Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis Quality of Service from Internet Protocol Television (IPTV) Service Aiman Mobiu; Dr. Widyawan; Rudy Hartanto
International Journal of Informatics and Communication Technology (IJ-ICT) Vol 1, No 2: December 2012
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.024 KB)

Abstract

IPTV was convergency product between broadcasting, telecommunication and information technology because gave multimedia service such TV broadcasting, video, audio, text, and data that transmitted  by using IP protocol. IPTV service had better quality than conventional TV, such as voice over internet protocol (VoIP), data (internet), and video on demand (VoD). This research had purpose to analyze QoS (delay, jitter, MOS and throughput) from IPTV service such as VoIP, internet (HTTP, FTP), and IPTV in the simulation. The QoS resulted from simulation will be compared with standard ITU-T. The result showed bandwidth requirement for downlink and uplink from the services for  VoIP 50 kbps,  internet  54 kbps, and the IPTV service  6.5 Mbps. The QoS result showed that used bandwidth  less than 15 Mbps, resulted jitter and delay that can not tolerated or  QoS more than 250 ms and MOS less than 2. The QoS resulted from queue method had applied on the node DSLAM with bandwidth 8 Mbps, only can decreased the value of delay and jitter as 50% - 65% at VoIP and internet services. PQ method became one of the queue method that can be optimalizing of QoS eventhough only decreased the jitter 10%.DOI: http://dx.doi.org/10.11591/ij-ict.v1i2.594
Resource allocation model for grid computing environment Ardi Pujiyanta; Lukito Edi Nugroho; Widyawan Widyawan
International Journal of Advances in Intelligent Informatics Vol 6, No 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/ijain.v6i2.496

Abstract

Grid computing is a collection of heterogeneous resources that is highly dynamic and unpredictable. It is typically used for solving scientific or technical problems that require a large number of computer processing cycles or access to substantial amounts of data. Various resource allocation strategies have been used to make resource use more productive, with subsequent distributed environmental performance increases. The user sends a job by providing a predetermined time limit for running that job. Then, the scheduler gives priority to work according to the request and scheduling policy and places it in the waiting queue. When the resource is released, the scheduler selects the job from the waiting queue with a specific algorithm. Requests will be rejected if the required resources are not available. The user can re-submit a new request by modifying the parameter until available resources can be found. Eventually, there is a decrease in idle resources between work and resource utilization, and the waiting time will increase. An effective scheduling policy is required to improve resource use and reduce waiting times. In this paper, the FCFS-LRH method is proposed, where jobs received will be sorted by arrival time, execution time, and the number of resources needed. After the sorting process, the work will be placed in a logical view, and the job will be sent to the actual resource when it executes. The experimental results show that the proposed model can increase resource utilization by 1.34% and reduce waiting time by 20.47% when compared to existing approaches. This finding could be beneficially implemented in cloud systems resource allocation management.
Pengembangan Aplikasi Interactive Tv Pada Platform Set-Top Box Tertanam Berbasis Windows Embedded 7 Ferro Ferizka Aryananda; Widyawan Widyawan; Ridi Ferdiana
Jurnal Buana Informatika Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v1i1.291

Abstract

Abstract. Interactive TV Application Development on Embedded Set-Top Box Platform Based on Windows Embedded 7. With the novelty of television technology that marked by the boom of DTV,  Internet enabled Set-Top Box,  and DVR,  television users become more aware to interactive and rich experience of multimedia contents viewing on their television that later become the concept of interactive TV.Interactive TV allows viewers to take control of what they want to see something conventional TV can’t afford. In this research, there will be an application developed so that the user could enjoy extended services through their TV set. CETV is a proof of concept of interactive TV concept that enables users to access extended services. CETV is a group of 7 different application module that has their own feature and functionality. CETV delivers extended services and contents that bring interactivity and control to television users. Kata kunci: Embedded Device, . NET Framework,  interactive TV,  Set Top Box.Abstrak. Dengan kebaruan teknologi televisi yang ditandai dengan tren DTV, Internet enabled Set-Top Box, dan DVR, pengguna televisi menjadi lebih sadar akan pengalaman yang interaktif dan kaya pada konten multimedia yang tampil di televisi mereka yang kemudian menjadi konsep TV interaktif. Interaktif TV memungkinkan pemirsa untuk mengambil kendali dari apa yang mereka ingin lihat, sesesuatu yang tidak mampu disediakan oleh TV konvensional. Dalam penelitian ini, akan ada aplikasi yang dikembangkan sehingga pengguna dapat menikmati layanan tambahan melalui TV mereka. CETV adalah bukti dari konsep konsep TV interaktif yang memungkinkan pengguna untuk mengakses layanan tambahan. CETV adalah kelompok 7 modul aplikasi yang berbeda yang memiliki fitur dan fungsi mereka sendiri. CETV memberikan layanan tambahan dan konten yang membawa interaktivitas dan kontrol kepada pengguna televisi.Kata kunci: Perangkat Tertanam, .NET Framework,  TV interaktif,  Set Top Box.
PEGEMBANGAN HOME AUTOMATION BERBASIS JARINGAN SENSOR NIRKABEL IQRF TR-52B UNTUK LAMPU PENERANGAN Budi Nugroho; Widyawan Widyawan; Eka Firmansyah
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan Sensor Nirkabel (JSN) dapat menerima informasi untuk mengatur kerja aktuator, juga dapat mengirimkan informasi yang dihasilkan oleh sensornya. JSN melakukan komunikasi menggunakan jaringan nirkabel dengan jangkaun terbatas. Untuk meningkatkan jangkauannya, komunikasi dilakukan secara multi hop. Penelitian ini mengembangkan sebuah coordinator dengan 9 node untuk membangun home automation yang digunakan untuk menyalakan atau mematikan lampu penerangan. Node dan coordinator dibangun menggunakan JSN IQRF TR-52B dengan metode komunikasi Discovery Optimized Mesh. Setiap node harus didaftar (bonding) oleh coordinator. Coordinator juga harus membangun Virtual Routing Structure dengan cara memberikan Virtual Routing Number pada setiap node. Mekanisme tersebut dilakukan dengan fungsi  bonding dan discovery yang telah disediakan oleh sistem operasi IQRF disamping fungsi-fungsi lainya. Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa sistem telah berjalan sesuai rancangan dengan tingkat keberhasilan sebesar 87% untuk On/Off manual menggunakan saklar dan 100% untuk On/Off terjadwal. Dari pengukuran delay dapat disimpulkan bahwa waktu tunda berbanding lurus dengan jarak antara node dengan coordinator. Kata Kunci— Home automation, JSN, multi hop.
Evaluasi Perangkat IQRF Padad Topologi Ad-Hoc Untuk Mengetahui RSSI Seh Turuy; Widyawan Widyawan
POSITIF : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Vol 1 No 2 (2016): POSITIF - Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Sensor Network (WSN) atau jaringan sensor nirkabel merupakan salah satu teknologi inti dalam bidang ubiquitous computing. WSN terdiri atas satu atau lebih node sensor yang digunakan untuk menangkap informasi sesuai dengan karakteristiknya. Dalam WSN yang menjadi masalah adalah performa jaringan. Permasalahan tersebut salah satunya disebabkan oleh jarak penempatan node yang tidak sesuai. Penelitian ini melakukan evaluasi kuat sinyal yang diterima (RSSI) antar node pada jaringan sensor nirkabel dengan  memanfaatkan perangkat IQRF pada topologi ad-hoc. Pengukuran dilakukan dengan menempatkan node end-device pada berbagai jarak dari node coordinator. Setiap jarak diberi perlakuan dengan mengubah tinggi dari node end-device dari permukaan lantai. Pengujian dilakukan dengan dua jenis skenario, yaitu di dalam ruangan (indoor) dan di luar ruangan (outdoor). Hasil pengujian baik pada lingkungan indoor maupun outdoor menunjukkan bahwa semakin jauh jarak antara node end-device dengan node coordinator, maka kuat sinyal akan semakin menurun. Ketinggian posisi node end-device terhadap node coordinator juga mempengaruhi besarnya RSSI
Analisis Kinerja IP PBX Server Pada Single Board Circuit Raspberry PI Aidin Najihi; I Wayan Mustika; Widyawan Widyawan; Effan Najwaini
POSITIF : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Vol 1 No 2 (2016): POSITIF - Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Raspberry PI merupakan sebuah komputer mini berukuran kartu kredit yang memiliki kemampuan komputasi yang sangat bagus. Komputer dengan ukuran yang sangat kecil memiliki keunggulan dalam flexibilitas serta penggunaan energi. Raspberry dapat dikembangkan menjadi banyak kegunaan dalam dunia komputer. Konsumsi daya Raspberry sangat rendah yang sangat berguna untuk membuat aplikasi mobile yang hemat energi. Pada penelitian ini akan dibuat sebuah server IP PBX menggunakan Asterisk yang di-install pada single board circuit Raspberry PI. Pengujian dilakukan untuk untuk mengetahui kinerja Raspberry PI sebagai server IP PBX yang meliputi jumlah panggilan yang mampu dilayani serta banyaknya panggilan bersamaan yang mampu dilayani dengan menggunakan codec yang berbeda. Sebagai perbandingan, akan dilakukan juga pengujian terhadap IPPBX server Asterisk menggunakan PC. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, Raspberry PI sebagai IP PBX server mampu menangani 60 kedatangan panggilan perdetik tanpa adanya panggilan yang gagal diproses. Raspberry PI juga mampu menangani 110 panggilan bersamaan untuk codec GSM-GSM, 100 panggilan bersamaan untuk codec G711-G711 dan 70 panggilan bersamaan untuk transcoding GSM-G711.
Pengaruh Penggunaan Jenis Storage pada HTTP akselerator Terhadap Kecepatan Akses Web Multisite di Virtual Machine Mandahadi Kusuma; Widyawan Widyawan; Ridi Ferdiana
Prosiding 2nd Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2017 Vol 2, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

web multisite yang paling populer digunakan adalah wordpress. Penggunaan web multisite dengan jumlah pengguna yang banyak menjadikan web tidak dapat bekerja maksimal. Dengan bantuan http akselerator dan pemilihan tipe penyimpanan cache yang tepat diharapkan web dapat melayani kunjungan dalam jumlah ribuan pada satu waktu. Pada eksperiment yang telah dilakukan, menggunakan aplikasi benchmark jmeter, diantara 3 penyimpanan cache (memory, SAN, dan ISCSI), cache hit yang paling stabil didapat ketika ketika menggunakan penyimpanan HDD SAN sedangkan responsetime yang paling optimum didapat ketika http akselerator menggunakan cache penyimpanan berbasis hardisk SAN berbasis fibre channel.
VISUALISASI PETA RSS FINGERPRINT DALAM FASE OFFLINE PADA LOCALIZATION DI LANTAI 3 GEDUNG TEKNIK ELEKTRO UGM MENGGUNAKAN WLAN chairani chairani; Widyawan Widyawan
Jurnal Informatika Vol 13, No 1 (2013): Jurnal Informatika
Publisher : IIB Darmajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30873/ji.v13i1.127

Abstract

This paper discusses about the fingerprint mapping of Received Signal Strength (RSS) WLAN, placed in UGM’s Electrical Engineering (TE) building on 3rd Floor Corridor. RSS WLAN measurements performed by using visualization NetSurveyor software and RSS fingerprint map visualization created using RapidMiner software. Dimension area of 3rd floor of UGM’s TE building is 1696.68 m2 and formed in 1893 grids for each grid is 1 m x 1 m. Measurement of RSS WLAN to 5 access points performed in duration of 1 minute 58 seconds, and produce as many as 86980 record. The results of this research is fingerprint visualization map as calibration of RSS WLAN distribution at JTETI building on the 3rd floor which can be used for the development of indoor localization. Keywords : Fingerprint, RSS, WLAN, Localization.  
IMPLEMENTASI ROLE-BASED ACCESS CONTROL (RBAC) PADA PEMANFAATAN DATA KEPENDUDUKAN DITINGKAT KABUPATEN Rubiyanto Ru; Selo Selo; Widyawan Widyawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrol akses dengan menggunakan Role-Based Access Control (RBAC) dapat dimanfaatkan untuk pengamanan pemanfaatan data kependudukan dalam proses otorisasi hak aksesnya. Hak akses sistem pemanfaatan data kependudukan ditingkat kabupaten merupakan syarat untuk dapat mengakses data kependudukan level kabupaten, yang diberikan berdasarkan mekanisme peraturan yang berlaku. Penentuan kewenangan yang berbeda harus dilakukan karena adanya perbedaan kebutuhan data dan peran berbagai sistem informasi yang  membutuhkan data kependudukan. Penentuan kewenangan dalam mengakses data tersebut perlu dipetakan untuk mengetahui kebutuhan data setiap sistem pengakses, yang kemudian dijadikan sebagai pedoman dalam penyusunan pemberian hak akses dan kewenangannya. Pendekatan analisis deskriptif dilakukan dengan kajian pustaka terkait penggunaan RBAC, ketersediaan dan pemanfaatan data kependudukan ditingkat kabupaten, otorisasi akses data kependudukan dan analisa kondisi aktual terkait keamanan sistem terutama kontrol akses yang dibutuhkan untuk mengetahui masalah yang ada. Penelitian ini membahas mengenai otorisasi dalam pemanfaatan data kependudukan ditingkat kabupaten dengan pendekatan Role-Based Access Control (RBAC) sebagai salah satu upaya meningkatkan keamanan sistem web service yang digunakan. Pemetaan kebutuhan data kependudukan dilakukan dengan mengelompokkan sistem informasi pengakses berdasarkan jenis dan kelompok data yang dibutuhkan. Kebutuhan data sistem pengakses dipetakan berdasarkan fungsi  bisnis dari sistem tersebut. Pemetaan yang dilakukan menghasilkan tiga kelompok kewenangan berbeda, dalam pengaksesan data identitas maupun data agregat kependudukan.  Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan dalam pembuatan PKS sebagai dasar pemberian hak akses pada pelayanan data kependudukan oleh berbagai sistem pelayanan publik khususnya di tingkat Kabupaten Wonosobo 
Topology Analysis of iBGP Confederation Case : Indonesia Research and Education Network (IdREN) Irwin Wijaya Lahusen; Widyawan Widyawan; Sri Suning Kusumawardani
IJID (International Journal on Informatics for Development) Vol. 8 No. 1 (2019): IJID June
Publisher : Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.743 KB) | DOI: 10.14421/ijid.2019.08104

Abstract

Implementation of the BGP Confederation topology scenario, found a number of new facts that influence the final decision making for BGP network managers. In previous studies it has been mentioned a number of factors that influence QoS from a topology scheme, among others, the number of Sub AS and the number of routers that make up the iBGP topology. In this study, a number of scenarios were developed by giving variants to bandwidth parameters and adding measurement parameters to Lost Datagram in all scenarios. The results obtained are quite significant, affecting QoS and finding a number of new facts related to the effect of using traffic generators. This research was tested on the Indonesia Research and Education Network (IdREN) network using GNS3.