Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Studi Eksperimen Metode Elektrokoagulasi dalam Menurunkan Kesadahan Air dengan Variasi Kombinasi Jenis Elektroda Inert dan Non Inert Jumriadi; Nugraha, Mahendra Kusuma; Bakti, Andi Ikhtiar; Hariyanto, Yuanita Amalia
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/t5pc2f44

Abstract

Ketersediaan air di alam seringkali tidak memenuhi standar air layak konsumsi karena mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Kesadahan adalah salah satu sifat kimia yang ada dalam air, namun mengkonsumsi air dengan kesadahan yang tinggi akan berbahaya bagi kesehatan. Ada beragam metode untuk menurunkan kesadahan air, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Metode elektrokoagulasi karena kesederhanaannya, telah banyak mendapatkan perhatian untuk digunakan dalam menghilangkan berbagai ion dan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi jenis elektroda inert (Pt) dan elektroda non inert (Al, Fe, dan Cu) dalam menurunkan kesadahan air menggunakan metode elektrokoagulasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan beker glass 1 L diletakkan di atas magnetic stirrer dengan kecepatan pengadukan 450 rpm selama 30 menit. Tegangan yang diberikan adalah 12 V dengan variasi elektroda menggunakan Pt-Cu, Pt-Fe, dan Pt-Al. Air sumur bor yang berada di asrama mahasiswa Universitas Halu Oleo digunakan dalam penelitian ini dengan kosentrasi awal untuk CaCO3 adalah 312,36 mg/L dan kosentrasi Ca 96,88 mg/L. penurunan kosentrasi kesadahan yang terbaik dengan menggunakan elektroda Pt-Cu yakni 15,63 mg/L untuk Ca dan 89,38 mg/L CaCO3, disusul elektroda Pt-Fe dengan penurunan Ca 21,88 mg/L dan 98,5 untuk CaCO3 kemudian elektroda Pt-Al dengan penurunan 28,13 mg/L Ca dan 107,62 mg/L CaCO3.
Penyuluhan Keamanan Jajanan Sehat pada Anak Usia Sekolah Antasionasti, Irma; Abdullah, Surya Sumantri; Lestari, Utami Sasmita; Jayanto, Imam; Hariyanto, Yuanita Amalia
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/pa34x951

Abstract

Pangan jajanan di sekolah memegang peranan penting dalam memberikan asupan energi dan zat gizi bagi anak usia sekolah. Namun, faktor keamanan pangan jajanan perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyuluhan keamanan jajanan sehat pada anak usia sekolah. Kegiatan dilakukan melalui 3 tahapan yang terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sebanyak 28 orang mengikuti kegiatan yang terdiri dari 25 anak usia sekolah dan 3 guru/pengurus Yayasan Hidayatullah Tomohon. Materi yang diberikan dalam kegiatan penyuluhan yaitu pangan jajanan anak sekolah, 5 kunci keamanan pangan untuk anak sekolah, dan bahan tambahan pangan. Hasil rerata nilai pre test dari peserta adalah 0,83 dan post test adalah 0,97 (dari rentang nilai 1,00). Terdapat peningkatan nilai sebesar 0,14 setelah dilaksanakan kegiatan penyuluhan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berlangsung dengan baik sehingga materi dapat dipahami oleh peserta.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Karang Lunak Lobophytum sp. yang diperoleh dari Pantai Tongkaina, Kota Manado Sumare, Chika Wanda; Yudistira, Adithya; Hariyanto, Yuanita Amalia
PHARMACON Vol. 15 No. 1 (2026): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.15.2026.63998

Abstract

Soft coral contain bioactive compounds, such as alkaloids, alkaloids, flavonoids, and saponins, which have important antioxidant activity. This research aims to tested the antioxidant activity of ethanol extract of Lobophytum sp. using method DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Phytochemical screening results show the presence of tannins, flavonoids, and saponins in the extract of Lobophytum sp. obtained from Tongkaina Beach, Manado City. Antioxidant activity test shows that the extract has high activity an IC50 value of 49,13 ppm which is categorized as very strong. Average value of percent inhibition increased along with increasing extract concetration, reaching 67,13% at concetration of 100 ppm. These findings indicate that Lobophytum sp. potential be a source of natural antioxidants that can be developed for prevention degenerative disease caused by free radicals. Further research necessary to explore more specific active compounds. Keywords: Antioxidant, IC50, Lobophytum sp., Percent inhibition, Phytochemical Screening
Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya Ekstrak serta Fraksi Sediaan Gel Daun Leilem Elly Juliana Suoth; Karlah Lifie Mansauda; Yuanita Amalia Hariyanto
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Farmasi Medika/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v9i1.64661

Abstract

Previous research found that extracts and fractions have quite good antioxidant activity because they contain secondary metabolites such as flavonoids. The extract and ethyl acetate fraction were made into a preparation in the form of a sunscreen gel which is expected to function as a gel that can ward off the negative effects of UVA and UVB from sunlight. This test used an in vitro method with UV-Vis spectrophotometry. The extract and fraction gels were initially tested for their antioxidant activity which showed that the gel with the active ingredient 96% ethanol extract had better antioxidant activity. The gel with the active ingredient ethanol extract was then tested for its stability during the storage period every 7 days until the 28th day of antioxidant activity was tested and the results showed that the gel with the active ingredient ethanol extract was astable even with the storage its antioxidant activity increased. The gel preparation was also determined for the percentage of pigmentation and the percentage of erythema to prove the gel's activity as a sunscreen. The results obtained were that the percentage of pigmentation decreased during storage where on day 0 the gel had activity as a sunblock but on day 28 the protection decreased to fast tanning. A different thing happened to the erythema percentage value where on day 0 the gel had activity as a fast tanning agent but on day 28 the protection increased to sunblock. Penelitian sebelumnya diperoleh hasil bahwa ekstrak dan fraksi memiliki antivitas antioksidan yang cukup baik karena mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid. ekstrak dan fraksi etil asetat dibuat menjadi satu sediaan berupa gel tabir surya yang diharapkan dapat berfungsi sebagai gel yang dapat menghalau dampak negatif UVA dan UVB dari sinar matahari. Pengujian ini menggunakan metode invitro dengan spektrofotometri UV-Vis. Gel esktrak dan fraksi diuji awal aktivitas antioksidannya yang memberikan hasil bahwa gel dengan bahan aktif ekstrak etanol 96% memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik. Gel berbahan aktif ekstrak etanol kemudian diuji stabilitasnya selama periode penyimpanan setiap 7 hari sampai hari ke-28 aktivitas antioksidan diuji dan hasilnya menunjukan bahwa gel berbahan aktif ekstrak etanol astabil bahkan dengan adanya penyimpanan aktivitas antioksidannya meningkat. Sediaan gel jugaditentukan nilai persen pigmentasi dan persen eritemanya untuk membuktikan aktivitas gel sebagai tabir surya. Hasil yang diperoleh adalah persen pigmentasi menurun selama penyimpanan dimana pada hari ke-0 gel memiliki aktivitas sebagai sunblock namun pada hari ke-28 proteksi menurun menjadi fast tanning. Hal yang berbeda terjadi pada nilai persen eritema dimana pada hari ke-0 gel memiliki aktivitas sebagai fast tanning namun pada hari ke-28 proteksi meningkat menjadi sunblock.
Pelatihan Meracik Minuman Berbahan Dasar Herbal yang Tumbuh di Sulawesi Utara dalam Meningkatkan Sistem Imun Tubuh dan Mencegah Stunting Sudewi, Sri; Hariyanto, Yuanita Amalia; Sutrisno, Agung
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/b9tmr809

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak diakibatkan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan tinggi badan yang di bawah standar. Stunting pada balita dapat berakibat pada kesehatan dan kecerdasan anak di masa yang akan datang seperti kerentanan terhadap infeksi dan menurunnya prestasi di sekolah. Program pemberdayaan masyarakat ini melibatkan 50 perwakilan dari majelis taklim korowil dua dan majelis taklim korpri, di Desa Talawaan, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara sebagai mitra pada program pemberdayaan kepada Masyarakat (PKM). Pengetahuan secara umum pada mitra PKM tentang bahan alam yang dibuat sebagai minuman fungsional sangat terbatas. Rimpang jahe merupakan bahan yang paling sering digunakan untuk meracik minuman herbal ‘saraba’ asli Sulawesi Utara. Mayoritas anggota majelis taklim ini belum mengetahui jenis tanaman, rimpang, daun, biji yangb dapat dimanfaatkan sebagia peningkat imun sekaligu pencegah stunting. Oleh karena itu diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan dari mitra PKM dengan memberikan pelatihan dan penyuluhan tentang minuman berbahan dasar herbal yang asli tumbuh di Sulawesi Utara sehingga mudah dijangkau dan murah. Penyuluhan serta pelatihan pada program PKM ini dengan mengenalkan berbagai jenis tanaman herbal dan kombinasinya yang dapat diolah menjadi minuman yang berkhasiat untuk penambah imun tubuh dan dapat digunakan untuk mencegah stunting. Program ini bertujuan untuk menyebarluaskan keterampilan meracik minuman herbal yang tumbuh di Sulawesi Utara sebagai peningkat imunitas tubuh dan pencegah stunting. Program pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan mengadakan pelatihan mengenai keterampilan pembuatan minuman fungsional dari tanaman herbal. Selain itu, perwakilan anggota majelis taklim mendapatkan stimulus sarana dalam menyebarluaskan keterampilan pembuatan minuman fungsional dari tanaman herbal. Hasil program pemberdayaan masyarakat ini adalah perwakilan mejelis taklim telah menyebarluaskan keterampilan pembuatan minuman fungsional dari tanaman herbal kepada warga yang lain. Selain itu, warga telah dapat membuat minuman fungsional dari tanaman herbal. Temuan ini mengindikasikan bahwa program pemberdayaan masyarakat dapat menyebarluaskan keterampilan pembuatan minuman fungsional dari tanaman herbal kepada masyarakat yang lebih luas. Luaran yng dapat dihasilkan dari PKM ini berupa publikasi artikel di jurnal nasional.
Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pesisir Melalui Pelatihan dan Produksi Alat Edukasi Interaktif Konservasi Laut Berbasis Teknologi Sederhana di Desa Darunu, Minahasa Utara Aditya Lapu Kalua; Lianly Rompis; Yuanita Amalia Hariyanto; Rama Ijon Turnip; Regita Reyne Ismail; Indah Syaidina Gusti; Juan Sebastian Sirjon Lahope
Journal Social Science And Technology For Community Service Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, Nomor 2, September 2025
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jsstcs.v6i2.922

Abstract

Desa Darunu di Kecamatan Wori, Minahasa Utara, memiliki potensi besar dalam ekowisata bahari melalui kekayaan mangrove dan biodiversitas lautnya. Namun, keterbatasan sumber daya manusia, khususnya perempuan dan anak-anak, menyebabkan rendahnya keterampilan dalam memproduksi media edukasi konservasi laut berbasis teknologi sederhana. Program ini bertujuan memberdayakan kelompok perempuan dan anak-anak melalui pelatihan pembuatan Marine Edu-Kit berbasis QR Code dan Augmented Reality (AR), pelatihan manajemen usaha, serta pembuatan konten edukatif kreatif. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta, terciptanya 20 unit Marine Edu-Kit, serta meningkatnya kesadaran konservasi laut hingga 70% berdasarkan hasil evaluasi. Selain itu, pelatihan pemasaran digital memungkinkan perempuan mempromosikan produk secara mandiri melalui platform daring. Program ini tidak hanya meningkatkan literasi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif dan memperkuat ekowisata berkelanjutan berbasis komunitas di Desa Darunu.
Formulasi dan Uji Stabilitas Sediaan Cleansing Balm Anti Jerawat Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) Lisarib, Angelina; Abdullah, Surya Sumantri; Hariyanto, Yuanita Amalia
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/wp0f3a32

Abstract

Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak etanol daun Kelor dalam sediaan cleansing balm, mengevaluasi stabilitas fisik, dan menguji aktivitas antibakterinya. Sediaan dibuat dalam empat formula, yaitu F0 (basis), F1 (5%), F2 (7,5%), dan F3 (10%). Uji stabilitas dilakukan dengan metode cycling test meliputi organoleptik, homogenitas, pH, dan daya sebar. Seluruh formula menunjukkan bentuk semi padat, homogen, stabil, serta pH sesuai kulit (5,00–5,78). Hasil uji antibakteri menunjukkan rata-rata zona hambat F1 sebesar 6,85 mm, F2 sebesar 8,68 mm, dan F3 sebesar 10,46 mm. Formula F3 memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dengan kategori kuat. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Kelor dapat diformulasikan menjadi cleansing balm yang stabil dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes.
Formulasi dan Uji Stabilitas Sediaan Tinted Lip Balm Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) sebagai Pelembab dan perlindungan sinar uv secara alami untuk bibir Saraswati, Indah Ayu; Abdullah, Surya Sumantri; Hariyanto, Yuanita Amalia
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/ae8a7083

Abstract

Indonesia terletak di daerah tropis dengan paparan sinar UV yang tinggi sepanjang tahun, sehingga perlindungan pada bibir menjadi salah satu kebutuhan penting dalam perawatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan tinted lip balm dari ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.), mengevaluasi stabilitas fisiknya, serta menentukan nilai SPF tiap formula. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% terhadap 200 g simplisia, menghasilkan rendemen 41,75%. Dibuat tiga formula dengan variasi konsentrasi ekstrak 0% (F0), 4% (F1), dan 6% (F2). Stabilitas fisik diuji menggunakan metode cycling test 6 siklus meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, titik lebur, daya oles, dan uji hedonik. Nilai SPF ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode Mansur. Ketiga formula stabil selama pengujian dengan nilai pH 5,52–5,78, titik lebur 54–56°C, dan daya oles yang merata. Formula F2 paling disukai panelis. Nilai SPF yang diperoleh yaitu 31,33 (F0), 39,61 (F1), dan 41,15 (F2), ketiganya termasuk kategori high protection.
DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN BERBASIS FORTIFIKASI EKSTRAK JAMUR TIRAM SEBAGAI UPAYA ZERO STUNTING BAGI KELOMPOK IBU SADAR GIZI MINAESA Yuanita Amalia Hariyanto; Irma Antasionasti; Aditya Lapu Kalua; Dian Wahyu Rahmawati; Nayla Inayah Abdulgani; Najwan Nafis Dzaki; Muhammad Setiawan
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36422

Abstract

ABSTRAKPermasalahan gizi kronis yang ditandai dengan tingginya angka stunting di Desa Minaesa, Kabupaten Minahasa Utara, menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini. Desa Minaesa memiliki potensi hasil laut yang tinggi, namun masyarakat masih sering mengonsumsi ikan “suak” dengan kualitas gizi rendah akibat penyimpanan yang tidak tepat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting serta keterampilan mengolah ikan menjadi produk makanan bergizi melalui konsep zero waste dengan fortifikasi ekstrak jamur tiram, sekaligus membuka peluang usaha pangan lokal. Metode pelaksanaan meliputi survei dan observasi, rencana tindakan, sosialisasi pencegahan stunting kepada 30 orang masyarakat, pelatihan pembuatan dan pengemasan produk olahan ikan kepada 10 orang kader posyandu, serta pemberian alat penyimpanan, alat produksi, dan alat kesehatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman terkait stunting dari 63% masyarakat belum memahami menjadi 98% telah memahami secara komprehensif. Selain itu, mitra mampu menghasilkan berbagai produk olahan ikan bergizi dan bernilai ekonomi seperti nugget, bakso, tahu bakso, dimsum, dan eggroll yang dimanfaatkan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak stunting serta berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Kegiatan ini mendukung upaya awal terwujudnya “Desa Minaesa Zero Stunting”. Kata kunci: diversifikasi; ikan suak; jamur tiram; desa minaesa; zero stunting. ABSTRACTChronic malnutrition, characterized by high rates of stunting in Minaesa Village, North Minahasa Regency, is the basis for this Community Service (PKM) activity. Minaesa Village has high marine potential, but the community still often consumes “suak” fish, which is low in nutritional quality due to improper storage. This activity aims to increase community knowledge about stunting prevention and skills in processing fish into nutritious food products through a zero-waste concept with oyster mushroom extract fortification, while also opening up opportunities for local food businesses. The implementation methods included surveys and observations, action plans, socialization of stunting prevention to 30 community members, training in the production and packaging of processed fish products to 10 posyandu cadres, and the provision of storage equipment, production equipment, and medical equipment. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests. The results of the activity showed an increase in understanding of stunting from 63% of the community who did not understand to 98% who understood comprehensively. In addition, the partners were able to produce various nutritious and economically valuable processed fish products such as nuggets, meatballs, tofu meatballs, dim sum, and egg rolls, which were used as Supplementary Feeding (PMT) for stunted children and had the potential to be developed as a home business. This activity supports the initial efforts to realize the “Zero Stunting Minaesa Village”. Keywords: diversification; suak fish; oyster mushrooms; minaesa village; zero stunting.
Green Synthesis dan Optimasi AgNPs melalui Ekstrak Etanol Daun Nipah (Nypa fruticans Wurmb.) Yuanita Amalia Hariyanto; Elly Juliana Suoth; Ezrani Tasiam; Della Elshaday Ronga
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 11 No 3 (2026): Volume 11 Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v11i3.2360

Abstract

Nypa fruticans Wurmb. is a rich source of bioactive phytochemicals, including flavonoids, phenolic, and tannins. This study aimed to evaluate the antioxidant activity of Nypa fruticans Wurmb. leaf extract and investigate its potential as a bioreducing agent for the green synthesis of AgNPs. The leaf extract was prepared using the maceration method, while antioxidant activity was determined using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) radical scavenging assay. AgNPs were synthesized via a precipitation-based green synthesis approach and subsequently characterized by UV–Visible spectroscopy to monitor the formation of the surface plasmon resonance band. The extraction process yielded a crude extract with a recovery of 17%. The DPPH assay demonstrated a strong antioxidant activity, with an IC₅₀ value of 7 μg/mL. Optimization of the biosynthesis process revealed that an extract volume of 7 mL, a reaction temperature of 50 °C, and a reaction time of 90 min were the optimal conditions for the reduction of Ag⁺ ions, resulting in optically stable AgNPs. The successful formation of AgNPs was confirmed by an increase in SPR intensity accompanied by a red shift in the absorption wavelength, indicating nanoparticle growth. These findings suggest that Nypa fruticans Wurmb. is not only an effective source of natural antioxidants but also a promising eco-friendly bioreducing agent for the green synthesis of silver nanoparticles.