Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kualitas dan Kelas Batubara di Kecamatan Uluiwoi Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Rahmatul Sarfat; Hasria Hasria; La Ode Ngkoimani; Ali Okto; Arisona Arisona; Muliddin Muliddin; La Hamimu La Hamimu; Erzam S. Hasan; Syamsul Razak Haraty
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.3.2022.151-162

Abstract

Penelitian dilakukan di daerah Desa Tawanga, Kecamatan Uluiwoi, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan letak geografis 121045’00” BT dan 03035’00” LS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh pemanasan bervariasi pada batubara di Kecamatan Uluiwoi, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap peningkatan nilai kalori, untuk mengetahui kualitas batubara pada daerah penelitian setelah dilakukan analisis laboratorium, dan untuk mengetahui kelas batubara pada daerah penelitian setelah dilakukan analisis laboratorium. Metode yang digunakan adalah metode analisis proksimat. Berdasarkan hasil analisis proksimat batubara, diperoleh hasil bahwa semakin tinggi suhu pemanasan batubara maka kadar air semakin rendah, kadar abu semakin tinggi, kadar zat terbang semakin rendah, kadar karbon semakin rendah, dan nilai kalori semakin tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemanasan, kadar air 11,96%, kadar abu 33%, kadar zat terbang 34,04% dengan hasil nilai kalori 2.596 cal/g.  Setelah suhu dinaikkan menjadi 1000C kadar air semakin  menurun menjadi 9,53%,  kadar abu semakin naik menjadi 47%, zat terbang semakin turun menjadi 27,47% dengan hasil nilai kalori semakin bertambah menjadi 3.450 cal/g. Berdasarkan hasil analisis proksimat diperoleh hasil bahwa kualitas batubara pada daerah penelitian termasuk ke dalam kategori batubara kualitas rendah dengan nilai kalori yaitu 2.596 cal/g-3.450 cal/g(adb). Berdasarkan hasil perhitungan perbandingan antara kadar karbon tetap dan zat terbang  maka diperoleh hasil bahwa kelas batubara di daerah penelitian termasuk lignit.
ANALISIS LITERASI SAINS, KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS, DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA KELAS XI DI KOTA KENDARI Joko Saharuddin; Arisona Arisona; Fahyuddin Fahyuddin
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/biofiskim.v4i2.27319

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis literasi sains, kemampuan berpikir logis, dan prestasi belajar fisika Siswa SMA di Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 1161 siswa SMA di Kota Kendari. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik stratified random sampling, diperoleh sampel penelitian berjumlah 256 siswa. Teknik pengambilan data dilakukan melalui instrumen tes literasi sains dan kemampuan berpikir logis dan prestasi belajar fisika melalui dokumentasi Guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) nilai rata-rata literasi sains, kemampuan berpikir logis, dan prestasi belajar fisika siswa SMA kelas XI di kota kendari secara berturut-turut adalah 31, 25 dan 82; 2) literasi sains dan kemampuan berpikir logis secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan pada prestasi belajar fisika dengan kontribusi sebesar 37%; 3) Secara individual, literasi sains dan kemampuan berpikir logis berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar fisika dengan besarnya pengaruh secara berturut-turut adalah 0,41 dan 0,37.
Kandungan dan Ketebalan Endapan Nikel Laterit di Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara Hasria Hasria; Rino Erwin; Ali Okto; Bahdad Bahdad; Arisona Arisona; La Hamimu
Jurnal Geomine Vol 11, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v11i1.1069

Abstract

This study is located in Lameruru Village, Langgikima District, North Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province. The research area consists of morphological units of low hills and hills with an altitude of 200 to 350 meters above sea level. This study aims to determine the morphological conditions and analyze the thickness of laterite nickel deposits based on the morphological conditions in the study area. The morphological observation method was based on morphometric analysis and morphographic analysis, while the thickness analysis of laterite nickel deposits was based on exploration drill data consisting of collar data, lithological data, survey data, and assay data. The analytical method used in this study is the XRF (X-Ray fluorescence) geochemical method to determine the elemental content based on the percentage content of the laterization zone in the study area. The results of the study show that the morphology in the study area was divided into low hills and hills with slightly sloping, sloping, slightly steep, and steep slopes. The thickness of laterite nickel deposits in the study area follows the shape of the topographical slope where in areas with a higher slope level the nickel deposits formed are thinner and the lower the slope level the thicker nickel deposits are formed.
Geomorfologi Karst Studi Geomorfologi Karst Pulau Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara dan Potensinya Sebagai Geowisata Ali Okto; Meliawati; Hasria; Muliddin; Arisona; Suryawan; Sawaluddin
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 4 No 1 (2023): JGRS Edisi Mei
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.2023.v4i1.105

Abstract

Penelitian ini terletak di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Kabupaten Muna merupakan daratan karst yang berkembang cukup baik terutama di bagian timur pulau Muna. Morfologi karst yang tersusun atas batugamping memiliki daya tarik tersendiri baik di bidang pertambangan maupun bidang pariwisata. Pemanfaatan batugamping dalam industri pertambangan memberikan ancaman kerusakan Kawasan karst secara langsung. Oleh sebab itu pemahaman Kawasan Karst sebagai salah satu aset pengembangan geowisata dan pelestarian lingkungan menjadi hal yang mesti diperhatikan. Analisis terhadap keragaman morfologi dan potensi geowisata menjadi hal yang sangat penting dalam menjawab hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap morfologi yang berkembang dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai geowisata. Metode yang digunakan berupa observasi lapangan dan deskripsi kualitatif terhadap jenis litologi batuan dan jenis morfologinya. Jenis batuan yang ditemukan di lapangan yaitu batugamping Packstone, Weckestone dan Crystalline. Morfologi yang berkembang antara lain cliff, notch, sactk, stump, hasil endapan organisme, natural arch, danau air asin, gua, dan perbukitan bergelombang. Beberapa morfologi tersebut telah dikembangkan sebagai lokasi geowisata, tetapi masih banyak lokasi lain yang berpotensi untuk terus dikembangkan. Keberagaman morfologi karst dan unik yang terdapat di Pulau Muna memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari geowisata Sulawesi tenggara.
Studi Diagenesis Batugamping di Desa Wakorumba, Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara Arisona -; Nia Kurnia Praja; Ali Okto
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 3 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v23i3.710

Abstract

Studi yang dilakukan di daerah Desa Wakorumba, Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, terletak di koordinat 04º 58' 20'' - 04º 55' 0'' LS dan 122º 50' 0'' -122º 52' 20'' BT. Tujuan studi yang mendasarkan pada analisis petrografi adalah untuk mengetahui jenis batugamping dan tipe diagenesis yang terjadi pada Formasi Wapulaka, Formasi Sampolakosa, dan Anggota Batugamping Formasi Tondo. Berdasarkan kenampakan fisik dan tekstur batuan karbonat seperti skeletal grain, non-skeletal grain, mikrit dan sparit maka batugamping di daerah ini berjenis wackestone, packstone, dan crystalline. Formasi Wapulaka mempunyai tipe diagenesis sementasi dan neomorfisme. Diagenesis tipe mikritisasi dan neomorfisme berkembang pada Formasi Sampolakosa, dan pada Anggota Batugamping Formasi Tondo berupa sementasi, pelarutan, dan neomorfisme. Beragam tipe diagenesis tersebut terjadi di lingkungan marine phreatic, meteoric phreatic dan meteoric vadose.Katakunci: Batugamping dan diagenesis, Sampolakosa, Tondo, Wapulaka.
Pemetaan Lapisan Tanah Menggunakan Data Mikrotremor HVSR dan Dampaknya Terhadap Daya Dukung Tanah di Kawasan Kota Kendari Arisona; Sitti Lasmi Mangininsih; Nia Kurnia Praja; Hasria; Azhar
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 24 No. 1 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v24i1.724

Abstract

Kota Kendari memiliki risiko tinggi terhadap bahaya guncangan gempa bumi karena dekat dengan sumber gempa bumi. Kondisi geologi yang heterogen menyebabkan respon berbeda terhadap efek ground motion, tergantung pada karakteristik penyusun litologi pada formasi tersebut. Untuk mengetahui karakteristik lapisan tanah, data mikrotremor HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) digunakan dan diolah dengan software Geopsy. Horizontal to Vertical Spectral Ratioadalah satu metode yang sangat mudah untuk memperkirakan frekwensi alami dari lapisan tanah yang dikonversi dalam bentuk kecepatan gelombang geser (Vs). Nilai kecepatan gelombang geser merupakan salah satu parameter untuk mengetahui kondisi tanah serta memperkirakan bahaya ground motion secara spesifik. Kajian ini berkaitan dengan upaya mitigasi terhadap guncangan gempa bumi dengan cara memetakan daerah yang memiliki potensi kerusakan yang cukup besar terhadap gempa bumi. . Kata kunci: HVSR Mikrotremor, kecepatan gelombang geser (Vs), software Geopsy, Lapisan Tanah
Magnetic Characteristics of Soil in Cocoa and Cashew Production Fields Using the Magnetic Susceptibility Method Arisona A.
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol. 5 No. 01 (2023): Edisi April Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia (JRGI)
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika FITK UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/jrgi.v5i01.3

Abstract

Soil magnetic characteristics on land under stands of cacao and cashew trees were carried out by varying the depth. This soil magnetic determination uses the magnetic susceptibility method. The results indicated that the magnetic characteristics of the soil under tree stands depended on the frequency ( ) and the frequency-dependent susceptibility value ( with an increase towards the top of the soil profile in cocoa and cashew trees. This condition causes the formation of higher minerals as a result of changes in the size of the smaller grains that increase towards the upper horizon. The measured magnetic susceptibility value shows that the soil magnetic characteristics of the two tree species are Paramagnetic. The difference in magnetic susceptibility values ​​which tend to be high indicates that the contribution of superparamagnetic minerals is the result of the pedogenesis process
Pengaruh Kemiringan Lereng Terhadap Ketebalan Endapan Nikel Laterit Daerah Tobimeita, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara Hasria, Hasria; Resmin, Masrandi; Okto, Ali; Masri, Masri; Arisona, Arisona; Al Firman, Al Firman; Harisma, Harisma; Jaya, Rio Irham Mais Cendra; Septiana, Sara; Sawaludin, Sawaludin; Salihin, La Ode M. Iradat
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 6, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.6.3.2023.174-185

Abstract

Penelitian ini terletak di wilayah Tobimeita, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara yang secara litologi tersusun atas batuan ultramafik yang menjadi host endapan nikel laterit. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi ketebalan endapan nikel laterit berdasarkan kondisi morfologi pada daerah penelitian. Ketebalan endapan nikel laterit dilakukan dengan menggunakan analisis geokimia XRF (X- Ray Flourescence sedangkan kemiringan lereng menggunakan analisis morfometri dan morfografi. Hasilnya, bahwa morfologi pada daerah penelitian terdiri dari morfologi perbukitan dengan kemiringan lereng datar, agak landai, landai, agak curam dan curam. Wilayah pada kemiringan lereng agak landai dan landai menghasilkan ketebalan endapan laterit relatif tebal disebabkan oleh air yang berada di atas permukaan yang bergerak perlahan sehingga air akan mempunyai kesempatan melakukan penetrasi lebih dalam hingga ke bawah permukaan sehingga menyebabkan pelapukan menjadi intensif. Adapun pada kemiringan lereng agak curam dan curam memiliki ketebalan endapan laterit yang tipis. Ketebalan endapan nikel laterit pada lereng agak landai dan landai pada zona limonit dan saprolit yaitu 10 – 13 m dengan kadar Ni pada zona limonit sebesar 1,99% dan zona saprolit 2,13%. Adapun ketebalan endapan nikel laterit pada kemiringan lereng agak curam dan curam yakni 0 – 2 m dengan kandungan Ni pada zona limonit 1,01 % dan 1,46 % pada zona saprolit.
Petrogenesis of Metamorphic Rock in the Mukito Formation at Sorawolio Region, Bau-Bau City, Buton Island, Southeast Sulawesi Province, Indonesia Hasria; La Hamimu; Prawira, Andi Bhaskara; Arisona; Juarzan, Laode Ihksan; Sara Septiana
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 9 No. 3 (2024): JGEET Vol 09 No 03 : September (2024)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2024.9.3.14949

Abstract

The petrogenesis study of the metamorphic rocks of the Mukito Formation was carried out in the Sorawolio area, Bau-Bau City, Buton Island, Southeast Sulawesi Province, Indonesia. This research area is included in the southern part of the Buton sheet with coordinates S 5⁰23'40.8'' and E 122⁰43'44.9''. The aim of this research is to determine the petrogenesis of metamorphic rocks which includes determining the rock type, facies, type of metamorphism and protolith. The research methods used include megascopic and microscopic analysis of rocks in the form of petrographic analysis which includes identification of mineral content and rock texture and geochemical analysis in the form of XRF tests to determine the main oxide elements in metamorphic rock samples. Data obtained from the results of petrographic analysis show that the research area consists of several types of metamorphic rock, namely serpentinite, phyllite, chlorite schist, hornblende schist and amphibolite. The metamorphic rocks in the research area are included in the greenschist facies and amphibolite facies with regional metamorphism types as well as protoliths from igneous rocks in the form of basalt rock which were formed in the tholeiitic oceanic-island tectonic environment which is a convergent complex characterized by continental origin in the magma series in the form of the tholeiitic series and calc -alkaline series.
Structural Analysis of Subsurface Based on Shear Wave Velocity Ground Profile Using Ellipticity curve Method in Kendari City Area Arisona, Arisona
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i1.452

Abstract

The Research has been done on the analysis of subsurface structures based on ground profiles of shear wave velocity with the ellipticity curve method in the Kendari City area. This research aims to determine the value of shear wave velocity and subsurface structures based on ground profiles of shear wave velocity with the ellipticity curve method and the relationship between the potential levels of damage that occur in the Kendari City area. The microtremor measurement data used consisted of 30 points with a distance of ±1 km between points. The microtremor data were analyzed using Geopsy software with the HVSR method to get the amplification factor value and dominant frequency value at each measurement point. The data from the HVSR method is inverted using the Dinver subsoftware with the ellipticity curve method so that the modeling of ground profiles is obtained which states the value of the shear wave velocity (vs) which is used to determine the subsurface conditions. The results showed that the magnitude of the shear wave velocity (vs) in the Kendari City area varied between 150 m/s - 1300 m/s at a depth of 100 m. The subsurface structure based on ground profiles of shear wave velocity using the ellipticity curve method in the study area consisted of soft soil types at a depth ranging from 1-10 m, moderate soil types found at a depth of 1-20 m, hard soil types (soft rock) found at a depth of 20 – 90 m and rock types are found at depths above 90 m at almost every measurement point. It is suspected that the subsurface conditions in the study area have the potential for shocks and a high level of damage to buildings in the event of an earthquake because they are dominated by thick soft soil material.