Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Soda Ash dan Media Filter Sintetis Terhadap Kekeruhan dan pH Air Khair, Abdul; Noraida, Noraida
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 10, No 2 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v10i2.13081

Abstract

Water treatment methods are very diverse, including neutralization methods and filtration methods. In this study, the material used in the neutralization process is soda ash, while filtration uses synthetic filter media. This method is used to improve the quality of clean water in households on turbidity and pH parameters. The purpose of the study was to determine the effect of the addition of soda ash and filtration using synthetic filter media on turbidity and pH of Anjir Pasar river water. This type of research is an experiment with pretest-postest design with control group. Variations of synthetic filter media used are without filter media, catridge foam, cloth, cotton, and a combination of filter media types. Turbidity before treatment was 42 NTU with a pH of 3.8. After neutralization using 10 grams of soda ash, the pH of the river water became 7.5. Meanwhile, the turbidity decreased to 36.55 NTU, 18.26 NTU, 3.89 NTU, 10.75 NTU, and 7.9 NTU after filtration with a media thickness of 60 cm with a turbidity reduction percentage of 13%, 57%, 91%, 74%, and 84%. The results of statistical analysis showed that there were differences in each type of synthetic filter media on the decrease in turbidity level and there were no differences in each type of synthetic filter media on the pH quality of Anjir Pasar river water.
Analyze of Parameter Values of Sasirangan Home Industry Wastewater at Hot and Cold Dyeing Noraida, Noraida; Khair, Abdul
Medical Laboratory Technology Journal Vol. 10 No. 1 (2024): June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/mltj.v10i1.555

Abstract

The sasirangan fabric home industry produces wastewater through the hot and cold dyeing process. It is necessary to know the coloring process and wastewater parameter values to design good wastewater treatment. The purpose of the study was to compare the wastewater parameter values including pH, NH3-N, BOD5, COD, TSS, Oil/Fat, Color, Phenol, Temperature, H2S and Crom Total from Sasirangan Home Industry Wastewater at Hot and Cold Dyeing. This type of research is comparative research with static group comparison design. The sample is a portion of wastewater from home industries from in the province of South Kalimantan Indonesia, namely Banjarmasin City, Banjarbaru City, and Banjar Regency. The sampling technique used accidental sampling with a total of 20 samples consisting of 10 samples of the hot dyeing process and 10 samples of the cold dyeing process. Parameters that do not meet the standards in the hot dyeing process are pH, BOD5, COD, TSS, color, and phenol, while in the cold dyeing process are BOD5, COD, TSS, and color. Statistically, there is a significant difference in the parameter values of pH, TSS, color, phenol, and temperature in sasirangan cloth home industry wastewater between the two processes. The results of the research can be used for planning wastewater treatment for the Sasirangan home industry.
Pembentukan dan Pelatihan Kader Pantas (Pengolahan Air Sungai menggunakan Larutan Tawas) Noraida, Noraida; Khair, Abdul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.16898

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Desa Sungai Rangas Hambuku menggunakan sumber air dari sungai yang melintasi di desa tersebut untuk kehidupan sehari-hari. Kualitas air secara fisik memperlihatkan tingkat kekeruhan berada diatas standar yang dipersyaratkan untuk keperluan sehari-hari. Tujuan kegiatan adalah membentuk dan melatih Kader Pantas (Pengolahan air sungai menggunakan larutan tawas). Metode kegiatan dilakukan melalui pembentukan dan pelatihan pengolahan air sungai menggunakan tawas dengan sasaran sebanyak 10 (sepuluh) orang remaja. Hasil pembentukan kader berupa terbentuknya Struktur Organisasi Kader Pantas Desa Sungai Rangas Hambuku, sedangkan perbandingan nilai pretest dan postest menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti ada perbedaan pengetahuan dan pemahaman para kader dalam pengolahan air sungai sebelum dan sesudah pelatihan. Pasca pelatihan, Kader Pantas mampu menyampaikan pengetahuannya kepada masyarakat. Disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah mampu mencapai tujuan yang diinginkan.   Kata Kunci: Pembentukan, Pelatihan, Kader, Pantas  ABSTRACT The Sungai Rangas Hambuku Village community uses water sources from the river that runs through the village for daily life. The physical water quality shows that the turbidity level is above the standard required for daily use. The objective of the activity is to form and train the Pantas Cadre (river water treatment using alum solution). The activity method was carried out through the formation and training of river water treatment using alum with a target of 10 (ten) teenagers. The results of the formation of cadres are in the form of the formation of the Pantas Cadre Organization Structure in Sungai Rangas Hambuku Village, while the comparison of pretest and posttest scores shows a p-value <    0.05, which means there is a difference in the knowledge and understanding of the cadres in river water treatment before and after training. After the training, Pantas cadres were able to convey their knowledge to the community. It is concluded that this community service activity has been able to achieve the desired goals.     Keywords: Formation, Training, Cadre, Pantas
Pengaruh Waktu Kontak Injeksi Pompa Udara Pada Air Limbah Buangan Puskesmas Sebatung Ditinjau Dari Parameter Bod Santi, Noorhaida; Khair, Abdul; Hamzani, Sulaiman; Junaidi, Junaidi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 10 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i10.353

Abstract

Salah satu jenis air limbah yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan adalah limbah dari fasilitas kesehatan dengan kandungan organik yang tinggi pada parameter BOD (Biochemical Oxygen Demand) yang menyebabkan turunnya oksigen perairan. Hal ni bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu kontak njeksi pompa udara pada air limbah puskesmas terhadap penurunan kadar parameter BOD dengan menggunakan metode aerasi dengan cara menambahkan gelembung udara melalui pompa air udara yang dimasukan ke bak air limbah. Jenis penelitian ni merupakan penelitian eksperimen. Dari desain penelitian ni akan ada pemeriksaan BOD sebelum dan sesudah di beri perlakuan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ni adalah teknik grab sampling (sampel sesaat) pengambilan sampel dilakukan secara ntensif untuk jangka waktu lebih pendek. Penelitian ni menggunakan perlakuan variasi waktu setiap 30 menit sebanyak 5 variasi waktu dan 0 menit sebagai kontrol. Dari hasil penelitian ni menunjukan adanya penurunan kadar BOD yang awal nya sebesar 44,72 mg/L menjadi 9,97  mg/L.  Hasil analisis menggunakan uji statistik pada perlakuan menggunakan variasi waktu kontak njeksi pompa udara terdapat  perbedaan penurunan hasil yang signifikan sebesar 10% dalam menurunkan  kadar BOD pada air limbah buangan puskesmas. Dari perlakuan menggunakan njeksi pompa udara setelah diberi perlakuan penambahan variasi waktu kontak. Hasil akhir dari air limbah buangan puskesmas dapat diolah lebih lanjut dengan memberikan variasi waktu yang lebih panjang atau lama dan penggunaan aerator yang lebih besar agar lebih optimum dalam penelitian selanjutnya.
Pengaruh Jenis Pasir terhadap Kadar Bod dan COD pada Air Lindi di Kecamatan Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru Syahdoa'a, Desmaizal; Khair, Abdul; Haris, Abdul; Arifin, Arifin
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 11 (2025): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i11.391

Abstract

Air lindi adalah air yang diperoleh dari rembesan sampah yang membawa kandungan terlarut dan tersuspensi yang bersumber dari hasil dekomposisi materi sampah dan juga proses pembusukan sampah. Agar air lindi tidak mencemari lingkungan maka perlu dilakukan pengolahan, salah satunya menggunakan pasir sebagai bahan alami memiliki potensi dalam mengurangi kadar BOD dan COD dalam air lindi melalui proses penyaringan dan adsorpsi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis pasir terhadap kadar BOD dan COD pada air lindi di Kecamatan Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pre test-post test. Sampel air lindi di ukur sebelum dan sesudah melalui filtrasi menggunakan pasir gunung dan pasir pantai, perlakuan dilakukan sebanyak 16 kali untuk masing-masing jenis pasir. Data di analisis menggunakan uji Independent Sample T Test dan uji Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan jenis pasir terhadap penurunan kadar BOD dengan nilai sig (2-tailed) 0,076 > 0,05.  Dan tidak ada perbedaan yang signifikan jenis pasir terhadap penurunan kadar COD dengan nilai sig (2-tailed) 0,065 > 0,05. Perlu dilakukan upaya pengolahan air lindi terlebih dahulu dengan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang kemudian dilanjutkan dengan desain dua lapis saringan pasir.
Peningkatan Kualitas Air Sungai dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Tabunganen Tengah Khair, Abdul; Noraida
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v3i1.1046

Abstract

Prevalensi stunting di Kalimantan Selatan pada tahun 2022 lebih tinggi dibanding prevalensi nasional. Kabupaten Barito Kuala merupakan penyumbang terbesar dan Desa Tabunganen Tengah di Kabupaten Barito Kuala memiliki prevalensi stunting tertinggi. Banyak warga yang masih menggunakan sumber air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Tingkat kekeruhan air sungai melebihi nilai ambang batas. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan kualitas air sungai untuk pencegahan stunting balita di Desa Tabunganen Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan melalui pelatihan dan pendampingan penjernihan air sungai menggunakan larutan tawas. Lokasi kegiatan di Desa Tabunganen Tengah. Jumlah sasaran sebanyak 20 orang ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu melaksanakan praktik pembuatan larutan tawas 2%, mampu melaksanakan praktik penurunan tingkat kekeruhan air dengan menggunakan larutan tawas, dan mampu mengaplikasikan hasil pelatihan di rumah masing-masing.
Relationship between Food Contamination Factors and the Presence of Escherichia coli in Juice Drink Outlets in Banjarbaru Selatan Subdistrict Muhammad Prayogo Pangestu; Rahmawati; Abdul Khair
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v6i2.238

Abstract

Juice drinks are one of the beverage snacks that are favored by all circles of society. In South Banjarbaru Sub-district, there are 16 juice drink outlets. As with other food snacks, juice drinks have a risk of contamination by microorganisms, because the manufacturing process is without going through a heating process, so it is necessary to know the factors associated with the presence of Escherichia coli as an effort to prevent bacterial contamination.This study aims to determine the factors associated with the presence of E.coli in juice drink outlets in South Banjarbaru District with a total sample of 16 outlets and juice drink samples. Data collection was done by observation and laboratory tests using the MPN coli method. Based on the results of laboratory tests, 56.3% of the samples met the requirements of Permenkes RI No. 02 of 2023 concerning Regulations on the Implementation of PP No. 66 of 2014 concerning Environmental Health, namely <3.6 MPN/gr or 1.1 CFU/gr. The results of statistical tests showed that there was a relationship between personal hygiene and the presence of Escherichia coli and there was no relationship between the condition of peddler facilities and infrastructure, equipment cleanliness, and food storage and packaging methods with the presence of Escherichia coli in juice drink snack food outlets in South Banjarbaru District. In order to maintain quality and improve personal hygiene, vendors are expected to wash their hands with running water and soap, use gloves/tools, masks and head coverings when handling food, maintain personal hygiene and not wear jewelry.
HUBUNGAN KUALITAS FISIK UDARA DALAM RUANGAN DAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN GEJALA SICK BUILDING SYNDROME (SBS) DI KANTOR DINAS X Maharani, Kharisma; Ali As, Zulfikar; Khair, Abdul; Juanda
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i1.173

Abstract

Abstrak Sick Building Syndrome adalah sekelompok gejala yang terjadi pada orang yang berada di dalam ruangan. Hal ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti kelelahan dan berdampak pada efisiensi kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan kualitas fisik udara dalam ruangan dan faktor individu dengan gejala Sick Building Syndrome (SBS) di kantor Dinas X tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman’s Rank. Hasil uji statistik Korelasi Spearman’s Rank menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kualitas fisik udara dalam ruangan dengan gejala sick building syndrome p = 0,703 > α=0,05, dan tidak ada hubungan antara faktor individu dengan gejala sick building syndrome p = 1,000 > α = 0,05 dengan varibel umur, dan p = 0,716 > α = 0,05 dengan variabel jenis kelamin. Bagi instansi penelitian diharapkan melakukan pengendalian sumber bahan pencemar yang berisiko menyebabkan terjadinya SBS. Kata Kunci: Kualitas fisik udara dalam ruangan; faktor individu; Sick Building Syndrome (SBS). Abstract Sick Building Syndrome is a group of symptoms that occur in people who are indoors. This can cause health problems such as fatigue and have an impact on work efficiency. The purpose of this study was to determine the relationship between indoor air quality and individual factors with symptoms of Sick Building Syndrome (SBS) at the X Office in 2024. This type of research is quantitative with a cross-sectional research design. The sample in this study amounted to 30 people. Data analysis using the Spearman's Rank Correlation Test. The results of the Spearman's Rank Correlation statistical test showed that there was no relationship between indoor air quality and symptoms of sick building syndrome p = 0.703> α = 0.05, and there was no relationship between individual factors with symptoms of sick building syndrome p = 1,000> α = 0.05 with age variables, and p = 0.716> α = 0.05 with gender variables. For research institutions, it is expected to control sources of pollutants that are at risk of causing SBS.. Keywords: Indoor air physical quality; individual factors; Sick Building Syndrome (SBS).
Perbandingan Angka Kuman Lantai Ruang Isolasi, Ruang Perawatan Sebelum dan Sesudah Pengepelan di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru Tahun 2024 Fadhillah, Harris; Arifin, Arifin; Khair, Abdul; Juanda, Juanda
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 11 (2025): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i11.407

Abstract

Rumah Sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat dapat menjadi tempat penularan penyakit, gangguan kesehatan serta kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan, sehingga perlunya upaya kebersihan lantai rumah sakit yang memeiliki peran penting dalam mencegah insfeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan angka kuman lantai ruang isolasi, ruang perawatan sebelum dan sesudah pengepelan di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru. Penelitian ini menggunakan desain pre test – post test dengan teknik purposive sampling. Angka kuman lantai diukur dengan metode swab sebelum dan sesudah pengepelan lantai, sampel diambil di ruang isolasi dan ruang perawatan dengan jumlah 8 sampel di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru. Data di analisis menggunakan uji Paired Sample Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara angka kuman lantai ruang isolasi dan ruang perawatan sebelum dan sesudah pengepelan lantai dengan nilai sig (2-tailed) 0,017 < 0,05. Perlu dilakukan upaya khuauanya oleh pihak sanitasi sumah sakit berupa evaluasi metode pembersihan untuk meningkatkan efektivitas tingkat kebersihan dan mengurasi risiko penyebaran kuman, serta melakukan inspeksi sanitasi ruangan dan bangunan secara rutin untuk menjaga kebersihan dan Kesehatan lingkungan Rumah Sakit.
The Ability of Alum to Reduce Color in Sasirangan Home Industry Wastewater Khair, Abdul; Noraida, Noraida
Medical Laboratory Technology Journal Vol. 11 No. 1 (2025): June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/mltj.v11i1.608

Abstract

Water is the main need of living things in the world. Water determines the sustainability of living things. Humans, animals, and plants depend on water for their survival. Therefore, water should always meet the standards that have been set. Wastewater from the home-based sasirangan industry has distinctive characteristics in the form of the color of wastewater that has not been managed properly. The purpose of this study was to determine the ability of alum to reduce the color of home-based sasirangan industry wastewater. The type of research is a true experiment, with the population being all home-based sasirangan industry wastewater in Atun Sasirangan Cempaka. The sample is part of the wastewater. The wastewater was put into 25 containers for 5 treatments of alum addition with concentrations of 40%, 80%, 160%, 240%, and 320%.  Each treatment was repeated 5 times. The results showed that the average value of wastewater color after treatment ranged from 140.5 to 179.2 Pt-Co. The lowest average value was in the treatment of adding alum with a concentration of 160%. It is concluded that alum is able to reduce the color of home-based sasirangan industry wastewater. It is recommended that the handling of wastewater color problems in the sasirangan fabric home industry use alum as a coagulant in the treatment method.