Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sintesis dan Karakterisasi Nanokomposit Hidroksiapatit/Tembaga Oksida Sebagai Antibakteri Escherchia coli Hariyanto, Yuanita Amalia; Hakim, M Helmi; Ananingtyas, Ratika Sekar Ajeng; Monica, Anindya Bella
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.358 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i2.885

Abstract

Pengolahan limbah cangkang Achatina Fulica yang dimanfaatkan sebagai bahan dasar utama pembuatan hydroxyapatite (HAp). Dalam upaya  menjaga perfomanya, HAp dikompositkan dengan material yang memiliki kemampuan khusus yang sama dan biokompatibilitasnya sangat baik yaitu CuO. Setelah dilakukan komposit material, hasil dari sintesis tersebut dimasukkan ke tahap karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan HAp muncul pada = 25,9o; 31,9o; 39,57o; 46,62o, 49,47o. Untuk puncak CuO terdeteksi pada 2-teta = 35,544o, 38,709o, 48,717o, 58,265, dan 61,526o. Selanjutnya, untuk data hasil FTIR menunjukkan terdeteksinya puncak Cu-O berada dalam kisaran 400 hingga 600 cm-1. Untuk puncak Hap terdeteksi gugus fungsi fosfat (PO43) pada kisaran 560, 618, 987, dan 1060 cm-1. Sedangkan fungsi karbonat (CO32-) pada kisaran 910 cm-1 dan 1630-1670 cm-1. Berdasarkan aktivitas antimikroba, pada nanokomposit Hap/CuO menunjukkan kemampuan yang baik dalam membunuh koloni bakteri yang sangat baik.
Peningkatan Nilai Guna Cangkang Kepiting sebagai Kitosan untuk Raw Material pada Pasta Gigi Herbal Hariyanto, Yuanita Amalia; Antasionasti, Irma; Jayanti, Meilani
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 8 No 3 (2023): Volume 8 Nomor 3, Agustus 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v8i3.1574

Abstract

Sejauh ini inovasi raw material pasta gigi herbal yang berasal dari limbah masih jarang dikembangkan, cangkang kepiting menjadi material yang berpotensi untuk menjadi bahan baku dalam pembuatan pasta gigi herbal. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan limbah cangkang kepiting menjadi material yang memiliki nilai ekonomi. Penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi dan sintesis sederhana. Karakterisasi XRD, FTIR, dan SEM-EDX digunakan untuk menganalisis kristalinitas, gugus fungsi, dan morfologi kitosan. Hasil analisis menunjukkan struktur kitosan membentuk kristalin yang ditunjukkan dengan terkonfirmasinya tiga puncak tajam pada 2-teta 19o, 26o, dan 29o. Hasil analisis puncak serapan FTIR menunjukkan terdeteksinya 5 gugus fungsi utama kitosan pada bilangan gelombang 3458 cm-1, 2895,15 cm-1, 1654,92 cm-1, 1587,42 cm-1, dan 1386,82 cm-1 adalah OH stretching, CH(CH3) bending, C=O (-NHCOCH3) stretching amida I, NH (-NHCOCH3) bending amida II, CH (-CH2) bending sym secara berturut-turut. Morfologi kitosan yang disintesis dari cangkang kepiting berpori, bergelombang, dan bentuknya tidak teratur serta unsur yang terkandung yaitu C, O, Ca, dan Si.
Biosintesis Nanopartikel Hidroksiapatit Termodifikasi Ekstrak Daun Gedi (Abelmoschus manihot L) sebagai Agen Antibakteri Hariyanto, Yuanita Amalia; Jayanti, Meilani; Asari
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 10 No 1 (2025): Volume 10 Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v10i1.2341

Abstract

A tuna bones, particularly in the jaw region, constitute a category of food waste prevalent in North Sulawesi. Hydroxyapatite can be produced from tuna jaws. Abelmoschus manihot L (gedi) can improve the efficacy of hydroxyapatite as an antibacterial agent owing to its bioactive components. This study aimed to assess the antibacterial efficacy of hydroxyapatite treated with Abelmoschus manihot L extract. The samples were produced through multiple stages: preparation of tuna fish bones, synthesis of hydroxyapatite nanoparticles (nHA), extraction of gedi leaves and biosynthesis of nHA from gedi leaf extract. Biosynthesis was conducted via the co-precipitation technique with diverse compositions. The samples were then analyzed using FTIR and TEM, and their antibacterial activity was assessed using the well diffusion method. According to the results of the FTIR study, functional groups from the gedi leaf extract were detected at wave numbers 1731 cm-1, 1234 cm-1, and 896 cm-1, and nHA was discovered at wave numbers 576 cm-1, 608 cm-1, 964 cm-1, and 1041 cm-1, indicating the phosphate group. Furthermore, the results of the TEM investigation revealed that the samples formed spheres smaller than 100 nm. The antibacterial activity of gedi extract/nHA at concentrations of 0.5%, 1%, and 1.5% revealed the presence of inhibitory zones in the strong and very strong categories for S. aureus bacteria. Meanwhile, E. coli bacteria's inhibitory zones were moderate to strong. This suggests that gedi/nHA extract possesses antibacterial properties, making it ideal for use in biomedical applications.
Optimalisasi tumbuh kembang anak usia pra sekolah dalam upaya pencegahan stunting melalui inovasi olahan pangan lokal Hariyanto, Yuanita Amalia; Sudewi, Sri; Lebang, Julianri Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35210

Abstract

Abstrak Stunting menjadi program prioritas nasional yang membutuhkan perhatian serius, terutama di Kota Manado, Sulawesi Utara. Kota Manado termasuk dalam 8 daerah dengan kasus stunting tertinggi. Stunting dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan mengancam perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan saat ini, serta produktivitas anak di masa dewasanya. Anak – anak pra sekolah salah satu kelompok yang beresiko mengalami stunting, hal ini dikarenakan anak-anak yang mudah bosan dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari yang diolah secara monoton. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang stunting dan mengenalkan inovasi olahan pangan lokal yang dapat berfungsi sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan PKM dilaksanakan di TK. Khalifah dan RA. Raihanah dengan jumlah peserta 35 orang. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dilaksanakan dengan 3 tahapan yang meliputi persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Tahapan Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pemeriksaan antropometri, sosialisasi, dan praktik pengembangan motorik anak. Kegiatan terakhir ialah evaluasi, berdasarkan hasil evaluasi peserta mengikuti kegiatan dengan aktif, terdapat 3 anak yang tinggi badannya berada pada kategori -3 SD. Lebih lanjut, hasil survey inovasi olahan pangan 100% peserta menyukai dimsum baik dari aroma, rasa, dan komposisi. Kata kunci: stunting; pra sekolah; olahan pangan lokal. Abstract Stunting is a national priority program that requires serious attention, especially in Manado City, North Sulawesi. Manado City is among the eight areas with the highest number of stunting cases. Stunting can cause physical growth impairment and threaten cognitive development, which may affect children’s intelligence levels and productivity in adulthood. Preschool children are one of the groups at risk of stunting because they tend to get bored with the food they eat daily, which is often prepared in a monotonous way. This program aimed to provide education about stunting and introduce innovations in local food processing as an effort to prevent stunting. The PKM activities were conducted at TK Khalifah and RA Raihanah with a total of 35 participants. The implementation method of the PKM activities consisted of three stages: preparation, implementation, and program evaluation and sustainability. The implementation stage began with anthropometric examinations, socialization, and practical motor development exercises for children. The final stage was evaluation. Based on the evaluation results, participants actively engaged in the activities. Three children were found to have a height in the -3 SD category. Furthermore, the results of the food processing innovation survey showed that 100% of the participants liked the dim sum in terms of aroma, taste, and composition. Keywords: stunting; preschool; local food product.