disease. Results: The patient presented with a large, rapidly growing, and painful mass in the right breast. Ultrasonography demonstrated a diffuse, inhomogeneous solid mass without spiculations, architectural distortion, or microcalcifications, and no evidence of axillary lymph node enlargement. Based on these findings, the lesion was initially suspected to be a phyllodes tumour. However, histopathological and immunohistochemical analyses confirmed B-cell Non-Hodgkin lymphoma. The tumor exhibited several imaging features similar to phyllodes tumour, including giant size, unilateral presentation, and a diffuse solid structure without spiculation, calcification, or axillary lymphadenopathy. Nevertheless, hypervascularity and the absence of a cleft cyst suggested lymphoma. Conclusions: Primary breast lymphoma should be considered in the differential diagnosis of large breast masses, particularly when imaging findings show hypervascular lesions without spiculation, calcification, or axillary lymph node involvement. Accurate diagnosis requires histopathological confirmation to differentiate PBL from other breast tumors such as phyllodes tumour and breast carcinoma.
Evaluasi Pemanfaatan PACS dan RIS Rumah Sakit Provinsi Yogyakarta, Indonesia Icanervilia, Ajeng Viska; Choridah, Lina; Pribadi, Amri Wicaksono; Rahman, Afif; Gusti, Abdi Marang; Huwaida, Azizah; Kusumasari, Dyan Pramandita Windu; Kusumawardani, Aurisa Winda; Frinces, Freshilla Sonia; Setyawan, Nurhuda Hendra
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.92887

Abstract

Latar   Belakang:    Permintaan pemeriksaan radiologi di kalangan profesional kesehatan terus meningkat. Meskipun Picture Archiving and Communication System (PACS) dan Radiology Information System (RIS) telah diterapkan di RSUP Dr. Sardjito selama dua tahun, tetapi sistem tersebut masih kurang dimanfaatkan. Sistem tersebut sangat penting diterapkan untuk interpretasi yang akurat dan distribusi hasil pencitraan yang tepat waktu.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan PACS dan RIS oleh tenaga medis di RSUP Dr. Sardjito.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Responden dipilih berdasarkan metode purposive-maximum variety sampling. Metode wawancara menggunakan rekaman audio dan transkrip secara verbatim yang dianalisis secara tematik.Hasil: Penelitian ini menghasilkan 3 tema, yaitu: a) Manfaat PACS  dan RIS; b) Feedback terhadap PACS   dan  RIS; c) Pelatihan meningkatkan pemahaman & pemanfaatan PACS   dan RIS. PACS dan RIS dapat mempersingkat waktu pelayanan kesehatan dan membantu staf medis bekerja secara efisien. Selain itu, sosialisasi dan pelatihan PACS dan RIS juga membawa dampak positif dalam implementasinya, meskipun beberapa responden masih mengandalkan hard film karena keterbatasan akses komputer.Kesimpulan: Penerapan PACS dan RIS meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Optimalisasi pemanfaatan sistem PACS dan RIS memerlukan lebih banyak komputer di rumah sakit, pembaruan fitur di telepon seluler, dan pelatihan bagi pengguna
Doctors’ Perception and Acceptance of PACS And RIS in Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta Afifah, Naela Himayati; Utomo, Bambang Purwanto; Sudarmanta, Sudarmanta; Choridah, Lina
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 11, No 3 (2026): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.120854

Abstract

Background: RSUP Dr. Sardjito implemented Picture Archiving and Communication (PACS)/ Radiology Information System (RIS) in 2016, achieving a filmless radiology service by July 2020. However, evaluations of this implementation among doctors using a Technology Acceptance Model (TAM) variant have not been conducted.Objective: This research aimed to evaluate PACS/RIS implementation among doctors at RSUP Dr. Sardjito based on perception (usefulness, ease of use, work efficiency) and acceptance levels.Methods: This cross-sectional observational study involved 294 randomly selected physician respondents across 13 clinical departments. Data were gathered using a validated and reliable online questionnaire.Results: The majority of respondents (>60%) demonstrated high perception and acceptance scores (60.2% response rate). Age, specialization, length of service at the hospital, career duration, and training history were significantly associated with system perception and acceptance (P<0.05). Work efficiency exhibited the strongest positive correlation with acceptance (r=0.831), followed by perceived ease of use (r=0.703) and perceived usefulness (r=0.632).Conclusion:  The PACS/RIS implementation has been well-executed and is influenced by doctors' professional characteristics. Perceived work efficiency stands as the variable with the strongest positive correlation to acceptance levels.
Co-Authors Abdi Alhaq Afifah, Naela Himayati Ahmad Hamim Sadewa Ajeng Viska Icanervilia Ajeng Viska Icanervilia Alberta Vania Handoko Amnesti, Merry Andrew Nobiantoro Gunawan Anita Ekowati Anwar, Sumadi Lukman Ardiyanto, Jeffry Arif Faisal Bambang Supriyadi Bening Rahimi Titisari Bestari Ariningrum Setyawati Brigitta Natasya Halim Catharina R., Celine Clarissa Aulia Pravitha Derry Andriawan Devina Yudistiarta Dewajani Purnomosari Dewi Susanto, Revina Dian Angraeni Didik Setyo Heriyanto Didik Setyo Heriyanto Endang Mahati Endang Mahati Evi Artsini Ferronika, Paranita Frinces, Freshilla Sonia Gilang Argya Dyaksa Gusti, Abdi Marang Hanung Adi Nugroho Harry Nugroho Eko Surniyantoro Hasnely, Hasnely Herianto . Hermina Sukmaningtyas Hermina Sukmaningtyas Huwaida, Azizah Ignatius Riwanto Ignatius Riwanto, Ignatius Indrawati Intan Mupangat Khairina Khairina Khusnul Ain Kuntjoro, Lydia Purna Kusumasari, Dyan Pramandita Windu Kusumawardani, Aurisa Winda Lydia Purna Kuntjoro Michelle Giovanny Manoeroe Mohammad Rizki Pratama Muqmiroh, Lailatul Nadia Primivita Dirgahayu Naela Himayati Afifah Nastiti Rahajeng Noor Akhmad Setiawan Nugroho, Anan Nur Arfian Nurhuda Hendra Setyawan Nurhuda Hendra Setyawan Pravitha, Clarissa Aulia Pribadi, Amri Wicaksono Rahajeng, Nastiti Rahman, Afif Rengganis, Anggraeni Ayu Riries Rulaningtyas Rita Cempaka Riyan Wahyudo Ryan Feraldy Haroen Serfina F., Eunike Setyawan, Nurhuda Hendra Shofwatul ‘Uyun Siti Masrochah SOFIATI PURNAMI Sofiati Purnami Sri Dwidanarti Sudarmanta, Sudarmanta Suhartono Suhartono Suhartono Sumoro, William Sunu Wibirama Suprayitno Suprayitno Surniyantoro, Harry Nugroho Eko Teguh Aryandono Tjandra, Kevin Christian Torana Kurniawan Trianingsih Trianingsih Utomo, Bambang Purwanto Vincent Harun Vincent Laiman Vincent Lau Viria Agesti Suvifan Viria Agesti Suvifan widyasari, dina Wigati Dhamiyati Windarta, Budi Yan Wisnu Prajoko Yan Wisnu Prajoko Yana Supriatna Yana Supriatna Yanti Lusiyanti Yanti Lusiyanti Yosef Agung Cahyanta Yudistiarta, Devina Yuliana F., Ayu Yusnia Irchami Fahmi