Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pelatihan Penurunan Tingkat Kekeruhan Air Sungai Di Desa Sungai Rangas Tengah Khair, Abdul; Noraida, Noraida; Lutpiatina, Leka
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v1i2.352

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Desa Sungai Rangas Tengah memperoleh air untuk keperluan sehari-hari dari air sungai yang melintas di desa tersebut. Bila belum digunakan maka air disimpan di dalam drum atau tempat penyimpanan air lainnya. Diketahui tingkat kekeruhan air (56 NTU) melebihi persyaratan yang ditetapkan (< 25 NTU) meskipun pH masih sesuai (6,8). Ada masyarakat mengolah air sungai yang keruh menggunakan tawas, namun dosis tawas yang digunakan dan cara pengolahan yang dilakukan tidak sesuai. Hal tersebut mengakibatkan rasa air menjadi asam, sepat, bahkan terkadang air tidak berubah menjadi jernih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa ini ditujukan untuk melatih masyarakat membuat sediaan tawas dan menurunkan tingkat kekeruhan air sungai untuk keperluannya sehari-hari. Lama waktu seluruh kegiatan adalah 6 bulan dengan melibatkan Sanitarian Puskesmas Martapura Barat. Jumlah sasaran sebanyak 50 kepala keluarga. Kegiatan utama berupa pemberian materi dan pelatihan tentang cara pengolahan air sungai menggunakan tawas. Hasil posttest dari penyuluhan dan pelatihan menunjukkan bahwa seluruh sasaran (100%) dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Selanjutnya monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat secara langsung cara penerapan pengolahan air sungai menggunakan tawas di rumah masyarakat. Diharapkan kegiatan membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat di desa Sungai Rangas Tengah.
The Use of Earthworms and Household Organic Waste Composting Length of Time Khair, Abdul; Herawati, Lucky; Noraida, Noraida; Raharja, Munawar
Kesmas Vol. 10, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengomposan dengan cacing tanah merupakan proses pembuatan kompos dengan melibatkan organisme makro cacing tanah. Kerja sama antara cacing tanah dengan mikroorganisme dapat memberi dampak pada proses penguraian yang dilakukan oleh mikroorganisme tersebut dibantu dengan keberadaan cacing tanah. Oleh karena bahan-bahan yang akan diurai oleh mikroorganisme telah diurai lebih dahulu oleh cacing, maka kerja mikroorganisme lebih efektif dan lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan cacing tanah terhadap lama waktu pengomposan sampah organik dari rumah tangga dengan menggunakan desain penelitian eksperimen. Objek penelitian adalah seluruh sampah organik dari rumah tangga yang diambil secara acak pada satu rumah tangga. Variabel penelitian adalah lama waktu pengomposan yang diukur setelah penambahan cacing tanah dan proses pengomposan selesai. Alat yang digunakan dalam penelitian berupa meteran, kalender, higrometer, dan penciuman (organoleptik). Analisis statistik menggunakan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normal, kesetaraan varians, dan tidak ada perbedaan antara lamanya waktu pengomposan dengan menggunakan atau tanpa menggunakan cacing tanah. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penggunaan cacing tanah dan lamanya waktu pengomposan sampah organik rumah tangga. Composting with earthworms is composting process by involving earthmacroorganism. Cooperation between earthworms and microorganisms may impact on decomposition process done by the microorganisms as assisted by the existence of earthworms. Because any materials to be decomposed by microorganisms had been decomposed by earthworms earlier, microorganisms would work more effectively and quickly. This study aimed to determine effects of using earthworms toward household organic waste composting length of time by using experimental design of study. The object of study was all organic waste taken randomly from one household. Variable of study was composting length of time measured after addition of earthworms and composting process completed. Tools used in this study were measuring tape, calendar, hygrometer and smelling sensory (organoleptic). Statistical analysis used differ test. Results of study showed data was normally distributed, equality of variance and no difference found between composting length of time with or without using earthworms. In conclusion, there is no relation found between the use of earthworms and the household organic waste length of time.
Modifikasi Pemberian Tawas Berupa Larutan untuk Penurunan Kekeruhan Air di Desa Sungai Rangas Hambuku Khair, Abdul; Noraida, Noraida
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i4.2804

Abstract

As many as 89.3% of people in Sungai Rangas Hambuku Village still use river water for daily purposes. Turbidity measurements in 2021 amounted to 56 Nephelometric Turbidity Units (NTU) and in 2023 amounted to 53 NTU. This turbidity value has exceeded the maximum level allowed for water for hygiene and sanitation purposes of <3 NTU. Training on how to reduce the level of turbidity using alum has been provided in 2021, but the community has difficulty applying alum in a solid dosage form. The purpose of this activity is to train participants in administering alum to water taken from the river with modifications in the form of a solution preparation. The implementation method is pre-test, provision of training materials and demonstrations, post-test, and follow-up on the application of alum application to reduce water turbidity. Activity location in Sungai Rangas Village The duration of the activity is 6 months. The target number is 50 housewives.Ā  The results of the activity showed that participants had increased their knowledge from a score of 41 to 76 to 71 to 100, participants were able to carry out the practice of making a 2% alum solution preparation, participants were able to carry out the practice of reducing the level of water turbidity using alum solution preparation, and participants were able to apply the results of the training in their respective homes.
MODEL HYBRID MARS ARIMA FOR TRIBAL-BASED MALARIA PREDICTION IN TANAH BUMBU DISTRICT, SOUTH KALIMANTAN Abdul Khair; Bambang Widjanarko Otok; Noraida Noraida; Angga Dwi Mulyanto; Cindy Cahyaning Astuti
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 20 No 3 (2026): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Application
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol20iss3pp1923-1936

Abstract

Tanah Bumbu Regency has the highest rate of malaria in South Kalimantan Province. Due to the non-linear fluctuations in malaria cases by ethnicity, a hybrid model combining Autoregressive Integrated Moving Average (MARS ARIMA) and Multivariate Adaptive Regression Splines was proposed for time series forecasting. The purpose of this study is to use the MARS ARIMA hybrid model to predict malaria cases by ethnicity in Tanah Bumbu Regency. The findings demonstrate that the best inputs for MARS modeling are significant lags found using ACF and PACF. The hybrid MARS ARIMA model performs better than standalone ARIMA or MARS models, according to predictions. Key findings show that the number of patients over 35 during the preceding two periods influences increases in malaria cases for the Banjar ethnic group. Cases exceeding 13 in two prior periods and 19 in one prior period are associated with increases for the Javanese group. Cases of more than two or fewer than two in the preceding two periods and more than eleven in one preceding period have an impact on increases among the Bugis. Prior cases below 26 have an impact on Banjar case declines, whereas prior cases below 13 and above 3 have a significant impact on Javanese case declines. This study demonstrates how well the MARS ARIMA hybrid model predicts malaria cases according to ethnicity.
Uji Perbedaan Variasi Konsentrasi Larutan Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus) terhadap Angka Kematian Larva Aedes sp Nanda Dilla Eistyah; Abdul Khair; Tien Zubaidah
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11144

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, sehingga diperlukan upaya pengendalian vektor yang efektif dan ramah lingkungan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah pengendalian larva Aedes sp (Cymbopogon nardus). menggunakan larvasida alami. Daun serai wangi (Cymbopogon nardus) diketahui mengandung senyawa aktif seperti sitronelal, sitronelol, dan geraniol yang berpotensi sebagai larvasida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi larutan daun serai wangi terhadap angka kematian larva Aedes sp (Cymbopogon nardus). Penelitian menggunakan desain true experimental. Hasil penelitian menunjukkan hubungan dosis-respon yang linear, di mana mortalitas larva meningkat signifikan seiring bertambahnya konsentrasi. Uji One Way ANOVA menghasilkan nilai p < 0,001 (F = 27,747), mengonfirmasi pengaruh nyata perlakuan terhadap kematian larva. Kelompok kontrol (0%) menunjukkan mortalitas nol, sementara konsentrasi 35% teridentifikasi sebagai dosis paling efektif. Uji LSD membuktikan bahwa konsentrasi 35% memiliki perbedaan signifikan secara nyata dibandingkan konsentrasi 25%, 30%, maupun kontrol. Kandungan senyawa aktif pada konsentrasi ini dinilai cukup jenuh untuk mengganggu sistem fisiologis larva dalam paparan 24 jam. Larutan daun serai wangi efektif digunakan sebagai larvasida alami, dengan konsentrasi 35% sebagai dosis yang menghasilkan tingkat mortalitas larva Aedes sp. paling optimal.
Pengaruh Variasi Dosis Koagulan Alami Serbuk Biji Mengkudu (Morinda Citrifolia L) terhadap Kekeruhan Air Sungai Hadianor Hadianor; Abdul Khair; Syarifudin A
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 15 No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v15i03.1056

Abstract

Turbidity is one of the important parameters in determining the quality of clean water. The river water used by the people of Desa Melayu Tengah as a source of daily needs has a turbidity level that exceeds the standard quality threshold. This study aims to determine the effect of varying doses of the natural coagulant from noni seed powder (Morinda citrifolia L.) on the reduction of river water turbidity. This study uses the true experimental method with a post-test only with control group design. Water samples were taken from the Martapura River, then treated with varying coagulant doses of 0 mg/L, 25 mg/L, 50 mg/L, and 75 mg/L, each with 6 repetitions. Data analysis was conducted using the one-way ANOVA test followed by the LSD (least significant difference) test. The research results showed a significant difference between the treatment groups (p < 0.001), with the optimum dose at 25 mg/L. However, the turbidity value after treatment has not yet reached the quality standard (< 3 NTU) based on Permenkes No. 2 of 2023. The use of this material still requires further development, including in terms of extraction methods, the correct dosage, and the possibility of combining it with other more reactive coagulant materials. For the time being, the public is still advised to use proven effective water purification methods, such as simple filtration, sedimentation with alum, or household filtration systems based on sand and activated charcoal.
Penurunan Kekeruhan Air Menggunakan Larutan Tawas di Desa Sungai Batang Ilir Abdul Khair; Noraida
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i2.1390

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Desa Sungai Batang Ilir memperoleh air untuk keperluan hygiene dan sanitasinya sehari-hari dari air sungai yang melintas di desa tersebut. Diketahui tingkat kekeruhan air (57,8 NTU) melebihi standar yang ditetapkan (lebih dari 3 NTU) sedangkan pH air (7,1) sudah sesuai standar. Ada masyarakat mengolah air sungai yang keruh menggunakan tawas, namun dosis tawas yang digunakan dan cara pengolahan yang dilakukan belum sesuai. Hal tersebut mengakibatkan rasa air menjadi asam, sepat, bahkan terkadang air tidak berubah menjadi jernih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa ini ditujukan untuk melatih masyarakat membuat larutan tawas dan menurunkan tingkat kekeruhan air sungai untuk keperluannya sehari-hari. Lama waktu seluruh kegiatan adalah 6 bulan dengan melibatkan Sanitarian Puskesmas Martapura Barat. Jumlah sasaran sebanyak 10 ibu rumah tangga. Kegiatan utama berupa pemberian materi dan pelatihan tentang cara pengolahan air sungai menggunakan larutan tawas. Hasil kegiatan menunjukkan nilai pretest berkisar antara 23,5 hingga 58,8 dan nilai posttest berkisar antara 94,1 sampai 100. Hal ini berarti kontribusi kegiatan pelatihan berkisar antara 41% sampai 75% dari tingkat pengetahuan dan pemahaman awal. Peserta telah mampu mempraktikan dengan benar cara membuat larutan tawas dan cara menurunkan tingkat kekeruhan air sungai.
Hubungan Sumber dan Kualitas Air Minum dengan Diare di Puskesmas Pulang Pisau Nor Camelia; Abdul Khair; Noraida
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1663

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama pada balita dan erat kaitannya dengan faktor lingkungan, khususnya kualitas air minum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara sumber dan kualitas mikrobiologi air minum dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel terdiri dari 28 balita (14 kasus dan 14 kontrol) yang dipilih dengan rasio 1:1 dan dilakukan matching berdasarkan umur, jenis kelamin, dan pendidikan orang tua. Data kejadian diare diperoleh dari register Puskesmas dan diverifikasi melalui wawancara. Sumber air minum diidentifikasi melalui observasi langsung, sedangkan kualitas mikrobiologi diperiksa menggunakan sanitarian kit untuk mendeteksi keberadaan Escherichia coli. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05 serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sumber air non-PDAM berhubungan signifikan dengan kejadian diare (OR = 6,25; p < 0,05). Selain itu, air minum yang terkontaminasi E. coli juga berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko diare (OR = 6,60; p < 0,05). Disimpulkan bahwa sumber dan kualitas mikrobiologi air minum merupakan faktor risiko penting terhadap kejadian diare pada balita. Peningkatan pengawasan kualitas air minum dan edukasi pengolahan air sebelum konsumsi diperlukan sebagai upaya pencegahan.
Pengaruh Variasi Dosis Biji Pepaya (Carica papaya Linnaeus) sebagai Koagulan Alami Terhadap Penurunan Tingkat Kekeruhan Air Sungai Nur Rafannisa Rusdayanti; Syarifudin Syarifudin; Abdul Khair
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i2.910

Abstract

Kekeruhan merupakan salah satu parameter fisik dalam penilaian kualitas air bersih karena berkaitan dengan keberadaan partikel tersuspensi yang dapat mengganggu estetika air dan berpotensi membawa mikroorganisme patogen. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengolahan air yang efektif dan ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan koagulan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis serbuk biji pepaya (Carica papaya Linnaeus) sebagai koagulan alami terhadap penurunan tingkat kekeruhan air Sungai serta menentukan dosis yang paling efektif. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan desain posttest only with control group. Sampel air diambil dari sungai menggunakan metode grab sampling dan diberi perlakuan koagulasi–flokulasi dengan variasi dosis 0 mg/L, 300 mg/L, 600 mg/L, dan 900 mg/L, masing-masing enam kali pengulangan dengan waktu kontak 60 menit. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi dosis serbuk biji pepaya berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kekeruhan air sungai (p < 0,001). Dosis 900 mg/L merupakan dosis paling efektif dengan nilai rata-rata kekeruhan akhir sebesar 51,67 NTU, namun hasil tersebut belum memenuhi baku mutu kekeruhan air bersih (< 3 NTU). Serbuk biji pepaya berpotensi sebagai koagulan alami, namun penggunaannya perlu dikombinasikan dengan proses pengolahan lanjutan agar kualitas air memenuhi standar kesehatan.