Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Transmisi dan Refleksi Gelombang Air yang Merambat Melalui Balok Tenggelam Alrizki, Azi; Muliadi, Muliadi; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.609 KB) | DOI: 10.26418/pf.v8i1.40189

Abstract

Telah dilakukan studi tentang transmisi dan refleksi gelombang air yang merambat melalui pemecah gelombang balok tenggelam dengan menganalisis kebergantungan profil spektrumnya terhadap perubahan dimensi balok. Koefisien transmisi dan refleksi diperoleh dengan menyelesaikan hubungan kontinuitas pada batas antar dua kedalaman berbeda. Hasil studi menunjukkan  bahwa dalam daerah frekuensi tinggi, gelombang akan diteruskan secara hampir sempurna (hampir tidak ada gelombang yang direfleksikan). Dalam daerah frekuensi rendah, nilai absolut kuadrat dari amplitudo gelombang transmisi dan refleksi  berosilasi secara kuasi-periodik yang mengindikasikan bahwa model sederhana dari  pemecah gelombang ini hanya berguna secara efektif dalam daerah frekuensi rendah. Kinerja (performance) dari pemecah gelombang balok tenggelam sangat bergantung secara sensitif pada dimensi lebar dan tinggi balok. Sebagai contoh, balok dengan interval lebar 4,0-10,0 m dan tinggi 4,0 m dapat mengurangi 30% dari intensitas gelombang datang dalam rentang frekuensi 0,04-0,24 hertz. Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa pemecah gelombang balok tenggelam hanya efektif untuk penggunaan di perairan dangkal.Kata kunci: Gelombang Air, Pemecah Gelombang, Balok Tenggelam, Transmisi, Refleksi.
Penentuan Kedalaman Lapisan Gambut Menggunakan Ultra Ground Penetrating Radar untuk Estimasi Cadangan Karbon di Kecamatan Pedamaran Kusumaningsih, Alvianita Rika Putri; Nugroho, Djoko; Ivansyah, Okto; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1513.797 KB) | DOI: 10.26418/pf.v7i3.38655

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi cadangan karbon yang ada di Kecamatan Pedamaran, Ogan Komering Ilir berdasarkan data kedalaman gambut yang diperoleh dari alat ultra ground penetrating radar (GPR). Penelitian ini menggunakan 12 lintasan dengan panjang lintasan berkisar antara 260 m sampai dengan 500 m. Radargram yang diperoleh dari GPR diolah dengan menggunakan perangkat lunak ReflexW untuk mendapatkan nilai kedalaman gambut di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperkirakan kedalaman gambut berkisar antara 1,20 m hingga 8,45 m. Dari data kedalaman ini dapat diperkirakan total volume gambut yang ada di lokasi penelitian yaitu . Volume gambut dengan kematangan fibrik sebesar sedangkan volume gambut pada tingkat kematangan hemik sebesar . Hasil penelitian menunjukan bahwa cadangan karbon yang ada dilokasi peelitian diperkirakan sebesar 203,3 juta ton. Kata Kunci: Cadangan Karbon, Kedalaman Gambut, Pedamaran, Ultra GPR.
Anomali Gravitasi Daerah Manifestasi Panas Bumi Bitung Berdasarkan Data Satelit GeoSat dan ERS-1 Oktavia, Dwi Intan; Azwar, Azrul; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.911 KB) | DOI: 10.26418/pf.v7i2.33431

Abstract

Daerah manifestasi panas bumi di kawasan Bitung telah diidentifikasi berdasarkan data anomali medan gravitasi terkoreksi hingga koreksi udara bebas yang diperoleh dari Geodetic Satellite (Geosat) dan European Remote Sensing-1 (ERS-1). Dari data ini kemudian dilakukan koreksi Bouger dan koreksi medan. Nilai anomali medan gravitasi yang dijadikan sebagai data identifikasi adalah nilai anomali gravitasi lokal yang telah dipisahkan menggunakan filter Second Vertical Derrivative (SVD). Manifestasi ditunjukkan oleh anomali tinggi dan rendah dengan nilai 6.5 mGal dan -7.5 mGal. Daerah dengan anomali tinggi dan rendah diduga sebagai daerah panas bumi di kawasan Bitung.  Kata Kunci : anomali gravitasi, panas bumi, data satelit, Bitung, koreksi Bouger.
Profil Tekanan dan Batasan Massa Bintang Relativistik dengan Model Fluida Sempurna Weni, Weni; Azwar, Azrul; Nurhanisa, Mega
PRISMA FISIKA Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.127 KB) | DOI: 10.26418/pf.v8i1.40178

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang  profil tekanan bintang relativistik yang diturunkan kembali dengan menyelesaikan persamaan Einstein statik bersimetri bola untuk fluida ideal dengan densitas konstan dalam kondisi kesetimbangan hidrostatik. Penelitian ini menjelaskan profil tekanan dan batasan massa bintang berdasarkan model sederhana dalam konteks Teori Relativitas Umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan maksimum terjadi di pusat bintang dan akan menurun seiring bertambahnya jarak radial dari pusat bintang. Ditunjukkan pula bahwa dengan menerapkan syarat analitik pada persamaan profil tekanan akan menghasilkan batasan massa dari sebuah bintang relativistik. Untuk bintang bermassa M dan berjari-jari R batasan ini mensyaratkan bahwa  Apabila massa bintang melebihi batasan ini maka tekanan hidrostatik dari bintang tersebut tidak akan mampu mengimbangi tarikan gravitasionalnya sehingga runtuh menjadi objek kompak seperti bintang neutron dan lubang hitam.
Model Matematika Sederhana Kebergantungan Jumlah Titik Panas pada Curah Hujan di Kalimantan Barat Safitri, Andriani; Adriat, Riza; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.691 KB) | DOI: 10.26418/pf.v7i3.38712

Abstract

Telah dibangun sebuah model matematis kebergantungan jumlah titik panas (hotspot) terhadap curah hujan di Kalimantan Barat. Model ini mengasumsikan bahwa perubahan jumlah hotspot bergantung pada hasil interaksi antara jumlah hotspot pada saat itu dan perubahan curah hujan pada saat tersebut. Dengan menggunakan asumsi ini dapat diperoleh bahwa jumlah hotspot akan menurun secara eksponensial terhadap curah hujan. Hasil validasi model matematis menunjukkan bahwa terdapat 11 kabupaten/kota di Kalimantan Barat memiliki nilai koefisien determinasi (R2) ≥ 0,90 dan terdapat 3 kabupaten/kota yang memiliki koefisien determinasi (R2) < 0,40. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah hotspot di sebagian besar kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat akan menurun secara eksponensial terhadap peningkatan jumlah curah hujan. Model matematis yang diperoleh ini memperbaiki model linier yang telah diusulkan oleh peneliti sebelumnya sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pengaruh jumlah curah hujan pada jumlah hotspot.
Komposit Plastik Kayu Berbahan Polipropilena dari Limbah Gelas Air Mineral dan Pelepah Kelapa Setiawan, Agus; Azwar, Azrul; Nurhanisa, Mega
PRISMA FISIKA Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v8i2.41302

Abstract

Dalam penelitian ini, komposit plastik kayu berbahan polipropilena dari limbah gelas air mineral dan pelepah kelapa telah berhasil difabrikasi. Metode penelitian dengan memvariasikan komposisi dari kedua bahan tersebut terhadap sifat fisik dan mekanik komposit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum telah dihasilkan papan komposit yang memenuhi Japan Industrial Standards (JIS) A 5908-2003. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap 4 sampel yang telah dibuat, sifat fisis dan mekanis komposit sangat dipengaruhi oleh variasi komposisi plastik dan pelepah kelapa. Semakin besar komposisi plastik, nilai densitas, internal bonding (IB), dan kuat pegang sekrup cenderung meningkat. Sebaliknya, kadar air, pengembangan tebal, dan daya serap air cenderung menurun seiring dengan pertambahan komposisi plastik. Selain itu, hasil pengukuran nilai Modulus of Elasticity (MOE) dan Modulus of Rupture (MOR) yang menunjukkan adanya indikasi bahwa kedua besaran tersebut memiliki nilai maksimum untuk komposisi plastik dan pelepah kelapa 1:2
Solusi Persamaan Einstein Untuk Lubang Hitam Reissner-Nordström Ekstrem Nirwanasari, Nirwanasari; Hasanuddin, Hasanuddin; Nurhanisa, Mega; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.205 KB) | DOI: 10.26418/pf.v7i3.36273

Abstract

Dalam penelitian ini, solusi umum persamaan Einstein untuk lubang hitam Reissner-Nordstrӧm ekstrem telah diturunkan dari bentuk standar metrik Schwarzschild. Langkah pertama dari penurunan ini adalah perhitungan semua simbol Christoffel dari komponen-komponen tensor metrik. Simbol Christoffel yang diperoleh dapat digunakan untuk mencari hasil dari tensor Ricci, skalar Ricci, dan tensor Einstein. Selanjutnya, solusi umum persamaan Einstein untuk lubang hitam ekstrem ini dapat dicari dengan membangun perangkat-perangkat persamaan Einstein dan tensor energi momentum. Hasil  substitusi  dari perangkat-perangkat persamaan Einstein akan menghasilkan solusi metrik baru untuk kasus lubang hitam ekstrem. Berdasarkan bentuk metrik yang telah diperoleh dapat dibuktikan bahwa waktu yang  diperlukan untuk suatu benda mencapai horizon peristiwa menuju tak hingga.
Studi Eksperimental Deposisi Lapisan TiO2 pada Permukaan Bulir Polipropilena dengan Metode Thermal Milling untuk Aplikasi Fotokatalis Thefany, Thefany; Asri, Asifa; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i1.45551

Abstract

Telah dilakukan eksperimen deposisi lapisan titanium dioksida (TiO2) pada permukaan bulir polipropilena (PP) dengan metode thermal milling. Studi eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besarnya kecepatan rotasi silinder dalam mesin thermal milling terhadap jumlah massa TiO2 yang terdeposisi pada permukaan PP. Proses milling dalam eksperimen ini dilakukan pada suhu konstan sebesar 175oC dengan waktu milling selama 30 menit agar PP tidak saling menempel dan membentuk gumpalan. Pemanfaatan material fotodegradasi berupa katalis titanium dioksida (TiO2) yang diimobilisasi pada suatu material penyangga berupa polimer polipropilena (PP) telah banyak diaplikasikan untuk pengolahan air limbah. Penelitian ini berfokus pada pengembangan proses pabrikasi material PP/TiO2 dengan menggunakan metode thermal milling. Pada penelitian telah dilakukan sebanyak lima variasi penggunaan kecepatan silinder thermal milling machine yakni 30 rpm, 20 rpm, 15 rpm, 10 rpm, dan 5 rpm untuk mengetahui pengaruhnya terhadap deposisi lapisan tipis TiO2 pada permukaan bulir PP. Berdasarkan hasil pabrikasi perolehan deposisi TiO2 optimum pada penggunaan kecepatan silinder thermal milling machine 10 rpm dengan massa TiO2 sebesar 1,1 gram.
Penerapan Metode Analisis Diskriminan terhadap Variasi Unsur Cuaca pada Kejadian Puting Beliung di Jawa Tengah Aliftha, Tita; Azwar, Azrul; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.227 KB) | DOI: 10.26418/pf.v8i1.40174

Abstract

Studi tentang penerapan metode analisis diskriminan terhadap unsur cuaca pada kejadian puting beliung di Jawa Tengah telah dilakukan. Daerah yang ditinjau dalam studi ini adalah empat kabupaten di Jawa Tengah yang sering mengalami kejadian puting beliung yaitu Banyumas, Boyolali, Cilacap dan Magelang. Dalam studi ini, unsur cuaca yang digunakan adalah suhu udara, tekanan udara, kecepatan angin, uap air, tutupan awan dan curah hujan. Hasil studi menunjukan bahwa secara umum terdapat dua unsur cuaca yang memiliki pengaruh signifikan yaitu kecepatan angin dan uap air. Khusus untuk Kabupaten Cilacap dan Boyolali, selain dua unsur cuaca tersebut, terdapat unsur cuaca lain yang berperan signifikan, yaitu tutupan awan untuk Kabupaten Cilacap dan tekanan udara untuk Kabupaten Boyolali. Nilai ketepatan prediksi dari fungsi diskriminan yang diperoleh daerah Cilacap sebesar 100%, Banyumas sebesar 100%, Magelang sebesar 100% dan Boyolali sebesar 96,3%
Respons Optik Nanopartikel Berbahan Paduan Logam Mulia Delai, Departus; Azwar, Azrul; Nugroho, Bintoro Siswo
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51325

Abstract

Telah dilakukan simulasi mengenai respons optik nanopartikel paduan logam mulia berdasarkan aproksimasi kuasi-statik elektromagnetika klasik. Penentuan spektrum serapan bahan logam (Qabs) digunakan untuk mengetahui efisiensi kinerja bahan logam. Logam yang digunakan diantaranya emas (Au), perak (Ag), tembaga (Cu) dan tungsten (W). kinerja bahan yang ditinjau meliputi logam murni, logam paduan Au-Ag, Au-Cu, Au-W, Ag-Cu, Ag-W dan Cu-W. Nilai logam murni yang paling tinggi adalah perak (Ag) sedangkan logam paduan bergantung dari jenis logam yang dipadukan diantaranya Au-Ag, Ag-Cu dan Ag-W kadar ketercampuran perak sangat mempengaruhi peningkatan kinerja bahan logam paduan, nilai kinerja tertinggi yaitu fraksi molar perak sama dengan 0,8; untuk logam paduan Au-Cu ketercampuran bahan hampir sama rata di mana nilai serapan berada pada fraksi molar 0,4 dan 0,6; untuk logam paduan Au-W ketercampuran bahan emas sangat mempengaruhi kinerja bahan di mana nilai kinerja tertinggi yaitu fraksi molar emas sama dengan 0,8; sedangkan untuk paduan Cu-W nilai ketercampuran tembaga memperngaruhi kinerja bahan logam di mana kinerja tertinggi yaitu fraksi molar tembaga sama dengan 0,8. Ukuran jari-jari logam juga sangat mempengaruhi peningkatan kinerja bahan logam. Hal ini membuktikan bahwa untuk simulasi logam murni Ag dan logam paduan Au-Ag yang dilakukan hampir sama dengan hasil eksperimen Rioux  dkk 2014. Kata Kunci : Nanopartikel, logam paduan, Spektrum serapan (Qabs), kinerja bahan.