Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Moral Dalam Film Genre Horor: KKN di Desa Penari Pratama, Ricky Widia; Nursalim, Nursalim; Pristiani, Yunita Dwi; Sasmita, Wikan
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i4.6017

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan moral dalam film. Dengan solusi permasalahan di dunia pendidikan, yaitu krisis moral generasi bangsa empat tahun lalu, sehingga dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila sebagai solusi melalui Film Genre Horor: KKN di Desa Penari mampu memberikan nilai-nilai pendidikan moral bagi generasi muda. Subjek penelitian ini meliputi 2 versi film KKN di Desa Penari (versi uncut dan versi luwih dowo luwih medeni), novel KKN di Desa Penari karya simpleman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret s.d. Juli 2023 dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara. Menggunakan teknik analisis content analysis dan semiotical analysis guna mendeskripsikan pesan yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan moral. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai aspek pendidikan moral sebagai bentuk lain dari Pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran transfer of knowledge dan transfer of value dengan faktor-faktor penentunya  adalah: 1) Religius; 2) Jujur; 3) Toleransi; 4) Kerja Keras; 5) Mandiri; 6) Rasa Ingin Tahu; 7) Menghargai Prestasi; 8) Ramah; 9) Cinta Damai; 10) Kepedulian Sosial; dan 11) Tanggungjawab. Sehingga implementasi nilai pendidikan moral dapat pengembangan lebih lanjut dalam pemahaman pengaruh genre horor, pemanfaatan film sebagai alat pendidikan moral, dan integrasi film dalam pendidikan formal
NILAI KARAKTER BERSUMBER DARI PANCASILA DENGAN PENDEKATAN EMPATI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sasmita, Wikan; Suratman, Suratman; Widodo, Agus; Andyastuti, Etty; Nursalim, Nursalim; Pristiani, Yunita Dwi; Wiranata, Irawan Hadi; Fauziah, Hamidah Ulfa; Riswandi, Fitta Nurisma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 4 (2024): JPMI Desember 2024
Publisher : CV Bayfa Cendekia Indonesia Bekerjasama dengan Jurusan/Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jpmi.v2i4.190

Abstract

Character values sourced from Pancasila with an empathetic approach to elementary school students aim to provide socialization and knowledge as well as its implementation in life in elementary schools, because character values such as religious values, family values, harmony values, populist values, and justice values are important to make Indonesian people have Pancasila character. The method used is a qualitative approach with a type of case study at State Elementary School 3 Kandat, Kediri Regency. The process of collecting data on interviews, observations, and documentation. Analysis technique with conclusions. Validity checks with the presence of researchers and expanded triangulation. The results of the study showed that the increase in changes in attitude patterns and better character of students about character values sourced from Pancasila with an empathetic approach for elementary school students consisted of: 1) religious values (divine values), 2) family values (human values), 3) harmony values (unity values), 4) populist values, 5) justice values. This starts from class VI which will later provide a good example of implementation to classes V and IV.
Unveiling the Value of Pancasila Learning in Early Childhood: The Garuda Bird Puzzle Game Approach Nursalim; Widodo, Agus; Pristiani, Yunita Dwi; Iswantiningtyas, Veny; Karisma, Dwi Yogi
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2024.94-11

Abstract

The cultivation of Pancasila values in early childhood is essential for shaping individuals with a strong national identity. However, current methods for instilling these values remain suboptimal. This study investigates the effectiveness of the Garuda Pancasila puzzle game in enhancing the internalization of Pancasila values among early childhood learners. Using a quasi-experimental nonequivalent control group design, the study involved 77 children aged 5–6 years from Perwanida I Kindergarten, Kediri City. Data were collected using observation sheets structured around the five fundamental values of Pancasila: (1) Belief in One God, (2) Just and Civilized Humanity, (3) Unity of Indonesia, (4) Democracy Led by Wisdom in Representative Deliberation, and (5) Social Justice for All Indonesians. The research instrument comprised 18 items rated on a binary scale (1 or 0). The findings indicate a significant improvement in the internalization of Pancasila values in the experimental group (mean score: 9.60) compared to the control group (mean score: 7.88) after implementing the Garuda puzzle game. The independent t-test results (t = -2.068, p = 0.042) confirm a statistically significant difference, underscoring the effectiveness of the game-based intervention. Additionally, children in the experimental group exhibited greater engagement, active participation, and improved social interactions, reinforcing both cognitive and socio-emotional development. The structured yet flexible nature of the game facilitated hands-on learning, enabling children to explore ethical reasoning and collaborative problem-solving. These results highlight the potential of play-based learning strategies in character education. The study recommends integrating culturally relevant games into early childhood curricula to strengthen civic awareness and national identity. Future research should examine longitudinal effects and explore the integration of digital puzzle games to assess long-term value internalization and broader scalability in diverse educational settings.
Pengembangan Nilai Pendidikan Karakter Berbasis Profil Pelajar Pancasila Melalui Permainan Kotak Dolananku Pada Anak Iswantiningtyas, Veny; Widi Wulansari; Rosa Imani Khan; Yunita Dwi Pristiani; Nursalim; Yolanda Titis Sofwina
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v11i3.61628

Abstract

The child's attitude of not wanting to cooperate with friends to play together and the lack of group activities causes the child's cooperative character values less developed, resulting in an attitude of not caring about friends. Instilling the value of character education plays a vital role in supporting the Pancasila student profile program. This research explores the role of the Dolananku box game in strengthening the character values of cooperation and creativity based on the Pancasila student profile in early childhood. The type of research used is quasi-experimental. The research subjects were 62 children aged 5-6 years. Data collection techniques use tests and observations, while data analysis techniques use the Wilcoxon and Independent t-test. The research results show that applying the Dolananku box game has significantly strengthened children's cooperative and creative character values. The research concludes that there is an increase in the strengthening of cooperation and creative character values after being taught using the Dolananku box game compared to the abilities of children who were not given the Dolananku box game. The research implies a change in the value of cooperation, shown in the behavior of working together to assemble blocks into a work, and children can string beads.
Komik Digital Sebagai Salah Satu Alternatif Pembelajaran Anti Paham Radikalisme Untuk Siswa SMP Di Kediri Pristiani, Yunita Dwi; Lestari, Siska Nurazizah
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2061.042 KB) | DOI: 10.29407/pn.v5i1.13545

Abstract

Radikalisme agama dewasa ini menjadi ancaman nyata yang bertumbuh dengan pesat di masyarakat, utamanya di kalangan remaja khususnya siswa-siswa sekolah yang masih sangat mudah untuk terpengaruh oleh faham-faham yang tidak benar dalam beragama. Kediri sebagai wilayah yang bidang pendidikannya semakin mengalami kemajuan, siswa-siswanyapun tidak luput dari bahaya laten radikalisme agama. Hal ini juga telah disampaikan oleh Kepala Binmas Polres Kediri Kota dalam beberapa seminar mengenai ancaman bahaya radikalisme di kalangan remaja di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran anti paham radikalisme untuk pembelajaran PPKn pada Siswa SMP melalui media komik digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development), dengan media penelitian pengembangan pendidikan yang dikembangkan oleh Borg and Gall. Hasil penelitian ini adalah; 1) telah dikembangkan media pembelajaran anti faham radikalisme dalam pembelajaran PPKn berupa komik digital; 2) kelayakan media pembelajaran anti faham radikalisme dalam bentuk komik digital yang telah dikembangkan adalah sangat layak; 3) hasil respon peserta didik terhadap media pembelajaran komik digital menunjukkan adanya peningkatan antusias dalam kegiatan pembelajaran PPKn.
Literasi Hukum Perkawinan untuk Mencapai Keluarga Bahagia pada Orang Tua Wali Murid Sekolah Dasar Sasmita, Wikan; Andyastuti, Etty; Muanam, Mohamad Khoirul; Widodo, Agus; Nursalim, Nursalim; Suratman, Suratman; Pristiani, Yunita Dwi; Suyoto, Suyoto; Wiranata, Irawan Hadi; Hajuan, Muhammad Akbar; Ulfa, Hamidah; Ramayani, Anita Wahyu
Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendidikan Dasar Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dedikasi.v3i2.22057

Abstract

Permasalahan keluarga menjadi hal yang menrik untuk diteliti terutama jika dikaitkan dengan prestsi akdemik siswa, siswa dalam keluarga yang harmonis dan bahagia serta nyaman dapat menigkatkan preatasi akademik disekolahnya. Penelitian ini meruapakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui literasi hukum perkawinan untuk mencapai keluarga bahagia dengan harapan prestasi siswa meningkat. Hasil penelitian ini menunjukkan Literasi hukum perkawinan diperoleh klasifikasi baik dengan jumlah 24 orang responden sebesar 51%. Sedangkan kebahagiaan keluarga diperoleh klasifikasi sangat baik dengan jumlah 20 responden sebesar 43%. Hal ini dapat kita simpulkan bahwa literasi hukum perkawian pada orang tua wali murid sekolah dasar dalam kategori baik. Jika dilihat dari prestasi maka anak anak mereka juga memperoleh prestsi yang baik disekolahnya. Kemudian dari kebahagiaan keluarga dapat kita simpulkan bawa kebahagiaan keluarga dalam kategori sangat baik jika di lihat dari prestasi maka anak-anak mereka juga memperoleh prestasi yang baik pula. Rekomendasi bagi semua pihak dalam mendidik diperluakan literasi hukum perkawianan dan keluarga bahagia menjadikan siswa nyaman didalam keluarganya maka akan mudah membuat siswa berprestasi.
THE REPRESENTATION OF KEJAWEN VALUES IN THE SPATIAL ARRANGEMENT OF THE ALUN-ALUN: A COMPARATIVE STUDY OF THE ALUN-ALUN IN NGANJUK AND BLITAR Bagus Amirul Mukmin; Wiratama, Nara Setya; Yunita Dwi Pristiani
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53701

Abstract

Alun-alun kota dalam tata ruang tradisional Jawa merepresentasikan nilai-nilai Kejawen, seperti keseimbangan kosmis, harmoni sosial, dan hubungan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta membandingkan representasi nilai-nilai Kejawen dalam tata ruang Alun-Alun Nganjuk dan Blitar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses analisis data dimulai dengan pengelompokan data, kemudian dilakukan perbandingan antara kedua alun-alun. Hasil analisis ini diinterpretasikan untuk memahami nilai-nilai Kejawen tetap terjaga atau mengalami perubahan. Analisis menggunakan pendekatan triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alun-Alun Blitar masih mempertahankan elemen tradisional seperti tanah lapang, pohon beringin, dan hubungan spasial sakral. Sementara itu, Alun-Alun Nganjuk telah dimodernisasi sebagai taman kota, namun simbolisme Kejawen tetap terjaga melalui kedekatannya dengan Kantor Bupati, masjid, pusat pemerintahan, sekolah, lembaga pemasyarakatan, dan pusat perbelanjaan. Simpulan menunjukkan bahwa meskipun terjadi transformasi ruang akibat modernisasi, nilai-nilai Kejawen tetap terwakili dalam tata ruang kedua alun-alun.
Pendidikan Wawasan Kebangsaan di Pondok Pesantren Lirboyo dalam Upaya Menangkal Radikalisme Mahfud, Sahal; Pristiani, Yunita Dwi; Suratman
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/pn.v7i2.18493

Abstract

The rise of cases of terrorism and radicalism in the name of Islam in Indonesia is certainly an impetus for all Islamic boarding schools to organize national insight education. The purpose of this study was to determine the understanding of the residents of the Lirboyo Islamic boarding school towards radicalism and national insight education taught at the Lirboyo Islamic boarding school in Kediri. This study uses a qualitative descriptive research method with the subject of Pondok Pesantren Lirboyo Kediri City. This research was carried out by conducting direct observations and interviews with the Management, Mustahik and Santri based on a natural background. The results of this study concluded that the understanding of the residents of the Lirboyo Islamic boarding school to the ideology and actions of radicalism is an ideology and action that deviates and is contrary to the nature of Islam, the nation and state of Indonesia. National Insight Education taught at Lirboyo Islamic Boarding School is through the National Fiqh Takhosus program which is devoted to the Ma'had Aly level and through moral learning. This is intended to be a provision for students and alumni when they return to the community, so that they are able to bring a cool, calm and nationalist spirit to society, and can instill a religious character and spirit, instill the same nature of purpose in seeking knowledge, instill a sense of solidarity, justice, cooperation, and the nature of a sense of loyalty to the agreement (responsibility) and teach simplicity which is a form of fortitude to the wider community.
Badan Usaha Milik Desa Sanankulon Melek Administrasi Dan Melek It Untuk Menumbuhkan Dan Mengembangkan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Sanankulon Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar: Perbaikan Manajemen Pengelolaan BUMDes Sanankulon dalam Bidang Administrasi dan IT Pristiani, Yunita Dwi; Suratman, Suratman
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.588 KB) | DOI: 10.29407/ja.v1i2.11743

Abstract

The development of BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) become one of superior program of Republic Indonesia Government now days. However in many territories BUMDes Activities almost vacuum. There are caused by many reasons. One of them is BUMDes Sanan Kulon, Sanankulon Subdistrict, Blitar Regency as the miter in devotion program that also have same obstructions in its managerial. That are also caused by the badness of the managerial and the human resources that less of trained. This Community Partnership Program is aimed to give training for the managers of BUMDes Sanankulon, along with its members, as well as village officials, mainly village operator, village treasurer, and village secretary. The method used in this Community Partnership Program is provide training with simulation methods. Where the trainees directly practice (simulate) what is taught by the trainer. With this method, trainees will not find many obstacles in the field. The training materials provided in this training are IT training (ie the operation of MS Office), and administrative training among other forms of training making of invitation letter, letter of cooperation request (proposal), letter of agreement, guest book, daily cash book, ledger, and preparation of accountability report. Advanced material provided after the completion of IT and administration training is the creative economic training provided by CUG Pawartaku's manager as a partner of this Community Partnership Program. Based on the evaluation, there is generally a drastic increase in the knowledge and skills of trainees in IT and administration. BUMDes management insight is also widespread, from those who only knew that the sector that can be run by BUMDes is a saving and loan business, developing towards the development of creative economy and UMKM.
THE REPRESENTATION OF KEJAWEN VALUES IN THE SPATIAL ARRANGEMENT OF THE ALUN-ALUN: A COMPARATIVE STUDY OF THE ALUN-ALUN IN NGANJUK AND BLITAR Nara Setya Wiratama; Bagus Amirul Mukmin; Yunita Dwi Pristiani
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-alun kota dalam tata ruang tradisional Jawa merepresentasikan nilai-nilai Kejawen, seperti keseimbangan kosmis, harmoni sosial, dan hubungan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta membandingkan representasi nilai-nilai Kejawen dalam tata ruang Alun-Alun Nganjuk dan Blitar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses analisis data dimulai dengan pengelompokan data, kemudian dilakukan perbandingan antara kedua alun-alun. Hasil analisis ini diinterpretasikan untuk memahami nilai-nilai Kejawen tetap terjaga atau mengalami perubahan. Analisis menggunakan pendekatan triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alun-Alun Blitar masih mempertahankan elemen tradisional seperti tanah lapang, pohon beringin, dan hubungan spasial sakral. Sementara itu, Alun-Alun Nganjuk telah dimodernisasi sebagai taman kota, namun simbolisme Kejawen tetap terjaga melalui kedekatannya dengan Kantor Bupati, masjid, pusat pemerintahan, sekolah, lembaga pemasyarakatan, dan pusat perbelanjaan. Simpulan menunjukkan bahwa meskipun terjadi transformasi ruang akibat modernisasi, nilai-nilai Kejawen tetap terwakili dalam tata ruang kedua alun-alun.