Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Model Project Based Learning Dalam Kurikulum Merdeka Novi Aning Sri Astuti; Ibadullah Malawi; Nur Samsiyah
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran dengan model Project Based Learning pada kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif dengan kajian pustakaan. Penelitian ini menganalisis artikel yang berasal dari Google Scholar, dengan rentang waktu 5 tahun terakhir. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh beberapa artikel yang kemudian disaring berdasarkan kriteria dan didapat 5 artikel yang digunakan dalam penelitian. Setiap artikel dianalisis berdasarkan hasil penelitian. Hasil dari analisis artikel ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Secara umum ada tiga tahapan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning pada kurikulum merdeka yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi.
Efektivitas Penggunaan Media Video Animasi Berbasis Canva Terhadap Kemampuan Kognitif Pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV MIN 2 Kota Madiun Nuviandani Feslyn yoga; Ibadullah Malawi; Endang Sri Maruti
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bermaksud untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada mata pelajaran IPAS kelas IV dengan menggunakan media video animasi berbasis canva di MIN 2 Kota Madiun. Jenis penelitian pada artikel ini yaitu penelitian kuantitatif. Canva merupakan suatu aplikasi yang dapat dikembangkan dalam proses pembuatan media pembelajaran IPAS yang sangat membutuhkan adanya media sebagai pengantar infomasi dari muatan materi pembelajaran yang bersifat abstrak. Aplikasi canva menyediakan berbagai macam fitur menarik yang dapat memudahkan guru dalam pembuatan media pembelajaran, salah satunya yaitu dengan tersedianya beragam template dan media video animasi yang dapat digunakan dalam proses mendesain media pembelajaran salah satunya yakni mata pelajaran IPAS di SD. Guru dituntut memberikan pembelajaran yang kreatif dan inovatif karena penting bagi siswa untuk memperoleh sebuah kemampuan yang nantinya akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya yaitu kemampuan kognitif. Kemampuan kognitif diartikan juga sebagai kemampuan siswa yang dapat digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media video animasi berbasis canva terhadap kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV MIN 2 Kota Madiun.
Efektivitas model project based learning berbasis steam terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas v pada materi tematik sdn 04 madiun lor Indah Kusuma Wardani; Ibadullah Malawi; Suyanti Suyanti
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 4 (2023): Peran Pendidikan Dasar Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Era 5.0
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: efektivitas model Project Based Learning berbasis STEAM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V pada mata pelajaran tematik di SDN 04 Madiun Lor. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan bentuk penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang mengetahui ada tidaknya sebab akibat dari suatu subjek yang diteliti dengan membandingkan satu atau lebih pembanding yang diberikan dan tidak diberikan perlakuan. Dalam rancangan penelitian ini, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak diambil secara random. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan model pembelajaran PjBL dan kelas kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Berdasarkan penelitian yang diperoleh dapat diketahui nahwa model pembelajaran Project Based Learning berbasis STEAM efektif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V pada mata pelajaran tematik di SDN 04 Madiun Lor sehingga mampu mengasah kemampuan berpikir kritis siswa.
IMPLEMENTASI MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING) DENGAN PENDEKATAN TARL (TEACHING AT THE RIGHT LEVEL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV Meilina Rahmawati; Ibadullah Malawi; Soehartini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.3612

Abstract

ABSTRACT Knowing how much the fourth grade students' mathematical problem solving abilities have increased by using the TaRL approach PBL model is the main objective of this research. This research method is classroom action research. 18 Grade IV students at SDN Kuncen participated in this research. This research was carried out through the pre-cycle, first cycle and second cycle stages. The planning, implementation, observation, and reflection phases make up each cycle. Tests, documentation and observations are part of data collection techniques. Students' ability to solve problems increases when the TaRL approach is incorporated into the PBL model, according to research results. From 33.3% in pre-cycle, 55.0% in cycle I, and 83.0% in cycle II, the proportion of students who completed has increased. Improvement also occurred in students' problem solving abilities, with an average score of 52.5 in cycle I, increasing to 70 in cycle I and 81.5 in cycle II. By combining the TaRL approach with the PBL model, students can improve their mathematical problem solving abilities. ABSTRAK Mengetahui seberapa besar peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV dengan penggunaan model PBL pendekatan TaRL menjadi tujuan utama penelitian ini. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. 18 Siswa kelas IV SDN Kuncen berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan melalui tahap pra siklus, siklus pertama, dan siklus kedua. Fase perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi membentuk setiap siklus. Tes, dokumentasi, dan observasi merupakan bagian dari teknik pengumpulan data. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah meningkat ketika pendekatan TaRL dimasukkan ke dalam model PBL, menurut hasil penelitian. Dari 33,3% pada prasiklus, 55,0% pada siklus I, dan 83,0% pada siklus II, proporsi siswa yang tuntas mengalami peningkatan. Peningkatan juga terjadi pada kemampuan pemecahan masalah siswa, dengan nilai rata-rata 52,5 pada siklus I, meningkat menjadi 70 pada siklus I dan 81,5 pada siklus II. Dengan menggabungkan pendekatan TaRL dengan model PBL, siswa dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Kata Kunci: Problem Based Learning , Pendekatan TaRL, Pemecahan Masalah
PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA WORDWALL PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Diyah Retno Pangastuti; Ibadullah Malawi; Soehartini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 03 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.3655

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN Kuncen dengan diterapkannya model discovery learning yang berbantuan media wordwall. Penelitian Tindakan Kelas yaitu jenis penelitian yang diaplikasikan dalam penelitian ini, dilakukan dalam dua siklus yang tiap siklusnya terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, serta refleksi. Adapun subjek penelitian ini yaitu kelas IV SDN Kuncen sejumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Berdasarkan perolehan data penelitian dari siklus I dan siklus II, ditemukan adanya peningkatan keaktifan belajar siswa. Pada siklus 1, keaktifan belajar siswa mencapai persentase 48,71% dengan kategori keaktifan belajar rendah. Adapun pada siklus 2, keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan hingga mencapai persentase 77,28% dengan kategori keaktifan belajar tinggi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwasanya dengan penerapan model discovery learning dibantu dengan media wordwall bisa membantu meningkatkan keaktifan belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN Kuncen.
Integrating Tentara Genie Pelajar Values into Local-History-Based Social Studies: A Qualitative Case Study of Character Education in an Indonesian Junior Secondary School Ririn Wahyuni; Muhammad Hanif; Ibadullah Malawi; Muhammad Rifa'i
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.9042

Abstract

Character education in Social Studies is often constrained by textbook-centered instruction, limiting the incorporation of local heritage as a meaningful context for value formation. This study investigates the integration of Tentara Genie Pelajar (TGP) struggle values into local-history-based learning to enhance students’ character development. A qualitative case study design, supported by descriptive statistics, was conducted at SMP Negeri 4 Pare involving four Social Studies teachers and 140 seventh-grade students. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and Likert-scale questionnaires. The analysis employed thematic techniques for qualitative data and descriptive percentages for quantitative responses. The integration of TGP local history positively influenced students’ character development. Approximately 78% of students demonstrated improved understanding of struggle values, 72% exhibited increased cooperative behavior, and 69% showed strengthened nationalism. Key supporting factors included the availability of authentic historical artifacts and high levels of student engagement. However, challenges were identified, particularly the lack of structured instructional modules and limited teacher training in heritage-based pedagogy. The findings highlight the effectiveness of contextualizing Social Studies learning through local history to foster character education. Integrating heritage-based content not only enhances cognitive understanding but also promotes affective and social competencies. Despite implementation challenges, the study provides practical insights for educators and underscores the need for systematic support, including teacher training and curriculum development. Future research should examine comparative contexts and long-term impacts to optimize the sustainability of local-history-based character education.
Eksplorasi Pengalaman Guru Dan Siswa Dalam Implementasi Tpack Berbantuan Live Worksheet: Sebuah Studi Fenomenologi di Kelas V SDN Kuncen Kota Madiun Emi Kencanasari; Ibadullah Malawi; Nurhaji Nugraha
Tamilis Synex: Multidimensional Collaboration Vol. 3 No. 2 (2025): Tamilis Synex: Multidimensional Collaboration
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/tls.1063

Abstract

The integration of technology in learning is a necessity in the digital era, demanding teachers to have a comprehensive understanding known as TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Live Worksheet emerges as a digital tool that can mediate this integration. This study aims to explore the lived experience of teachers and fifth-grade students at SDN Kuncen, Madiun City, in implementing TPACK assisted by Live Worksheet in social studies learning. This research uses a phenomenological qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation of learning artifacts. Data analysis followed the steps of phenomenological reduction, imaginative variation, and synthesis of meanings. The findings reveal three main themes: (1) The teacher's experience in navigating the intersection of pedagogical, content, and technological knowledge when designing and implementing learning; (2) Students' experiences in constructing understanding through interactive and autonomous digital worksheets; and (3) The dynamics of pedagogical relationships that shift towards facilitation and collaborative exploration.
Improving Elementary Students' Motivation and IPAS Learning Outcomes through a Wordwall-Based Team Games Tournament Model Andika Wahyu Hanusa Bhakti; Sudarmiani Sudarmiani; Ibadullah Malawi
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 3 (2026): June
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i3.1725

Abstract

Conventional IPAS learning often yields low motivation and poor outcomes due to passive methods, while integrating digital games with cooperative models remains underexplored. This study aims to describe the implementation of the Wordwall-assisted Team Games Tournament (TGT) model and to determine improvements in motivation and IPAS learning outcomes among fifth-grade students. Employing Classroom Action Research with qualitative and quantitative descriptive data, the study involved 22 students over two cycles. Data were collected through observation, testing, and documentation. The success criteria were set at a minimum 61% class motivation and 80% classical mastery. The results indicate that: (1) the TGT-Wordwall model created active and interactive learning through digital tournaments; (2) learning motivation increased from 40% (pre-cycle) to 49% (Cycle I) and 72% (Cycle II); and (3) average learning outcomes rose from 65.27 to 70.18 and 79.09, with classical mastery reaching 41%, 64%, and 86%, respectively, exceeding the 80% target. The findings indicate that the Wordwall-assisted Team Games Tournament model can support improvements in students' motivation and IPAS learning outcomes. The integration effectively transforms passive classrooms into active, collaborative environments. This provides a practical, technology-enhanced framework for elementary educators to boost both affective and cognitive domains in learning. 
Meningkatkan Keaktifan dan Kemampuan Numerasi Melalui Metode Demontrasi dengan Bermain Balok pada Peserta Didik Kelompok B di TK Negeri Pembina Kota Madiun: Improving Activity and Numeracy Skills Through The Demonstration Method Using Blocks for Students in Group B at Pembina State Kindergarten in Madiun City Agit Handayani; Ibadullah Malawi; Sudarmani
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4884

Abstract

This study aims to improve the engagement and numeracy skills of Group B students at TK Negeri Pembina Kota Madiun through the demonstration method using block play. Numeracy skills among Group B students were initially underdeveloped, particularly in recognizing numbers and number symbols, sequencing shapes, and identifying geometric forms. Student engagement—specifically in terms of paying attention to teacher explanations, listening, and answering questions—was also under-developed, showing a lack of interest during learning activities. Therefore, Classroom Action Research  was necessary.The research followed a qualitative approach of the Classroom Action Research type, conducted in two cycles over one month. Each cycle consisted of planning, implementation, observation, and reflection, involving 15 students as research subjects. Data collection techniques included observation and documentation. The data were analyzed using qualitative and descriptive quantitative methods. The results showed an increase in both engagement and numeracy skills from the pre-cycle to Cycle II. The engagement score rose from 67 (pre-cycle) to 76 (Cycle I) and reached 86 in Cycle II. Similarly, numeracy skills increased from 70 (pre-cycle) to 79 (Cycle I) and reached 90 in Cycle II. Based on these results, it can be concluded that the use of the demonstration method through block play can effectively improve the engagement and numeracy skills of Group B students at TK Negeri Pembina Kota Madiun   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan numerasi peserta didik kelompok B di TK Negeri Pembina Kota Madiun melalui metode demonstrasi dengan bermain balok. masih belum berkembang peserta didik di Kelompok B kemampuan numerasi dalam mengenal bilangan dan lambang bilangan, mengurutkan bentuk, mengenal bentuk geometri. Keaktifan peserta didik dalam kegiatan di kelas memperhatikan penjelaskan guru, mendengarkan guru dan menjawab pertanyaan guru masih belum berkembang  menunjukkan minat saat kegiatan pembelajaran bermain balok. Untuk itu perlu dilaksanakan penelitian tindakan kelas. Metode demonstrasi yang digunakan dalam kualitatif dengan jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus selama 1 bulan, tiap siklus melalui prosedur perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refelksi dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 15 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh  dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keaktifan dan kemampuan numerasi pada peserta didik dari prasiklus keaktifan 67, kemampuan numerasi 70, pada siklus I keaktifan 76, kemampuan numerasi 79, pada siklus II keaktifan 86, kemampuan numerasi 90. Dari  hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode demonstrasi melalui bermain balok  dapat meningkatkan keaktifan dana kemampuan numerasi pada peserta didik kelompok B di TK Negeri Pembina Kota Madiun.  
Peningkatan Kemampuan Numerasi dengan Penerapan Metode Bermain Berbantuan Media Kartu Angka dan Stik Angka pada Siswa Kelompok A TK Al Hidayah II Kecamatan Taman Kota Madiun : Improving Numeracy Skills By Applying A Play-Based Method Using Number Cards And Number Sticks For Students In Group A At Al Hidayah Ii Kindergarten, Taman District, Madiun City Istiqomah Setyaningsih; Ibadullah Malawi; Nurhadji Nugraha
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4887

Abstract

The early numeracy skills of students in Group A at Al Hidayah II Kindergarten in Taman Kota Madiun District are still low, with 47% of students in the Not Yet Developed category and 53% in the Beginning to Develop category. This low level of skill is thought to be due to monotonous learning and a lack of interesting media. This study aims to address this problem by improving numeracy skills through the application of a play-based method using number cards and number sticks. This study used a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles. The results showed a significant improvement, with the percentage of success in numeracy skills increasing from 39.2% (pre-cycle) to 57.1% (Cycle I with number cards) and reaching 73.8% (Cycle II with number sticks). Indicators of ability such as showing, naming, ordering, and matching symbols for numbers 1-10 showed progress. The conclusion of this study is that the application of the play method assisted by number card and number stick media has been proven effective in improving numeracy skills. This media creates active, fun, and contextual learning, thereby helping young children understand number concepts. The implication is that the use of concrete and varied learning media is highly recommended for numeracy development at the kindergarten level. ABSTRAK Kemampuan numerasi awal siswa Kelompok A TK Al Hidayah II Kecamatan Taman Kota Madiun masih rendah, dengan 47% siswa berada dalam kategori Belum Berkembang dan 53% pada kategori Mulai Berkembang. Rendahnya kemampuan ini diduga akibat pembelajaran yang monoton dan kurangnya penggunaan media yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan meningkatkan kemampuan numerasi melalui penerapan metode bermain yang dibantu media kartu angka dan stik angka. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan, dimana persentase keberhasilan kemampuan numerasi naik dari 39,2% (prasiklus) menjadi 57,1% (Siklus I dengan media kartu angka), dan mencapai 73,8% (Siklus II dengan media stik angka). Indikator kemampuan seperti menunjukkan, menyebutkan, mengurutkan, dan memasangkan lambang bilangan 1-10 mengalami kemajuan. Simpulan penelitian ini adalah penerapan metode bermain berbantuan media kartu angka dan stik angka terbukti efektif meningkatkan kemampuan numerasi. Media ini menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual, sehingga membantu pemahaman konsep bilangan pada anak usia dini. Implikasinya, penggunaan media pembelajaran konkret dan variatif sangat disarankan untuk pengembangan numerasi di tingkat TK.