Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Ketahanan Keluarga Pasangan Menikah yang Bekerja di Luar Negeri (Kajian di Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang) Yunita Dwi Pristiani; Agus Widodo
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2, Mei 2018
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.593 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v3i2.177

Abstract

Ketahanan keluarga merupakan pondasi kekuatan bangsa. Kerapuhan ketahanan keluarga yang berujung pada perceraian sering kali terdapat pada pasangan keluarga kelas menengah ke bawah yang menjadi TKI di luar negeri. Hal ini menyebabkan kondisi pendidikan anak-anak yang berasal dari broken home juga tidak kalah mengkhawatirkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji ketahanan keluarga pasangan menikah yang menjadi TKI di luar negeri yang berasal dari Desa Kalirejo, Kalipare, Malang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan melakukan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui koding. hasil penelitian menunjukkan, banyak aspek yang tidak mendukung ketahanan keluarga para TKI yang bekerja di luar negeri. Yaitu ketahanan hubungan pernikahan yang rapuh, Anak-anak yang tidak terdidik dengan baik di rumah. Kondisi ekonomi yang mayoritas juga tidak jauh berbeda setelah menjadi TKI.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Yunita Dwi Pristiani
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.489 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v6i2.3239

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu MKDU yang wajib diberikan pada mahasiswa di semua jurusan. Melalui PKn, diharapkan mahasiswa menjadi warga negara yang baik, mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga negara, dan yang paling penting adalah memiliki kepedulian dan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Sayangnya, mayoritas mahasiswa tidak tertarik terhadap mata kuliah PKn dikarenakan muatan materi yang dianggap terlalu normatif dan juga metode pengajaran yang tidak menarik. Salah satu tujuan penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran obyektif efektifitas pembelajaran role playing pada mata kuliah kewarganegaraan. Obyek penelitian ini adalah mahasiswa Tingkat III Program Studi PPKN Universitas Nusantara PGRI Kediri. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, dengan jenis deskriptif kualitatif. Diskusi hasil role playing yang dilakukan menggambarkan tingkat pemahaman mahasiswa menjadi lebih baik. Sehingga hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan strategi role playing efektif untk dilakukan pada mata kuliah Kewarganegaraan.Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu MKDU yang wajib diberikan pada mahasiswa di semua jurusan. Melalui PKn, diharapkan mahasiswa menjadi warga negara yang baik, mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga negara, dan yang paling penting adalah memiliki kepedulian dan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Sayangnya, mayoritas mahasiswa tidak tertarik terhadap mata kuliah PKn dikarenakan muatan materi yang dianggap terlalu normatif dan juga metode pengajaran yang tidak menarik[p1] . Salah satu tujuan penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran obyektif efektifitas pembelajaran role playing pada mata kuliah kewarganegaraan. Obyek penelitian ini adalah mahasiswa Tingkat III Program Studi PPKN Universitas Nusantara PGRI Kediri. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas,[p2]  dengan jenis deskriptif kualitatif. Diskusi hasil role playing yang dilakukan menggambarkan tingkat pemahaman mahasiswa menjadi lebih baik. Sehingga hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan strategi role playing efektif untk dilakukan pada mata kuliah Kewarganegaraan. [p1]Di bawah di sebutkan menggunakan metode konvensional, lebih baik jika konsisten dalam mengunakan kata “tidak menarik atau konvensional”  [p2]Dilaksanakan dalam berapa siklus, sebutkan dengan jelas beserta hasilnya tiap siklus sehingga diketahui ke efektifanya setau saya sebuah peneilitan dgn bentuk PTK/ Class rom Action Research terdiri dari siklus-siklus, yang tiap siklus terdiri dari beberapa tahap dan di akiri refleksi, jika mungkin menggunakan bentuk PTK yang lain selain yang saya pahami, bisa di sertakan sumbger referensinya agar dapat menjadi rujukan penleitian lain. <w:LsdExc
Pengembangan Media Pembelajaran Anti Radikalisme untuk Siswa SMP di Kota Kediri melalui Media Komik Yunita Dwi Pristiani; Siska Nurazizah Lestari
Proceedings of The ICECRS Vol 2 No 1 (2019): Literacy based Character and Professionalism Enhancement for Educators in Facing
Publisher : International Consortium of Education and Culture Research Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.237 KB) | DOI: 10.21070/picecrs.v2i1.2419

Abstract

Religious radicalism lately become talks in the national levels. Radicalism and Terrorism movement generally done by young people (Children), even students who are still in junior high school.This phenomenon make us, as parents and educators concerned, at once want to try hard prevent it. This study uses research and development approach, with research media education development developed by Borg and Gall. The purpose of this research is developing anti-radicalism learning media for PPKn Learning in Junior High School through comic media. The urgency of this research is to add references for PPKn teachers, in the use of learning media, especially in preventing radicalism, and inculcate correct understanding of religious, having state and prevent wrong understanding about state understanding.
PENANAMAN KEMANDIRIAN ANAK 5-6 TAHUN (Studi di Taman Kanak-Kanak Pranggang II, Kediri) Veny Iswantiningtyas; Widi Wulansari; Rosa Imani Khan; Yunita Dwi Pristiani; Nursalim Nursalim
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v5i2.1828

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mendeskripsikan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah untuk menanamkan kemandirian pada anak. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B, kepala sekolah dan guru. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Analisa data menggunakan model Miles dan Huberman yang memiliki tahapan reduski data, display data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian tampak bahwa indikator penanaman kemandirian anak di sekolah yang dilakukan oleh guru juga  sudah tercapai. Hal tersebut terwujud dalam aktivitas yang dilakukan anak-anak ketika belajar di sekolah: 1) anak mampu mengerjakan tugasnya sendiri, 2) anak dapat merawat barang yang dipinjamnya kemudian mengembalikannya pada tempatnya, 3) ketika makan anak terlihat langsung mengambil bekal makanannya sendiri, mereka makan sendiri dan memasukkan wadah makannya pada tas masing-masing tanpa bantuan guru. Dapat disimpulkan bahwa indikator kemandirian anak telah tercapai yakni anak mampu mengerjakan tugas di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya sendiri untuk dikerjakan sampai selesai. Penanaman kemandirian anak di sekolah melalui metode pembiasaan mampu membuat anak untuk berperilaku mandiri tanpa bantuan orang lain. Diharapkan sekolah dapat melakukan kerja sama dengan orangtua untuk menanamkan kemandirian dengan melakukan berbagai kegiatan yang telah di ajarkan di sekolah.
STRENGTHENING STUDENT CITIZENSHIP CHARACTER USING PROBLEM-BASED LEARNING MODELS IN THE COVID-19 ERA Muhammad Akbar Hajuan; Yunita Dwi Pristiani; Agus Widodo; Wikan Sasmita
Sosiohumaniora Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v25i2.37557

Abstract

ABSTRACTEducation is one of the sectors that has felt the most impact from the Covid 19 pandemic. The policy of prohibiting face-to-face learning is a challenge in the education system in Indonesia. Learning which includes cognitive, affective, and psychomotor aspects is not yet optimal and efficient if distance learning is implemented. This is certainly a challenge in itself to be able to pass and carry out various aspects of online learning optimally. One of the successes in the learning process lies in the use of strategies, methods, and learning models. Problem-based learning is a learning model that is proven to be able to improve students' critical thinking skills in solving a problem as strengthening the character of citizenship. This study used the Classroom Action Research method (classroom action research) which involved 36 students of Electronics Engineering, Yogyakarta State University. Data collection was carried out by observation and interview techniques. Data analysis used the Miles & Huberman analysis technique which included data reduction, descriptive presentation, and conclusion. The results of this study indicate that students still have good socio-cultural values, such as mutual respect and respect and have a high awareness of mutual cooperation so that they can recognize new learning phenomena. Have the ability to recognize the values of civic education and online learning culture. Learning Citizenship Education through the Problem-Based Learning Model in Strengthening Citizenship character can strengthen the insights of students who have good character, from the data obtained in the field during the learning process which is categorized as quite good even though it does not always run smoothly in every meeting. This is because problem-based learning is a learning model that moves students' critical thinking characters vary greatly in the implementation of online learning.Keywords: problem-based learning models; citizenship character; COVID-19
Nilai-Nilai Pendidikan Moral Dalam Film Genre Horor: KKN di Desa Penari Pratama, Ricky Widia; Nursalim, Nursalim; Pristiani, Yunita Dwi; Sasmita, Wikan
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i4.6017

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan moral dalam film. Dengan solusi permasalahan di dunia pendidikan, yaitu krisis moral generasi bangsa empat tahun lalu, sehingga dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila sebagai solusi melalui Film Genre Horor: KKN di Desa Penari mampu memberikan nilai-nilai pendidikan moral bagi generasi muda. Subjek penelitian ini meliputi 2 versi film KKN di Desa Penari (versi uncut dan versi luwih dowo luwih medeni), novel KKN di Desa Penari karya simpleman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret s.d. Juli 2023 dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara. Menggunakan teknik analisis content analysis dan semiotical analysis guna mendeskripsikan pesan yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan moral. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai aspek pendidikan moral sebagai bentuk lain dari Pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran transfer of knowledge dan transfer of value dengan faktor-faktor penentunya  adalah: 1) Religius; 2) Jujur; 3) Toleransi; 4) Kerja Keras; 5) Mandiri; 6) Rasa Ingin Tahu; 7) Menghargai Prestasi; 8) Ramah; 9) Cinta Damai; 10) Kepedulian Sosial; dan 11) Tanggungjawab. Sehingga implementasi nilai pendidikan moral dapat pengembangan lebih lanjut dalam pemahaman pengaruh genre horor, pemanfaatan film sebagai alat pendidikan moral, dan integrasi film dalam pendidikan formal
PENGEMBANGAN POTENSI GURU MGMP PPKn SMP KOTA KEDIRI DALAM PEMBUATAN MODUL AJAR Sasmita, Wikan; Nursalim, Nursalim; Widodo, Agus; Anyastuti, Etty; Suratman, Suratman; Pristiani, Yunita Dwi; Wiranata, Irawan Hadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 1 No 4 (2023): JPMI Desember 2023
Publisher : CV Bayfa Cendekia Indonesia Bekerjasama dengan Jurusan/Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jpmi.v1i4.55

Abstract

The development of the potential of MGMP PPKn SMP Kediri teachers is accompanied by the development of the era of disruption, this era will require teachers to innovate in the independent curriculum, especially in making teaching modules. The increasingly severe challenges must improve competence in learning. Through teacher potential development activities carried out by PPKn FKIP UNP Kediri lecturers through service to the community with harpan can improve competence in making teaching modules. This study is to describe and analyze the impact of developing the potential of MGMP PPKn SMP Kediri teachers in making teaching modules. Qualitative approach with the type of case study on MGMP PPKn SMP Kediri city teachers. The process of collecting interview data, observation, documentation. Analysis techniques with conclusions. Validity checking with extended presence of researchers and triangulation. The results show an increase in competency in making teaching modules.
Pengembangan Kotak Dolananku Untuk Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Gotong Royong Dan Kreatif Pada Anak Iswantiningtyas, Veny; Wulansari, Widi; Khan, Rosa Imani; Pristiani, Yunita Dwi; Nursalim, Nursalim; Sofwina, Yolanda Titis
Efektor Vol 10 No 1 (2023): Efektor Vol.10 No.1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v10i1.19594

Abstract

The life of the Indonesian people is very closely related to the character values of mutual cooperation and creativity. Instilling the values ​​of character education in children is of course very important, in this case the teacher as an educator who incidentally is in the school environment. In addition to having teaching duties, teachers also have an obligation to instill character education values ​​in children. Basically children learn through play, learning activities through play which are carried out to instill the values ​​of mutual cooperation and creative character education can use a game, namely My Dolanan Box. By playing My Dolananan Box, it can arouse children's interest and interest in learning.The purpose of this study was to produce a dolananku box game so that it can be used by Kindergarten teachers in learning activities that can instill the values ​​of mutual cooperation and creative character education in children. This research method uses the Borg & Gall development model. The results of this study are the product of the dolananku box game as a learning innovation to strengthen the value of the character of mutual cooperation and creativity. From the results of qualitative and quantitative descriptive analysis the results of the research show that: 1) My Dolanan box is suitable for use as a game to instill the values ​​of mutual cooperation and creative character education in children, 2) My Dolananan box can be used by the teacher as an efficient and interesting game to instill the values ​​of mutual cooperation and creative character education in children. For future researchers, it is expected to perfect the products produced both from media criteria, material content, playing activities. The results of this study in general can be concluded that the Dolananku box can be used by kindergarten teachers as a game to instill the values ​​of mutual cooperation and creative character education in children.
Faktor Penyebab Keterlambatan Siswa dalam Melanjutkan Pendidikan Tinggi di Kota Sorong Agustin, Talita Tri; Widodo, Agus; Andyastuti, Etty; Hidayat, Rahmat; Pristiani, Yunita Dwi; Hajuan, Muhammad Akbar
Efektor Vol 11 No 1 (2024): Efektor Vol.11 No.1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v11i1.22538

Abstract

This research aims to understand the factors causing students to experience delays in pursuing higher education in Sorong. The research method is a descriptive qualitative approach, collecting data through observation, interviews, questionnaires, data analysis, and documentation. In the Klabim Sub-District of Sorong City, the community's understanding of the importance of education is still limited. However, some hope their children can continue their education to a higher level, despite some obstacles. The results of this study reveal several factors influencing students' delays in pursuing higher education, both internal and external factors. Internal factors include a lack of motivation and interest among students, as well as their tendency to choose work over continuing to college. Meanwhile, external factors include economic issues, lack of social support, increasing rates of early marriage, and traditional marriage practices without official registration. The government has attempted to address these issues through scholarship programs for Papuan students, but implementation has not yet been optimal in achieving the desired targets.
A Upaya Pengenalan Kebudayaan Sumatera Utara Melalui PMM3 Pada Mata Kuliah Modul Nusantara di Universitas HKBP Nommensen Medan Fransiska, Rela Melda; Pristiani, Yunita Dwi; Simarmata, Rina Octavia; Nursalim, Nursalim; Suratman, Suratman; Sasmita, Wikan
Efektor Vol 11 No 1 (2024): Efektor Vol.11 No.1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v11i1.22539

Abstract

Indonesia has various tribes and cultures, from Sabang to Merauke. Culture in Indonesia is known as a view of values ​​in social life. North Sumatra is one of the provinces in Indonesia which is famous for its cultural diversity among the 38 provinces in the country. This research aims to determine efforts to introduce culture in the province of North Sumatra through the PMM3 program in the Archipelago course at HKBP Nommensen University, Medan. This research is a type of qualitative research. Introduction to Culture for PMM3 students in 3 ways: education, religion and culture. Introduction efforts were made through learning, visiting the Maytreya monastery, enjoying the Sigale-gale dance performance, and visiting the Ulos village. Based on the research results, it is known that PMM3 students have additional knowledge and insight into culture in the province of North Sumatra obtained from experience and learning the Nusantara module.