Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisa Pemberian Berbagai Jenis Pupuk Organik Padat Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Organik Septi Anggraeni; Mariyatul Qibtiyah; Dian Eka Kusumawati; Emmy Hamidah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v8i2.9266

Abstract

Pakcoy mustard plant is a plant that is easily cultivated by farmers in Indonesia. Pakcoy mustard plants are very valuable economically because people want them. In addition to having many health benefits, pakcoy mustard plants also have a short cultivation frequency, to increase good production yields, you must pay attention to cultivation methods starting from the land processing process to harvest. Thus, the aim of this research was to examine the impact of different solid organic feltilizers ob the development and yield of organic pakcoy mustard plants. This research was designed with a regular randomized group design (RAK) consisting of seven treatments, including: No treatment, organic fertilizer application of burnt husk, fertilizer application of vermicompost, fertilizer application of chicken manure, fertilizer application of cow dung, fertilizer application of goat dung and fertilizer application of bat dung. The results of the research on this study are that it can increase the productivity of pakcoy mustard plants and the best results are found in the provision of solid organic fertilizer treatment of burnt husks.
A CASE STUDY OF FORMATION DAMAGE MITIGATION ON “X” FIELD, SUMATRA Septi Anggraeni
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 38 No 3 (2015)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.38.3.546

Abstract

Formation damage might cause low oil well productivity, therefore it is very important to effectively handle this issue. In fact, every operation in the field-drilling, completion, workover, production and stimulation, is a potential source of formation damage. In this case study, the oil company “A” plan to dispose produced water into Formation B, J, K, D,M. Laboratory tests were performed to investigate the effect of the injection of water into the reservoir formation. The experiment was conducted by measuring water permeability as a function of fluid volume injection. In addition, XRD analysis was also performed on effluent filtrate to support the results. Prior to investigating the sensitivity of reservoir rock to the fluid injection, the samples were injected with fresh water, saline water, produced water collected from Central Injection Facility, and also Filtered CIF Water. The results indicated that all formations were sensitive to fresh water and produced water. Moreover, the use of a filter will improve the water quality. Therefore, the produced water should be treated by using a filter and increasing water salinity. The XRD analysis showed that the potential damage is mostly caused by fine migration clay, however, swelling clay is also present in the small part of formation. The test results will be used for water treatment design, so as to minimize formation damage.
Hubungan Non Modifiable Dan Modifiable Risk Factors Dengan Hipertensi Pada Usia Produktif Di Puskemas Pelambuan Kota Banjarmasin Tahun 2025 Gina Rikhlatasyita Febrifani; Septi Anggraeni; Siska Dhewi; Ahmad Fauzan
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.21216

Abstract

Hipertensi sering disebut sebagai the silent killer. Prevalensi hipertensi di Kalimantan Selatan dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan, tidak hanya pada lansia tetapi juga pada usia produktif, khususnya di Puskemas Pelambuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara non modifiable dan modifiable risk factors dengan hipertensi pada usia produktif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 598 dengan jumlah sampel sebanyak 86 reponden usia produktif dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dengan teknik pengumpulan data wawancara. Analisis statistik menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa non modifiable risk factors yaitu riwayat genetik (p-value 0,027) dan usia (p-value 0,024) memiliki hubungan yang signifikan dengan hipertensi namun tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p-value 0,888) dengan hipertensi sedangkan dari modifiable risk factors meliputi aktivitas fisik (p-value 0,026), pola makan (p-value 0,008) dan status gizi (p-value 0,017) menunjukan hubungan yang signifikan dengan hipertensi di Puskemas Pelambuan. Masyarakat disarankan rutin dalam memeriksakan kesehatannya dan menerapkan gaya hidup sehat. Bagi Puskemas Pelambuan diharapkan melakukan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan serta dapat memperluas informasi dengan pemasangan spanduk atau poster kesehatan.Kata Kunci: Hipertensi , Non-Modifiable Risk Factors (genetik, usia, jenis kelamin), Modifiable Risk Factors (aktivitas fisik, pola makan, status gizi) 
Pengaruh Pengetahuan Tentang Dampak Gadget Pada Kesehatan Terhadap Perilaku Penggunaan Gadget Pada Siswa SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin Septi Anggraeni
Faletehan Health Journal Vol 6 No 2 (2019): Faletehan Health Journal, Juli 2019
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v6i2.68

Abstract

The progress of the age in the field of technology is growing. The technology that is very popular in this era of globalization is a gadget. The use of gadgets in children is increasing. The Academy of American Pediatricians and the Canadian Pediatricians Association stresses the need for limitations in the use of technology in children, children aged 6-18 years are limited to using only 2 hours per day. Children and adolescents who use technology exceed the recommended time limit have health risks. Lack of understanding about the impact of using gadgets makes children behave using it excessively. The purpose of this study was to determine the effect of knowledge about the impact of gadgets on health on the behavior of gadget use in students of Kebun Bunga 6 Banjarmasin Elementary School. This study is an analytical survey research with a cross sectional approach. The population in this study were all students of class VI SD Negeri Kebun Bunga 6 Banjarmasin. The sample in this study is the total of the population as many as 50 students. The results of a simple Linear Regression analysis show the influence of knowledge about the impact of gadgets on health on the behavior of gadget use in students (p value = 0.002) with a large influence of 18.9%. In this case it is necessary to increase students' knowledge about the impact of gadgets on health, because the higher the knowledge will be followed by a decrease in the behavior of using gadgets.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS MARTAPURA 1 KABUPATEN BANJAR Septi Anggraeni
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.24099

Abstract

Prevalensi hipertensi terus meningkat, menjadikannya masalah kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara kejadian hipertensi pada kelompok usia produktif dan variabel risiko, termasuk riwayat keluarga, pola makan, tingkat aktivitas fisik, serta obesitas sentral. Dilakukan di Puskesmas Martapura 1, Kabupaten Banjar, penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 242 sampel. Studi ini menggunakan uji chi-square untuk analisis dan menguji metode pengambilan sampel accidental sampling. Berdasarkan temuan, 46,3% responden memiliki tekanan darah tinggi. Kejadian hipertensi berhubungan signifikan dengan obesitas sentral (p=0,000) dan riwayat keluarga (p=0,005). Namun demikian, tidak terdapat hubungan yang jelas antara kejdian hipertensi dengan aktivitas fisik (p=0,556) maupun pola makan (p=0,330). Temuan ini menunjukkan bahwa obesitas sentral dan riwayat keluarga merupakan faktor risiko penting yang perlu ditangani dalam inisiatif pencegahan hipertensi di wilayah tersebut. Adapun saran yang perlu ditingkatkan di Puskesmas Martapura 1 ialah upaya pencegahan hipertensi dengan melakukan promosi kesehatan melalui minum obat hipertensi dan penyampaian informasi kesehatan pada masyarakat.Kata Kunci : Hipertensi; Faktor Risiko; Usia Produktif 
Determinasi Anemia Berdasarkan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, Pola Makan, dan Siklus Menstruasi pada Siswi SMA Negeri 1 Martapura Nur Syita Aprilia; Siska Dhewi; Ahmad Zacky Anwary; M. Febriza Aquarista; Septi Anggraeni; Eka Handayani
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 5 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i5.763

Abstract

Pendahuluan: Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami anemia. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum tablet Fe, siklus menstruasi, dan pola makan dengan anemia pada siswi di SMA Negeri 1 Martapura. Metode: Menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional dan 67 orang responden, dan menggunakan uji chi-square sebagai analisis bivariatnya. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kepatuhan minum tablet Fe dengan anemia (1,000 > 0,05), tidak ada hubungan antara siklus menstruasi dengan anemia (0,075 > 0,05), dan terdapat hubungan antara pola makan dengan anemia (0,035 < 0,05) pada siswi di SMA Negeri 1 Martapura. Kesimpulan: Masalah anemia dapat ditindaklanjuti dengan lebih baik dan melakukan penelitian terhadap seluruh siswa di SMA Negeri 1 Martapura.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Minat Kunjungan Ulang Masyarakat di Puskesmas Sapala Kabupaten Hulu Sungai Utara: Factors Related to Community Revisit Interest in Sapala Health Center, Hulu Sungai Utara Nadya Bregida; Ahmad Zacky Anwary; Septi Anggraeni
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.876 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1864

Abstract

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2020 didapatkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan terendah yaitu di Puskesmas Sapala Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak 2.221 kunjungan. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat kunjungan ulang masyarakat di Puskesmas Sapala Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2021. Metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi jumlah kunjungan pasien di Puskesmas Sapala Kabupaten Hulu Sungai Utara pada tahun 2020 sebanyak 2.221 orang. Sampel sebanyak 96 responden menggunakan teknik Insidental Sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian sebanyak 57 responden (59,4%) berminat untuk berkunjung ulang, sebanyak 65 responden (67,7%) menyatakan akses kurang, sebanyak 73 responden (76,0%) menyatakan pelayanan baik, sebanyak 64 responden (66,7%) menyatakan ketersediaan alat, sebanyak 83 responden (86,5%) menyatakan ketersediaan obat-obatan. Ada hubungan akses (p-value = 0,000), pelayanan (p-value = 0,003), ketersediaan alat (p-value = 0,004), ketersediaan obat-obatan (p-value = 0,002) dengan minat kunjungan ulang masyarakat di Puskesmas Sapala Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2021. Akses ke Puskesmas Sapala untuk desa Bararawa, Desa Palbatu dan Desa Tampakang harus menggunakan transportasi air seperti speadboad dan perahu mesin, jarak yang jauh, pelayanan, tidak tersedianya alat dan obat-obatan menjadi bahan pertimbangan masyarakat untuk melakukan kunjungan ulang ke Puskesmas Sapala.Diharapkan Puskesmas mempertahankan dan meningkatkan pelayanan kesehatan, ketersediaan alat dan obat-obatan sehingga masyarakat berminat untuk berkunjung ulang ke Puskesmas.
Analisis Lingkungan Fisik Udara dan Angka Kuman Udara di Ruang Rawat Inap Kelas III Rsud Ratu Zalecha Martapura Tahun 2022: Analysis of the Physical Environment of Air and the Air Germ Rate in the Class III in Patient Room Ratu Zalecha Martapura Hospital Year 2022 Muhammad Adam Mukti Firjatullah; Septi Anggraeni; Nuning Irnawulan Ishak
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.2727

Abstract

Latar Belakang: Mikroba merupakan salah satu faktor yang berperan dalam infeksi nosokomial. Kontribusi terbesar faktor lingkungan fisik pada angka kuman adalah kepadatan hunian, kelembapan, pencahayaan, dan suhu ruang. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran dari lingkungan fisik udara dan angka kuman udara pada ruang rawat inap kelas III RSUD Ratu Zalecha Martapura. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian ini adakah survey analitik, dengan desain penelitian deskriftif dan studi cross sectional. Hasil: Pada pengukuran suhu udara tertinggi pada ruang rawat inap Al-Muizz kelas III (penyakit dalam) sebesar 31,9oC, pengukuran kelembapan udara tertinggi pada ruang rawat inap Ar-Raudah kelas III (syaraf) sebesar 76%, pengukuran pencahayaan tertinggi pada ruang rawat inap Ar-Razaaq kelas III (penyakit dalam) sebesar 452 Lux. Hasil pengukuran angka kuman tertinggi pada ruang Ar-Raudah Kelas III (syaraf) sebesar 930 CFU/m3. Kesimpulan: Pada pengukuran suhu udara dan kelembapan udara seluruh ruang tidak memenuhi syarat, selanjutnya pada pengukuran pencahayaan hanya 1 ruang yang memenuhi syarat dan untuk pengukuran angka kuman hanya 1 yang tidak memenuhi syarat.
Determinan dan Penatalaksanaan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Luas: Determinants and Management of Stunting in the Work Area of Padang Luas Public Health Center Septi Anggraeni; Ahmad Zacky Anwary; Eka Handayani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4205

Abstract

Latar Belakang : Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat prevalensi Stunting di Provinsi Kalimantan Selatan menempati urutan ke 9 dari seluruh Provinsi di Indonesia. Puskesmas Padang Luas merupakan salah satu Puskesmas yang terletak di Kabupaten Tanah Laut dan merupakan Puskesmas dengan kasus stunting cukup tinggi dibandingkan Puskesmas lain yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis determinan stunting dan mengetahui gambaran penatalaksanaan stunting di wilayah kerja Puskesmas Padang Luas. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi (mix method) dengan desain sequential explanatory. Populasi dalam penelitian ini adalah balita usia 12-59 bulan, dengan sampel sebesar 92 orang. Teknik analisis data meliputi teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis data kuantitatif yaitu dengan multiple logistic regression. Hasil : Tidak ada pengaruh pendidikan ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Ada pengaruh pendapatan keluarga, riwayat berat bayi lahir, riwayat pemberian ASI dan pola makan terhadap kejadian stunting pada balita dengan besar pengaruh secara keseluruhan sebesar 53% terhadap kejadian stunting. Penatalaksanaan stunting di wilayah kerja Puskesmas Padang luas yaitu dengan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan berupa makanan lokal, biskuit dan susu bubuk. Kesimpulan : Determinan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Padang Luas adalah pendapatan keluarga, riwayat berat bayi lahir, riwayat pemberian ASI dan pola makan. Pola makan merupakan variabel yang mempunyai pengaruh terbesar dengan besar pengaruh 16,6.
Hubungan Non Modifiable Dan Modifiable Risk Factors Dengan Hipertensi Pada Usia Produktif Di Puskemas Pelambuan Kota Banjarmasin Tahun 2025 Gina Rikhlatasyita Febrifani; Septi Anggraeni; Siska Dhewi; Ahmad Fauzan
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.21216

Abstract

Hipertensi sering disebut sebagai the silent killer. Prevalensi hipertensi di Kalimantan Selatan dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan, tidak hanya pada lansia tetapi juga pada usia produktif, khususnya di Puskemas Pelambuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara non modifiable dan modifiable risk factors dengan hipertensi pada usia produktif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 598 dengan jumlah sampel sebanyak 86 reponden usia produktif dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dengan teknik pengumpulan data wawancara. Analisis statistik menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa non modifiable risk factors yaitu riwayat genetik (p-value 0,027) dan usia (p-value 0,024) memiliki hubungan yang signifikan dengan hipertensi namun tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p-value 0,888) dengan hipertensi sedangkan dari modifiable risk factors meliputi aktivitas fisik (p-value 0,026), pola makan (p-value 0,008) dan status gizi (p-value 0,017) menunjukan hubungan yang signifikan dengan hipertensi di Puskemas Pelambuan. Masyarakat disarankan rutin dalam memeriksakan kesehatannya dan menerapkan gaya hidup sehat. Bagi Puskemas Pelambuan diharapkan melakukan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan serta dapat memperluas informasi dengan pemasangan spanduk atau poster kesehatan.Kata Kunci: Hipertensi , Non-Modifiable Risk Factors (genetik, usia, jenis kelamin), Modifiable Risk Factors (aktivitas fisik, pola makan, status gizi)