Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sosialisasi Sistem E-Contraceptive Choice: Sistem Keputusan dalam Memilih Alat Kontrasepsi di PKK Pramesti Pandanwangi Putri Naya Apriliani; Annisa, Annisa; Ekawati, Rany; Kurniawati, Amalia Putri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1551

Abstract

Upaya pemerintah untuk mencapai tujuan SDGs ketiga dengan menjalankan program Keluarga Berencana dilaksanakan sebagai sarana untuk menekan pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak (dalam konteks tingginya angka kematian ibu), dan menyediakan akses kepada kontrasepsi bagi Pasangan Usia Subur (PUS) atau Wanita Usia Subur (WUS). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengurangi permasalahan unmet need KB di Malang yang sangat kompleks dan krusial dengan membuat baru yaitu “E-Contraceptive Choice”.Rancangan metode pelaksanaan menggunakan langkah-langkah action research yaitu diagnosing, planning, action, evaluation, specifying learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi mitra dalam mengikuti sosialisasi sistem baru untuk memilih alat kontrasepsi cukup baik. Para akseptor ingin mengikuti program pengenalan sistem baru dalam memilih alat KB untuk mengatur jarak kelahiran dan mempertimbangkan kenyamanan serta resiko sehingga memiliki keluarga sejahtera.   Socialization of the E-Contraceptive Choice System: Decision System in Selecting Contraceptives at PKK Pramesti Pandanwangi The government's efforts to achieve the third SDGs goal by implementing the Family Planning program as a means of reducing population growth improving maternal and child health (in the context of high maternal mortality rates), and providing access to contraception for couples of childbearing age (PUS). or Women of Childbearing Age (WUS). This research aims to reduce the very complex and crucial problem of the unmet need for family planning in Malang by creating a new "E-Contraceptive Choice". The implementation method design uses action research steps, namely diagnosing, planning, action, evaluation, and specifying learning. The research results show that partner participation in socializing the new system for choosing contraceptives is quite good. The acceptors want to take part in the program to introduce a new system in choosing birth control methods to regulate birth spacing and consider the comfort and risks of having a prosperous family.  
Pembentukan Kader RANTING (Pemberdayaan Masyarakat Anti Stunting) sebagai Upaya Penanganan Stunting di Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang Ekawati, Rany; Hanifah, Afrina; Ashamadu, Cantika Salwa; Widyastuti, Eva Uma; Nadira, Silvia Devi; Aziz, Hafif Ahmad Abdul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1663

Abstract

Kabupaten Malang menjadi salah satu kabupaten yang memiliki angka prevalensi stunting cukup tinggi dimana pada tahun 2022 yakni berada di angka 23%. Desa Pagersari merupakan salah satu  desa yang terletak di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang menjadi penyumbang angka stunting tersebut. Dari pendataan rutin di salah satu posyandu dusun Gombong, tercatat ada 6 dari 32 balita yang mengalami stunting. Tujuan dari adanya  pemberdayaan dengan membentuk Kader RANTING (Pemberdayaan Masyarakat Anti Stunting) adalah menurunkan angka prevalensi stunting dan menjadi desa tanggap stunting. Metode yang digunakan adalah dengan cara pembentukan kader yang beranggotakan masyarakat di Desa Pagersari. Dari pembentukan Kader RANTING ini, akan berfokus dalam penanganan masalah stunting di Desa Pagersari. Hasil didapati bahwa telah dibentuknya tim stunting yang terdiri dari 25 kader posyandu dan 37 kader remaja bertugas untuk mengawasi permasalahan stunting dan menyosialisasikan permasalahan Stunting dan nantinya akan diberikan pelatihan mengenai Stunting hingga perencanaan menu PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Pembentukan Kader Ranting terdiri dari beberapa struktur organisasi yang melibatkan stakeholder terkait. Stakeholder yang terlibat antara lain Bidan Desa Pagersari, Perawat Desa Pagersari, Kepala Sekolah, serta guru SMP Negeri 4 Ngantang Satu Atap yang memiliki peran terhadap perkembangan kader kesehatan balita dan remaja di Desa Pagersari. Dengan adanya pembentukan kader ini, masyarakat Desa Pagersari dapat memahami mengenai permasalahan Stunting dan nantinya kedepannya  angka stunting di Desa Pagersari tidak semakin meningkat. Establishment of RANTING (Anti-Stunting Community Empowerment) Cadre as an Effort to Overcome Stunting in Pagersari Village, Ngantang District, Malang Regency Abstract Malang Regency is one of the districts that has a high stunting prevalence rate, which in 2022 will be at 23%. Pagersari Village is one of the villages located in Ngantang Sub-district, Malang Regency which contributes to the stunting rate. From routine data collection at one of the posyandu in Gombong hamlet, it was recorded that 6 out of 32 toddlers were stunted. The purpose of empowerment by forming RANTING (Anti-Stunting Community Empowerment) cadres is to reduce the prevalence of stunting and become a stunting response village. The method used is by forming cadres consisting of community members in Pagersari Village. From the formation of this RANTING Cadre, it will focus on handling stunting problems in Pagersari Village. The results showed that a stunting team consisting of 25 posyandu cadres and 37 youth cadres has been formed to monitor the problem of stunting and socialize the problem of stunting and will later be given training on stunting to planning PMT (Supplementary Feeding) menus. The formation of the Branch Cadre consists of several organizational structures involving related stakeholders. The stakeholders involved include the Pagersari Village Midwife, Pagersari Village Nurse, Principal, and teachers of SMP Negeri 4 Ngantang Satu Atap who have a role in the development of toddler and adolescent health cadres in Pagersari Village. With the formation of this cadre, the people of Pagersari Village can understand the problem of stunting and in the future the stunting rate in Pagersari Village will not increase.
Pemberdayaan RANTING (Masyarakat Anti Stunting) melalui Kader Posyandu dan Remaja di Desa Pagersari Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur Aziz, Hafif Ahmad Abdul; Wuryanti, Syalwa Dida; Saputri, Baiq Fatria Ziza; Ekawati, Rany; Husniyah, Nisrina Nabilah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1681

Abstract

Prevalensi stunting di Desa Pagersari masih tergolong tinggi. Hal tersebut dilatarbelakangi kurangnya pengetahuan berbagai aspek elemen masyarakat mengenai pentingnya mencegah stunting guna mempersiapkan generasi emas 2045 mendatang. Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat dari berbagai elemen usia agar menjadi RANTING (Masyarakat Anti Stunting) sehingga dapat memutus mata rantai stunting kedepannya. Pemberdayaan RANTING menggunakan metode participatory approach dan RKTL. Metode participatory approach yang digunakan yakni pendekatan partisipatif masyarakat dengan cara mengajak secara luas dan bebas elemen masyarakat untuk berkolaborasi dan memecahkan berbagai masalah yang ada mengenai stunting. Sedangkan RKTL tertuang dalam buku rencana kerja keberlanjutan pada kader RANTING. Analisis data yang digunakan dalam pemberdayaan ini adalah analisis kualitatif berdasarkan hasil observasi, pretest, dan posttest yang kemudian data tersebut dilakukan interpretasi dan kesimpulan mengenai pengetahuan akan stunting. Hasil didapati bahwa pemberdayaan ini diikuti oleh 25 kader posyandu dengan latar belakang sebagai ibu rumah tangga, petani, dan peternak dengan membuat menu pemberian makanan tambahan (PMT) serta 38 remaja di SMPN 4 Satu Atap mengenai tumbuh kembang remaja, dan kesehatan reproduksi remaja. Dalam pelaksanaan RANTING, semua elemen masyarakat sangat antusias dalam kegiatan sehingga hal ini menjadi langkah awal masyarakat menyebarkan ilmu mengenai pencegahan stunting. Dengan adanya pemberdayaan ini, dapat disimpulkan program pelatihan dapat menambah wawasan kader terkait pencegahan stunting dan penangananya. Praktek perencanaan menu juga menambah wawasan kader terkait menu sehat dari olahan lokal. Begitu juga dengan proses tanya jawab, elaborasi, dan RKTL mampu untuk keberharapan pada keberlanjutan program. Empowerment of RANTING (Masyarakat Anti Stunting) through Posyandu Cadres and Teenagers in Pagersari Village, Ngantang District, Malang Regency, East Java Abstract: The prevalence of stunting in Pagersari Village is still relatively high. This is motivated by the lack of knowledge of various aspects of the community elements regarding the importance of preventing stunting in order to prepare the next golden generation of 2045. This community empowerment aims to empower people from various age elements to become RANTING (Anti-Stunting Community) so that they can break the chain of stunting in the future. RANTING empowerment uses a participatory approach and RKTL method. The participatory approach method used is a community participatory approach by widely and freely inviting elements of society to collaborate and solve various problems that exist regarding stunting. The data analysis used in this empowerment is qualitative analysis based on the results of observations, pretests, and posttests, then the data is interpreted and conclusions are made about knowledge of stunting. The results showed that this empowerment was attended by 25 posyandu cadres with backgrounds as housewives, farmers, and breeders by making supplementary feeding menus (PMT) and 38 adolescents at SMPN 4 Satu Atap regarding adolescent growth and development, and adolescent reproductive health. In the implementation of RANTING, all elements of the community were very enthusiastic in the activity so that this was the first step for the community to spread knowledge about stunting prevention. Likewise, the process of question and answer, elaboration, and RKTL is able to hope for the sustainability of the program.
The Effectivity of Nutrition Education using E-Booklet on Knowledge and Attitude about Anemia among Adolescent Girls in Turen Malang Paramita, Farah; Rachmawati, Windi Chusniah; Ekawati, Rany; Pherenis, Haura Salwa Aulia; Septiani, Selsa Tri; Awaliahmunazila, Meisya
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v9i12024p75-80

Abstract

One of the nutritional problems of adolescent female in Southeast Asia is iron deficiency anemia, with an estimated 25-40 percent of adolescent female experiencing mild to severe anemia. The impact of this on teenagers is a decline in academic abilities at school due to a lack of enthusiasm for learning and concentration on learning. This research aims to determine the effect of e-booklet anemia prevention media on young women at SMAN 1 Turen. This research uses an experimental method, namely a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach. The subjects of this research were 50 female students. The results of the study showed that there was an influence of e-booklet anemia prevention media on the level of knowledge (p value is 0.000 less than 0.05) and attitudes (p value is 0.032 less than 0.05) of young women at SMAN 1 Turen. There was a significant influence on knowledge and attitudes before and after being given treatment in the form of education using e-booklet media
Community Participation of the “Kampung KB” Program: Study in Malang City Year 2020 Ekawati, Rany; Deniati, Ema Novita; Hapsari, Anindya; Mutakifah, Lu'luim; Annisaa, Annisaa; Ariyanti, Lilik
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v9i12024p102-111

Abstract

Indonesia has a significant population problem. The national population grows by a staggering 4.5 million people annually, and Malang is one example of a city experiencing this rapid growth. The government is implementing a program called "Kampung KB" to address this issue. The purpose of this research is to provide an overview of the participation of the people of “Kampung KB” Malang City. This study uses qualitative research with in-depth interviews, then analyzed using data triangulation. This research was conducted from September to December 2020. The research location was six “Kampung KB” in Malang City. The result of this research is that the implementation of “Kampung KB” in Malang City is carried out at the village level. In the “Kampung KB” there are fields, namely education, culture, social, economy, religion, environment, reproduction, protection, and love. Routine activities include service work, “Tri Bina”, long-term contraceptive methods, counseling, training and mentoring. Participation and enthusiasm of the community, which is quite good, is one of the benchmarks in developing these activities. But there is still less support from the government, especially regarding the budget for organizing “Kampung KB” activities, facilities and infrastructure such as places to hold activities in the “Kampung KB”.
Cerita bergambar “pakai masker yuk” sebagai edukasi anak usia dini di Kecamatan Blimbing Kota Malang Rany Ekawati; Ema Novita Deniati; Anindya Hapsari; Fina Adibatul Hasanah Harra; Nisa Assifa Hakiki
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v1i22021p89-98

Abstract

Covid-19 masih menjadi pandemi di seluruh dunia. Kasus covid-19 di Kecamatan Blimbing Kota Malang menunjukkan jumlah kasus tertinggi. Salah satu pencegahan penularan covid-19 dengan melaksanakan protokol Kesehatan, salah satunya yaitu penggunaan masker. Covid-19 bisa menjangkit semua kelompok umur, termasuk anak usia dini. Anak usia dini menjadi rawan karena enggan menggunakan masker. Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi anak PAUD dan TK di Kecamatan Blimbing Kota Malang menggunakan masker. Edukasi penggunaan masker menggunakan cerita bergambar dan video story telling yang berjudul “Pakai Masker Yuk”. Kegiatan ini dilakukan di PAUD dan TK yang berada di Kecamatan Blimbing Kota Malang sebanyak 31 sekolah. Pembagian cerita bergambar dan video story telling kepada anak didik dilakukan melalui guru kelas secara online. Cerita bergambar “Pakai Masker Yuk” terdiri dari 6 halaman dan video story telling berdurasi 1 menit 59 detik. Setelah mendapatkan cergam dan video story telling, guru dan anak didik memberikan feedback yang dibagikan melalui google form. Cergam dan video story telling mendapatkan tanggapan positif (54,8%), tanggapan cukup (38,7%), dan tanggapan kurang (6,5%) dari guru dan anak didik. Sebagian besar guru dan anak didik memberikan respon yang positif untuk cergam dan video story telling.
Gambaran tingkat pengetahuan peserta pelatihan pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak Rara Warih Gayatri; Rany Ekawati; Anindya Hapsari
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v1i22021p133-146

Abstract

Alumni sarjana kesehatan masyarakat tidak semua kompeten dalam melayani kesehatan ibu dan anak sebab pada masa mahasiswa tidak semua wajib menempuh materi tersebut. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan alumni prodi ilmu kesehatan masyarakat FIK UM tentang pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan dilakukan secara online setiap bulan sekali mulai Bulan April-September 2021. Peserta sejumlah 27. Variabel yang diukur adalah tingkat pengetahuan dan keterampilan tentang pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak. Analisis menggunakan deskriptif sederhana yaitu persentase. Hasil pengabdian kepada masyarakat diperoleh bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan alumni sarjana kesehatan masayarakat tentang pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak.
Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja Sebagai Upaya Mengurangi Pemikiran Tabu Tentang Reproduksi Rany Ekawati; Ema Novita Deniati; Windi Chusniah Rahmawati; Muhammmad Al-Irsyad; Muhammad Irfan Saputra; Weva Rahmadana; Siti Salma Hanifah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1100

Abstract

Persiapan untuk remaja sebagai generasi penerus bangsa, tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni berupa perilaku dan budaya remaja saat ini. Pentingnya memberikan pengetahuan mengenai perilaku-perilaku negatif, antara lain: mengonsumsi alkohol tanpa pengawasan dokter, mengonsumsi narkoba, seks bebas, dan masih banyak lagi. Kurangnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi dapat memicu terjadi hal yang tidak diinginkan pada masa remaja saat ini. Seminar ini diharapkan dapat mengedukasi remaja untuk menambah pengetahuan tentang reproduksi dan mengurangi pemikiran tabu. Mitra dalam kegiatan ini adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Keolahragaan Universits Negeri Malang. Kegiatan seminar dilaksanakan secara online melalui zoom meeting dengan peserta sebanyak 160 orang. Hasil kegiatan seminar adalah sebanyak 99,4% peserta menyatakan jika kesehatan reproduksi tidak tabu untuk dibicarakan, sedangkan 0,6% menyatakan masih tabu. Peserta seminar dapat mengidentifikasi penyebab kenakalan remaja terbanyak disebabkan oleh pengetahuan seksual rendah (39,4%), pengaruh lingkungan (31,9%), dan akses pornografi lebih mudah (15%). Edukasi tentang kesehatan reproduksi dengan tujuan meningkatkan pengetahun perlu dilakukan secara berkala dengan pendekatan lebih personal. Reproductive Health Seminar To Reduce Taboo Thoughts About Reproduction Preparation for youth as the nation's next generation, depends on the readiness of society, to change behavior and culture of today's youth. The importance of providing knowledge about negative behaviors, including: consuming alcohol without a doctor's supervision, taking drugs, free sex, and many more. Lack of education about reproductive health can trigger unwanted things to happen in today's youth. This seminar is expected to educate youth to increase knowledge about reproduction and reduce taboo thinking. The partner in this activity is the Student Executive Board (BEM) of the Faculty of Sports Science, State University of Malang. The seminar activities were carried out online through a zoom meeting with 160 participants. The results of the seminar activities were that 99.4% of the participants stated that reproductive health was not taboo to discuss, while 0.6% stated that it was still taboo. Seminar participants were able to identify the most common cause of juvenile delinquency due to low sexual knowledge (39.4%), environmental influences (31.9%), and easier access to pornography (15%). Education about reproductive health with the aim of increasing knowledge needs to be carried out regularly with a more personal approach.
Development of a User-Personalized Decision Support System for Contraception Method Selection Karami, Ahmad Fahmi; Ekawati, Rany; Marier, Syauqi Muhammad; Susantini, Purwanti
Applied Information System and Management (AISM) Vol 8, No 1 (2025): Applied Information System and Management (AISM)
Publisher : Depart. of Information Systems, FST, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aism.v8i1.44648

Abstract

The number of unmet needs for contraception has not reached the target set by the Indonesian government, while the uneven distribution of health workers, the main source of information for contraception, is still an unresolved problem. The Internet serves as an alternative source of information for contraception selection. However, without personalization, it may lead to inappropriate choices. This study discussed the development of an information system for selecting contraceptives, incorporating a decision support system (DSS), enabling personalized recommendations based on user preferences to assist in determining the appropriate contraceptive method. The functionality of the information system was evaluated using black-box testing, conducted by reproductive health experts, while its usability was assessed based on ISO-9241-11:2018 standards with 25 respondents. The functional evaluation of the system showed that 14 functions successfully passed the testing procedures, while 2 functions failed. The usability evaluation yielded excellent results, with an overall score of 4.52. Based on these findings, the developed information system can serve as a medium for reducing the number of unmet needs for contraception by providing users with contraceptive information tailored to their preferences. Further research needs to enhance system information by integrating user medical reports and user location and evaluating the recommendation-to-selection conversion rate— the extent to which users follow the system’s recommendations when choosing contraceptives.
Implementasi budidaya hidroponik dalam program intervensi psikososial untuk kesehatan mental Deniati, Ema Novita; Ekawati, Rany; Malita, Cintya Nur; Kurniawati, Amalia Putri; Pramudya, Dandy Arie; Tuanani, Muhammad Fahresa; Annajah, Nabiilah; Garnisa, Rachmalia Zahwa
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i3.23950

Abstract

Warga binaan seringkali mengalami stres psikososial karena adanya tekanan selama masa tahanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan coping stres dengan pelaksanaan budidaya hidroponik sebagai metode adaptif. Kegiatan dilaksanakan di Lapas Kelas IIB Jombang dengan pendekatan partisipatif-edukatif, melibatkan 30 warga binaan dalam dua sesi kegiatan: edukasi mekanisme coping stres dan praktek langsung menanam hidroponik. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner berisi 10 soal pilihan ganda, lalu dilakukan analisis dengan uji paired sample t-test menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari 49,33 (SD - 11,43) menjadi 74,44 (SD=11,04) dengan p < 0,0001. Seluruh peserta mengalami peningkatan kategori, dari mayoritas “cukup” (80%) menjadi “baik” dan “sangat baik” (masing-masing 50%). Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang stres dan hidroponik, tetapi juga memberi manfaat psikososial seperti peningkatan rasa percaya diri dan kesiapan menghadapi kehidupan sosial. Program ini terbukti efektif dan direkomendasikan untuk dilanjutkan serta dimanfaatkan dalam mendukung pembinaan mental dan penguatan kapasitas ekonomi warga binaan.