Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Human Care Journal

HUBUNGAN PERILAKU DENGAN KEPADATAN VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN KURANJI KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG mila sari
HUMAN CARE JOURNAL Vol 4, No 1 (2019): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.778 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v4i1.86

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan suatu  penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan hampir semua propinsi di  Indonesia termasuk Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji, karena  penyakit ini penyebarannya sangat cepat dan sering menimbulkan kejadian luar biasa  (KLB). Salah satu faktor penyebab KLB adalah berkembangnya penyebaran dan  kepadatan nyamuk vektor. Kepadatan populasi nyamuk vektor ini sangat tergantung  dari pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan  lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan perilaku   (pengetahuan, sikap, tindakan) dengan kepadatan populasi nyamuk Aedes sp (House  Index, Container Index, Breteau Index dan Pupae Index ) di Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji Kota Padang.Penelitian dilaksanakan secara observasional dengan desain  penelitian cross sectional analitik. Subjek penelitian adalah ibu rumah tangga. Besar  sampel penelitian sebanyak 84 ibu rumah tangga yang diambil secara acak di 18 RW di Kelurahan Kuranji. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman.  Hasil penelitian diperoleh adanya hubungan antara sikap, tindakan, dan perilaku dengan kepadatan vektor DBD (House Index, Container Index,  Breteau Index dan Pupa Index ) (p<0,05). Pengetahuan tidak  berhubungan dengan kepadatan vektor DBD (House Index, Container Index, Breteau  Index  dan Pupae  Index) (p>0,05). Disarankan kepada semua pihak supaya lebih mengoptimalkan upaya pemberantasan DBD dengan melaksanakan upaya 3M, fogging dan abatisasi secara rutin, terarah dan berkesinambungan. 
DETERMINAN FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN WASTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA LABUH KABUPATEN SOLOK SELATAN Resty Noflidaputri; Gusti Reni; Mila Sari
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 2 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i2.1971

Abstract

Wasting menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting karena memiliki dampak yang besar karena menyangkut kualitas modal sumber daya manusia di masa mendatang.Dari Laporan Puskesmas Muara Labuh bulan Agustus tahun 2021 jumlah balita kurus 78 orang (3,39%) dari 2300 balita yang ditimbang.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Determinan Faktor Penyebab Kejadian Wasting di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh Kabupaten Solok Selatan. Jenis penelitian ini survey analitik dengan desain case control. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 - Maret 2022 di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh.  Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Balita Wasting yang berdomisili di wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh berjumlah 78 orang.  Sampel  dalam penelitian ini dengan teknik sampel Purposive Sampling. sampel yang digunakan 100 orang (50 kasus dan 50 kontrol), serta instrumen yang digunakan adalah Kuesioner dan dianalisis dengan univariat dan bivariat dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden yaitu sebanyak 54 responden (55%) sudah memiliki pola makan yang baik, 67 responden (67%) tidak memiliki penyakit diare, 55 responden (55%) sudah memiliki sanitasi yang memenuhi syarat, 56 responden (56%) memiliki pola asuh yang kurang baik. Uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola makan(p=0,002; OR =41,00), Sanitasi(p=0,0001 ;OR=19,452), Pola Asuh (p=0,002; OR = 10,630) dan penyakit infeksi(p=0,002 ; OR=10,630.Disimpulkan Pola makan merupakan variabel yang paling berpengaruh dengan kejadian wasting dengan OR = 41,00.Diharapkan kepada ibu lebih memperhatikan asupan gizi untuk anak mereka sehingga gizi pada anak terpenuhi.
THE EFFECT OF USING TYPES OF ATTRACTANTS TOWARD THE NUMBER OF AEGYPT EGGS CATCHED mila sari
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.2338

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Berdasarkan dari data tiga tahun terakhir Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi ditemukan penderita Demam Berdarah Dengue sebanyak 380, tahun 2017 dengan kasus sebanyak 99 kasus, tahun 2018 sebanyak 106 kasus, tahun 2019 sebanyak 69 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas berbagai jenis atraktan sebagai perangkap telur nyamuk Aedes Aegypti.Penelitian bersifat eksperimental dengan variabel independen ekstrak rendaman jerami, ekstrak rendaman cabai merah segar, ekstrak fermentasi gula aren dan ragi, eksrak rendaman air gula dan variabel dependen nyamuk Aedes Aegypti sebanyak 500 ekor. penelitian ini menggunakan 4 atraktan dan 5 pengulangan selama 5 minggu pengamatan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai p=0,000 (p<α) yang memiliki arti bahwa terdapat perbedaan yang bermakna dari jumlah telur nyamuk aedes aegpti yang terperangkap antar jenis atraktan. Dari 4 atraktan yang paling efektif adalah ekstrak rendaman jerami dengan nilai rata-rata 84.20.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, ekstrak rendaman jerami lebih efektif dibandingkan ekstrak gula aren dan ragi, ekstrak cabai merah, ekstrak rendaman air gula. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat sebagai salah satu pengendalian vektor khususnya untuk memerangi nyamuk Aedes Aegypti.Kata Kunci     : Aedes Aegypti, Atraktan, Telur Nyamuk  ABSTRACT               Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Berdasarkan data tiga tahun terakhir di Dinas Kesehatan Bukittinggi, ditemukan 380 penderita Demam Berdarah Dengue. Tahun 2017 ditemukan 99 kasus, tahun 2018 sebanyak 106 kasus, tahun 2019 sebanyak 69 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Penggunaan Berbagai Jenis Atraktan terhadap Jumlah Telur Nyamuk Aedes Aegypti yang Terjebak.               Penelitian ini bersifat eksperimental dengan variabel bebas ekstrak rendaman jerami, ekstrak rendaman cabai merah segar, ekstrak gula aren dan ragi fermentasi, ekstrak rendaman air gula dan variabel terikat nyamuk Aedes Aegypti sebanyak 500. Penelitian ini menggunakan 4 atraktan dan 5 kali pengulangan selama 5 minggu. pengamatan.Hasil penelitian menunjukkan p = 0,000 (p < α). Artinya terdapat perbedaan yang signifikan jumlah telur nyamuk Aedes aeges yang terperangkap antar jenis atraktan. Atraktan yang paling efektif adalah ekstrak rendaman jerami dengan nilai rata-rata 84,20.               Kesimpulannya, ekstrak rendaman jerami lebih efektif daripada yang lain. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sebagai salah satu pengendalian vektor khususnya untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti. Kata Kunci : Aedes Aegypti, Pemikat, Telur Nyamuk