p-Index From 2021 - 2026
6.546
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humanis : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Journal of Development Research Madaniyah: Terciptanya Insan Akademis Berkualitas Dan Berakhlak Mulia DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora DHARMASMRTI: Jurnal Pascasarjana UNHI Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia: Media komunikasi penelitian dan pengembangan pendidikan islam Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan Berajah Journal SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Studi Pesantren World Psychology Murabby: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Lektur Keagamaan Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Jurnal Ilmu Pendidikan Nasional Science and Education Journal Ar-Rusyd: Jurnal Pendidikan Agama Islam Sinergi International Journal of Islamic Studies Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat STIT Tanggamus Jurnal Kajian & Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (JGSB) Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah Eduprof MEKOMDA Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam International Journal of Educatio Elementaria and Psychologia PESOLAH: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Al Ilmu Khazanah: Journal of Islamic Education and Science Prophetik : Jurnal Kajian Keislaman International Journal of Educational Narratives
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pengelolaan Kelas Oleh Guru Terhadap Minat Belajar Anak Usia 4-5 Tahun Zaini Mahtumil Abidah; Rina Insani Setyowati; Arif Muzayin Shofwan
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.475

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar anak usia 4-5 tahun di TK Al Hidayah Satreyan 02, yang berkaitan dengan strategi pengelolaan kelas yang diterapkan guru. Observasi menunjukkan sebagian siswa masih kurangaktif dan tidak nyaman mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pengelolaan kelas yang dilakukan guru dan mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.  Informan penelitian merupakan wali kelas kelompok A. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman (reduksi, penyajian, dan verifikasi data). Hasil penelitian menunjukkan guru menerapkan strategi pengelolaan kelas berupa penciptaan suasana kelas yang hangat dengan guru antusias, variasi kegiatan pembelajaran yang menarik, penyusunan rencana cadangan ketika situasi berubah, serta penerapan disiplin positif melalui pujian dan aturan bersama. Pelaksanaan strategi tersebut membuat siswa lebih berani berekspresi dan aktif berpartisipasi, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri mereka dalam belajar. Faktor pendukung strategi ini meliputi ketersediaan sarana prasarana yang memadai, dukungan keluarga (wali murid), serta kompetensi guru. Hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sarana prasarana sekolah dan variasi karakter siswa yang berbeda-beda. Kesimpulannya, strategi pengelolaan kelas yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan anak dapat meningkatkan minat belajar siswa. Keberhasilan implementasi strategi tersebut sangat bergantung pada kesiapan guru dalam merancang pembelajaran, kondisi lingkungan belajar yang kondusif, serta dukungan orang tua.
SOSIALISASI HISTORI PONDOK PESANTREN BREBESMILI PADA JAMAAH SEMA’AN AL-QURAN DESA PURWOKERTO BLITAR Arif Muzayin Shofwan
Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat STIT Tanggamus
Publisher : P3M STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam pertama di nusantara. Pada tahun 1820 terdapat Pondok Pesantren Brebesmili yang merupakan pesantren terbesar era ‘Kabupaten’ Srengat, berada di tepi Sungai Brantas. Kemudian pada era pasca Perang Jawa berakhir tanggal 28 Maret 1830, pesantren tersebut dibanjiri arus migrasi para tokoh laskar Pangeran Diponegoro. Tulisan ini mengupas pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi histori Pondok Pesantren Brebesmili pada Jama’ah Sema’an Al-Quran dan Dzikrul Fatihin di Makam Auliya Mbrebesmili Santren Purwokerto, Srengat, Blitar. Ada dua metode yang digunakan dalam pengabdian ini, yaitu metode ceramah dan metode tanya jawab. Pengabdian berupa sosialisasi tentang histori Pondok Pesantren Brebesmili Bedali berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan. Setelah selesai pengabdian, terdapat sebuah harapan dari Jama’ah Sema’an Al-Qur’an dan Dzikrul Fatihin Makam Auliya Mbrebesmili Santren agar nantinya pesantren yang dahulu pernah mengalami kejayaan bisa bangkit kembali berkat dari adanya kegiatan sosialisasi tersebut.
Beragam Metode Pembelajaran Dalam Pendidikan Multikultural Arif Muzayin Shofwan; Fuad Ngainul Yaqin
Jurnal Ilmu Pendidikan Nasional (JIPNAS) Vol. 4 No. 1 (2026): JIPNAS - April
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jipnas.v4i1.654

Abstract

Keberhasilan dalam pembelajaran tergantung pada metode yang digunakan. Penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan ini membahas beragam metode pembelajaran pendidikan multikultural. Teknik analisanya menggunakan analisis isi dengan memilah-milah data yang sesuai dengan fokus penelitian. Tulisan ini menghasilkan kesimpulan bahwa metode untuk mengintegrasikan materi pembelajaran pendidikan multikultural, antara lain: (1) motode kontribusi  diimplementasikan pada peserta didik TK dan SD kelas bawah (I, II, III); (2) metode aditif diimplementasikan pada peserta didik SD kelas atas (IV, V, VI) dan SMP yang sudah mulai mampu memahami makna; (3) metode transformasi diimplementasikan dalam melihat konsep, isu, tema, dan problem dari beberapa perspektif dan sudut pandang etnis; (4) metode aksi sosial diimplementasikan untuk peserta didik dalam melakukan kritik sosial, membuat keputusan, memperoleh pendidikan politis, menjadikan peserta didik reflektif dan partisipan terlatih dalam perubahan sosial. Selain itu, ada beberapa metode pembelajaran yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan multikultural, antara lain: metode pembiasaan, metode keteladanan, metode pemberian ganjaran, metode pemberian hukuman, metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, dan lain sebagainya. Seorang guru hendaknya memilih metode pembelajaran yang sesuai agar tujuan pembelajaran bisa berjalan maksimal.
Synergy of Geological Science and Quranic Literacy in Developing a Disaster Mitigation Curriculum Based on Religious Values Arif Muzayin Shofwan; Muhammad Yani; Endah Prapti Lestari
Khazanah: Journal of Islamic Education and Science Vol. 1 No. 2 (2025): Khazanah: Journal of Islamic Education and Science
Publisher : Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/khazanah.v1i2.869

Abstract

This study was motivated by the increasing risk of geological disasters in Indonesia and the lack of systematic integration between geological science and Qur’anic literacy within value-based disaster mitigation curricula. This gap indicated the need for curriculum reconstruction that not only emphasized scientific and cognitive dimensions but also incorporated values and character formation. The study aimed to analyze the conceptual needs and to construct a disaster mitigation curriculum model based on the synergy between geological science and Qur’anic literacy. A descriptive qualitative approach with a systematic meta-analysis design was employed, examining scholarly publications from 2017 to 2025 retrieved from reputable academic databases. Data were analyzed using content analysis and thematic analysis to synthesize patterns of integration identified in the literature. The findings revealed that the integration of science and religious values in disaster mitigation education remained partial and had not yet been formulated into an operational curriculum model. This study produced an integrative conceptual model that combined epistemological foundations, curriculum structure, and character-oriented mitigation outcomes, contributing theoretically to interdisciplinary curriculum development and practically to value based disaster education.
PERADABAN BANGSA ARAB SEBELUM ISLAM: STUDI MAKKAH DAN MADINAH Arif Muzayin Shofwan
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.12470

Abstract

Bangsa Arab sebelum Islam memiliki peradaban tersendiri. Penelitian deskriptif-kualitatif dengan studi kepustakaan ini menggali tentang peradaban Makkah dan Madinah sebelum Islam. Teknik analisa datanya menggunakan konten analisis dengan memilah data yang sesuai dengan fokus penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa Makkah pra Islam terdapat bukit Qaf yang dikenal sebagai tempat media antara manusia dengan alam gaib. Masyarakatnya menyembah berhala, seperti: patung Shanam, Wathan, dan Nushub. Begitu pula, ada tiga berhala yang mereka yakini sebagai anak Tuhan, antara lain: Al-Latta, Al-Uzza, Manat, Wadda, Yaghuts, Ya’uq,  Nasr, dan Su’a. Masyarakat juga menyembah malaikat, jin, ruh, dan semacamnya. Adapun Madinah pra Islam dinamakan Yastrib dan nama Madinah merupakan pemberian Nabi Muhammad SAW. Madinah pra Islam memiliki tiga fase peradaban, antara lain: Yatrsib, Dinasti Amalekit, kaum Yahudi, suku Arab dari Yaman. Keyakinan masyarakat Madinah pra Islam adalah percaya agama nenek moyang dan menyembah berhala. Perbedaan keduanya, jika masyarakat Makkah cenderung fanatik pada keyakinannya, maka masyarakat Madinah tidak sedemikian fanatik dan meyakini datangnya Nabi Muhammad SAW.
STUDI BULAN ASADHA TENTANG KEPEDULIAN AJARAN AGAMA BUDDHA TERHADAP KEBAHAGIAAN SEMUA MAKHLUK HIDUP Arif Muzayin Shofwan
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 18 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i1.10644

Abstract

In the month of Asadha, the Buddha first gave a lecture to his followers which contained concern for the happiness of all living beings, both visible and invisible. This qualitative research using a literature study will examine the concept of concern from Buddhist teachings for the happiness of all living creatures. The data analysis technique uses content analysis by sorting things according to the focus and objectives of the research. This research produced the following findings. First, the commemoration of the holy month of Asadha teaches Buddhists the importance of understanding the nature of human life and its purpose. With his concern, the Buddha explained the Four Noble Truths, namely: (1) the truth of suffering; (2) the truth of the origin of suffering; (3) the truth of the cessation of suffering; and (4) the truth of the path leading to the cessation of suffering. Second, the commemoration of the holy month of Asadha teaches Buddhists the importance of the path to the cessation of suffering which is usually called the "Noble Eightfold Path" or "Middle Path", namely a path that Buddhists must take to lead to the cessation of suffering and obtain unlimited happiness and enlightenment.
Mengkaji Tentang Tujuh Konsep Kekayaan Mulia dalam Ajaran Agama Buddha Arif Muzayin Shofwan
Kajian dan Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (Jinarakkhita Review & Studies: Journal of Buddhayana Spirit Movement) Vol 4 No 1 (2026): JGSB Oktober-April 2026
Publisher : LPPM STIAB JINARAKKHITA LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60046/jgsb.v4i1.206

Abstract

Buddhism has seven noble concepts of wealth that can lead its followers to true happiness. However, these seven noble riches are not only in the form of material or abundant possessions. This qualitative research using literature study will examine the seven noble riches in Buddhism. The data analysis technique uses content analysis by sorting things according to the focus and objectives of the research. This research resulted in the following findings of seven noble riches in Buddhism: (1) saddhā, namely belief in the Tiratana, namely Buddha, Dhamma and Sangha; (2) sīla, namely the signs of an action leading to liberation (nibbana); (3) hiri, namely being ashamed of doing evil things such as killing, stealing, committing immoral acts, lying, slandering, speaking harshly, speaking uselessly, and others; (4) ottapa, namely feeling horrified and afraid of the consequences of committing evil acts; (5) bāhusacca, namely remembering a lot of dhamma and understanding many useful things; (6) cāga, namely being willing to let go, abandon and share things with people who need them; and (7) paññā, namely wisdom resulting from experience, reasoning, and knowledge. Even though a person is poor in possessions or material things, if he has these seven noble riches, then he can be said to be a truly rich person.
THE EFFECT OF FAMILY COUNSELING SERVICES ON THE RELATIONSHIP BETWEEN PARENTS AND PROBLEMATIC ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Sisilia Prima Yanuaria Buka; Rashid Rahman; Faisal Razak; Arif Muzayin Shofwan
International Journal of Educatio Elementaria and Psychologia Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijeep.v2i2.1882

Abstract

Family dynamics play a crucial role in shaping children's behavior and academic success. Conflicts between parents and children can disrupt these dynamics, particularly for elementary school students with behavioral challenges. This study examines the effect of family counseling services on improving the relationship between parents and problematic elementary school students. The research aims to evaluate whether structured family counseling can enhance communication, mutual understanding, and collaboration between parents and their children. A quasi-experimental research design was employed, utilizing pre-test and post-test measures with a control group. The sample consisted of 50 families selected through purposive sampling, divided equally into experimental and control groups. Data were collected using relationship quality questionnaires, observational records, and structured interviews. The results indicate a significant improvement in the parent-child relationship within the experimental group compared to the control group. Participants reported enhanced communication, reduced conflict, and increased emotional bonding after engaging in the family counseling sessions. These findings suggest that family counseling is an effective intervention for addressing relational issues and fostering a supportive environment for elementary school students with behavioral difficulties.
INTERGROUP CONFLICTS AND SOCIAL HARMONY: A STUDY OF COMMUNITY INTERACTIONS IN MULTICULTURAL SOCIETIES Arif Muzayin Shofwan; Amin Zaki; Omar Khan
World Psychology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/wp.v5i1.1218

Abstract

Multicultural societies are increasingly characterized by diversity that brings both opportunities for cooperation and risks of intergroup conflict at the community level. Intergroup tensions and social harmony often coexist, yet their interaction remains insufficiently understood in empirical research. This study aims to examine how community interactions shape intergroup conflicts and social harmony in multicultural societies. A quantitative explanatory design was employed involving community members from diverse ethnic and cultural backgrounds across several multicultural neighborhoods. Data were collected using structured questionnaires measuring intergroup interaction frequency, perceived conflict intensity, and social harmony, complemented by secondary community records. Descriptive statistics, correlation analysis, and multiple regression were used to analyze the data. The results indicate that frequent and meaningful intergroup interactions are significantly associated with lower perceived conflict and higher levels of social harmony. Intergroup interaction emerged as a strong predictor of harmony, while conflict intensity negatively affected harmonious relations. The findings demonstrate that social harmony is actively constructed through everyday interactions rather than achieved by the absence of conflict. Strengthening opportunities for dialogue, shared spaces, and inclusive community engagement can enhance social cohesion. The study concludes that managing diversity through interaction-focused strategies is essential for sustaining peaceful and resilient multicultural communities globally today.
IMPLEMENTASI NILAI KULTUR DAN KARAKTER BAGI PESERTA DIDIK DI PONDOK PESANTREN Arif Muzayin Shofwan
Jurnal Studi Pesantren Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Studi Pesantren
Publisher : Pascasarjana Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/studipesantren.v6i1.2138

Abstract

Pesantren as the oldest Islamic religious educational institution in Indonesia is always interesting for researchers to study and research. This study discusses the implementation of cultural and character values ​​for students in Islamic boarding schools. The data analysis technique uses content analysis by sorting things that are in accordance with the focus and objectives of the study. This study found that there are 17 cultural and character values ​​of Islamic boarding schools, namely: deepening religious knowledge, dormitory, obedience, exemplary, piety, independence, discipline, simplicity, tolerance, accepting what is, humility, fortitude, solidarity, sincerity, steadfastness, community, and cleanliness. The seventeen cultures and characters of Islamic boarding schools are significant to the content of the Qur'an and Hadith. For example, deepening religious knowledge is significant to Surah Al-Taubah verse 122, Surah Al-Mujadalah verse 11, HR. Ibnu Majah, HR. Thabrani, HR. Muslim, HR. Turmudzi, HR. Bukhari, and HR. Abu Daud. Compliance is significant with Surah An-Nisa verse 59, HR. Muslim. Exemplary behavior is significant with Surah Al-Ahzab verse 21, and Surah Al-Qalam verse 4. Piety is significant in Surah Al-Baqarah verse 21, Surah Al-Mu’min verse 60, and HR. Turmudzi, HR. Hakim, HR. Ahmad, and others. Independence is significant with Surah Al-Mudasir verse 38, HR. Muslim, Abu Daud, and HR. Bukhari. Discipline is significant with Surah Al-Jumuah verse 9-10, HR. Bukhari, HR. Hakim, and others.